Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan Perdana di 2019

Sleman
– Sunday Morning Sembada Minggu Pahingan perdana di 2019 merupakan pentas
budaya dan gelar potensi UMKM dengan berbagai produk istimewa baik kuliner
maupun non kuliner. Kali ini menjadi tahun ke empat digelarnya Sunday Morning
Sembada Minggu Pahingan.

Minggu
(27/1/2019), tampil kesenian Kubra Siswa Putri dari Murangan VIII Triharjo
Sleman di bawah binaan Kepala Desa Triharjo Irawan dan Kepala Dukuh Murangan
Zuhdi Astomo.

Sunday
Morning kali ini bertepatan dengan Hari Gizi Nasional ke-59, spesial dihadiri
oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, yang memberi penyuluhan tentang stunting yang ditemani oleh dr. Probo
Sutejo. Terdapat program Gambang Stunting yaitu Gerakan Ajak Menimbang untuk
mencegah dan mengatasi stunting yang merupakan hasil inovasi dari PERSAGI
bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan IBI.

Penyuluhan
mengenai stunting ini dikemas dengan
humor bersama Dinas Kebudayaan serta seniman dari Padepokan Gito Gati. Antusias
pengunjung yang sangat tinggi, menjadikan suasana Sunmor Sembada lebih meriah.

Selanjutnya
dari Dinas Kesehatan menggelar kampanye makan buah. Seluruh pengunjung
mendapatkan buah gratis dan makan bersama.

Di
tengah acara Camat Sleman, Eko Suhargono memberikan sambutan dan apresiasi
tinggi serta motivasi bagi warga Sleman untuk lebih kreatif guna meningkatkan
kesejahteraan. (R. Agus Nur W)




Jadi Pemilih Milenial yang Cerdas

Gamping – Minggu (27/1/2019), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman menyelengarakan sosialisasi pemilu bertajuk ‘Kaum Milenial Anti Golput’ yang dihelat di Auditorium . Siti Baroroh Baried, Universitas Aisyiyah (UNISA) Jalan Ringroad Barat Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Sosialisasi yang disampaikan oleh Komisioner KPU Sleman, Indah Sri Wulandari didampingi Dosen UNISA, Muhammad Salisul Khakim ini diikuti ratusan mahasiswa UNISA. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Anggota PPK Gamping, Lena Lailasari Girsang, Kepala Sub Bagian Program Data (Prodat) dan perencanaan KPU Sleman, Nuri Dewi Mawarni didampingi Staf Prodat, Anisa Jauhari. Adapun materi sosialisasi berkaitan dengan strategi cerdas kaum muda dalam memilih pemimpin dengan dipandu oleh Badan Eksekutif Mahasiswa UNISA.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Komisioner KPU Sleman dua periode ini menegaskan bahwa sebagai pemilih yang cerdas harus mengenali peserta pemilu terlebih dulu dengan menggali informasi baik dari media massa maupun media elektronik, memperhatikan dengan betul visi dan misi yang di tawarkan, mendukung peserta pemilu yang memang memiliki visi misi jelas, cermati rekam Jejak dan kontribusinya, serta mengamati seberapa jauh sudah berbuat untuk masyarakat, bukan hanya mengumbar janji.

“Selain itu yang paling penting adalah jangan terima ‘money politic’ dan jangan pilih peserta pemilu yang membeli suara. Sering melakukan diskusi bersama teman-teman terkait isu politik dan Pemilu, juga diskusikan kira-kira siapa yang pantas menjadi wakil rakyat dan pemimpin bangsa ini,” ungkap Indah. (Adnan Nurtjahjo)




KPU Sleman Bersama PPK Gamping Buka Posko Pelayanan Pindah Memilih

Gamping – Minggu (27/1/2019) Komisioner Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nogotirto, PPS Banyuraden serta PPS Trihanggo membuka Posko Pelayanan Pindah Memilih di Auditorium Lt. IV Universitas Aisyiyah (UNISA) Jalan Ringroad Barat Nogotirto, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Posko Pelayanan Pindah Memilih bagi pemegang KTP elektronik luar daerah ini dilayani oleh Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Sleman, Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sleman, Aswino Wardhana, Kepala Sub Bagian Program Data (Prodat) dan perencanaan KPU Sleman, Nuri Dewi Mawarni didampingi Staf Prodat Anisa Jauhari, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Ketua Divisi Data PPK Gamping, Lena Lailasari Girsang, Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Nogotirto, Fajar Mas’ud, Anggota PPS Trihanggo, Ninuk Anggraeni, serta Anggota PPS Banyuraden, Laili Murdiyati.

