Pengurus MWCNU Gamping Masa Khidmat 2018–2023 Gelar Musyawarah Kerja Guna Siapkan Program Kerja Selanjutnya

Gamping – Minggu (13/1/2019) pukul WIB, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gamping menyelenggarakan Musyawarah Wakil Cabang tahun 2019 yang dihelat di Gamping Lor, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Musyawarah dihadiri oleh Camat Gamping, Arif Marwoto, Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto, Kepala Desa Balecatur, Hj. Sebrat Haryanti, Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) DIY, Arif Rohman, perwakilan Kantor Urusan Agama Kecamatan Gamping, ranting NU, Banser, Fatayat, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), serta Muslimat.

Acara yang dipandu oleh Sukadi ini diawali dengan laporan dari ketua Penyelenggara musyawarah, H. Saliman. Dalam laporannya disampaikan bahwa pasca dilantiknya pengurus MWCNU Kecamatan Gamping di bulan Desember 2018 maka perlu dibuatnya program kerja untuk satu tahun kedepan. Berkaitan dengan program kerja yang direkomendasikan pada penyelenggara Konferensi MWCNU Gamping 2018 maka perlu disampaikan pada perhelatan ini.

Sebelum musyawarah dimulai, panitia membagi personil menjadi empat komisi. Antara lain, Komisi A bidang keorganisasian, pendidikan dan dakwah yang dipimpin oleh Achmad Shofi, Komisi B bidang perekonomian dan pemberdayaan umat yang dipimpin oleh Ali mahsun, Komisi C bidang fund raising dan sistem keuangan yang dipimpin oleh Yatin Ngadiyono, serta Tim Sidang pleno yang dipimpin oleh H. Saliman.

Diakhir musyawarah Ketua Tanfidziyah MWCNU Gamping meminta kepada peserta musyawarah untuk selalu mengingat sembilan butir komitmen sebagai pengurus yaitu memegang teguh amanat jami’iyah dan jama’a, menegakkan dan mensyiarkan ajaran islam Ahlussunnah wal jama’ah, mengutamakan kepentingan jami’iyah dan jaama’ah, mejaga dan membesarkan Nahdlatul Ulama, memberikan sesuatu kepada NU bukan mengharapkan sesuatu dari NU.

Selain itu sebagai pengurus juga harus meningkatkan Ukhuwah Islamiyah, senantiasa membiasakan diri tepat waktu dalam setiap kegiatan, bila dalam 6 bulan berturut-turut tidak aktif, tugas dan wewenang akan dilaksanakan oleh orang lain. Serta menjunjung tinggi komitmen bersama. (Adnan Nurtjahjo)




Sonora FM Berkomitmen Perangi Hoax

Radio Sonora FM Yogyakarta menyatakan diri terbuka untuk menjadi mitra pemerintah dalam menyebarluaskan informasi positif. “Kami berkomitmen untuk menyiarkan kabar baik ataupun pemberitaan positif. Di kami tidak ada berita hoax ataupun info yang tidak jelas asalnya. Karena kami di radio sebagai media publik juga punya tugas untuk mencerahkan dan mencerdaskan,” tutur Benny Listiyo, Station Manager Radio Sonora FM Yogyakarta saat beraudiensi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman di Sleman, Senin (14/1/2018).

Sebagai sebuah stasiun radio, nama Radio Sonora FM Yogyakarta cukup dikenal di Yogyakarta termasuk Sleman. Pada saat gempa bumi 2006 mereka menjadi salah satu radio yang tetap mengudara dan aktif menyiarkan situasi terbaru. Saat itu ada hoax mengenai tsunami, tidak sedikit warga masyarakat yang menjadi panik dan menyebabkan kekacauan. Radio Sonora FM hadir saat itu meredakan situasi dengan berita-beritanya.

Informasi mengenai kebencanaan menjadi salah satu andalan Sonora dalam memenuhi konten siaran lokal. Gedung siaran mereka dilengkapi genset yang siap sedia apabila terjadi listrik padam. Kesiapan Sonora FM ini dirasa pas untuk pendengar radio di wilayah Sleman yang memang termasuk daerah rawan bencana, terutama karena berdekatan Gunung Merapi yang sewaktu-waktu bisa erupsi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman, Eka Suryo Prihantoro menyatakan apresiasinya kepada Sonora FM Yogyakarta. “Tadinya kami belum tahu layanan apa yang dimiliki Sonora, sekarang menjadi tahu. Setelah ini nanti mungkin bisa dipikirkan langkah lebih lanjut. Karena kita perlu bantuan teman-teman media termasuk radio, contohnya dalam hal mem-branding Sleman,” ungkap Eka Suryo.

Selain jalur siaran udara, Sonora FM juga aktif bergerak di lini media sosial. Menurut Benny ini untuk mengimbangi kemajuan teknologi saat ini yang banyak bergerak di dunia digital.




