Tembang Macapat Mengandung Makna Luhur

Turi – Dalam rangka nguri-uri budaya di Kecamatan Turi pada malam Selasa Kliwon (29/1) pukul WIB Paguyuban Macapat Sekar Turi mengadakan macapatan dan sarasehan.

Kegiatan macapat di Turi rutin dilaksanakan setiap malam Selasa Kliwon di Aula Kecamatan Turi. Sebelum sarasehan para peserta diberi kesempatan nembang macapat satu per satu bergiliran.

Sarasehan diisi oleh Panggih Hadipurwanto, Ketua Paguyuban Macapat Kabupaten Sleman dan Marjuki Ketua Paguyuban Macapat Sekar Turi.

Dalam sarasehan dengan tema “Sekar Macapat Dados Sarana Pendidikan Budi Pakarti Ingkang Luhur”, Panggih menjelaskan antara lain tembang macapat sejak zaman kuno sampai sekarang masih tetap dilestarikan.

Isi dari tembang macapat disampaikan Panggih mengandung pitutur luhur dan utama. Pun melestarikan tembang macapat Jawa berarti melestarikan budaya Jawa, ikut mendukung dan melestarikan Bahasa Jawa, serta berkarya untuk membangun bangsa Indonesia.

Selanjutnya diberi contoh tembang macapat sebagai sarana pendidikan budi pekerti. Misal tembang Mijil, Sinom, Asmorodana, Gambuh, Dandanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, Pocung, dan Maskumambang. Semua isi dalam tembang macapat tersebut menyampaikan pelajaran yang baik.

Untuk acara sarasehan berikutnya disampaikan oleh Marjuki yang intinya bahwa di dalam kehidupan masyarakat DIY dan Jawa Tengah adat istiadat Jawa masih dilaksanakan misal mitoni, tingkep, tedak siti, merti bumi, lamaran, dan lain-lain. Sebagai contoh secara singkat arti atau makna upacara adat mitoni (tingkep). Pertama ayah dan ibu harus mandi di sungai jernih dan bersih yang mengalir. Bila telah selesai, pakaian yang basah dilepas biar terbawa air. Mengalir. Ini bermakna hilangnya hal-hal buruk dari tubuh.

Kedua, setelah mandi ibu hamil diberi tapih rangkap 7 yang maknanya supaya cita-citanya dikabulkan, dilindungi, dan mendapatkan pertolongan dari Tuhan YME.

Ketiga, dilakukan acara brojolan, agar kelak bayi dapat lahir dengan lancar. Brojolan menggunakan Kelapa Gading yang diukir dengan gambar Kamajaya dan Dewi Ratih. Ini mempunyai arti bila lahir laki-laki supaya gagah seperti Kamajaya dan menjadi anak yang taat beribadah. Begitu pula, bila lahir perempuan supaya cantik seperti Dewi Ratih.

Sarasehan juga dihadiri perwakilan dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Agus, Kasi Kesmas Kecamatan Turi dengan total peserta berjumlah 25 orang. Acara diakhiri pukul WIB dengan doa syukur. (Suharno)




Gamping Prioritaskan 9 Perencanaan Pembangunan

Gamping – Selasa (30/1) pukul WIB digelar Musrenbang RKPD Kabupaten Sleman di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Kecamatan Gamping. Musrenbang tahun ini mengambil tema “Mengembangkan Potensi Ekonomi Lokal Daerah Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Sleman yang Berbudaya”.

Acara ini dihadiri oleh Camat Gamping Abu Bakar, Sekcam Rasyid Ratnadi, Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman Yustina, Kapolsek Gamping Kompol Herwinedi,  perwakilan Koramil 17 Pelda Sumarjo,  3 anggota DPRD Sleman Hasto Pariyantono, Vika,  Gustan Ganda,  Kades Ambarketawang Sumaryanto,  Kades Banyuraden Sudarisman,  sejumlah SKPD terkait di lingkungan Pemda Sleman antara lain Dinas PU,  Tata Ruang,  Kebudayaan, Dukcapil,  Perhubungan, Kesehatan,  serta P3AP2KB.  Perwakilan dari HIMPAUDI, FKDM, dan KIM Gamping juga hadir bersama para tamu undangan yang berjumlah 90 orang.

Dalam paparannya, anggota DPRD Sleman Hasto Pariyantono berharap adanya program persiapan mentalitas bagi masyarakat Gamping. Hal ini diperlukan agar pesatnya perkembangan fisik/teknis di Gamping bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan kemajuannya menjadi milik masyarakat Gamping bukan milik investor.

Di sesi selanjutnya, Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Sleman Yustina menyarankan agar desa bisa mengakses program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) melalui pengajuan proposal pembangunan fisik masing-masing desa di wilayah Gamping. Pengajuan proposal paling lambat pada bulan Maret 2018. Proposal yang sudah diketahui oleh Kepala Desa kemudian diserahkan ke BAPPEDA Sleman yang dilanjutkan kepada dinas yang dirujuk.

Adapun BKK Kecamatan Gamping tahun 2018 sebesar Rp ,00 yang diperuntukkan bagi 5 desa di Gamping. Selain itu dipaparkan juga prioritas 9 perencanaan yaitu pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan, infrastruktur, pengembangan potensi lokal, lingkungan hidup,  peningkatan pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah,  tata kelola pemerintah serta budaya. Sedangkan tema spesifiknya adalah isu kemiskinan, daya saing ekonomi lokal dan persoalan ketimpangan sosial yang terjadi. (Adnan Nurtjahjo)




7 Milyar per Tahun, Potensi Zakat Pemda Sleman

Ilustrasi Zakat

Sleman – Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Sleman pada tahun 2017 berhasil mengumpulkan zakat, infak dan sodaqoh sebesar Rp ,-, dengan rata-rata pengumpulan per bulan sebesar Rp ,-. 

