Gamping Beri Beasiswa Sebagai Wujud Kepedulian Sesama

Gamping – Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan giat safari keliling hari Jumat putaran pertama di tahun 2018 pada Jumat (9/2) di Masjid Al Hidayah Mejing Wetan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping.

Tim safari ini dipimpin oleh Wakil Bupati Sleman Hj. Sri Muslimatun. Tampak hadir juga Muspika Gamping antara lain Camat Gamping Abu Bakar, Wadanramil Kapten Suwardi dan Kapolsek Kompol Herwinedi. Selain itu hadir Sekcam Gamping Rasyid Ratnadi, Kepala Desa Ambarketawang Sumaryanto, dan jajaran ASN di wilayah Kecamatan Gamping.

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun menyampaikan bahwa Masjid Al Hidayah apabila diubah nama menjadi Masjid Jami seiring semakin besar dan lebih baik, harus diimbangi dengan semakin banyaknya jemaah yang memakmurkan masjid. “Jika masjidnya makmur artinya tingkat keimanan warga setempat juga meningkat lebih baik,” tutur Sri Muslimatun.

Kemudian Wakil Bupati Sleman juga menyerahkan bantuan dana sebanyak Rp yang berasal dari APBD Kabupaten Sleman, Baznas Sleman, Pemerintah Kecamatan Gamping, Pemdes Ambarketawang, Bank BPD Sleman serta infak jemaah.

Dalam kesempatan ini pula Camat Gamping Abu Bakar menyerahkan beasiswa bagi 5 orang siswa kurang mampu sebesar satu juta rupiah 1. Dana bantuan tersebut berasal dari potongan gaji pegawai Kecamatan Gamping sebagai zakat sebesar 2,5%.

Pemberian dana bantuan bagi siswa kurang mampu sudah menjadi kesepakatan ASN di Kecamatan Gamping sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (Adnan Nurtjahjo)




Pertemuan Dusun Bahas Kepentingan Warga Turi

Turi – Warga Padukuhan Turi 13 Kembangarum Wetan Kali mengadakan pertemuan warga untuk membahas keperluan dusun pada Kamis Wage malam Jumat Kliwon (8/2) di Rumah Eko Suryanto, salah satu warga padukuhan.

Pertemuan dihadiri oleh Kepala Dusun, Kunto, mahasiswa KKN dari UPY Yogyakarta, Ketua Paguyuban, Sunarto, serta warga RT 04, RT 05, dan RW 026.

Dalam pengantarnya, Ketua Paguyuban menghimbau agar pemuda dapat menjaga kegiatan di masyarakat. Selanjutnya, Kepala Dusun menyampaikan tentang hasil dari proses sertifikasi tanah, kesehatan, keamanan, administrasi kependudukan, juga tentang KIA (Kartu Identitas Anak) dan e-KTP.

Kepala Dusun juga tidak lupa mengenalkan adanya program KKN dari UPY yang berjumlah 12 mahasiswa. Program KKN yang disusun oleh mahasiswa sudah siap dilaksanakan dan meminta pada warga untuk bersama-sama mensukseskannya.

Acara dilanjutkan dengan laporan keuangan yang meliputi dana pembangunan, bedah rumah, dana sosial, sewa meja kursi dan tenda, serta laporan dari pemuda. Pertemuan ditutup pada pukul WIB. (Suharno)

 




Sekolah Ajari Siswa Penanganan Pertama Pada Bencana

Sleman – Badan penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman (BPBD) mengadakan Gladi Lapang Siaga Bencana (SSB) Kamis (1/2) di SMAN 1 Ngemplak, Sleman. Kegiatan ini dilaksanakan guna menciptakan Sekolah Siaga Bencana yang akan dikoordinir langsung oleh guru, siswa, komite sekolah, dan perwakilan wali murid.

Kegiatan SSB diikuti oleh seluruh siswa-siswi SMA N 1 Ngemplak dan beberapa siswa dari SMA Sunan Kalijaga.  Siswa-siswi SMA Sunan Kalijaga ikut serta sebagai sekolah yang disangga oleh SMAN 1 Ngemplak karena memenuhi kriteria terdampak bencana dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SMA N 1 Ngemplak.

Dalam kegiatan ini dilaksanakan pula beberapa simulasi yang secara serentak dilakukan oleh para siswa, guru, dan komite sekolah. Simulasi dimulai sejak siswa keluar dari kelas, pengumpulan ke titik kumpul, penggunaan masker, perawatan pertama luka ringan oleh Palang Merah Remaja dan simulasi perpindahan siswa SMAN 1 Ngemplak ke SMA N 1 Kalasan.