Desa Donoharjo Terima 70 Mahasiswa KKN UMY

Ngaglik – Senin, (14/1/2019) jam WIB bertempat di Aula Balai Desa Donoharjo diselenggarakan penerimaan mahasiswa KKN UMY. Sebanyak 70 mahasiswa dari berbagai jurusan akan diterjunkan untuk melaksanakan KKN di 7 padukuhan yaitu di Balong, Suruh, Jetis Suruh, Ngepas Lor, Ngepas Kidul, Brengosan, dan Gondanglutung. Penerjunan dimulai tanggal 14 Januari 2019 hingga satu bulan ke depan.

Aris
Widodo, salah satu dosen yang mewakili penyerahan mahasiswa KKN UMY
menyampaikan permohonan agar berkenan menerima mahasiswa KKN, dan berharap
semoga bermanfaat dan bisa menjadi sarana untuk anak-anak belajar bermasyarakat
dan berlatih bekerja sama.

Sementara
itu, Kepala Desa Donoharjo, Hadi Rintoko dalam sambutannya mengharapkan agar
adik-adik mahasiswa KKN UMY dapat membantu mempersiapkan Lomba Desa Unggulan
yang mana tahun 2019 ini Desa Donoharjo akan mewakili Kecamatan Ngaglik.

Beliau
juga berharap mahasiswa dapat menggali potensi masyarakat termasuk
mengembangkan destinasi wisata Embung Jetis Suruh. Beliau berpesan agar ketika
mahasiswa terjun ke masyarakat bisa bermasyarakat dengan baik.

“Bisa
ajur-ajer, belajar bertoleransi
karena di dalam masyarakat tidak ada ukuran akademisnya,” jelasnya lebih
lanjut.

Usai
acara, Dian Asmawati, Dosen Pembimbing Lapangan untuk Padukuhan Ngepas Lor
menjelaskan bahwa penerjunan mahasiswa KKN UMY merupakan salah satu bentuk
pengabdian kepada masyarakat.

“Agar
mahasiswa kenal dan belajar bagaimana memahami permasalahan yang ada di
masyarakat,” jelasnya lagi. (End)




Presiden Pantau Langsung Penyaluran PKH Tahap Pertama Tahun 2019

Jakarta (10/1/2019) – Presiden Joko Widodo memantau langsung proses penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap pertama Tahun 2019 di GOR Ciracas, Jl. Raya Bogor , Jakarta Timur, Kamis.

Ia mengatakan pemerintah berfokus pada pembangunan manusia Indonesia yang tangguh sebagai titik pijak pondasi utama Indonesia menuju negara maju. Untuk itu pemerintah meningkatkan anggaran yang terkait langsung dengan pembangunan manusia sebagai komitmen untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.

PKH, lanjutnya, merupakan salah satu program prioritas nasional dalam rangka penanggulangan kemiskinan. PKH telah mampu melahirkan anak-anak berprestasi, keluarga dengan kondisi kesehatan yang lebih baik, dan keluarga sejahtera mandiri.

Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau pelaksanaan program ini sehingga berdampak signifikan terhadap pengurangan kemiskinan dan kesenjangan, serta meningkatkan daya beli masyarakat yang kurang mampu.

“Untuk merealisasikan tujuan tersebut maka pada tahun 2019 jumlah bantuan sosial PKH dinaikkan secara signifikan yang semula Rp19,3 triliun menjadi Rp32,65 Triliun,” katanya dihadapan KPM warga Kecamatan Ciracas,  Jakarta Timur.

Presiden kemudian bertanya kepada seorang penerima PKH Ibu Sulis warga Ciracas tentang pemanfaatan bansos. Presiden juga menanyakan kepada seorang Pendamping PKH dari Kabupaten Bogor bernama Yuli tentang tugas-tugasnya saat memberikan pendampingan kepada KPM PKH. “Saya titip pesan hati-hati pengunaannya. Supaya tujuan yang kita inginkan betul-betul bisa memberikan manfaat kepada keluarga penerima manfaat,” tegas Presiden.

Kepada Pendamping PKH, Presiden Joko Widodo berharap agar mereka dapat membimbing dan mengarahkan KPM dalam pengunaan uang bansos. “Tolong Pendamping PKH melihat betul kegunaan uang tersebut. Penggunaannya harus produktif. Misalnya untuk beli telur, ikan, buku, seragam anak, sepatu anak,” tuturnya.

Sementara itu Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Bantuan Sosial PKH 2019 diberikan dengan skema non-flat atau bervariasi. Indeks bantuan sosial PKH Tahun 2019 disesuaikan dengan beban kebutuhan keluarga pada aspek kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan sosial sehingga jumlah bantuan yang nanti diterima oleh KPM menjadi bervariasi tergantung komponen yang dimiliki dengan pembatasan maksimal untuk 4 orang per keluarga.

Indeks bantuan sosial PKH tahun 2019 terdiri dari dua jenis
bantuan yakni Bantuan Tetap dan Bantuan Berdasarkan Komponen. Bantuan tetap
setiap keluarga per tahun adalah Rp550 ribu dan PKH Akses Rp1 juta. Bantuan
berdasarkan komponen setiap jiwa per tahun terdiri dari Ibu Hamil , Anak
usia dini 0–6 tahun , SD/Sederajat , SMP/Sederajat
, SMA/Sederajat , Penyandang Disabilitas Berat
, Lanjut Usia 60 Tahun ke Atas .

