Mahasiswa KKN Gelar Pelatihan Olahan Salak bagi Warga Jetis Suruh

Ngaglik
– Sabtu (19/1/2019) dan Minggu (20/1/2019), anggota KWT (Kelompok Wanita Tani)
ARIMBI berkumpul di kediaman Dukuh Jetis Suruh untuk mengikuti Pelatihan Olahan
Salak.

Pelatihan
ini diselenggarakan oleh mahasiswa KKN, difasilitasi oleh LP3M UMY.

Menurut
Tri Wahyono dari LP3M UMY, pelatihan ini merupakan bentuk pengabdian kepada
masyarakat berupa pemberdayaan masyarakat dengan mengembangkan potensi lokal.
Itu sebabnya dipilih aneka olahan salak karena di wilayah Jetis Suruh dan
sekitarnya banyak tanaman salak yang buahnya masih dijual dengan harga yang
sangat murah.

“Dengan
diberikan pelatihan aneka olahan salak, diharapkan dapat meningkatkan nilai
jual dan menambah pendapatan masyarakat,” ujar Tri.

Kegiatan
diawali dengan penjelasan dan motivasi dari Tina Herman, Pengurus KWT Mawar
dari Dusun Ngolodono Lumbung Rejo Tempel sebagai narasumber dan pendamping
pelatihan. Dilanjutkan proses pembuatan manisan salak. Di Minggu pagi, materi
dilanjutkan dengan finishing pembuatan manisan salak serta praktik pembuatan
sari salak dan pengemasan produk.

“Seluruh
proses harus dilakukan secara higienis dan harus menggunakan bahan alami tanpa
pengawet,” jelasnya lagi.

Pelatihan
akan dilanjutkan minggu depan, dengan materi pengemasan lanjutan. Desain
kemasan akan dibantu mahasiswa KKN. Juga tentang cara membuat geplak salak dan
dodol salak. Untuk minggu ketiga, dipandu oleh mahasiswa KKN akan dilanjutkan
dengan materi membuat kopi dari biji salak. (End)




BPBD Sleman Segera Bentuk Destana Banyuraden Guna Kurangi Risiko Kebencanaan

Gamping
– Minggu (20/1/2019) pukul WIB, Banyuraden Televisi (BRTV) streaming
mengadakan siaran langsung acara talk show bertajuk pembentukan Desa Tangguh
Bencana (Destana) di pelataran Taman Budaya dan Edukasi Embung Serut, Desa
Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Talk
Show BRTV yang digawangi oleh Samasta, salah satu Pengurus Kelompok Informasi
Masyarakat (KIM) Kecamatan Gamping ini menghadirkan narasumber dari Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman yakni Kepala Bidang
Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Haenry Dharma Widjaja, dan Kepala Seksi
Kesiapsiagaan, Rini Isdarwati yang didampingi Kepala Desa Banyuraden,
Sudarisman.

Acara
yang terkenal dengan nama ‘Josh Talk’ ini dipandu oleh Josh Handani sebagai
Host yang dibantu segenap personil Rescue Banyuraden. Dengan durasi selama satu
jam para narasumber membahas beberapa hal dalam rangka mempersiapkan
pembentukan Desa Banyuraden sebagai Desa Tangguh Bencana di bulan Juli 2019
mendatang.

Menurut
Haenry, kondisi geografis Kecamatan Gamping, khususnya di wilayah Desa
Banyuraden yang rawan bencana angin puting beliung membutuhkan masyarakat
setempat yang tangguh dan siap menghadapi bencana karena bencana dapat terjadi
kapan saja. Masyarakat yang tangguh bencana adalah masyarakat yang mampu
mengantisipasi dan meminimalisir kekuatan yang merusak, mampu mengelola keadaan
ketika terjadi bencana, serta jika terkena dampak bencana mampu membangun
kehidupannya menjadi normal kembali atau cepat memulihkan diri secara mandiri.

Selanjutnya,
Rini Isdarwati menyampaikan bahwa pembentukan Destana mutlak diperlukan di
wilayah Kabupaten Sleman karena masyarakat merupakan penerima dampak langsung
dari bencana dan sekaligus sebagai pelaku pertama langsung yang akan merespon
bencana di wilayahnya. Destana yang sudah terbentuk sampai saat ini mencapai 45
desa dari 86 desa di Kabupaten Sleman. Di samping itu BPBD Sleman dalam upaya
melakukan kesiapsiagaan sudah membentuk sekolah siaga bencana sebanyak 55
sekolah.

“Masyarakat
perlu dibekali dalam pengetahuan mengenai pencegahan kebencanaan agar siap dan
mampu menghadapi keadaan saat bencana dan pasca bencana,” tutur Rini.

