Turi Bentuk Tim Pengelola Kegiatan Periode Tahun 2018-2021

Turi – Senin (15/1) di Aula Kecamatan Turi diadakan pertemuan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) tingkat Kecamatan. Dalam pertemuan tersebut diadakan pergantian pengurus periode tahun 2015-2018 yang sudah habis masa jabatannya.

Pertemuan dihadiri Camat Turi, Siti Anggraeni Susilo Prapti, Kesra tingkat desa, utusan tiap desa 2 orang, dan pengurus lama.

Dalam sambutannya Camat Turi mengatakan agar pengurus baru dapat menurunkan angka kemiskinan di Kecamatan Turi.

“Untuk itu perlu adanya solusi yang pas sebab banyak kendalanya. Sekarang kalau orang yang tidak miskin bila dimiskinkan senang karena dapat bantuan,” tutur Siti.

Karenanya, ditambahkan Siti, pengurus perlu kerja sama dengan pengusaha pun adanya pembinaan bagi masyarakat. “Bila kemiskinan sudah turun ini menandakan bahwa masyarakat Turi sudah bertambah sejahtera,” tuturnya.

Setelah sambutan Camat Turi, dilanjutkan dengan pemilihan pengurus baru. Sistem yang digunakan dengan sistem fomatur dengan satu anggota dari tiap desa. Adapun hasil pemilihan pengurus TPK Kemiskinan Kecamatan Turi Periode Tahun 2018-2021 adalah sebagai berikut:

  1. Ketua 1 Alex
  2. Ketua 2 Sekretaris Camat Turi
  3. Sekretaris 1 Kepala Seksi Kesmas
  4. Sekretaris 2 Dwi Purwantari
  5. Seksi Data dan Pengaduan: Lanjar, Nuryanto, dan Sihono
  6. Seksi Kemitraan dan Usaha:  , Ananta, dan Wuryanto
  7. Seksi Pemberdayaan dan Pendampingan: Samiyono, Suharno, dan Supriharjo.

(Suharno)




Gali Keunikan Rejodadi untuk Jadi Desa Wisata

Turi – Rabu (9/1) bertempat di Serambi Masjid Dusun Rejodadi, masyarakat Dusun Rejodadi mengadakan pertemuan sosialisasi tentang akan dijadikannya Dusun Rejodadi sebagai desa wisata. Acara yang diprakarsai oleh pemuda setempat ini diketuai oleh Burhan.

Acara dihadiri oleh seluruh masyarakat terutama pemuda dan pemudi Dusun Rejodadi, Kepala Bidang SDM Dinas Pariwisata Sleman, Nyoman Destriyani, perwakilan dari Dinas Kebudayaan Sleman, Haryanto, dan anggota DPRD Sleman, Danang Sulistyo Haryono.

Dusun rejodadi rencananya akan mendirikan desa wisata yang berbasis susur sungai dan keunikan lokal. Nyoman Destriyani menyampaikan bahwa untuk wisata susur sungai masih banyak yang perlu dipersiapkan oleh Dusun Rejodadi, antara lain ruang pertemuan dan kamar mandi. Selain itu, Dusun Rejodai juga perlu menggali keunikan di wilayahnya. “Dan yang paling penting harus segera membuat kepengurusan dan nanti kalau sudah benar-benar semua siap baru mulai dipromosikan,” tambah Destriyani.

Destriyani juga mengungkapkan bahwa Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman akan selalu mendampingi dan memberi pembinaan kepada Dusun Rejodadi hingga menjadi desa wisata yang bagus sehingga bisa popular dan diketahui oleh wisatawan. (Harman)




Awali Tahun Baru dengan Mujahadah

Turi – Dusun Wonosari mengadakan Mujahadah sekaligus pertemuan RW (Rukun Warga) untuk mengawali tahun baru 2018 pada Senin (1/1).

Pertemuan ini diikuti oleh seluruh bapak-bapak dan pemuda Dusun Wonosari. Acara bertempat di salah satu rumah warga dan dimulai pukul WIB hingga pukul WIB.

Acara diawali dengan Mujahadah dan doa yang dipimpin oleh Nur Muhamad. Adapun tujuan diadakannya mujahadah ini adalah untuk mendoakan seluruh ahli waris yang telah mendahului kita supays diberi ampunan atas dosa-dosanya dan diterima segala amal baiknya. Selain itu, sebagai wujud rasa sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah di tahun 2017 dan berharap di tahun 2018 ini semua akan lebih baik lagi.

Kemudian dilanjutkan dengan laporan keuangan dari berbagai kas yang ada di Dusun Wonosari, antara lain   kas pembangunan, kas masjid, kas jimpitan, kas dana praloyo (kematian), kas dana sosial, kas kelompok tani. Setelah itu, dilanjutkan musyawarah yang dipimpin oleh Kepala Dukuh Wonosari, Tarminanto untuk menyusun program kerja di tahun 2018.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Desa Bangunkerto Anas Ma’ruf. Dalam sambutanya Anas mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan seperti ini dapat dilestarikan. Anas juga merasa senang dengan semangat gotong-royong dan kerukunan masyarakat untuk membangun Dusun Wonosari dan akan dijadikan contoh di dusun lainya di wilayah Bangunkerto. (Harman)




Bekerja Melayani Masyarakat Sebaik-baiknya

Turi – Pemerintah Desa Donokerto mengadakan perpisahan dengan staf desa dan perkenalan serta penyerahan SK kepada staf yang baru hasil seleksi 21 Desember 2017 pada Selasa (2/1) di Aula Desa Donokerto.

