Geliat Masyarakat Sukoharjo Menyongsong Pelaksanaan Pemilu 2019

Ngaglik
– Rintik hujan pada Kamis (17/1/2019) sekitar pukul WIB tidak menyurutkan
niat beberapa pemuda Dusun Ngebo, Sukoharjo, Ngaglik untuk datang ke Pos
Siskamling RW 22. “Setelah sebelumnya janjian di grup Whatsapp kampung, malam ini kami sengaja datang lebih awal daripada
sebelumnya,” kata Agus, salah satu pemuda Dusun Ngebo.

Pada
hari biasa, ronda kampung dimulai pukul WIB, namun malam ini petugas
ronda dan beberapa warga yang sedang tidak punya jatah bertugas serempak datang
untuk menonton Debat Capres Putaran I. Sebanyak 9 orang warga bergantian
memandangi televisi, melihat, menyimak dan mendengar para panelis membawakan
acara debat yang sedang berlangsung.

Romadhon,
warga RT 04 Ngebo bercerita tidak ada alasan politis khusus, mereka tidak
mempermasalahkan siapapun yang hadir malam ini akan memilih siapa saat
pemungutan suara nanti. “Nonton bareng-bareng, terasa lebih asyik bagi
kami,” imbuhnya.

Dita
Hendri, anggota PPK Kecamatan Ngaglik berpendapat bahwa partisipasi masyarakat
adalah salah satu tolok ukur kesuksesan pemilu selain penyelenggaraan yang
lancar dan aman. “Keluarga dan lingkungan adalah termasuk dua basis utama
untuk mensosialisasikan pentingnya partisipasi masyarakat mendukung pelaksanaan
Pemilu yang sukses, damai dan jujur,” imbuhnya.

Lebih
lanjut, Hendri berharap geliat partisipasi masyarakat untuk menyukseskan
pelaksanaan pemilu bisa bermekaran melalui kegiatan-kegiatan positif, baik
formal ataupun nonformal di seluruh penjuru tempat.

Dihubungi
terpisah keesokan harinya, Maryono, Ketua Panwascam Ngaglik mengatakan tidak
ada laporan mengenai kejadian menonjol seusai pelaksanaan Debat Capres Putaran
I.

“Saya
berharap, suasana tetap kondusif, tidak ada pelanggaran dan gesekan antar
masyarakat berapa banyak pun acara nonton bareng debat-debat selanjutnya,”
ungkapnya Jumat (18/1/2019).

Maryono
menambahkan bahwa dua hari menjelang terselenggaranya Debat Capres Putaran I,
Panwascam Ngaglik sudah mencari info dan berkoordinasi dengan Polsek Ngaglik
terkait kegiatan Nonton Bareng Debat Capres di wilayah Ngaglik.

“Tidak
ada pemberitahuan resmi yang masuk ke Polsek maupun Panwascam tentang itu,
acara nonton bareng di Kecamatan Ngaglik semalam lebih didominasi kegiatan yang
bersifat spontan, swadaya dan nonformal,” pungkasnya. (DHI)




Pembinaan dan Penyampaian SPPT PBB-P2 di Tahun 2019 oleh Pemerintah Desa Sukoharjo

Ngaglik
– Pemerintah Desa Sukoharjo mengadakan kegiatan Pembinaan dan Penyampaian SPPT
PBB-P2 Tahun 2019 pada Kamis (17/1/2019) di Balai Desa Sukoharjo. Pembinaan dan
penyampaian materi diberikan langsung oleh Safirta selaku Tim Intensifikasi PBB
Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman dan Heri Bertus Sutrisno
selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Ngaglik.

Pembinaan
dan penyampaian ini untuk mempercepat penerbitan dan penyampaian SPPT PBB-P2.
Hal ini dilakukan dalam rangka menyempurnakan mekanisme pelayanan publik
sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan PBB-P2 tahun 2019.

Dalam
sambutannya, Hadi Subronto, Kepala Desa Sukoharjo mengimbau masyarakat Desa
Sukoharjo agar dapat wajib atau tertib pajak. Di sisi lain juga, Kepala Desa
mengimbau setiap padukuhan di Desa Sukoharjo agar dapat melunasi pajak sehingga
dapat mencapai target lunas pajak di tahun 2019.

