BBM, Layanan Keliling Gratis Berbasis Komunitas

Ngaglik
– Selasa (8/1/2019) sore di Warung Semie Susu, Candi Winangun, Sardonoharjo,
Ngaglik, sekelompok anak muda yang tergabung dalam Komunitas Love Masjid sedang
berdiskusi, mengatur rencana untuk pelayanan Bersih- Bersih Masjid (BBM)
keesokan harinya.

“Ini
adalah masjid ke yang akan kami datangi dari sekitar masjid yang
ada di Yogyakarta,” ungkap Agung, salah satu pendiri komunitas.

“Sejak
pertengahan awal tahun 2018, kami meluncurkan layanan One Day One Masjid
sebagai aktivitas lanjutan setelah komunitas ini terbentuk tahun 2013,”
imbuhnya.

Sementara
itu Bayu Imam, Koordinator lapangan BBM mengatakan bahwa kepedulian tidak harus
tentang hal-hal besar dan heroik. Perbuatan baik meskipun kecil apabila
dilakukan dengan iklas justru mendatangkan lebih banyak manfaat. Hal itulah
yang menjadi nafas bagi gerakan komunitas ini.

“Kami
sebenarnya berbicara tentang kemanusiaan secara universal, bukan hanya tentang
agama per agama, suku per suku, golongan per golongan ataupun ras per ras.
Selain karena dekat dengan aktivitas keseharian, rumah ibadah adalah fasilitas
umum yang didatangi banyak orang, 2 hal dasar yang menginspirasi kami untuk
melakukan apa yang kami mampu agar rumah ibadah menjadi tempat yang nyaman
untuk digunakan,” Bayu melengkapi.

Agung
kembali menambahkan bahwa sampai saat ini, tercatat 190 sukarelawan yang
bergabung dengan komunitasnya ini.

“Operasional yang kami gunakan murni berasal dari sumbangan yang tidak mengikat dan sampai saat ini kami belum mempunyai kantor tetap karena itu warung ini kemudian menjadi jujugan untuk berkoordinasi. Kendati demikian, bagi siapapun yang ingin berpartipasi sebagai sukarelawan, donatur, ataupun memerlukan pelayanan bersih-bersih masjid dapat dengan mudah menemukan kami di Instagram @love_masjid atau menghubungi 0877 3855 4432 (mas Bay),“ kata Agung.

Agung
juga berkata bahwa ada kriteria masjid yang biasanya mereka datangi. “Tentunya
masjid yang belum pernah didatangi sebelumnya akan menjadi prioritas utama
kami,” pungkasnya. (DHI)