JaDI DIY Gelar Diskusi Tingkatkan Kinerja Penyelenggara dan Kembangkan Kepercayaan Publik Pada Pemilu 2019

Gamping – Selasa (15/1/2019) Pukul WIB, Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Talkshow Media bekerjasama dengan Network for Democracy and Electoral Integrity (NETGRIT) di Silol Kopi and Eatery, Kotabaru, Yogyakarta.

Giat kali ini mengangkat tema Mengembangkan Kepercayaan Publik dalam Pemilu 2019, yang menghadirkan empat narasumber yakni Presidium JaDI DIY, Guno Tri Tjahjoko, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Moh. Zaenuri Ikhsan, Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol Universitas Gadjah Mada dan Peneliti Poltracking, Arya Budi dan Komisioner Bawaslu DIY, Sutrisnowati.

Talkshow yang dipandu oleh Pegiat JaDI DIY, Sri Surani dihadiri oleh Ketua Bawaslu Sleman, Abdul Karim Mustofa, Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, serta pegiat demokrasi.

Dalam sambutannya Ketua Presidium JaDI DIY, Muhammad Najib menyampaikan bahwa akhir-akhir ini kepercayaan publik terhadap penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu-red) mengalami tren penurunan, dari sekitar 80 persen, kini menurun menjadi 69 persen kepercayaannya terhadap KPU dan 68 persen kepercayaannya terhadap Bawaslu. Realitas ini tentu menjadikan keprihatinan bersama, mengingat kepercayaan publik terhadap penyelenggara pemilu akan berpengaruh terhadap penerimaan hasil pemilu, baik oleh masyarakat maupun peserta pemilu.

“Berangkat dari keprihatinan ini JaDI DIY menggelar talkshow media bertajuk Mengembangkan Kepercayaan Publik dalam Pemilu 2019, pada 15 Januari 2019 bertempat di Silol Cofee and Eatry,” tutur M. Najib.

Dalam paparannya Zaenuri Ikhsan mengatakan trust penyelenggara pemilu sebenarnya sudah dibangun sejak awal, bahkan sejak lahirnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang melarang anggota KPU maupun Bawaslu di semua tingkatan menjadi anggota ormas. Selain itu pihaknya juga telah berupaya melaksanakan tahapan pemilu sesuai amanat regulasi.

Sementara Guno Tri Tjahjoko menilai pemilu yang merupakan sarana kedaulatan rakyat adalah hajatnya rakyat Indonesia. KPU dan Bawaslu sekedar semacam event organizer sehingga dalam mengambil keputusan selain harus berpedoman pada undang-undang yang berlaku juga perlu melibatkan rakyat banyak.

Pandangan lain disampaikan Arya Budi, bahwa apa yang dilakukan penyelenggara pemilu dengan sering melibatkan peserta pemilu, misal dalam persiapan debat publik, justru untuk menepis isu negatif yang dihembuskan pihak tertentu.

“Dengan mengkomunikasikan sejumlah tahapan pemilu pada peserta, diharapkan tidak ada lagi opini publik yang negatif terhadap penyelenggara,” tegasnya.

Peserta diskusi umumnya sepakat agar penyelenggara pemilu meningkatkan kinerjanya dalam rangka menepis isu negatif sekaligus mengembangkan kepercayaan publik terhadap pemilu 2019. Di samping itu, meski ada teori bahwa di negara yang relatif mapan demokrasinya maka konsentrasi penyelenggaraa pemilu hanya berkutat pada ranah administratif tapi karena pemilu adalah hajatan perebutan kekuasan, tetap diperlukan pemantauan terhadap kinerja penyelenggara pemilu. Dalam konteks ini, JaDI akan terus melakukan kerja-kerja pemantauan di setiap tahapan pemilu. Agar penyelenggara dan penyelenggaraan pemilu dapat berjalan di jalur yang benar, mandiri, profesional, dan berintegritas. (Adnan Nurtjahjo)




Masa Depan GSC dan Budaya Literasi Masyarakat

Ngaglik
– Hadi Subronto, selaku Kepala Pemerintahan dan Penanggungjawab Perpustakaan Generasi
Sukoharjo Cerdas menegaskan bahwa keberadaan perpustakaan selama 5 tahun
terakhir telah menjadi tonggak penting bagi budaya literasi di Sukoharjo, peran
strategis yang layak dipertahankan dan terus dikembangkan demi kemajuan warga
masyarakat.

“Harapan
saya pribadi, sampai kapanpun, perpustakaan ini tetap menjadi oase di tengah
semakin menurun nya minat baca,” terangnya ketika ditemui di Balai Desa
Sukoharjo, Sabtu (12/1/2019).

Adib
Makmun, Kepala Perpustakaan pun melihat dalam dasawarsa terakhir budaya baca
tulis mengalami pergeseran dari konvensional menuju media digital.

Kemajuan
teknologi saat ini, membuka peluang sekaligus menyediakan tantangan baru bagi GSC
untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang ada.