Bansos PKH diberikan 4 kali dalam satu tahun yakni pada bulan Januari, April, Juli, Oktober. Bantuan PKH tahap I yang diluncurkan pada bulan Januari sebesar Rp12,28 trilliun. Sebanyak KPM dari Kecamatan Ciracas memenuhi GOR Ciracas dengan total jumlah bantuan sebesar Rp1,34 miliar. Selain KPM PKH, juga hadir SDM PKH sebanyak 885 orang dari Jabodetabek.

“Mereka yang memiliki tugas mengawal dan memastikan keluarga penerima manfaat agar dapat segera sejahtera mandiri,” tutur Mensos.

Di sela sela acara Direktur Utama BNI Ahmad Baiquni yang
didampingi Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Susi Adi Sulistyowati menyampaikan
bahwa BNI terus melakukan berbagai upaya guna memudahkan KPM mencairkan dana
Bansos PKH. Pencairan dapat dilakukan melalui Agen46 BNI yang berada di dekat
rumah KPM, juga bisa dilakukan melalui ATM & Kantor BNI atau melalui bank
Himbara lainnya.

Ditambahkan Baiquni, bansos non tunai yang digagas presiden Joko Widodo selain bermanfaat bagi KPM juga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan dari para Agen Bank tempat transaksi bansos, yaitu warung kelontong yang ada di sekitar tempat tinggal KPM.

”Setiap transaksi bansos dari KPM di agen46 kami berikan fee dan itu dapat menjadi penghasilan tambahan dari warung yang menjadi agen bank,” katanya.

Saat ini BNI mempunyai Agen 46 yang berbasis
warung/pedangang kelontong yang tersebar di seluruh Indonesia. “Ke depannya
terus kami tambah sesuai dengan kebutuhan dan sebaran KPM yang ada,” ujar
Baiquni.

Acara pencairan PKH Tahap pertama Tahun 2019 ini selain menghadirkan KPM PKH di Ciracas juga menghadirkan KPM graduasi mandiri yakni Hesti Susilowati yang memiliki usaha berdagang sayur, Nurasiyah Jamil yang memiliki usaha rumahan kue, dan Rokhayati yang memiliki usaha rumahan jajanan pasar. Ketiganya juga sukses menjadi pengurus e-warong di wilayahnya masing-masing. Adapun Nurasiyah memiliki 3 orang anak pada saat masuk menjadi peserta PKH Tahun 2010. Ia mengatakan uang bantuan PKH digunakan untuk menyekolahkan anak-anaknya. Saat ini 2 orang anaknya telah selesai SMA dan sudah bekerja.

“Sekarang tinggal 1 anak yang menjadi komponen PKH yaitu anak SMA Kelas 11 dan agak ringan tugas saya dalam membiayai sekolahnya. Uang PKH bisa saya sisihkan sebagai tabungan,” terangnya.
Ia aktif mengikuti pelatihan membuat kue kering yang diberikan oleh pendamping melalui kegiatan pertemuan kelompok. Hasil dari pelatihan tersebut, ia mulai merintis usaha dengan memanfaatkan dana bantuan PKH yang ditabungnya.”Alhamdulillah usaha semakin berkembang dan pada Tahun 2018 dengan kesadaran sendiri saya menyatakan keluar dari kepesertaan PKH,” tuturnya bangga.

Sejumlah anak-anak berprestasi dari KPM PKH juga tampak hadir. Mereka di antaranya adalah M Syaiful Hakim yang meraih Medali Emas Pencak Silat Polimedia Cup 2 Se-Jabodetabek pada 2016, Tri Handayani yang merupakan siswi SMP Paskitaglobal Cijantung meraih juara I Pencak Silat
Championship ke-7 Tingkat Jakarta Timur tahun 2017. Ada pula Fany Nurul Dzihni yang merupakan pelajar SDN Kebon Pala menjuarai lomba-lomba menari tingkat Jabodetabek hingga tingkat nasional pada 2018.

Biro Humas Kementerian Sosial R




Pembinaan Linmas Desa Sardonoharjo Menyambut Pemilu 2019

Ngaglik – Sabtu (12/1/2019), Pemerintah Desa Sardonoharjo mengadakan pembinaan anggota Linmas Desa Sardonoharjo yang mana bertugas sebagai perintis dan pembina keamanan wilayah masing-masing. 

Harjuno
Wiwoho, Kepala Desa Sardonoharjo mengatakan bahwa Desa Sardonoharjo merupakan wilayah
yang tumbuh cepat. “Maka Linmas Desa Sardonoharjo diharapkan juga semakin
ditingkatkan serta harus lebih mengaktifkan lagi kegiatan ronda sebagai fungsi
keamanan dan ekonomi di lingkungan,” ujar Harjuno saat memberikan arahannya.

Selain
pembinaan, Pemerintah Desa Sardonoharjo juga memberikan fasilitas berupa sepatu
untuk menunjang pelaksanaan tugas Linmas. (ES)