Sementara
itu, Heri Bertus Sutrisno, Kasi Pemerintahan Kecamatan Ngaglik berpendapat bahwadi
awal tahun ini setiap padukuhan dapat lunas SPPT nya dan dapat sesuai target
dengan kesepakatan bersama.

Dengan
mengapresiasi masyarakat yang taat pajak membayarkan dengan tepat waktu,
menjadikan masyarakat dapat sadar dan peduli karena dengan membayar pajak hal
ini akan sangat berarti bagi pembangunan di Kabupaten Sleman karena pajak yang
dibayarkan dari masyarakat itu sendiri adalah akan kembali lagi kepada
masayarakat pula. 

Di
kesempatan tersebut, Safirta, Tim Intensifikasi PBB BKAD Kabupaten Sleman juga
mengharapkan bahwa SPPT PBB masyarakat pada tanggal 31 Januari 2019 sudah
selesai diterima wajib pajak.  Safirta
menjelaskan bahwa kesadaran masyarakat untuk membayar pajak di tahun 2018
semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Pemerintah
Kabupaten Sleman juga akan memberikan reward kepada aparatur desa yang dengan
cepat dapat mengurus pajak PBB P2 di tahun 2019 ini. Hal ini merupakan bentuk
apresiasi terhadap aparatur desa yang berprestasi dalam hal lunas PBB P2 tahun
2019 baik desa ataupun padukuhan. (Nur)




Dukuh Harus Netral

Kalasan
– Rabu (16/1/2019) pukul WIB, Paguyuban Dukuh Se-Sleman yang tergabung
dalam Paguyuban Cokro Pamungkas menyelenggarakan rapat rutin bulanan di Balai
Desa Sumberharjo, Prambanan, Sleman.

Rapat
rutin ini dihadiri oleh kurang lebih sekitar 500 Ketua Dukuh di Kabupaten Sleman.
Bersama Itu hadir juga Kepala Desa Sumberharjo Lekta Manuri, yang sekaligus
menjadi Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kabupaten Sleman yang
tergabung dalam Paguyuban Suryo Ndadari. Hadir juga Camat Prambanan, Koramil
Prambanan, Kapolsek Prambanan, dan perwakilan dari BKAD Sleman.

Acara
dibuka oleh Sukiman, dalam sambutannya Ketua Dukuh se-Kabupaten Sleman ini
berharap dalam waktu dekat ini pelaksanaan Pemilu, Ketua Dukuh harus bersifat netral,
tidak ikut kampanye, dan tidak memakai atribut kampanye.

Pada
kesempatan ini juga disampaikan 2 pokok materi. Pertama diisi oleh Kusmiati dari
BKAD Kabupaten Sleman terkait dengan reward bagi dukuh yang lunas PBB tahun
2018.

Materi
kedua diisi oleh Ketua Paguyuban Suryo Ndadari, Lekta Manuri, menyampaikan
beberapa hal agenda aktivitas persatuan perangkat desa Indonesia terkait dengan
kesejahteraan perangkat desa termasuk isu hangat kenaikan siltam setara ASN golongan
IIa.

Rapat
rutin ini di mendapat kesimpulan beberapa poin penting, terkait dengan
kemandirian organisasi Cokro Pamungkas, memaksimalkan koordinator kecamatan, serta
tetap megusulkan kenaikan penghasilan tambahan setara ASN Golongan IIa. (Damar
Aji)




BKAD Sleman Sampaikan Lebih Awal SPPT PBB P2 di Desa Sariharjo

Ngaglik
– Mengingat pada tahun 2019 banyak mementum penting kenegaraan antara lain
pemilu yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 serta mementum keagamaan
Hari Raya Idul Fitri 1440/H maka BAKD Kabupaten Sleman mengambil langkah lebih
awal dalam menyampaikan SPPT PBB P2 di Desa Sariharjo

demikian
disampaikan oleh Ita dari BKAD Kabupaten Sleman, Selasa (15/1/2019). 

Sementara
itu Pihak Kecamatan Ngaglik yang menyaksikan penyerahan SPPT PBB P2, Heribertus
Sutrisno, menyampaikan terima kasih sebab Desa Sariharjo Kecamatan Ngaglik dijadikan
sebagai tempat untuk penyerahan dokumen SPPT PBB P2 secara simbolis. 