“Selain
mempertahankan program yang telah berjalan dengan baik, pelan- pelan kami juga
melakukan upaya digitalisasi perpustakaan dengan membangun katalog buku online,
membangun website desa dan memperbanyak buku pengetahuan digital,” ujar Adib.

Dituturkan
Adib, program wisata pustaka bagi usia PAUD dan SD tetap dipertahankan dengan
menu utama pengetahuan membaca, menulis cerita, melukis, mendengarkan dongeng. “Tambahan
variasi yang kami rencanakan adalah mencoba beberapa permainan tradisional,
outbond dan pemutaran film,” tambahnya.

Selain
itu, Adib juga akan mengembangkan program goolbook menjadi mobil perpustakaan
keliling, yang tidak hanya akan berisi buku- buku cetak namun juga dilengkapi
dengan sarana audio visual. Selain menyasar pelajar di sekolah-sekolah, mobil
juga akan berkeliling ketika ada kegiatan posyandu, atau ketika acara lain di
kampung- kampung sedang berlangsung.

“Kami
sadar, dana operasional besar bukan satu-satunya tantangan berat, diperlukan
juga SDM handal yang mengerti seluk beluk dunia literasi sehingga selain
berupaya melakukan penggalangan dana, kami juga berusaha mengembangkan
kemampuan petugas dengan mengirim mereka ke seminar, pelatihan, studi banding,
dan melibatkan mereka dalam forum- forum grup diskusi,” tambah Adib.

Pada akhirnya Adib berharap perpustakaan ini tidak hanya menghasilkan pengunjung dan pengelola temporer tapi juga memberikan kontribusi terhadap lahirnya pendongeng, penulis buku, pembuat film animasi, pelaku dan pemerhati budaya, serta ilmuwan lain di bidangnya masing- masing. (DHI)




Partisipasi Masyarakat Lewat Donasi Buku untuk Perpustakaan

Ngaglik
– Ditemui di Kantor Sekretaris Desa pada Jumat (11/1/2019), Yuliani, salah satu
inisiator berdirinya perpustakaan bercerita.

 “3 tahun setelah dirintis, sebagai buah
dari kerja keras dan support berbagai
pihak, dengan dimotori oleh Ari (Karang Taruna) dan Hadi Subronto (Kades), Perpustakaan
Generasi Sukoharjo Cerdas berhasil memenangi beberapa penghargaan dan kejuaraan,”
terangnya.

Di
tingkat Kabupaten Sleman, pada bulan April 2017, Perpustakaan Generasi
Sukoharjo Cerdas keluar sebagai juara I perpustakaan desa terbaik, pada Agustus
2017 juga meraih juara I tingkat provinsi DIY, dan puncaknya, pada September
2017 berhasil menyabet juara II lomba perpustakaan kategori umum tingkat nasional.

“Jalan
untuk mengelola keberlangsungan perpustakaan cukup berliku dan terjal bagi
kami, salah satu kendala terbesar adalah regenerasi buku-buku baru yang lebih
fresh, variatif dan sesuai perkembangan zaman,” cerita Yuli.

Beruntung,
menurut Yuli, Sukoharjo mempunyai masyarakat yang sadar akan pentingnya
perpustakaan dan kemudian ikut berperan aktif mendonasikan buku-buku mereka. “Selain
pribadi, kami beberapa kali juga menerima donasi buku dari lembaga dan Yayasan,”
tambahnya.

Namun,
mengingat keterbatasan tempat, dengan berat hati pengurus perpustkaan pun perlu
melakukan seleksi atas donasi buku yang masuk. “Tidak semua langsung kita
pajang dan tawarkan ke pengunjung. Biasanya tim menyortir buku-buku tersebut
berdasar unsur kebaruan dan kontennya apakah relevan dengan kebutuhan
pengunjung yang saat ini didominasi ibu rumah tangga, siswa PAUD hingga SMU dan
juga guru,” jelasnya.

Suthup
Wigati, Bunda di KB Cahaya Mulia Klidon yang merupakan salah satu pengunjung
rutin mempunyai kesan yang baik mengenai perpustakaan desa ini, “Prosedur
pinjamnya tidak ribet, petugasnya baik, tempatnya juga representatif untuk
membaca di tempat. Sewaktu kami mengajak anak didik ke sana pun, mereka juga
tampak antusias mendengar cerita dongeng yang dibawakan kak Emi dan kak Rosa
selaku pendamping perpustakaan,” ujar Wigati.

Wigati
berharap semoga perpustakaan ini bisa terus eksis, berkembang, membantu menyediakan
buku-buku pengetahuan yang berguna bagi masyarakat. (DHI)




PPK Gamping Lakukan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Dongkrak Partisipasi dan Kualitas Pemilih

Gamping – Senin (14/1/2019) pukul WIB, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping, adnan Iman Nurtjahjo melakukan giat sosialisasi pendidikan pemilih tentang penyelenggaraan pemilu serentak 2019 di hadapan forum warga masyarakat Rt 01 Rw 26 Dusun Keditan, Padukuhan Salakan, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.

