Sinergi Pembangunan dan Keamanan di Gamping

Gamping – Selasa (22/1/2019) pukul WIB, Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Kecamatan yang berlangsung di Pendopo Kantor Kepala Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Rakorpim perdana yang dipimpin oleh Camat Gamping, Arif Marwoto ini dihadiri Kapolsek Gamping, Kompol Hendri Multi, perwakilan Komandan Koramil 17/Gamping, Pelda Suratman, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Perwakilan Panwaslu Kecamatan Gamping, Djoko Purwono, Para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tingkat Kecamatan Gamping, Para Kepala Desa beserta Sekretaris Desa di wilayah Kecamatan Gamping, Kepala Seksi serta Kepala Sub Bagian Kecamatan Gamping.

Acara yang dipandu oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gamping yang baru, Trisno Sunardi diawali dengan arahan dari Camat Gamping yang masih ‘gres’ berkaitan dengan persiapan pelaksanaan pemilu serentak 2019, persiapan pemilihan Kepala Desa, penyampaian SPT Pajak Bumi Bangunan tahun 2019 oleh Pemerintah Kabupaten Sleman, situasi keamanan di wilayah Gamping, perlunya pengetahuan mitigasi bencana, kegiatan KORPRI serta arahan di bidang kesehatan.

“Di awal tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten Sleman mengawali kegiatan dengan mengadakan safari sholat jumatnya di wilayah kecamatan Gamping, tepatnya Masjid Nurul Jariyah, Dusun Guyangan, Desa Nogotirto. Menurut informasi yang didapat, Bupati beserta Wakil Bupati Sleman akan menghadiri giat ini,” tutur Arif Marwoto.

Selanjutnya, Kompol Hendri menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan kondisi keamanan di wilayah Gamping yang aman terkendali. “Penilaian bahwa Gamping dikategorikan rawan keamanan dikarenakan menjelang pemilu serentak 2019 dan bukan karena kriminalitas murni. Tingkat kriminalitas tertinggi tiga besar masih dipegang Kecamatan Depok, Kecamatan Mlati serta Kecamatan Ngaglik.

Kapolsek juga menekankan prinsip kehati-hatian apabila akan bertransaksi secara online. “Apabila meragukan maka hindari bertransaksi secara online. Saya harapkan warga Gamping bisa lebih berhati-hati dalam hal melakukan transaksi online karena masih banyak yang menjadi korban penipuan melalui transaksi online,” ungkap Kompol Hendri.

Berkaitan dengan pelaksanaan tahapan pemilu serentak 2019 di wilayah Kecamatan Gamping, Adnan Iman menyampaikan bahwa pembuatan titik ordinat Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 279 TPS sudah selesai semuanya dan bisa diakses oleh warga Gamping. Selain itu PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) di lima desa masih melayani pemohon formulir A5 untuk pindah mencoblos hingga 8 Maret 2019 mendatang.

Di akhir kalimatnya, Adnan menginformasikan mengenai perekrutan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat dan perlu dikomunikasikan dengan Kepala Padukuhan di masing-masing wilayah TPS. (Adnan Nurtjahjo)




Singkong: Bahan Dasar untuk Bisnis Berisiko Kecil

Ngaglik
– Selasa (22/1/2019) pukul WIB, rintik hujan yang turun  tidak menyurutkan semangat para anggota HWDI
(Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia) Kabupaten Sleman untuk mengikuti
pelatihan memasak olahan singkong yang diselenggarakan di Aula Foodcourt Embung
Jetis Suruh. 

Menurut
Diah Hartati, Ketua HWDI Sleman, kegiatan diselenggarakan oleh HWDI Kabupaten
Sleman dengan dukungan dari Sekretariat Nasional Jaringan Organisasi dan Komunitas
Warga Negara Indonesia.

Sebagai
narasumber, hadir Chef Bonny Tello Master of Singkong, memberikan materi dan
praktik pembuatan singkong cream soup, singkong goreng rendang, dan capcay
singkong.

“Kita
harus bisa berusaha, bagaimana peralatan rumah tangga keseharian agar bisa
digunakan untuk bisnis. Jadi kita tinggal berpikir untuk membeli singkong dan
minyak untuk usaha. Usaha dengan bahan dasar singkong adalah bisnis yang risikonya
kecil. Simpan di kulkas, freezer, sealer, bisa disimpan berbulan-bulan. Jika
tak punya sealer bisa ditali dengan karet. Agar bagus dilabeli, dicap. Di
minimarket, di celler bisa dicampur dengan daging,” jelas Chef Bonny.

Dikatakan
Chef Bonny, usaha ini merupakan peluang untuk mendapatkan uang sebab modalnya
kecil sementara cara pembuatan tidak sulit.

“Tantangannya
ada pada pemilihan singkong yang bagus. Perlu untuk terus mencoba dan pantang
menyerah. Jika ada kemauan, pasti ada jalan. Yang penting ada tekad yang kuat
dan ada tindakan riil untuk melangkah,” terang Chef Bonny yang disambut
antusias peserta.

Di
sela-sela pelatihan, Chef Bonny pun berkesempatan menjawab pertanyaan peserta
terkait pemilihan singkong yang baik.

“Bisa
ke petani langsung karena membutuhkan singkong yang fresh. Ketika di pasar juga
harus pandai memiilih. Dicuwik, jika
masih keluar getahnya, berarti masih fresh. Paling bagus saat dapat singkong
bagus langsung diolah karena singkong punya sensitivitas tinggi dan mengandung
tepung tinggi, jadi mudah rusak. Singkong ganyong
disebabkan karena ketuaan atau terlalu banyak kena air,” jelasnya.

Ditemui
usai memberikan pelatihan, Chef Bonny Tello mengatakan bahwa alasannya
memberikan pelatihan olahan singkong didorong untuk membantu pemerintah dalam
kedaulatan pangan. “Agar tidak hanya nasi yang dikonsumsi tapi juga
singkong yang mudah didapat dan murah. Dengan banyaknya konsumsi singkong,
diharapkan juga memberi dampak positif kepada petani dengan kenaikan harga
singkong,” jelasnya lagi. (End)