Heribertus
mengharapkan agar SPPT PBB P2 tersebut segera disampaikan kepada masyarakat agar
dapat mempercepat pemasukan dari PBB tersebut.

Penyerahan
SPPT PBB P2 ini dihadiri oleh Kepala Desa Sariharjo, Sekretaris Desa, Kaur
Keuangan, Kasi Kesejahteraan, dan 16 kepala dukuh se-Desa Sariharjo, serta
undangan lainnya.

Kepala
Desa Sariharjo, H Sarbini menyampaikan bahwa SPPT PBB P2 ini penting sekali dan
sangat strategis jika disampaikan lebih awal seperti yang dilaksanakan sekarang
ini.  Hal ini dikarenakan masalah waktu
yang sangat terbatas dan banyak mementum penting untuk tahun 2019 ini.  “Harapannya seterimanya SPPT PBB P2 ini, seluruh
jajaran perangkat akan segera kita gerakan untuk membagikan kepada masyarakat
yang mempunyai kewajiban untuk membayar PBB, supaya secepatnya membayar PBB dan
tepat waktu untuk dilunasi atas kewajibannya,” katanya.

Dengan
tepatnya pembayaran PBB dikatakan Sarbini maka pembangunan desa dapat
berkelanjutan dan berjalan dengan baik. (sbn)




Optimalkan Pengawasan, Bawaslu DIY Lantik Panwasdes Sardonoharjo (PAW)

Ngaglik
– Senin (14/1/2019), bertempat di Aula Kecamatan Ngaglik, dalam suasana yang
khidmat berlangsung upacara pelantikan Dian Purwaningsih sebagai Panwas Desa
Sardonoharjo menggantikan Salman Fanani yang mengundurkan diri karena
melanjutkan studi di provinsi lain.

Abdul
Karim Mustofa, Ketua Bawaslu Sleman, selain mengucapkan selamat juga
mengingatkan tantangan yang akan dihadapi 95 hari ke depan menuju pemungutan
suara tanggal 17 April 2019. “Harapannya Pemilu dapat berlangsung damai
dan sesuai aturan. Terlebih desa Sardonoharjo dideklarasikan sebagai salah satu
desa Anti Politik Uang (APU),” tandasnya.

Lebih
lanjut, Abdul berharap pengawas pemilu desa yang baru dapat segera beradaptasi,
memperbanyak diskusi dengan Panwascam, dan langsung bekerja sesuai dengan
ketugasannya.

Pada
kesempatan berikutnya, Agus Muhammad Yassin, Komisioner Bawaslu DIY
mengingatkan bahwa sumpah pelantikan yang telah diucapkan adalah juga janji
antara manusia dengan Tuhan. Untuk itu, kepada siapapun yang telah mengucap
sumpah janji untuk bekerja semaksimal mungkin sesuai apa yang telah diucapkannya.

“Panwasdes
adalah ujung tombak pengawasan. Selanjutnya, saya berharap Panwascam dan teman-
teman lain tidak segan membantu Panwasdes yang baru dilantik agar lebih cepat
beradaptasi, mengenali wilayah, kemudian melakukan pemetaan sehingga bisa
bekerja sesuai skala prioritas, efektif, cepat, data outputnya akurat, dan
terpola,” ucapnya.

Menurut
Agus, yang tak kalah penting adalah pendokumentasian hasil kerja pengawasan
dalam bentuk tulisan agar lebih mudah melakukan evaluasi dan menentukan langkah
selanjutnya.

Ditemui
seusai acara, Desi Yundarti, Anggota Panwascam Ngaglik menerangkan bahwa dengan
dilantiknya PAW (Pengganti Antar Waktu) Panwasdes hari ini, seluruh formasi
pengawas di tingkat desa telah lengkap terisi.

“Sinergi
dan konsolidasi di tingkat kecamatan akan segera kami lakukan, agar pengawasan
pelaksanaan pemilu menjadi lebih optimal. Tidak hanya menyangkut penindakan,
tapi lebih penting lagi menegakkan upaya-upaya preventif guna meminimalisir potensi
pelanggaran dan sengketa,” pungkasnya. (DHI)