Seleksi yang bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada dalam rangka pembuatan soal tertulis ini diikuti oleh 9 peserta. Satu peserta terpilih harus melewati tes tertulis dan tes komputer.

Adapun nilai tertinggi diraih oleh Anggraeni, yang mana pada tanggal 2 Januari 2018 SK Pengangkatan diserahkan secara resmi oleh Kepala Desa Donokerto R. Waluyo Jati, dengan disaksikan para undangan.

Kegiatan ini dihadiri 65 orang, terdiri dari Camat Turi Siti Anggraeni Susilo Prapti, Kasi Pembangunan Kecamatan Turi, Sri Lestari, Kepala Desa Donokerto R. Waluyo Jati, Koramil, BPD, Perangkat Desa, dan keluarga staf baru serta keluarga Madiyo yang sudah purna tugas.

Dalam sambutan R. Waluyo selaku Kepala Desa Donokerto mengucapkan terima kasih kepada Madiyo, staf Pemerintah Desa Donokerto, yang telah mengabdikan dirinya di Desa Donokerto.

Sementara kepada staf pengganti, Anggraeni, R. Waluyo mengucapkan selamat menunaikan tugas baru di Desa Donokerto.

“Semoga dapat melaksanakan tugas sesuai tupoksinya. Mari kita layani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” tutur R. Waluyo.

Tak hanya itu, Camat Turi, Siti Anggraeni Susilo Prapti, pun meminta kepada staf baru Desa Donokerto untuk lebih meningkatkan kinerjanya.

“Tugas di desa tidak ringan tetapi semakin berat dan jangan mengharapkan gaji yang besar sebab tugasnya lebih banyak pada pengabdian masyarakat,” tutur Siti Anggraeni.

Pun, Siti Anggraeni mengucapkan terima kasih kepada Madiyo atas pengabdian di tingkat desa maupun kecamatan, serta semoga selalu dikaruniai kesehatan dan umur panjang yang bermanfaat.

Acara dilanjutkan dengan doa penutup oleh Basuki Kasihono. (Suharno)




Rayakan Tahun Baru di Beberapa Destinasi Wisata Sleman

Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2018, Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menyelenggarakan berbagai kegiatan di seputar Taman Wisata Kaliurang, Minggu (31/12).

Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan datangnya tahun baru 2018. Sesuai dengan tema untuk perayaan tahun baru kali ini, yakni “Kaliurang Menyanyi dan Menari”, terdapat tiga panggung di Kaliurang yang disiapkan. Pertama, Panggung Tlogo Putri yang menampilkan berbagai orkes Melayu dan Dangdut. Kemudian di seputaran Wisma Sembada atau depan Panggung Udang, diselenggarakan Koespolus-an dan tarian Poco-Poco. Semnetara, panggung utama berada di Gor Kaliurang yang mementaskan grup band Letto.

Sebelum acara dimulai Dinas Pariwisata Sleman menyerahkan berbagai hadiah kejuaraan untuk Lomba Pejor, Lomba Lampion, dan Lomba Fotografi yang diikuti oleh masyarakat lokal Kaliurang dengan tema “Flora dan Fauna Lereng Merapi”.

Menurut Surdaningsih, Kepala Dinas Pariwisata Sleman, salah satu tujuan diselenggarakannya berbagai acara dengan terkonsentrasi di beberapa destinasi wisata ini yaitu agar bisa menyongsong tahun baru dengan baik, aman, dan terkendali tanpa ada kemacetan lalu lintas.

Sudarningsih menyampaikan bahwa target wisatawan untuk perayaan tahun baru kali ini telah tercapai bahkan lebih dari target awal.

“Kita targetkan terdapat 6 juta wisatawan, dan ini melebihi target awal sampai wisatawan. Sekarang kelebihannya sekitar 7 juta dan menyeluruh di berbagai destinasi di Sleman seperti Tebing Breksi dan Taman Kuliner Condong Catur, dan 3 spot di Kaliurang.”

Selain di Kaliurang, Dinas Pariwisata juga menyelenggarakan perayaan tahun baru di Tebing Breksi dan di Taman Kulinet Condong Catur. Kedua tempat ini menyajikan beberapa hiburan seperti pentas band, angklung, dan permainan tradisional. “Sehingga di beberapa tempat memang kita selenggarakan sehingga massa tidak terkonsentrasi di suatu tempat tapi menyebar,” ungkap Surdaningsih.

Di tahun yang baru ini, Surdaningsih berharap akan ada lebih banyak wisatawan yang berkunjung ke Sleman, baik itu wisatawan nusantara maupun mancanegara.

“Karena kita sudah menyiapkan event internasional yang bisa diikuti nantinya. Ada Sleman Temporan, Jogjakarta Internasional Heritage Work, kemudian kita mengagendakan event Sleman Fashion Festival, serta tour ke Prambanan dan Merapi,” tambah Surdaningsih.

Selain itu, Sudarningsih juga menyampaikan bahwa Sleman akan mengadakan pembenahan-pembenahan di berbagai destinasi. “Kita buat instalasi instalasi dengan harapan para wisatawan bisa merasa lebih aman dan nyaman sehingga bisa lebih ramai,” terangnya.