Siswa KB Cahaya Mulia dan TK Sukorini Terima Bantuan Pendidikan dari Baznas Sleman

Ngaglik
–Ketua Posdaya Berbasis Masjid, Masjid Baiturrahman Klidon, Suripto menyerahkan
bantuan pendidikan dari Baznas Kabupaten Sleman kepada 2anak dari PAUD/KB
Cahaya Mulia dan 2 anak dari TK Sukorini, Senin (28/1/2019).

Keempat siswa itu adalah Ellyonora Puspitasari, Merlinda Selviana Putri, Octavia Nur Hidayati, dan Malika Izzara Aqilah. Adapun anak yang mendapatkan bantuan pendidikan ini sebelumnya harus memberikan bukti berupa KK, KTP, dan Kartu Miskin dari desa setempat.

Setelah
selesai penerimaan bantuan salah satu wali penerima bantuan, Apriyati,
mengucapkan berterima kasih kepada Baznas Kabupaten Sleman yang telah membantu
dana pendidikan melalui UPZ Masjid Besar Baiturrahman. “Semoga ada manfaat dan
supaya anak kami bisa terus sekolah jenjang selanjutnya,” kata Apriyati. (srp)




Penandatanganan Pakta Integritas Perkuat Komitmen Penyelenggara Pemilu

Ngaglik
– Kesuksesan Pemilu merupakan tanggungjawab bersama, baik penyelenggara,
peserta Pemilu, pemerintah, TNI, Polri, dan juga masyarakat. Dalam hal ini,
semua pihak mempunyai tugas dan kewajiban sesuai porsinya masing-masing.

Demi
terwujudnya Pemilu yang berintegritas, PPK – PPS se-Kecamatan Ngaglik sebagai
badan adhoc Penyelenggara Pemilu tingkat kecamatan dan desa, menandatangani
Pakta Integritas di Aula Kecamatan Ngaglik pada Senin (28/1/2019) dengan
disaksikan Ahmad Baehaqi, Komisioner KPU Kabupaten Sleman. Hal tersebut dimaksudkan
untuk menjamin dan meneguhkan tekad penyelenggara Pemilu terkait netralitas,
imparsialitas, dan profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilu.

Dalam
sambutannya, Ahmad Baehaqi menekankan bahwa 12 poin Pakta Integritas harus menjadi
pegangan dan janji diri selaku penyelenggara sehingga Pemilu dapat berlangsung
dengan baik sesuai UU no. 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan juga sesuai
Peraturan KPU (PKPU). Karena setelah ditandatangani Pakta tersebut juga membawa
implikasi hukum makai a berharap masing-masing diri dapat menjalankan tugas
sesuai ketentuan yang ada.

“Secara
umum Pakta Integritas menginginkan penyelenggaraan Pemilu yang LUBER JURDIL,
dilaksanakan secara profesional, efektif dan efisien. Poin lain yang tak kalah
penting adalah semangat untuk memperlakukan tahapan Pemilu secara transparan,
non-partisan, bebas KKN, dan juga memperlakukan seluruh elemen secara
adil,tidak membeda-bedakan,” tandasnya.

Marjonet,
Ketua PPK Ngaglik menambahkan bahwa Pakta integritas adalah bentuk penegasan
komitmen dari Penyelenggara Pemilu. “Poin-poin yang tertuang didalamnya sudah
seharusnya kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Lebih
lanjut, ia menyatakan bahwa acara ini akan disusul dengan penandatanganan Pakta
Integritas oleh Sekretariat PPK dan PPS sebagai bagian tidak terpisahkan dari
Penyelenggara Pemilu. (DHI)




Prambanan Pacu Desa Bentuk PPID

Sesuai Surat Edaran Bupati Sleman nomor 067/03194 tanggal 28 November 2018, seluruh desa diimbau agar mulai membentuk Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pemerintah Desa, Ini disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan Prambanan, Djaka Sumarsono, saat membuka Sosialisasi Keterbukaan Informasi Publik Desa/Kelurahan se-DIY, Rabu (23/1/2019).

