FKUB Kecamatan Turi Resmi Dikukuhkan

Turi – Jumat (25/1/2019), Pemerintah Kecamatan Turi
menyelenggarakan pembinaan mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bertempat di
Aula Kecamatan Turi. Kegiatan ini dilakukan rutin sebulan dua kali yaitu minggu
pertama dan ketiga dengan narasumber berbeda.

Menurut Camat Turi, Abdul Haris Sunaryo pembinaan ini
penting untuk memahami agama, rasa toleransi, mengamalkan ajaran agama, dan
meningkatkan kedisiplinan.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber Basuki Kasihono Kasi
Pelayanan Desa Donokerto menyampaikan tema tentang usia. Topik tersebut disampaikan
secara gamblang dan detail.

Selain ASN Kecamatan Turi, hadir Komandan Rayon Militer Turi, Sumano dan Kepala
Kantor Urusan Agama Turi, Anshori.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pemilihan Pengurus Forum
Kerukunan  Umat Beragama ( FKUB) tingkat kecamatan.

Sebelum dilaksanakan pemilihan pengurus, Camat Turi, Abdul
Haris Sunaryo menerangkan tentang dasar hukum dan tugas dari Forum Kerukunan
Umat Beragama.

Adapun dasar dari pembentukan FKUB adalah Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 9 tahun 2006 dan Nomor: 8 tahun 2006 tanggal 21 Maret 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, Pendirian Rumah Ibadah dan Keputusan Bupati Sleman Nomor : 307/ tanggal 10 Agustus 2012, juga Keputusan Bupati Sleman Nomor : 349/ tentang perubahan atas Keputusan Bupati Nomor : 307/ tanggal 5 Oktober 2012 tentang Forum Kerukunan Umat Beragama.

Selanjutnya Camat Turi menjelaskan tentang tugas dari FKUB meliputi melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi organisasi masyarakat keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijaksanaan bupati, melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah.

Adapun hasil dari pemilihan pengurus FKUB yang dilakukan secara musyawarah mufakat, Basuki Kasihono terpilih sebagau Ketua, Wakil Ketua I, Suwantoro, Wakil Ketua II, Syamsuri, Sekretaris I, Edy Santoso, Sekretaris II, Priyatmoko, dan anggota 8 orang.

Setelah dikukuhkan oleh Camat Turi, pengurus FKUB baru
diharapkan langsung bekerja walaupun belum ada juklak dan juknis dari Kabupaten
Sleman.




Tiap Sabtu Legi, Taman Kaliurang Suguhkan Pertunjukan Sendratari

Sleman – Taman Kaliurang kini lebih menarik untuk dikunjungi, khususnya setiap hari (pasaran Jawa) Sabtu Legi. Pada hari tersebut pengelola Taman Kaliurang menyuguhkan pertunjukan sendratari Arum Bhumi The dengan sendratari pada umumnya,  seperti penampilan perdana yang mengangkat cerita ‘Sekar Pembayun’ dengan episode ‘Beksan Paseban’,  Sabtu (26/1/19).

Dalam sendratari ini ada proses interaktif antara pemain dan penonton yaitu penonton dipandu menikmati alur perjalanan Sekar Pembayun hingga akhir cerita dengan melewati beberapa seting tempat. Diantaranya yaitu area Misbah Kanthil, lorong bersisi taman vertikal,  melalui pepohonan rindang, dan berakhir di sebuah bangunan joglo yang ada di Taman Kaliurang. Agoes Kencrot, sutradara Sendratari ‘Sekar Pembayun’ menjelaskan bahwa sendratari ini mengangkat cerita cinta antara Sekar Pembayun dan Ki Ageng Mangir. Perjuangan Pembayun untuk memperluas wilayah Kerajaan Mataram dilakukan dengan tekad kuat dan sepenuh tak banyak orang mengenal sosok perempuan lembut yang keras hati dan berparas cantik tersebut.

“Srikandi Mataram yang hampir terlupakan merupakan hal yang menarik untuk digali kembali untuk menhidupkan kembali cerita epik tersebut di Taman Kaliurang,” jelasnya.

