Lahirkan Generasi Qur’ani Lewat Badko TKA-TPA Sleman

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Sri Mulimatun resmi membuka acara Diklat Pimpinan Badan Kordinasi TKA – TPA Sleman di Gedung DPRD Sleman, Minggu (11/2). Badan Koordinasi Taman Kanak-Kanak Al-Quran (TKA) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) merupakan lembaga yang menyelenggarakan Pendidikan dan Pengajaran Islam.

Sri muslimatun menyampaikan kepengurusan yang baik mampu melahirkan anak – anak generasi Qurani.

“Keberadan TKA-TPA mempunyai potensi strategis menanamkan akhlak mulia pada anak – anak, diharapkan tidak hanya sekedar membacakan Al-Quran tetapi dapat menanamkan nilai – nilai Al-Quran” kata Sri Muslimatun.

Selain itu, Sri Muslimatun menambahkan pimpinan merupakan salah satu upaya positif untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan pengurus BADKO TKA – TPA di Kabupaten Sleman.

“Setiap pengurus BADKO tentu memiliki pengalaman yang berbeda- beda dalam mengelola TKA – TPA sehingga dengan bertukar pengalaman diharapkan dapat menambah wawasan bagi yang lain” kata Sri.

Sedangkan Ketua Panitia BADKO TPA – TKA, Aris Susanto menjelaskan bahwa tingkat perkembangan pendidikan TKA – TPA di Kabupaten Sleman terus berkembang secara kualitas dibuktikan sampai saat ini telah berhasil meraih prestasi dalam kejuaraan ditingkat provinsi ataupun nasional.

“Pada tahun 2017 kafilah MTQ MBS baik SMP dan SMA yogtakarta berhasil meraih juara umum  dan bergabung bersama kabupaten kota lain kita berkompetisi di tingkat nasional menjadi DIY meraih juara umum ke-2 nasional” kata aris dalam laporannya.

Berdasarkan Instruksi Bupati Kepala Daerah tingkat II Sleman No. 2/INSTR/KDH/1994 tentang Peningkatan Gerakan Baca Tulis Alquran bagi umat Islam di Kabupaten Sleman.

“Dengan demikian kompeten ustadz dan ustadzah pengurus rayon daerah dalam pengelolaannya perlu ditingkatkan sehingga diklat pimpinan dibutuhkan” kata Aris.

Pada kegiatan Diklat kali ini dengan Materi utama yaitu kepemimpinan dan motivasi organisasi, tata organisasi BADKO dan penyusuna program TKA – TPA, dan problem solving.




Posyandu Periksa Kesehatan Balita Dusun Klidon Sukoharjo

Ngaglik – Menyiapkan Generasi Emas memang harus menjadi kewajiban para orang tua dan keluarga yang selalu secara rutin tiap bulan yang umur balita diperiksakan di Posyandu.

Demikian yang telah dilakukan para ibu balita di Dusun Klidon dan sekitarnya pada Senin (12/2). Hari posyandu rupanya selalu ditunggu para ibu balita, untuk mengetahui bagaimana kondisi putra-putrinya di Posyandu. Kegiatan ini menjadi sarana untuk silaturahmi sekaligus mengetahui persis kesehatan putra-putrinya.

Menurut Endang, Petugas Posyandu, sebelumnya kegiatan ini dilakukan setiap tanggal 10 namun kali ini dilaksanakan tanggal 12 tiap bulannya.

“Jumlah balita se-Dusun Klidon 85 anak, dan Alhamdulillah hampir 90 persen tiap bulan bisa diperiksa di Posyandu,” beber Endang.

Posyandu juga melayani imunisasi serta program lainnya termasuk PMT kepada seluruh balita yang datang. Uniknya Posyandu di Dusun Klidon berpindah-pindah tempat, setiap RW secara bergiliran tempatnya termasuk di Masjid Besar Baiturrahman Klidon sementara hari Senin ini di Pos Kes Desa Sukoharjo.

Rutinnya ibu balita yang hadir dalam Posyandu menandakan kesejahteraan keluarga terjamin dan kesadaran keluarga sangat tinggi di Dusun Klidon. Para kader Posyandu pun sangat bersemangat apabila warga berbondong-bondong datang mengajak balitanya ke Posyandu. (Suripto)




Tanamkan Nilai Pancasila Untuk Ciptakan Keharmonisan Masyarakat

Turi –  Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan, Senin (12/2) pukul WIB di Aula Kecamatan Turi.

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Polsek Turi, jajaran Koramil Turi, Satpol PP Kecamatan Turi, Kepala Desa se-Kecamatan Turi, Karangtaruna, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, serta tokoh agama se-Kecamatan Turi. Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari Badan Kesbangpol DIY Rendradi dan Surono yang sekaligus sebagai narasumber, serta Camat Turi ibu Siti Angraeni,

Dalam sambutannya, Camat Turi menyambut baik kegiatan ini, mengingat di wilayah Turi ini sudah semakin ramai. Siti berharap dengan adanya kegiatan ini akan menambah pemahaman masyarakat tentang Pancasila dan kebangsaan sehingga akan tercipta masyarakat yang harmonis, saling menghormati dan menghargai, serta tidak membedakan ras, suku, dan agama.

