Tetap Jaga Budaya dan Tradisi Kenduri Supaya Lestari

Turi – Rabu (24/1), masyarakat Dusun Wonosari Bangunkerto Turi mengadakan tradisi kenduri dalam rangka hajatan salah satu warga. Acara kenduri ini selalu dilakukan dan diikuti oleh semua warga setiap ada hajatan seperti pernikahan, sunatan, merti dusun, dan peringatan hari besar agama Islam.

Adapun keunikan dari tradisi kenduri di Dusun Wonosari yang masih dilakukan seperti sejak zaman dahulu ini yaitu semua warga yang hadir harus membawa wadah atau tempat sendiri dari rumah.

Sebelum warga datang pihak yang punya hajat sudah mempersiapkan berbagai macam perlengkapan yang diperlukan untuk kenduri seperti jenang merah dan putih, nasi tumpeng, nasi ambeng, nasi gurih, iwak/ayam ingkung.

Sedangkan sayur, gudangan, tempe, telur, krupuk, peyek kacang, peyek keper, kolak apem, dan jajanan pasar sudah siap terbungkus rapi.

Setelah semuanya hadir baru tuan rumah menyerahkan kepada tokoh agama sekaligus mengutarakan maksud dan tujuannya.

Setelah itu, baru didoakan oleh tokoh agama dan diamini oleh semua yang hadir. Selesai didoakan baru tumpeng dipotong dan dibagi rata ke semua yang hadir.

Acara ini biasa dilaksanakan pada pukul WIB. Adapun tujuan kenduri adalah suatu bentuk berbagi rezeki atau sedekah yang diberikan ke tetangga dan wujud rasa syukur kepada Sang Pencipta yang telah memberi rezeki, kesehatan, kelancaran, dan keselamatan dalam pelaksanaan hajatan tersebut. (Harman)




KIM Kertomandiri Turi Rancang Agenda Tahun 2018

Turi – KIM Kertomandiri Kecamatan Turi mengadakan kegiatan Perdana di tahun 2018 pada Sabtu (20/1) di rumah Irawati, salah satu anggota KIM Turi dari Desa Donokerto. Kegiatan ini dihadiri anggota KIM Kecamatan Turi sebanyak 35 orang.

Dalam kegiatan ini berlangsung evaluasi kunjungan KIM Perak Malaysia, Desember lalu.  Pun, melaksanakan sosialisasi Perbup nomor 51 tahun 2018 tentang Kelompok Informasi Masyarakat di Kabupaten Sleman yang disampaikan oleh Suharno.

Selanjutnya, disampaikan rencana kegiatan bulan Februari 2018 dan dilanjutkan oleh pengurus KSP Kertomandiri Sejahtera.

Bidang administrasi koperasi, juga akan melaksanakan pembuatan profil dan pelatihan yang bekerjasama dengan UKDW Yogyakarta. (Suharno)




BKM Bantu Pemerintah Desa Kurangi Kemiskinan

Turi – Sabtu (20/1) bertempat di Aula Desa Donokerto Turi, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Bakti Manunggal Donokerto menyelenggarakan Rembug Warga Tahunan (RWT) tutup tahun 2017.

Hadir dalam acara ini ialah Kasi Ekobang, Anik, Kades Donokerto, R Waluyo Jati, anggota DPRD Sleman, Aris Suranto, Ketua BPD Donokerto, Anton Mulyatno, dan perwakilan Faskel, Basuki.

Dalam sambutannya Kades Donokerto menyampaikan bahwa RWT ini merupakan bentuk pertanggungjawaban BKM dalam upayanya membantu Pemerintah Desa Donokerto.

Pemerintah Desa Donokerto memberikan bantuan ke BKM sebesar 5 juta rupiah. BKM yang mempunyai unit-unit kemudian menyalurkan bantuan ke Kelompok Swadaya Masyarakat.

Untuk ke depannya, BKM diminta agar dapat bekerja sama dengan lembaga lain dalam membantu pengurangan kemiskinan pun peningkatan kesejahteraan warga Desa Donokerto.

Kasi Ekobang pun mengapresiasi kinerja dari pengurus BKM tahun 2017 ini dan menghimbau agar pengurus baru tahun 2018 dapat meningkatkan kinerja pengurus sebelumnya.