Menurut Agus sebagai komite dan guru SMAN 1 Ngemplak, hal ini dilakukan sebagai penguatan kelembagaan masyarakat, terutama para siswa dalam pengurangan risiko bencana agar dapat belajar dan mampu tanggap serta cekatan dalam penanganan pertama pada bencana di sekolah.

“Saya sempat mengalami bencana gempa pada tahun 2010 di sekolah ini.  Dalam keadaan itu, anak-anak berpencar dan belum terkoordinir sehingga terpencar kemana-mana ke posko-posko yang jauh dan tidak berkumpul. Dengan adanya Sekolah Siaga Bencana ini, pasti akan lebih baik ke depannya dalam penanggapan bencana pertama,” tutur Agus.

Simulasi yang dilakukan pun beragam, tak hanya simulasi bencana erupsi Gunung Merapi. “Kami memberikan semua simulasi, seperti bencana gempa, dan banjir, namun kami lebih mengutamakan memberikan simulasi tanggap bencana erupsi Merapi, mengingat jarak SMA N 1 Ngemplak dengan Merapi berkisar meter,” tambah Agus.

Setelah dilaksanakan simulasi, Sri Muslimatun sebagai Wakil Bupati Sleman mengukuhkan Komite Sekolah Siaga Bencana pertama di tahun 2018 yang terdiri dari 30 siswa SMAN 1 Ngemplak dan para guru.

Dalam pidatonya, Sri Muslimatun berharap generasi cerdas dan tanggap dapat menjadi generasi emas di masa yang akan datang, sesuai dengan ketanggapan dan kepekaan siswa dalam penanggulan bencana pertama.




Perpustakaan Keliling Alternatif Tingkatkan Minat Baca Anak

Sleman – Berdasarkan studi Most Littered Nation in the World 2016, minat baca di Indonesia menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Sementara itu, data dari United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) menunjukkan, persentase minat baca anak Indonesia hanya 0,01 persen. Artinya, dari 10 ribu anak bangsa, hanya satu orang yang senang membaca.

Mirisnya keadaan ini memacu Rakhmadi Gunawan mendirikan Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis pada 12 Agustus 2015. Perpustakaan yang beralamatkan di Dusun Jetis rt 04 rw 13, Desa Caturharjo, Sleman ini meminjamkan buku secara berkeliling dari pedusunan ke pedusunan menggunakan sepeda motor. Mulanya, perpustakaan ini hanya berdiri di rumah saja.

“Tapi karena buku sudah banyak kemudian kita berpikir apa yang bisa kita lakukan setelah buku banyak kemudian kita keliling,” cerita Gunawan saat ditemui Sabtu (27/1) di SMP Negeri 1 Sleman.

Usahanya untuk meningkatkan minat baca anak-anak Indonesia terfasilitasi melalui bantuan sepeda motor dari rekannya di awal tahun 2018. “Pertama kita pakai sepeda ontel dan Alhamdulillah kita dapat bantuan motor dari teman, berupa motor perpustakaan ini,” lanjutnya.

Selama dua tahun berdirinya, Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis dikelola oleh Karang Taruna Desa Caturharjo. Setiap dua minggu sekali, Gunawan dan teman-temannya berkeliling di subunit pedusunan di Desa Caturharjo untuk memberi kesempatan anak-anak di 20 Pedusunan Desa Caturharjo membaca koleksi buku-buku yang tersedia.

Saat berkeliling, Gunawan juga mengadakan lomba mewarnai dan menyediakan santunan bagi anak yatim piatu di lingkungan desanya.

“Jadi kita selain kampanye minat baca sekaligus juga mengajak anak-anak di sekitar kami untuk peduli dengan sesama,” ujar Gunawan.

Dari awal 2018, diakui Gunawan, pihaknya telah berkeliling di 3 pedusunan dengan membawa 100 judul buku. Buku-buku ini didapatkannya dengan mudah.

“Kita ada IG ada FB, kita posting, Alhamdulillah banyak yang peduli dengan pendidikan dan mereka langsung kirim buku ke kita,” tukasnya.

Untuk menambah koleksi buku-buku di perpustakaan, Gunawan tak hanya mengandalkan para donatur. Pihaknya memiliki unit ekonomi kreatif yang bertugas mencari dana untuk membeli buku keinginan anak-anak.

“Membuat makanan seperti donat yang kita pajang ini lalu 50 persen hasil penjualan kita gunakan untuk menyelenggarakan event dan untuk membeli buku keinginan anak-anak,” beber Gunawan.

