Media Center Sleman Sarana Promosi Potensi Daerah

Sleman – Media Center Kabupaten Sleman (MC Sleman) berhasil meraih penghargaan sebagai media center daerah terbaik dalam kategori berita tahun 2017 dari Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI). MC Sleman meraih peringkat kelima nasional mengungguli 251 media center daerah lain di Indonesia.

Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kemenkominfo RI, Rosarita Niken Widiastuti dan diterimakan kepada Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih, Rabu (21/2) di The Margo Hotel Jalan Margonda Raya No. 358 Kota Depok, Provinsi Jawa Barat.

Kemenkominfo RI melalui Direktorat Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) setiap tahun memberikan penghargaan kepada 10 media center daerah di seluruh Indonesia yang memberikan kontribusi terbanyak dalam penyebaran informasi kepada masyarakat, baik dalam bentuk berita maupun foto.

Kadis Kominfo Kabupaten Sleman, Intriati Yudatiningsih menyatakan bangga dengan prestasi yang diperoleh MC Sleman ini. Intri menegaskan, pihaknya akan terus melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan media center mengingat betapa pentingnya fungsi media center sebagai sarana memberikan informasi kepada publik. “Di Sleman sekarang sudah ada Kelompok Informasi Masyarakat yang menjadi kontributor berita di Media Center Sleman, saya berharap ini bisa terus berjalan dan ditingkatkan sehingga arus informasi berjalan dua arah tidak hanya dari pemerintah ke masyarakat tapi juga informasi dari masyarakat di daerah sampai ke tingkat pusat,” kata Intri.

Sementara itu, Rosarita Niken menjelaskan pentingnya keberadaan media center daerah dalam upaya pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat, terutama informasi yang terkait dengan pariwisata Indonesia. Untuk itu, Niken menghimbau agar media center daerah terus meningkatkan fungsinya.

“Indonesia ini kan kaya akan tempat-tempat wisata, wisatawan dari negara-negara lain bisa mencari pariwisata di Indonesia, kalau media centernya aktif mempromosikan ini tentu akan menjadi nilai tambah bagi Dinas Kominfo di wilayah tersebut,” beber Niken

Niken menambahkan media center daerah juga bisa menjadi penyampai informasi terkait layanan publik yang ada di daerah masing-masing. “Sehingga siapapun nantinya yang akan berkunjung ke kota, kabupaten, provinsi tahu betul apa yang menjadi keunggulan di daerah itu apa layanan publik yang tersedia,” lanjutnya.

Pun selain diharapkan mampu mempromosikan potensi-potensi yang ada, Media Center juga diharapkan mampu menyebarkan informasi terkait peristiwa-peristiwa besar atau bencana yang terjadi. “Kita semua bisa cepat membantu karena penyebaran informasinya bisa lebih cepat tetapi tetap mengedepankan akurasi dari berita,” tutur Niken.

Selain pemberian penghargaan, kegiatan yang digelar selama tiga hari ini juga diisi dengan diskusi dan pemaparan penyelenggaraan media center terbaik oleh Media Center Provinsi Jawa Timut juga dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelola Media Center Daerah yang bertemakan “Peningkatan Kualitas Konten Bagi Pengelola Media Center Daerah”.

Selain diisi dengan materi, bimtek juga diisi dengan diskusi terkait penulisan Berita Pelayanan Publik di Media Online dengan narasumber J. Heru Margianto dari . Dilanjutkan dengan materi Menulis kreatif dengan storytelling/feature tentang pelayanan publik oleh Iskandar Zulkarnaen, COO Kompasiana. Pun membahas mengenai Creative Visual Content di Media Online dan Media Sosial oleh Rulli Nasrullah, digital Content Provider dan Konsultan PR 3.0.




Kelompok Ternak Sidomulyo Terima Kunjungan dari Dinas Pertanian dan Pertanian Sleman

Ngaglik – Sudah lebih dari 5 tahun Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo berdiri dan sudah telah mendapatkan bantuan sapi sebanyak 18 betina putih untuk dikembangkan dan 5 pejantan untuk penggemukan. Selama kurun waktu 5 tahun tersebut, sapi bantuan telah berkembang menjadi 85 ekor.

Dinas Pertanian dan Pertanian Kabupaten Sleman mengunjungi Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo, pada Selasa (20/2). Dalam kesempatan ini, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sleman memperkenalkan PPL Pertanian dan Peternakan yang baru, yakni Iwan Setyawan. Iwan yang sebelumnya merupakan PPL Pertanian dan Peternakan dari Desa Sardonoharjo ini menyampaikan permohonan kerjasama dalam mengembangkan peternakan di Dusun Karanglo ini dan berkomitmen akan melanjutkan apa yang telah diprogramkan PPL yang lama.

Di samping itu, hadir dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sleman, Dokter Hewan Nanang yang memberikan pembinaan kepada Kelompok Ternak Sidomulyo Dusun Karanglo sekaligus monitoring dan evaluasi perkembangan populasi peternakan yang ada di Sleman yang dirasa semakin menurun jumlah ternaknya.

Untuk itu drh Nanang berharap terus ditingkatkan populasi jumlah dan cara serta kualitas pemeliharaan ternaknya, mulai masalah pakan ternaknya, kebersihan lingkungan, dan hal lain terkait pengelolaan ternak.