Sosialisasi yang dihadiri oleh sejumlah sekretaris dan perangkat desa Kecamatan Prambanan ini dikatakan Djaka juga menjadi sambung tangan Bupati Sleman untuk mengemukakan imbauannya terkait dua hal lain, yakni keterbukaan informasi publik desa dan Standar Layanan Informasi Publik (SLIP) Desa.

“Dalam surat edaran, Bupati Sleman mengimbau kepada kami, Kepala Desa di Kabupaten Sleman untuk melaksanakan keterbukaan informasi publik di desa masing-masing, menerapkan Standar Layanan Informasi Publik (SLIP) Desa, dan menunjuk PPID Pemerintah Desa,” jelas Djaka.

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Budi Pekerti, Kecamatan Prambanan merupakan hasil kerja sama Kecamatan Prambanan dengan Dinas Kominfo Sleman dan Komisi Informasi Daerah DIY sebagai narasumber sosialisasi.

Di sela-sela sosialisasi, Noor Hidayati Pramulani selaku Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sleman mengemukakan bahwa keterbukaan informasi publik yang diterapkan badan publik salah satunya dapat dilihat melalui website desa.

“Website menjadi porsi terbesar karena sangat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi publik. Terkait website ini Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman siap memfasilitasi,” tutur Ida.

Ida juga mengatakan dalam pembuatan website ini, desa tidak perlu mengeluarkan biaya apapun. “Tidak perlu membayar, atau khawatir datanya akan hilang. Semua disimpan di server sendiri dan nantinya akan menggunakan domain . Admin di desa nanti hanya tinggal mengisi saja,” terang Ida.

Diketahui, Kecamatan Prambanan memiliki setidaknya 6 desa, seperti Desa Sumberharjo, Desa Wukirharjo, Desa Gayamharjo, Desa Sambirejo, Desa Madurejo, dan Desa Bokoharjo. Suharnanik Listiana, Komisioner Komisi Informasi Daerah DIY, secara khusus berpendapat bahwa pembentukan PPID Pemerintah Desa di Kecamatan Prambanan ini nantinya tidak akan menemui kesulitan mengingat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Sleman itu sendiri.

“Di Sleman ini komitmen pimpinan sangat mendukung dan terlihat sekali. Sejauh ini progresnya bagus, kemarin saya melihat sendiri di Kecamatan Sleman semua desa sudah terbentuk PPID,” ungkap Suharnanik.




FKUB Kecamatan Turi Resmi Dikukuhkan

Turi – Jumat (25/1/2019), Pemerintah Kecamatan Turi
menyelenggarakan pembinaan mental bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) bertempat di
Aula Kecamatan Turi. Kegiatan ini dilakukan rutin sebulan dua kali yaitu minggu
pertama dan ketiga dengan narasumber berbeda.

Menurut Camat Turi, Abdul Haris Sunaryo pembinaan ini
penting untuk memahami agama, rasa toleransi, mengamalkan ajaran agama, dan
meningkatkan kedisiplinan.

Dalam kesempatan tersebut, narasumber Basuki Kasihono Kasi
Pelayanan Desa Donokerto menyampaikan tema tentang usia. Topik tersebut disampaikan
secara gamblang dan detail.

Selain ASN Kecamatan Turi, hadir Komandan Rayon Militer Turi, Sumano dan Kepala
Kantor Urusan Agama Turi, Anshori.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pemilihan Pengurus Forum
Kerukunan  Umat Beragama ( FKUB) tingkat kecamatan.

Sebelum dilaksanakan pemilihan pengurus, Camat Turi, Abdul
Haris Sunaryo menerangkan tentang dasar hukum dan tugas dari Forum Kerukunan
Umat Beragama.

Adapun dasar dari pembentukan FKUB adalah Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor: 9 tahun 2006 dan Nomor: 8 tahun 2006 tanggal 21 Maret 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/ Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, Pendirian Rumah Ibadah dan Keputusan Bupati Sleman Nomor : 307/ tanggal 10 Agustus 2012, juga Keputusan Bupati Sleman Nomor : 349/ tentang perubahan atas Keputusan Bupati Nomor : 307/ tanggal 5 Oktober 2012 tentang Forum Kerukunan Umat Beragama.