Acara dilanjutkan dengan laporan koordinator oleh Sagi Hadiwibowo, yang memberi informasi terkait gambaran umum BKM, dasar laporan, bidang organisasi, bidang administrasi. pelaksanaan program, hasil yang telah dilaksanakan oleh UPL, UPS, dan UPK.

Selain itu, juga melaporkan mengenai laporan tutup buku, perkembangan laba rugi, serta anggota dan program BKM periode tahun 2018-2020. (Suharno)




FORANS Salah Satu Implementasi Sleman Ramah Anak

Jumat (19/1) pukul WIB, DPRD Sleman, mengadakan Audiensi Forum Anak dan pengenalan proses kepemerintahan Kabupaten Sleman di Gedung DPRD Sleman. 

Untuk mewujudkan Sleman yang ramah anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (P3AP2KB) Kabupaten Sleman membentuk Forum Anak Sleman (FORANS) pada November 2009.

Dalam kesempatan ini, anggota FORNAS yang telah dilantik pada Desember 2017 lalu, difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman untuk melakukan simulasi dialog seperti layaknya para anggota legislatif DPRD Sleman.

Kepala Dinas P3AP2KB, Mafilindati Nuraini, dalam sambutannya berharap agar FORANS dapat menjadi pelopor dan pelapor perwakilan anak-anak Sleman. Pelapor di sini terkait dengan hal-hal negative yang mungkin terjadi di kalangan anak-anak sehingga dapat ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang atau yang membidangi.

FORANS juga diharapkan menjadi salah satu upaya agar anak Sleman dapat memiliki kecerdasan, iman, dan takwa yang baik untuk menjadi pemimpin di masa yang akan datang.

“Kami prihatin adanya permasalahan-permasalahan yang terjadi tentang anak, juga pada perempuan kasus yang terdata di Unit Pelayanan Teknis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (UPT P2TP2A) tercatat 471 kasus,” ungkap Linda.

Dari 471 kasus, 111 kasus kekerasan terhadap laki-laki dan 360 kasus kekerasan terhadap perempuan yang terdiri dari 175 korban anak-anak dan 296 korban dewasa.

“Kasus-kasus ini harus dilakukan upaya preventif agar di kemudian hari tidak terjadi kasus serupa dan kasus yang ada agar tidak berulang. Selain itu, pemerintah Sleman memfasilitasi dan menaungi FORANS, kami juga melakukan sosialisasi pelayanan PUSAGA,” tambah Linda.

 




Kepolisian Kawal Penggunaan Dana Desa dari Penyelewengan

Turi – Jumat (19/1) bertempat di Gedung Pertemuan Desa Donokerto Turi, Polres Sleman mengadakan acara silaturahmi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

Adapun yang diundang, antara lain tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kepala desa se-Kecamatan Turi, dan Kanit Binmas serta Babinkamtibmas Polres Sleman. Sedangkan dari Kepolisian hadir Kapolsek Turi yang dalam sambutanya menyampaikan bahwa inti dari pertemuan ini adalah sosialisasi tentang dana desa.

Sosialisasi yang mengundang kepala desa se-Kecamatan Turi ini diharapkan mampu mengantisipasi adanya korupsi dan penyelewengan terhadap dana desa.

Bila dana desa dikorupsi maka kapolsek juga akan kena imbasnya sebab sudah ada perjanjian bahwa kepolisian harus ikut mengawal dana desa agar tidak diselewengkan.

Sedangkan dari Polres Sleman hadir Kasat Binmas sebagai narasumber AKP Ani Sulistyarini.

Materi yang disampaikan diantaranya tentang Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) dan Babinkamtibmas wajib laporkan tentang pengunaan dana desa per satu bulan.

Selain itu, AKP Ani juga menjelaskan mengenai parkir liar yang mana banyak masyarakat menyediakan parkir kendaraaan di dekat sekolah padahal anak sekolah belum boleh memakai kendaraan sendiri.

Tak hanya itu, tempat-tempat parkir tersebut tidak punya izin sehingga masuk dalam tindakan pungli dan bisa dipidana. Untuk itu masyarakat dihimbau agar selalu waspada dan memantau anak dalam pergaulannya supaya tidak melakukan hal-hal negatif yang akhirnya terjadi tindak kriminal.

Dalam sosialisasi ini dilaksanakan pula simulasi tentang penggunaan dana desa yang berisi pertanyaan atau contoh kegiatan. Kepala desa diminta untuk menilai kegiatan tersebut benar atau salah. (Harman)