Seusai pementasan sendratari,  secara serentak penonton akan diajak untuk menanam pohon di sekitar taman sebagai tanda pemeliharaan alam. Sebelum  ditanam, penanam pohon diminta menuliskan harapan terlebih dahulu pada sebuah wadah khusus yang kemudian dimasukkan dalam pot. Penonton yang berminat untuk menanam pohon di taman bisa mendaftarkan dirinya terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu anggota yang berlaku selama satu tahun.

Pertumbuhan tanaman akan dilaporkan secara periodik pada anggota melalui website . Anggota tidak perlu khawatir, perawatan selama satu tahun tersebut merupakan tanggung jawab pengelola Taman Kaliurang.

Wakil Bupati Sleman mengapresiasi dan mendukung pertunjukan sendratari yang diadakan oleh PT. Anindya Mitra Internasional-Jogja tersebut. Menurutnya melalui inovasi dalam mengemas sebuah karya pertunjukan dapat menjadi kekuatan tersendiri untuk menarik penonton.

“Saya kagum dengan pertunjukan sendratari ini karena penonton dibuat penasaran dengan alur cerita. Untuk mengetahui alur ceritanya penonton harus mengikuti setiap adegan yang berpindah-pindah tempat,” kata Muslimatun.

Dirinya berharap ke depan pertunjukan sendratari ini dapat rutin dilaksanakan. Selain untuk menambah minat wisatawan berkunjung ke Kaliurang, pertunjukan sendratari ini juga mendukung upaya Pemkab Sleman dalam menjaga kelestarian alam melalui penanaman pohon.




Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan Perdana di 2019

Sleman
– Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan perdana di 2019 merupakan pentas
budaya dan gelar potensi UMKM dengan berbagai produk istimewa baik kuliner
maupun non kuliner. Kali ini menjadi tahun ke empat digelarnya Sunday Morning
Sembada Minggu Pahingan.

Minggu
(27/1/2019), tampil kesenian Kubra Siswa Putri dari Murangan VIII Triharjo
Sleman di bawah binaan Kepala Desa Triharjo Irawan dan Kepala Dukuh Murangan
Zuhdi Astomo.

Sunday
Morning kali ini bertepatan dengan Hari Gizi Nasional ke-59, spesial dihadiri
oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang memberi penyuluhan tentang stunting yang ditemani oleh dr. Probo
Sutejo. Terdapat program Gambang Stunting yaitu Gerakan Ajak Menimbang untuk
mencegah dan mengatasi stunting yang merupakan hasil inovasi dari PERSAGI
bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan IBI.

Penyuluhan
mengenai stunting ini dikemas dengan
humor bersama Dinas Kebudayaan serta seniman dari Padepokan Gito Gati. Antusias
pengunjung yang sangat tinggi, menjadikan suasana Sunmor Sembada lebih meriah.

Selanjutnya
dari Dinas Kesehatan menggelar kampanye makan buah. Seluruh pengunjung
mendapatkan buah gratis dan makan bersama.

Di
tengah acara Camat Sleman, Eko Suhargono memberikan sambutan dan apresiasi
tinggi serta motivasi bagi warga Sleman untuk lebih kreatif guna meningkatkan
kesejahteraan. (R. Agus Nur W)




Jadi Pemilih Milenial yang Cerdas

Gamping – Minggu (27/1/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelengarakan sosialisasi pemilu bertajuk ‘Kaum Milenial Anti Golput’ yang dihelat di Auditorium . Siti Baroroh Baried, Universitas Aisyiyah (UNISA) Jalan Ringroad Barat Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Sosialisasi yang disampaikan oleh Komisioner KPU Sleman, Indah Sri Wulandari didampingi Dosen UNISA, Muhammad Salisul Khakim ini diikuti ratusan mahasiswa UNISA. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Anggota PPK Gamping, Lena Lailasari Girsang, Kepala Sub Bagian Program Data (Prodat) dan perencanaan KPU Sleman, Nuri Dewi Mawarni didampingi Staf Prodat, Anisa Jauhari. Adapun materi sosialisasi berkaitan dengan strategi cerdas kaum muda dalam memilih pemimpin dengan dipandu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa UNISA.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Komisioner KPU Sleman dua periode ini menegaskan bahwa sebagai pemilih yang cerdas harus mengenali peserta pemilu terlebih dulu dengan menggali informasi baik dari media massa maupun media elektronik, memperhatikan dengan betul visi dan misi yang di tawarkan, mendukung peserta pemilu yang memang memiliki visi misi jelas, cermati rekam Jejak dan kontribusinya, serta mengamati seberapa jauh sudah berbuat untuk masyarakat, bukan hanya mengumbar janji.