Sebagai
orang nomor satu di wilayah Banyuraden, Sudarisman menyebutkan bahwa Pemerintah
Desa Banyuraden menyambut baik akan dibentuknya Destana oleh BPBD Sleman di
tahun 2019 ini. “Kita sangat optimis karena belum dibentuk Destana saja banyak
relawan yang cinta lingkungan, sudah ada embrionya,” sebut Sudarisman.

Di
akhir perbincangan, Rini Isdarwati mengutarakan bahwa salah satu tujuan
pembentukan Destana adalah meningkatkan kerjasama antara para pemangku
kepentingan dalam Pengurangan Risiko Bencana, pihak pemerintah daerah, sektor
swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat, dan kelompok-kelompok
lainnya yang peduli.

“Pengukuhan
desa tangguh bencana ini sangat strategis bagi kita khususnya masyarakat di
daerah rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan
masyarakat,” tambahnya. (Adnan Nurtjahjo)




IPHI Ranting Desa Sinduharjo Terima Silaturahmi Perdana Pengajian Rutin IPHI Ngaglik

Ngaglik
– Sabtu (19/1/2019), IPHI Cabang Kecamatan Ngaglik mengadakan silaturahmi 2
bulanan bergilir setiap ranting desa se-Kecamatan Ngaglik yang tujuannya adalah
untuk terus para jemaah haji selalu hadir dalam kajian silaturahmi untuk
menjaga kemabruran haji di Gedung Serbaguna Desa Sinduharjo.

Ketua
IPHI Ranting Sinduharjo, H. Sudjoko selaku tuan rumah acara silaturahmi
menyampaikan selamat datang dan terima kasih kehadirannya. “Apabila ada
kekurangan dalam penyelenggaraan mohon maaf sebesar besarnya semoga pertemuan
ini mendapatkan manfaat dan barokah dari Allah SWT,” ucap Sudjoko.

Selanjutnya,
Ketua IPHI Cabang Kecamatan Ngaglik, H Supriyadi memaparkan perkembangan IPHI
Cabang Kecamatan Ngaglik bahwa setiap ranting sudah terbentuk dan mengadakan
kegiatan pengajian rutin. “Untuk tahun 2019 calon haji Kecamatan Ngaglik
berjumlah 148 orang untuk itu segera dipersiapkan memulai manasik haji untuk
periode 2019,” kata Supriyadi.

Sementara
itu, Kepala Desa Sinduharjo Sudarja menyambut baik atas kehadiran para jemaah
haji se-Kecamatan Ngaglik.

“Desa
Sinduharjo ketiban sampur dalam pengajian IPHI Cabang Ngaglik, semoga pertemuan
ini membawa keberkahan untuk para haji dan hajah se-Ngaglik,” pungkas Sudarja.

Dalam
kesempatan pengajian ini, acara kajian dipercayakan kepada Ustaz H. Jadiyo, dengan
tema menjaga haji mabrur. H. Jadiyo mengatakan dengan tema tersebut setiap haji
dan hajah diharapkan bisa menjaga kemabruran hajinya. “Caranya adalah seperti
menghadiri silaturahmi pengajian seperti sekarang ini dan selanjutnya jangan
lupa selalu berdzikir kepada Allah SWT,” pesan H. Jadiyo. (Srp)




Pemerintah Desa Sukoharjo Bagikan KIA kepada 200 Warga Lebih

Ngaglik – Jumat (18/1/2019), Pemerintah Desa Sukoharjo melakukan pembagian Kartu Identitas Anak (KIA) untuk warga Desa Sukoharjo. Kegiatan pembagian KIA ini dilaksanakan pada pukul WIB di Aula Balai Desa Sukoharjo.

Kartu Identitas Anak (KIA) adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan sebelum menikah. Dalam sambutannya Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengatakan bahwa KIA adalah sebagai penunjang kelengkapan dokumen seperti KK, Akta Kelahiran, dan KTP. Syarat untuk terbitnya KIA adalah warga masyarakat harus memiliki Akta Kelahiran dan lindungi hak anak dengan kartu KIA.

Kepala
Desa Sukoharjo ini juga mengimbau kepada masyarakat agar dapat menginformasikan
ke warga lain yang belum membuat KIA. Hal ini dikarenakan pemerintah Desa
Sukoharjo memberikan pelayanan program kolektif agar masyarakat tidak
berbondong-bondong sampai ke Disdukcapil Sleman dalam mengurus kartu tersebut
karena yang menebitkan adalah DInas Dukcapil Sleman.

KIA
yang dibagikan oleh Pemerintah Desa Sukoharjo ini merupakan pembagian pada
tahap ketiga. Pembagian KIA pada tahap ketiga ini adalah sekitar 200 lebih yang
telah diberikan oleh Pemerintah Desa Sukoharjo kepada masayarakat. Program KIA
ini mulai disosialisasikan pada bulan Februari 2018 di Kantor Desa Sukoharjo
dan sampai bulan ini telah masuk pada tahap ketiga.

