Upaya Jaga Sleman Tetap Aman

Gamping – Selasa (13/2) pukul WIB berlangsung kegiatan kerja bakti di Gereja St. Lidwina Dusun Nusupan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Sleman.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Camat Gamping Abu Bakar dan dihadiri oleh Bupati Sleman Sri Purnomo, Dirjen Bimbingan Masyarakat Katholik Kementerian Agama RI Eusabius Binsasi, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Jajaran Koramil 17 Gamping, Babinsa, Bhabinkamtibmas, FKDM, FKUB, Banser, Kokam, TRC, KIM, Kepala Desa Trihanggo Herman Budi Pramono, Kades Banyuraden Sudarisman, perangkat desa se-Kecamatan Gamping, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman memberikan semangat dan dukungan kepada masyarakat yang begitu aktif mendinginkan suasana pasca kejadian. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menjadikan Sleman tetap aman.

Suasana kerja bakti begitu rukun dan hidup, seakan-akan sudah melupakan kejadian yang menimpa jemaah gereja tersebut. Semua elemen masyarakat begitu kompak dan bersemangat, tidak terlihat ketakutan atau trauma dari orang orang yang hadir.

Abu Bakar menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk menunjukkan bahwa tidak ada permasalahan yang terjadi di Sleman. Pun untuk menunjukkan kepedulian terhadap sesama sehingga semangat nasionalisme dapat bangkit kembali. (Adnan Nurtjahjo)




Gamping Lebih Intensif Lakukan Koordinasi dan Pengawasan Keamanan

Gamping – Kecamatan Gamping menggelar rapat koordinasi (rakor) Muspika Kecamatan Gamping bersama ormas dan tokoh masyarakat Senin (12/2) pukul WIB di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kecamatan Gamping.

Rakor dipimpin oleh Camat Gamping Abu Bakar, dihadiri oleh Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi, Wadanramil Kapten Suwardi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kesbangpol Sleman, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sleman Suwarso, Ketua Pengurus Gereja St Lidwina Dusun Nusupan, Dusun Trihanggo Sukarno, Ketua MUI H. Bahrun, Ketua FKDM Gamping Djoko Purwono, Banser, Anshor, Kokam, PC Muhammadiyah, KUA Gamping dan Nasyiatul Aisyiyah.

Dalam rakor kali ini, Camat Gamping menekankan bahwa aparat, ormas, dan segenap lapisan masyarakat diharapkan untuk lebih intensif melakukan koordinasi dan pengawasan keamanan di lingkungan masing-masing untuk mencegah kejadian penyerangan di tempat ibadah terulang kembali.

Di samping itu, perlu adanya pertemuan atau diskusi setiap 2 minggu sekali tentang keamanan di wilayah Kecamatan Gamping. Kemudian perlu adanya deteksi dini yang dilakukan oleh segenap unsur masyarakat yang ada seperti FKDM Desa, Anshor, Kokam, dan Nasyiatul Aisyiyah. Unsur-unsur ini diharapkan dapat saling bersinergi untuk segera melaporkan kondisi keamanan setempat kepada aparat (Polsek dan Koramil).

Selanjutnya, FKUB Sleman memandang perlu diadakannya perangkat CCTV di tempat ibadah untuk mempermudah atau mempercepat penyidikan aparat kepolisian dalam menindaklanjuti pengusutan suatu kasus kejahatan, sehingga pelaku kejahatan dapat segera terungkap identitas dan motif perbuatannya.

Di akhir rakor, Camat Gamping menginstruksikan kepada peserta rakor untuk ikut bekerja bakti di Gereja St Lidwina Nusupan agar tempat tersebut dapat dipergunakan untuk beribadah.

Serta yang tidak kalah penting adalah perlu adanya bimbingan konseling kepada anak-anak yang mengikuti Misa dan melihat secara langsung peristiwa tersebut agar tidak terjadi trauma. (Adnan Nurtjahjo)




Turi Seleksi Ratusan Siswa SD dalam Olimpiade Olahraga

Turi – Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman melalui UPT Kecamatan Turi menyelenggarakan kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Dasar (SD) tingkat Kecamatan Turi, Selasa (13/2).

Olimpiade yang sudah dimulai sejak tanggal 10 Februari 2018 ini bertujuan untuk menyeleksi dan mencari bibit-bibit unggul olahragawan dari segala cabang olahraga yang ada di Kecamatan Turi sehingga nantinya bisa maju ke tingkat Kabupaten pada tanggal 20 Maret 2018.

Adapun kegiatan masyarakat ini diikuti oleh semua sekolah dasar se-Kecamatan Turi dengan mempertandingkan 11 macam cabang olahraga antara lain, bola voli, sepak bola, bulutangkis, catur, renang, tenis meja, dan lain sebagainya.

Sebagai penanggung jawab pelaksanaan O2SN adalah semua guru olahraga SD di Kecamatan Turi. Untuk tempat pelaksanaan cabang sepak bola di Lapangan Bangunkerto, cabang bulutangkis dan taekwondo di Gedung Olahraga Bangunkerto.