“Selain itu yang paling penting adalah jangan terima ‘money politic’ dan jangan pilih peserta pemilu yang membeli suara. Sering melakukan diskusi bersama teman-teman terkait isu politik dan Pemilu, juga diskusikan kira-kira siapa yang pantas menjadi wakil rakyat dan pemimpin bangsa ini,” ungkap Indah. (Adnan Nurtjahjo)




KPU Sleman Bersama PPK Gamping Buka Posko Pelayanan Pindah Memilih

Gamping – Minggu (27/1/2019) Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nogotirto, PPS Banyuraden serta PPS Trihanggo membuka Posko Pelayanan Pindah Memilih di Auditorium Lt. IV Universitas Aisyiyah (UNISA) Jalan Ringroad Barat Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Posko Pelayanan Pindah Memilih bagi pemegang KTP elektronik luar daerah ini dilayani oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Sleman, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Aswino Wardhana, Kepala Sub Bagian Program Data (Prodat) dan perencanaan KPU Sleman, Nuri Dewi Mawarni didampingi Staf Prodat Anisa Jauhari, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua Divisi Data PPK Gamping, Lena Lailasari Girsang, Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nogotirto, Fajar Mas’ud, Anggota PPS Trihanggo, Ninuk Anggraeni, serta Anggota PPS Banyuraden, Laili Murdiyati.

Menurut Indah Sri Wulandari, maksud dan tujuan didirikannya posko pindah memilih ini mengacu pada pasal 210 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu yang memuat tentang perlunya penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) guna melengkapi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditetapkan oleh KPU RI beberapa waktu yang lalu. DPTb terdiri atas data pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang karena keadaan tertentu pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar.

“Untuk dapat dimasukkan dalam DPTb, seseorang harus bisa menunjukkan bukti kepemilikan KTP elektronik dan bukti yang bersangkutan telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT di tempat asal,” tutur Indah SW.

Adapun keadaan tertentu yang dimaksudkan yaitu menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial atau panti rehabilitasi, menjalani rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan, tugas belajar atau menempuh pendidikan menengah atau tinggi, pindah domisili, serta tertimpa bencana alam.

Sesuai dengan regulasi yang berlaku bagi seseorang yang masuk dalam DPTb akan menerima jumlah surat suara dalam pemilu 2019 yang ditentukan dengan Daerah Pemilihannya (Dapil) masing-masing. Daerah Istimewa Yogyakarta terbagi menjadi 7 Dapil yakni Kota Yogyakarta (DIY-1), Bantul A yang terdiri dari Kecamatan Kretek, Pundog, Bambanglipuro, Jetis, Imogiri, Dlingo, Banguntapan, Pleret, Piyungan (DIY-2), Bantul B mencakup Kecamatan Srandakan, Sanden, Pandak, Pajangan, Bantul Sewon, Kasihan, Sedayu (DIY-3), Kulonprogo (DIY-4), Sleman A meliputi Kecamatan Gamping, Godean, Moyudan, Miggir, Seyegan, Mlati, Depok, Berbah (DIY-5), Sleman B terdiri dari kecamatan Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan (DIY-6), serta Gunung Kidul (DIY-7).

“Kali ini posko pelayanan pindah memilih berhasil melayani 64 mahasiswa UNISA yang akan menggunakan hak pilihnya di wilayah Kecamatan Gamping yang tersebar di tiga desa yakni Desa Nogotirto sebanyak 55 pemilih, Desa Trihanggo ada 5 pemilih, dan Desa Banyuraden sebanyak 4 pemilih dengan TPS tujuan sesuai dengan domisilinya. Dengan adanya posko di UNISA ini diharapkan para mahasiswa yang berasal dari luar daerah dapat menggunakan hak pilihnya dan meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019 mendatang serta mengurangi angka Golput,” ucap Indah. (Adnan Nurtjahjo)