Program
pelayanan Kartu Identitas Anak secara kolektif dari pemerintah Desa Sukoharjo
dapat terselenggara atas kerjasama Dinas Dukcapil Sleman. Selain dari
Disdukcapil Sleman, Pemerintah Desa Sukoharjo juga bekerja sama dengan kader di
setiap padukuhan serta dukuh se-Desa Sukoharjo.

Syarat untuk pembuatan KIA adalah fotokopi akta kelahiran dan menunjukkan Akta Kelahiran aslinya, KK asli orangtua, KTP asli kedua orangtua, dan pas foto anak berwarna 2×3 sebanyak 2 lembar untuk usia 5 tahun keatas.

Target
pemerintah Desa Sukoharjo adalah untuk warga yang berusia 0-18 tahun harus
memiliki Akta Kelahiran serta harus memiliki KIA. Setelah anak berusia 17 tahun
keatas diharapkan anak tersebut dapat segera mengurus e-KTP.

Selain
dari program Pelayanan Kartu Identitas Anak secara kolektif, pemerintah desa
juga melaksanakan program jemput bola perekaman KTP elektronik bagi pemula usia
17 tahun. “Terimakasih karena sudah mendukung setiap kegiatan yang dilaksanakan
oleh Pemerintah Desa Sukoharjo dan Alhamdulillah
pada tahap ketiga ini pembagian KIA dapat dibagikan dengan tertib,” ujar Hadi. (NUR)




CSR Bank BPD DIY Gamping Bangun Prasarana Instalasi Air Bersih Padukuhan Mancasan

Gamping
– Sabtu (19/1/2019) pukul WIB, Relawan Karbolo Community menggelar acara
tasyakuran atas terselenggaranya penyediaan sarana dan prasarana air bersih bagi
warga RT 04/RW 34 Padukuhan Mancasan, Desa Ambarketawang, Kecamatan Gamping,
Kabupaten Sleman.

Tasyakuran
dilaksanakan di halaman kediaman Ketua Karbolo Community, Suratman Abas yang
dihadiri oleh Kepala Desa Ambarketawang, Sumaryanto, Mantan Camat Gamping yang
kini menjabat sebagai Camat Depok, Abu Bakar, Kepala Bank BPD DIY Cabang
Gamping, Andrianto Agus Susilo, Kepala Padukuhan Mancasan, Slamet, Sekretaris
Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, Relawan
Rescue Banyuraden, Karbolo Community serta warga setempat.

Dalam
sambutannya, Suratman menyampaikan bahwa pembangunan bak penampung air bersih
ini terlaksana berkat bantuan Bank BPD DIY melalui program Corporate Social
Responsibility (CSR) sebesar Rp 100 juta dipadukan dengan dana swadaya
masyarakat RT 04/RW 34 Mancasan sejumlah Rp 46 juta.

Pembangunan
prasarana air bersih Sumber Asih Makarti ini telah selesai setelah hampir 7
tahun warga RT 04 Mancasan mengalami kesulitan mendapat air bersih dan kini
dapat dioperasionalkan. “Bak penampung air bersih berkapasitas 16m3 ini
dibangun mulai 4/12/2018 dan selesai pada 23/12/219,” ucap Ketua Kelompok
Pemanfaat dan Pemelihara Sarana dan Prasarana Sumber Asih Makarti ini.

Sebelumnya
setahun yang lalu Camat Gamping, Abu Bakar yang menjabat saat itu bersama Kacab
Bank BPD DIY Gamping dan Kepala Desa Ambarketawang melakukan survei daerah mana
yang sekiranya perlu mendapatkan bantuan pembangunan instalasi dan bak
penampungan air bersih. “Selama 6 tahun warga mengalami kendala untuk
mendapatkan air bersih dan dipandang padukuhan Mancasan kesulitan mendapatkan
air bersih maka ditunjuklah RT 04 sebagai penerima program CSR Bank BPD DIY,”
tutur Abu Bakar.

“Kini
dengan selesainya pembangunan instalasi air bersih ini saya berharap seluruh
warga masyarakat pengguna agar bisa melakukan perawatan atau pemeliharaan
secara mandiri serta sebaiknya tersedia mesin pompa cadangan untuk menjaga
ketersediaan air bersih bagi warga yang berjumlah 243 jiwa ini,” pesan Abu
Bakar.

Dalam
kesempatan ini juga dilaksanakan prosesi peresmian mulai beroperasinya
instalasi air bersih Sumber Asih Makarti dengan penekanan tombol oleh Suratman,
Sumaryanto, Abu Bakar dan Andrianto secara bersama-sama. Dilanjutkan pemecahan
kendhi serta pemotongan nasi tumpeng oleh Kacab BPD DIY Gamping yang diberikan
kepada Kepala Desa Ambarketawang. (Adnan Nurtjahjo)