Sedangkan narasumber Surono memberikan materi mengenai Pancasila dalam beragama. Surono mengatakan bahwa semua umat yang beragama dan menjalankan ajarannya dengan baik dan benar sudah pasti berpancasila. Sebab, dalam Pancasila sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, berarti semua masyarakat yang mengakui adanya Tuhan sudah menjalankan Pancasila sehingga sudah seharusnya saling menghormati antara pemeluk agama

Terlebih jika semua masyarakat memahami dasar negara Pancasila maka tidak akan ada lagi sentimen antar umat, tidak ada lagi tindakan-tindakan yang berbau SARA, dan berharap kepada semua tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi masyarakat, tokoh agama untuk selalu saling menjaga dan mengingatkan dan ikut memberikan pemahaman kepada semua masyarakat. (Harman)




Pertemuan Rutin BKM Bakti Manunggal Donokerto

Turi – Dalam rangka melanjutkan rencana melengkapi kepengurusan, BKM Bakti Manunggal Donokerto mengadakan pertemuan pada Sabtu (10/2) bertempat di Sendang Kumitir Kembangarum 16 Donokerta. Hadir perwakilan dari Pemerintah Desa Donokerto, Sukiman, Faskel, UPK, UPS, UPL, dan anggota BKM.

Dalam kata sambutan Koordinator BKM menyampaikan agar program BKM segera terealisasi makan perlu dibentuk Kelompok Kerja (Pokja). Dalam musyawarah pembentukan Pokja hasilnya sebagai berikut:

  1. Pokja Ekonomi yaitu Suharno, Hambudi, Jarwati, dan Irma
  2. Pokja Sosial yaitu Giyarto, Sarjiyono, Asih, dan Sutopo
  3. Pokja Lingkungan yaitu Heru, Sabardiyono, Sudarno, dan Lahari

Selanjutnya Sukiman mewakili Pemerintah Desa Donokerto menyatakan salut atas kinerja BKM, “Semoga dengan BKM yang baru ini kinerja lebih meningkat lagi,” tutur Sukiman.

Pun, diberitahukan bahwa pemugaran rumah untuk tahun 2018 adalah rumah Sajono dari Dusun Miri. Selain itu, diinformasikan Kantor Pemdes Donokerto pada pertengahan Maret 2018 akan beralih ke gedung selatan.

Sambutan dilanjutkan oleh Faskel, Basuki yang menyampaikan tentang program BKM yang sudah dilaksanakan. Karena BKM sudah tidak mendapat dana dari pemerintah maka kinerja UPK harus lebih ditingkatkan sehingga program dapat tercapai. (Suharno)

 




Komitmen Gamping Wujudkan Pemilu yang Jujur dan Adil

Gamping – Panwaslu Kecamatan Gamping mengadakan studi banding, Jumat (9/2) pukul WIB di Kampung Anti Money Politic Dusun Sawangan, Desa Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Rombongan yang terdiri dari Ketua Panwaslu Kecamatan Gamping Nining Martensi, Komisioner Divisi Penanganan Pelanggaran Kurniawan Prihandoko, Staf Keuangan Adnan Iman N.A., dan Staf SDM Lukman Jatmiko diterima oleh Kepala Desa Sawangan Johan Wahyudi, Kepala Dusun Sawangan Karno Harjono, Ketua Panwaslu Kecamatan Sawangan Afifatul Karimah dan Komisioner Yuniar.

Menurut Johan, terbentuknya Kampung Anti Money Politic berawal dari dipanggilnya para Kepala Desa se-Kabupaten Magelang oleh Bupati Magelang Zaenal Arifin yang membahas tentang pembentukan Kampung Anti Money Politic. Terpilihnya Dusun Sawangan sebagai pilot project karena adanya komitmen warga setempat untuk menolak segala bentuk praktik politik dalam pesta demokrasi yang sudah berlangsung beberapa kali.

Afifatul menambahkan bahwa seluruh warga di sini sudah bertekad untuk membendung segala indikasi pelanggaran dalam pemilihan umum. Dengan adanya studi banding ini Panwaslu Kecamatan Gamping ingin mewujudkan penyelenggaraan pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden 2019 di wilayah Kecamatan Gamping menjadi lebih berintegritas dan berkualitas sehingga akan lahir pejabat publik yang representatif dari individu dan kepentingan politik seluruh warga. Tak hanya itu, utamanya untuk mewujudkan pemilu yang jujur, adil, serta bebas dari praktik “wani piro”. (Adnan Nurtjahjo)