Menurut Indah Sri Wulandari, maksud dan tujuan didirikannya posko pindah memilih ini mengacu pada pasal 210 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang pemilu yang memuat tentang perlunya penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) guna melengkapi Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditetapkan oleh KPU RI beberapa waktu yang lalu. DPTb terdiri atas data pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang karena keadaan tertentu pemilih tidak dapat menggunakan haknya untuk memilih di TPS tempat yang bersangkutan terdaftar.

“Untuk dapat dimasukkan dalam DPTb, seseorang harus bisa menunjukkan bukti kepemilikan KTP elektronik dan bukti yang bersangkutan telah terdaftar sebagai pemilih dalam DPT di tempat asal,” tutur Indah SW.

Adapun keadaan tertentu yang dimaksudkan yaitu menjalankan tugas pemerintahan di tempat lain pada hari pemungutan suara, menjalani rawat inap di rumah sakit atau puskesmas dan keluarga yang mendampingi, penyandang disabilitas yang menjalani perawatan di panti sosial atau panti rehabilitasi, menjalani rehabilitasi narkoba, menjadi tahanan di rumah tahanan atau lembaga permasyarakatan, tugas belajar atau menempuh pendidikan menengah atau tinggi, pindah domisili, serta tertimpa bencana alam.

Sesuai dengan regulasi yang berlaku bagi seseorang yang masuk dalam DPTb akan menerima jumlah surat suara dalam pemilu 2019 yang ditentukan dengan Daerah Pemilihannya (Dapil) masing-masing. Daerah Istimewa Yogyakarta terbagi menjadi 7 Dapil yakni Kota Yogyakarta (DIY-1), Bantul A yang terdiri dari Kecamatan Kretek, Pundog, Bambanglipuro, Jetis, Imogiri, Dlingo, Banguntapan, Pleret, Piyungan (DIY-2), Bantul B mencakup Kecamatan Srandakan, Sanden, Pandak, Pajangan, Bantul Sewon, Kasihan, Sedayu (DIY-3), Kulonprogo (DIY-4), Sleman A meliputi Kecamatan Gamping, Godean, Moyudan, Miggir, Seyegan, Mlati, Depok, Berbah (DIY-5), Sleman B terdiri dari kecamatan Prambanan, Kalasan, Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan (DIY-6), serta Gunung Kidul (DIY-7).

“Kali ini posko pelayanan pindah memilih berhasil melayani 64 mahasiswa UNISA yang akan menggunakan hak pilihnya di wilayah Kecamatan Gamping yang tersebar di tiga desa yakni Desa Nogotirto sebanyak 55 pemilih, Desa Trihanggo ada 5 pemilih, dan Desa Banyuraden sebanyak 4 pemilih dengan TPS tujuan sesuai dengan domisilinya. Dengan adanya posko di UNISA ini diharapkan para mahasiswa yang berasal dari luar daerah dapat menggunakan hak pilihnya dan meningkatkan angka partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pemilu serentak 17 April 2019 mendatang serta mengurangi angka Golput,” ucap Indah. (Adnan Nurtjahjo)




Pemerintah Desa Sukoharjo Kini Bertugas di Gedung Baru

Ngaglik
– Pemerintah Desa Sukoharjo secara resmi telah memiliki gedung baru yang siap
untuk dioperasionalkan sebagai pelayanan masyarakat Desa Sukoharjo. Peresmian
dan tasyakuran gedung baru Desa Sukoharjo dilaksanakan pada Jumat (25/1/2019) pukul
WIB.

Adapun
tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya adalah Camat
Kecamatan Ngaglik, BPD, LPMD, RW se-Desa Sukoharjo, PKK, karang taruna, PPS
Desa Sukoharjo, Kapolsek Ngaglik, Koramil Ngaglik, KUA, dan seluruh kepala desa
se-Kecamatan Ngaglik. Peresmian tasyakuran gedung baru Desa Sukoharjo bertempat
di belakang gedung lama Desa Sukoharjo yang beralamatkan di Klidon, Sukoharjo,
Ngaglik, Sleman.