Selanjutnya Camat Turi menjelaskan tentang tugas dari FKUB meliputi melakukan dialog dengan pemuka agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi organisasi masyarakat keagamaan dan aspirasi masyarakat, menyalurkan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijaksanaan bupati, melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijaksanaan di bidang keagamaan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat, serta memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah.

Adapun hasil dari pemilihan pengurus FKUB yang dilakukan secara musyawarah mufakat, Basuki Kasihono terpilih sebagau Ketua, Wakil Ketua I, Suwantoro, Wakil Ketua II, Syamsuri, Sekretaris I, Edy Santoso, Sekretaris II, Priyatmoko, dan anggota 8 orang.

Setelah dikukuhkan oleh Camat Turi, pengurus FKUB baru
diharapkan langsung bekerja walaupun belum ada juklak dan juknis dari Kabupaten
Sleman.




Tiap Sabtu Legi, Taman Kaliurang Suguhkan Pertunjukan Sendratari

Sleman – Taman Kaliurang kini lebih menarik untuk dikunjungi, khususnya setiap hari (pasaran Jawa) Sabtu Legi. Pada hari tersebut pengelola Taman Kaliurang menyuguhkan pertunjukan sendratari Arum Bhumi The dengan sendratari pada umumnya,  seperti penampilan perdana yang mengangkat cerita ‘Sekar Pembayun’ dengan episode ‘Beksan Paseban’,  Sabtu (26/1/19).

Dalam sendratari ini ada proses interaktif antara pemain dan penonton yaitu penonton dipandu menikmati alur perjalanan Sekar Pembayun hingga akhir cerita dengan melewati beberapa seting tempat. Diantaranya yaitu area Misbah Kanthil, lorong bersisi taman vertikal,  melalui pepohonan rindang, dan berakhir di sebuah bangunan joglo yang ada di Taman Kaliurang. Agoes Kencrot, sutradara Sendratari ‘Sekar Pembayun’ menjelaskan bahwa sendratari ini mengangkat cerita cinta antara Sekar Pembayun dan Ki Ageng Mangir. Perjuangan Pembayun untuk memperluas wilayah Kerajaan Mataram dilakukan dengan tekad kuat dan sepenuh tak banyak orang mengenal sosok perempuan lembut yang keras hati dan berparas cantik tersebut.

“Srikandi Mataram yang hampir terlupakan merupakan hal yang menarik untuk digali kembali untuk menhidupkan kembali cerita epik tersebut di Taman Kaliurang,” jelasnya.

Seusai pementasan sendratari,  secara serentak penonton akan diajak untuk menanam pohon di sekitar taman sebagai tanda pemeliharaan alam. Sebelum  ditanam, penanam pohon diminta menuliskan harapan terlebih dahulu pada sebuah wadah khusus yang kemudian dimasukkan dalam pot. Penonton yang berminat untuk menanam pohon di taman bisa mendaftarkan dirinya terlebih dahulu untuk mendapatkan kartu anggota yang berlaku selama satu tahun.

Pertumbuhan tanaman akan dilaporkan secara periodik pada anggota melalui website . Anggota tidak perlu khawatir, perawatan selama satu tahun tersebut merupakan tanggung jawab pengelola Taman Kaliurang.

Wakil Bupati Sleman mengapresiasi dan mendukung pertunjukan sendratari yang diadakan oleh PT. Anindya Mitra Internasional-Jogja tersebut. Menurutnya melalui inovasi dalam mengemas sebuah karya pertunjukan dapat menjadi kekuatan tersendiri untuk menarik penonton.

“Saya kagum dengan pertunjukan sendratari ini karena penonton dibuat penasaran dengan alur cerita. Untuk mengetahui alur ceritanya penonton harus mengikuti setiap adegan yang berpindah-pindah tempat,” kata Muslimatun.

Dirinya berharap ke depan pertunjukan sendratari ini dapat rutin dilaksanakan. Selain untuk menambah minat wisatawan berkunjung ke Kaliurang, pertunjukan sendratari ini juga mendukung upaya Pemkab Sleman dalam menjaga kelestarian alam melalui penanaman pohon.