Hingga saat ini sudah ada 2 ribu koleksi buku di Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis. Jenisnya pun beragam, mulai dari buku agama hingga buku entrepreneur. Meski demikian, Gunawan mengaku bahwa untuk buku anak-anak, koleksinya masih terbatas.

“Anak-anak ada tetapi memang keterbatasan kita, dari 2 ribu judul buku tersebut baru ada 200 judul buku anak-anak, itu PR khusus untuk kita,” tuturnya.

Dengan hanya 200 judul buku anak-anak yang dimilikinya, Gunawan tak takut apabila saat berkeliling ia menemui bukunya hilang.

“Karena kalau ada seorang anak sampai mengambil buku dan tidak dikembalikan berarti minat baca anak itu bagus,” tuturnya.

Hal ini mengingat, banyak anak-anak yang dilihat Gunawan kurang memiliki keinginan membaca sendiri. Gunawan berkata bahwa anak-anak zaman sekarang lebih memilih mendengarkan daripada membaca sendiri. Karenanya, untuk menarik minat baca anak-anak yang dikunjunginya, Gunawan dan teman-temannya memiliki strategi tersendiri.

“Saya menyodorkan sendiri ke anak-anak dan berkata kalau buku ini bagus, baru mereka baru mau membaca,” ucapnya.

Untuk selanjutnya, Gunawan berharap, akan ada lebih banyak anak-anak yang membaca buku-buku di perpustakaan kelilingnya. Bahkan untuk anak-anak yang belum bisa menemuinya saat berkeliling, ia berharap anak-anak bisa datang langsung ke Perpustakaan Sanggar Bocah Desa Jetis dan memilih langsung buku mana yang ingin mereka baca.




Binakusuma Solusi Gangguan Keamanan di Sleman

Sleman – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Kabupaten Sleman berkomitmen untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Sleman tetap kondusif. Hal tersebut disepakati bersama oleh para Pimpinan Daerah dalam rapat koordinasi FORKOPIMDA tahun 2018 di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, (30/1).

Bupati Sleman, Sri Purnomo menyampaikan beberapa hal terkait kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sleman.

“Pada bulan Januari 2018 secara umum kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sleman relatif kondusif.” Ujarnya.

Sebagai upaya mempertahankan kondisi yang kondusif tersebut, Sri Purnomo beserta jajarannya telah  menyiapkan berbagai program yang bersinergi langsung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian.

Adapun kegiatan yang telah dipersiapkan terkait antisipasi terhadap gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sleman yaitu kegiatan sweeping. Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0732 Sleman, Mayor Inf Y Totok menyampaikan bahwa dalam kegiatan sweeping tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Sleman, dan Satpol PP.

“Kita bersinergi dengan banyak pihak, mungkin Satpol PP, dari Kodim juga, maupun dari Polres untuk mengadakan kegiatan sweeping. Pertama menertibkan sekolah-sekolah, dalam hal ini bersinergi dengan Dinas Pendidikan,” papar Totok.

Adapun kegiatan sweeping yang dimaksud yaitu berkaitan dengan kelengkapan kendaraan bermotor pada pelajar yang saat ini dinilai Mayor Inf Y Totok jarang diperhatikan para pelajar yang mengendarai sepeda motor.

Menurutnya hal tersebut dapat memicu pelajar lainnya untuk melakukan hal yang sama, yaitu melanggar peraturan kelengkapan bermotor. Hal ini merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Sleman.

Program lainnya, yaitu dengan membentuk tim Razia Jalanan dan Patroli Wilayah tertentu (RAJAWALI) melalui. Kabagops Polres Sleman, Kompol Khundori menjelaskan bahwa tim Rajawali nantinya akan dibentuk menjadi dua bagian yaitu bagian timur dan bagian barat.

“Saat ini juga telah berjalan operasi Binakusuma, yaitu operasi yang menanggulangi masalah preman dan lainnya. Kita menitik beratkan kepada razia-razia yang ada di sekolahan sebelum jam pelajaran,” ungkapnya.

Melalui program-program tersebut, diharapkan mampu menjadi solusi untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban wilayah Kabupaten Sleman tetap kondusif dan mampu menekan tingkat gangguan keamanan seperti halnya klitih di wilayah Kabupaten Sleman.

Selain itu, dalam rapat koordinasi tersebut juga turut mengundang perwakilan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Sleman yang berkaitan dengan masuknya Tahun Politik.

Dalam hal ini, Pemkab Sleman terus berupaya melakukan koordinasi dengan KPU dan beberapa pihak terkait untuk menjaga kondisi tetap kondusif dalam menghadapi tahun politik. (Humas Sleman)