Dalam sesi diskusi, muncul pertanyaan terkait dengan tindak lanjut bantuan ternak, sarana dan prasarana pengembangan kelompok, drh Nanang menjelaskan bisa dengan membuat proposal untuk tingkat Provinsi dan Pusat melalui APBD I dan APBN yang mungkin masih ada peluang bantuan, tetapi untuk hibah harus kelompok yang sudah berbadan hukum.

Untuk itu apabila ada masalah IB yang sudah lebih 3 kali disarankan untuk diperiksa sapinya secara menyeluruh sehingga mengetahui masalahnya supaya bisa disimpulkan permasalahan sapi yang lebih 3 kali suntik, karena terkait biaya, tenaga dan waktu maka perlu konsultasi dengan Puskeswan di Bantarjo.

Selain itu drh Nanang juga menghimbau untuk memperhatikan virus penyakit gomen karena mempunyai risiko tinggi apabila ada percikan air kena pernapasan bisa membahayakan sapi. (Suripto).




Hindari Balas Dendam Demi Kebaikan

Gamping – Senin (19/2) pukul WIB berlangsung Misa di Gereja St. Lidwina, Dusun Nusupan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman yang dipimpin oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Robertus Rubyatmoko.

Acara yang diikuti oleh 2 ribu jemaah ini juga dihadiri oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Wakapolda DIY Kombes Pol Teguh Sarwono, Kapolres Sleman AKBP M. Firman Lukmanul Hakim, Dandim 0732/Sleman Letkol Infantri Diantoro, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Camat Gamping Abu Bakar, Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, anggota DPR-RI, serta anggota DPRD Sleman.

Pengamanan dilakukan oleh jajaran Polsek Gamping dan Koramil 17/Gamping dibantu oleh banser Nadhatul Ulama.

Di sela-sela misa, Uskup Agung menghimbau agar seluruh umat tidak dendam atas apa yang diperbuat oleh pelaku penyerangan serta meminta agar mendoakan untuk kebaikan dan kesehatan pelaku. Selain itu, Uskup Agung juga menghimbau kepada siapapun untuk tidak membalas dan tidak mendendam. “Tetapi justru kita cintai, kita doakan untuk kebaikannya, untuk kesehatannya, untuk kebahagiaan di akhirat nanti,” ungkap Agung. (Adnan Nurtjahjo)




Cintai Kesenian Tradisional Warisan Nenek Moyang

Turi – Paguyupan Karawitan Ngudi Ngelmu Bangunkerto mengadakan gelar budaya melalui Festival Karawitan se-Kecamatan Turi yang dimulai dari pukul WIB pada Sabtu (17/2) bertempat di Rumah Slamet Ganggong Bangunkerto Turi. Selain Festival Karawitan juga diadakan Pentas Wayang Kulit pada malam harinya dengan menghadirkan Dalang Ki Anto.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Hadir dalam pembukaan Festival Karawitan adalah beberapa perwakilan dari DPRD Provinsi, Dinas Kebudayaan DIY, dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, serta hadir pula Camat Turi, Kepala Desa Bangunkerto dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Festival resmi dibuka oleh Sambudi, anggota DPRD Provinsi DIY. Dalam sambutannya, Sambudi merasa bangga dan senang karena masih banyak karawitan yang eksis dan terus hidup meskipun kebanyakan anggotanya sudah tua. Sambudi berharap supaya kegiatan lomba ini diadakan setiap tahun dan bergantian ke desa yang lain sehingga bisa semakin maju dan berkembang.

Tak hanya itu, Sambudi juga berpesan untuk selalu mencintai kesenian tradisional yang merupakan warisan nenek moyang. Pun, berharap agar seni karawitan ini bisa ditularkan ke anak-anak sehingga ke depannya bisa ada regenerasi.

Lomba karawitan diikuti oleh lima peserta atara lain dari Karawitan Gadung Bangunkerto, Gondoarum Wonokerto, Ngangrong Wonokerto, Gabugan Donokerto, dan Somoetan Girikerto. Sedangkan juri terdiri dari tiga orang yang merupakan penggiat seni dari Yogyakarta dan Jawa Tengah. (Harman)




Sambut Libur Imlek, Wisata Kaliurang Pentaskan Seni Topeng Ireng

 Turi – Dalam rangka menyambut liburan Imlek sekaligus liburan panjang, obyek Wisata Kaliurang menyelenggarakan pentas berbagai macam kesenian tradisional maupun modern di Kabupaten Sleman. Hal ini dilakukan untuk menarik pengunjung di obyek Wisata Kaliurang yang mana merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang Kabupaten Sleman dan merupakan penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sleman yang cukup besar.

Salah satu kesenian yang ditampilkan pada Jumat (16/2) di Tlogo Putri Kaliurang adalah Seni Topeng Ireng Arka kawedar yang beralamat di Dusun Kadiluwih Margorejo Tempel. Seni topeng ini merupakan binaan dari Kesenian Topeng Ireng Siswo Kawedar Wonosari, Bangunkerto, Turi.

Pementasan seni topeng yang dimulai dari pukul WIB sampai pukul WIB ini berjalan lancar dan cukup meriah dikarenakan cuaca cukup cerah sehingga penonton antusias untuk melihat pementasannya.

Pementasan ini ternyata tidak hanya diadakan saat liburan hari raya tetapi setiap hari Minggu dan juga setiap Sabtu malam. Ini untuk menambah destinasi wisata seni tradisional yang ada di Obyek Wisata Kaliurang serta untuk menjaga dan melestarikan kesenian tradisional di Kabupaten Sleman. (Harman)