Kegiatan
diawali dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Gus Ufis Sahriya. Tahlil
dan doa ini merupakan bentuk rasa syukur Pemerintah Desa Sukoharjo agar gedung
tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam memberikan pelayanan ke
masyarakat.

Setelah
tahlil dan doa bersama, acara selanjutnya adalah pemotongan tumpeng oleh Kepala
Desa Sukoharjo, Hadi Subronto. Pemotongan ini dilakukan secara simbolis.

Acara
peresmian gedung baru kantor Pemerintah Desa Sukoharjo, juga dimeriahkan dengan
penampilan grup Hadroh Pesona Anisa Gemutri dalam memeriahkan acara tersebut.
Dengan adanya lantunan salawat di gedung baru membuat acara peresmian dan
tasyakuran di tempat tersebut semakin meriah. Dua vokalis grup Hadroh Pesona
Anisa, yaitu Muhammad Yakub dan Khusnul Khotimah memberikan kolaborasi dengan
sangat pas kepada penabuh sehingga membuat salawat tersebut semakin kompak.

Kepala
Desa Sukoharjo Hadi Subronto, menyampaikan bahwa dengan adanya gedung baru Desa
Sukoharjo harapannya perangkat desa akan semakin semangat bekerja dan dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat semakin baik serta masyarakat dengan
mudah mengakses pelayanan yang ada di Desa Sukoharjo.

Subagyo
selaku Camat Ngaglik ikut merasakan kebahagiaan atas gedung baru Desa Sukoharjo.
Selain itu, beliau memberikan selamat kepada Pemerintah Desa Sukoharjo atas
pencapaian yang telah diraih seperti kegiatan lomba yang telah diikuti
pemerintah Desa Sukoharjo. Subagyo berpesan dengan adanya gedung baru ini bisa
memberikan manfaat kepada masyarakat dan perangkat desa bisa semakin rajin
serta semangat dalam meberikan pelayanan masyarakat bukan malah semakin menurun
dalam memberikan pelayanan masyarakat.

Pemerintah
Desa Sukoharjo dituntut agar dapat memberikan inovasi desa dan pelayanan yang
diberikan bisa diperuntukkan sebagai pelayanan ramah anak seperti diadakannya
ruang untuk bermain anak.

Acara
puncak yaitu peresmian gedung baru Desa Sukoharjo secara langsung dipimpin oleh
Subagyo dengan mengguntingkan pita.

Ustaz
Mujiharno, yang berkesempatan mengisi pengajian dengan tema syukur menyampaikan
jika gedung baru Desa Sukaharjo yang telah resmi merupakan suatu awal program
yang baru.

“Perangkat
desa harus bisa peduli rakyat karena suatu perbuatan tersebut pasti akan
diberikan balasan pahala yang berlimpah. Semoga dengan diresmikan kantor desa
ini, Pemerintah Desa Sukoharjo bisa menjalankan tugas dengan baik dan dapat
memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Ustaz Mujiharno. (Nur)




Kiprah Awal UPZ Masjid Besar Baiturrahman Klidon

Ngaglik
– Takmir Masjid Besar Baiturrahman Klidon menyerahkan dana pengumpulan zakat, infak,
sedekah (ZIS) sebesar Rp 5 juta sebagai tahap awal sebagai Unit Pengumpul Zakat
(UPZ) Baznas Kabupaten Sleman, Jumat (25/1/2019) di Kantor Baznas Kabupaten
Sleman. 

Hal
ini penting karena semua orang mempunyai kewajiban zakat sesuai tuntunan agama Islam
dalam rukun Islam. Dengan adanya penyetoran dana ZIS ini, kewajiban telah terpenuhi.
Demikian arahan Kriswanto selaku Ketua Baznas Kabupaten Sleman.

Sementara
itu Suripto yang ditugasi oleh takmir untuk menyetorkan dana ZIS mengaku merasa
lega dan tenang. “Semoga bisa memberikan motivasi masjid yang lain untuk juga
menjadi UPZ Baznas Sleman,” harapnya.

Untuk
selanjutnya, akan diadakan sosialisasi sebagai tindak lanjut kesepakatan antara
UPZ Baiturrahman dan Baznas Sleman. Rencana sosialisasi akan dilaksanakan pada Minggu
(27/1/2019) di Serambi Masjid Besar Baiturrahman Klidon. Sosialisasi akan
dihadiri 100 peserta dari 25 Masjid Yayasan Amal Bakti Muslim Pancasila yang
ada di DIY. (Srp)