Sebelum pertandingan dimulai terlebih dahulu diadakan undian semua cabang olahraga yang diikuti oleh ratusan siswa SD baik putra maupun putri. (Harman)




Dinas Lingkungan Hidup Sleman Sosialisasikan Lomba Proklim Tingkat Nasional

Turi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman mengadakan rapat sosialisasi lomba Program Kampung Iklim (Proklim) tingkat nasional, Senin (12/2) di Ruang Rapat Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Rapat dihadiri oleh Tutik dari DLH dan sejumlah perwakilan dari kampung yang ditunjuk oleh DLH untuk mewakili Kabupaten Sleman maju dalam lomba Proklim tingkat nasional.

Adapun kampung yang ditunjuk antara lain Kampung Wonosari Bangunkerto Turi, Kampung Widomartani Ngaglik, Kampung Nologaten Depok, Kampung Karangtanjung Pendowoharjo Sleman, Kampung Ngaglik Moyudan. Kampung-kampung ini dipilih oleh DLH Kabupaten Sleman karena memenuhi berbagai syarat untuk maju lomba Proklim yakni kampung mengedepankan kegiatan masyarakat kampung yang mampu melakukan adaptasi dan mitigasi tentang perubahan iklim dan pemanasan global.

Dalam acara sosialisasi Tutik memberikan contoh cara mendaftar dan mengisi data lomba Proklim dan cara mengirimkan berkas ke Kementerian Lingkungan Hidup lewat email. Tutik berharap semua peserta dapat segera mempersiapkan segala persyaratan karena data harus dikirim paling lambat tanggal 30 Maret 2018 dan lomba akan diverifikasi bulan September 2018

“Semua kampung yang maju lomba untuk mempersiapkan lingkungannya sehingga nantinya semua bisa meraih nilai yang baik karena sistem lomba Proklim tidak ada juara satu tapi berdasarkan jumlah nilai, yaitu semua yang mendapat nilai 92 ke atas akan mendapatkan hadiah,” beber Tutik. (Harman)




Forum Anak Sleman, Pelopor dan Pelapor Pemenuhan Hak Anak

Sleman – Guna memberikan pemahaman kepada para anggota FORANS (Forum Anak Sleman) tentang pemenuhan hak-hak anak, Dinas P3AP2KB mengadakan Pelatihan Konvensi Hak Anak selama dua hari yang diselenggarakan pada hari Sabtu (10/2) dan Minggu (11/2) di hotel Savita Garden Inn, Palagan, Sleman, Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh 30 peserta Forum Anak Kabupaten Sleman (FORANS) Tahun 2018 dan 17 anak FORANS dari perwakilan inti ditiap kecamatan di Sleman.

Narasumber pelatihan ini berasal dari tim dari Lembaga Studi Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LSPPA) Yogyakarta

Menurut Dinas P3AP2KB, Pelatihan Konvensi Hak Anak ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada para anggota FORANS untuk menjadi pelapor dan pelopor dalam perlindungan pemenuhan hak anak di Sleman sesuai dengan tupoksi Forum Anak dalam Peraturan Kementrian Perempuan dan Perlindungan Anak.

Budiyanti Ningsih selaku Kepala Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB, menyampaikan bahwa anak-anak diharapkan dapat menemukan dan mengenali permasalahan-permasalahan mengenai pemenuhan dan perlindungan hak anak dan mengidentifikasi persoalan yang terjadi pada anak-anak yang kurang beruntung di lingkungannya.

“Setelah ia mengindentifikasi, harapan kami anak-anak ini (FORANS) dapat melaporkan kepada instansi terkait, mengenai pemenuhan hak anak,” tuturnya.

Dalam pidatonya, Budiyanti juga menekankan tentang tugas pokok dari FORANS bahwa mereka sebagai pelapor dan pelopor apabila terdapat permasalahan yang menyangkut hak anak di lingkungan sekitar mereka.

“Jadi anak-anak tidak berhak untuk men-judge atau memberikan punishment, tapi kalian harus bisa lebih responsif terhadap lingkungan sekitarnya. Anak-anak adalah generasi penerus. Harapannya dapat mempelopori anak-anak sekitarnya, misalnya mengajak teman-teman kalian untuk menjadi kepribadian yang sukses, kalian juga tidak boleh menjadi pelaku dalam hal negatif tersebut,” tambah Budiyanti.

Menurut Lita, sebagai anggota FORANS, merasa sangat beruntung telah menjadi anggota dalam Forum Anak Sleman. Ia mendapatkan banyak manfaat dan pengetahuan yang baru dan memiliki kesempatan sebagai pelapor dan pelopor di sekitar rumahnya.

“Sangat senang sekali telah menjadi bagian dari FORANS ini karena saya dapat banyak manfaat dan bisa menambah motivasi saya dalam belajar banyak hal, belajar lebih responsif, dan tanggap,” imbuhnya. (Putri Zakia)