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Sleman Bidang Penghimpunan, Muh. Asmuni Abdullah Thohir, pada acara Pekan Zakat Panutan yang bertempat di Pendopo Rumah DInas Bupati Sleman, Selasa (30/1).

Bupati Sleman, Sri Purnomo berharap zakat yang terkumpul tersebut dapat ditingkatkan lagi jumlahnya. Menurutnya Pemerintah Kabupaten Sleman mempunyai potensi untuk mengumpulkan zakat lebih dari 7 milyar tiap tahunnya. Lebih lanjut ia berharap dengan ditandatanganinya kesanggupan membayar Zakat Profesi pada acara tersebut, akan mampu meningkatkan jumlah pengumpulan zakat pada tahun 2018 ini.

“Prinsipnya kita jemput bola. Karena memang perintahnya zakat (dalam Al-Quran) itu perintah untuk diambil, untuk dipungut. Dengan jemput bola insyallah nanti orang yang tadinya belum sempat zakat akan sempat, yang belum banyak pemahamannya nanti pemahamannya akan semakin banyak,” ungkapnya.

Sri Purnomo juga beharap zakat yang dikelola oleh BAZNAS Sleman mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sleman. Dikatakan pula olehnya bahwa pentasyarufan zakat harus diatur dengan baik sehingga mempunyai dampak yang signifikan terhadap masyarakat kurang mampu di Kabupaten Sleman.

“Saya harap pentasyarufan itu tidak seperti biasanya, dibagi habis. Tapi harus bisa mengentaskan kemiskinan berapa KK (Kepala Keluarga) setiap tahun, ini harus ada target. Sehingga obyek zakatnya semakin banyak, subyek atau penerima zakatnya semakin sedikit,” jelas Sri Purnomo.

Sampai dengan bulan Desember 2017 telah ditasyarufkan dana sebesar Rp ,- (temasuk saldo tahun 2016). Dana tersebut telah ditasyarufkan sesuai dengan program unggulan melalui peringatan Hari Besar Islam di Masjid Agung, Safari Jumat, Safari Tarawih dan di Kantor BAZNAS.

Pekan Zakat Panutan dilaksanakan selam 5 hari, mulai hari Selasa tanggal 30 Januari 2018 sampai hari Senin tanggal 5 Februari 2018. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya yang beragama Islam untuk membayar Zakat Profesi.

Disamping itu, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat di Kementerian/Lembaga, Sekretariat jendral, Lembaga Negara, Sekretariat Komisi Negara, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah melalui BAZNAS.




LKM Bangunkerto Bantu Wujudkan Kota Tanpa Kumuh

Turi – Minggu, (28/1) LKM Bangun Sejahtera Desa Bangunkerto melaksanakan Rembuk Warga Tahunan (RWT) dari pukul WIB di Gedung Serbaguna Desa Bangunkerto.

Adapun peserta RWT adalah semua Kepala Dukuh, Ketua RT dan RW, serta tokoh masyarakat se-Desa Bangunkerto.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Kasi Ekobang, Anik dan Kasi Kesejahteraan Masyarakat, Sudiyono.

Dalam sambutannya, Sudiyono mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap LKM Bangunkerto yang selama ini telah banyak membantu pemerintah Desa Bangunkerto.

Tak hanya itu, LKM juga membantu di sisi sosial yakni pembangunan rumah bagi warga miskin sehingga di Desa Bangunkerto bisa bebas dari Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pun, saat ini sedang mengerjakan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di mana sasarannya adalah dusun yang masih dinilai kumuh. Kota akan ditata dan dibangun jalan kampung, tempat pembuangan limbah, dan juga taman untuk mempercantik jalan kampung.  Harapan ke depannya semua padukuhan yang ada di Desa Bangunkerto bisa tertata bersih dan rapi sehingga tidak ada yang kumuh lagi.

Dalam acara tersebut LKM Bangunkerto juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban kinerjanya selama tahun 2017. Selain itu, dikukuhkan pula kepengurusan LKM yang baru periode 2018 -2020 oleh Kepala Ekobang Turi. Dengan kepengurusan yang baru ini diharapkan kinerja LKM Bangunkerto akan lebih baik lagi dan bermanfaat bagi masyarakat di Desa Bangunkerto. (Harman)




KSP Turi Utamakan Kesejahteraan Anggota

Turi – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) guru-guru yang tergabung di UGN mengadakan tutup buku tahun 2017, Sabtu (27/1) di SD Taraman Ngaglik. Dalam laporan bendahara mengatakan bahwa Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun ini turun Rp 97 juta karena suku bunganya diturunkan dari 1,5 menjadi 1 persen.

Meski turun bukan berarti tidak mengejar SHU mesti tinggi akan tetapi kesejahteraan anggota terpenuhi. Sampai saat ini kekayaan koperasi ada 4 miliar rupiah.

Acara dilanjutkan laporan dari Badan Pengawas. Laporan tersebut ditanggapi oleh anggota. Salah satunya menyarankan agar penyetoran angsuran yang sebelumnya diberi waktu 3 hari diperpanjang menjadi 4 hari dan laporan pertanggungjawaban secara aklamasi diterima dan disahkan.

Kemudian, berlangsung pemaparan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja 2018 serta programnya kepada anggota.

Anggota menerima dan usul agar tahun 2018 diadakan wisata secara gratis yang disanggupi oleh pengurus. Wisata gratis ini akan diadakan khususnya bagi anggota utama dan wreda yang jumlahnya sudah mencapai 430 orang.

Selanjutnya RAPB 2018 dan programnya diterima serta disahkan. (Suharno)