Sosialisasi yang bertempat di rumah Purwantono ini dihadiri oleh Ketua Rukun Warga Salakan, Sukirdi dan Ketua Rukun Tetangga Keditan, Ari Pambudi serta 55 orang Kepala Keluarga.

Dalam kesempatan ini, Adnan menyampaikan tentang mekanisme pindah memilih, cara pengecekan daftar pemilih tetap (DPT), penjelasan daftar pemilih tambahan (DPTb), pengertian daftar pemilih khusus (DPK), informasi perekrutan relawan demokrasi serta penjaringan anggota Kelompok penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

“Pengecekan nama pemilih di DPT bisa dilakukan melalui aplikasi android “KPU RI PEMILU 2019” yang diunduh lewat playstore. Apabila warga masyarakat sudah menginstal aplikasi tersebut, bisa mengakses menu yang tersedia antara lain, cek pemilih, cek calon, serta informasi pemilu lainnya,” sebut Mantan Komisioner Panwaslu Kecamatan ini.

Adapun yang dimaksud DPTb adalah pemilih yang telah terdaftar dalam DPT di suatu Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang karena keadaan tertentu tidak dapat memilih di TPS bersangkutan, dan memberikan suara (numpang memilih) di TPS lain.

Sedangkan yang tergolong dalam DPK adalah pemilih yang memiliki identitas kependudukan (KTP-el/suket-red) tetapi belum terdaftar dalam DPT dan DPTb. “Untuk itu pemilih tersebut harus mendaftar pada Panitia Pemungutan Suara (PPS) sesuai dengan alamat yang tertera di KTP dengan menunjukkan KTP-el atau suket (tidak bisa mendaftar di TPS lain),” tambah Adnan.

Selanjutnya Komisioner PPK berlatar belakang pendidikan perikanan ini mengakhiri sosialisasinya dengan menginformasikan tentang rekrutmen relawan demokrasi. Didalam Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, menegaskan bahwa pemilu diselenggarakan dengan partisipasi masyarakat. Poin ini menunjukkan partisipasi masyarakat menjadi salah satu indikator penting penyelenggaraan pemilu.

“Tanpa partisipasi atau keterlibatan pemilih, maka sesungguhnya pemilu tidak memiliki makna. Ukuran partisipasi tentu bukan sekadar kehadiran pemilih dalam memberikan suara di TPS pada hari pemungutan suara, namun keterlibatan pemilih pada keseluruhan tahapan pemilu. Dengan adanya program relawan demokrasi ini dapat meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih dalam menggunakan hak pilihnya serta menjadi pelopor demokrasi bagi komunitasnya,” terang pria yang tinggal di Trihanggo ini. (Adnan Nurtjahjo)




Jajaran PPK Gamping Lakukan Audiensi Dengan Camat, Siap Laksanakan Pemilu Serentak 2019

Gamping – Senin (14/1/2019) pukul Wib, Pasca dilantiknya dua orang anggota baru jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kecamatan Gamping. Rombongan yang dipimpin oleh Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo diterima oleh Camat Gamping yang juga baru saja dilantik, Arif Marwoto di ruang kerjanya. Turut serta dalam audiensi empat angota PPK Gamping, M. Mualif, Lena Lailasari Girsang, Layung Pertiwi, dan Antonia Kusumastuti.

Dalam perbincangan dengan orang nomor satu di Kecamatan Gamping ini, Adnan menyampaikan beberapa hal berkaitan dengan kegiatan PPK yang sudah dilaksanakan dan persiapan pelaksanaan kegiatan yang dilakukan PPK dalam rangka menyongsong pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. Kegiatan tersebut, antara lain penyusunan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dan Daftar Pemilih Khusus (DPK), serta pengaktifan jadwal piket PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk melayani pemohon formulir A5 untuk pindah mencoblos.

“Di samping itu, PPK dan PPS yang berada di wilayah kecamatan gamping diwajibkan untuk melaksanakan sosialisasi tentang kepemiluan kepada forum masyarakat, kemudian buat laporannya serta segera kirim ke PPK,” tutur Adnan.

Dalam sambutannya, Arif Marwoto menyampaikan bahwa pihaknya siap memfasilitasi segala kebutuhan dan keperluan anggota PPK dalam melaksanakan kegiatan tahapan Pemilu serentak tahun 2019. Mantan Camat Berbah ini berharap kerjasama dan kordinasi yang baik dengan seluruh anggota PPK Gamping, agar pelaksanaan Pemilu serentak 2019 dapat berjalan dengan baik.

“Kami dari Pemerintah Kecamatan Gamping tentunya siap mendukung dan memfasilitasi segala keperluan anggota PPK dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam Pemilu serentak 2019. Seperti pengadaan kantor Sekretariat PPK, petugas kesekretariatan PPK dan fasilitas lain guna kelancaran pemungutan suara dan rekapitulasi hasil pemungutan suara di lima desa,” ungkap Camat asli Seyegan ini.

Pada kesempatan ini, Arif mengapresiasi kehadiran Ketua dan anggota PPK serta berharap dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta dapat menjalankan amanah dalam melakukan pekerjaan sebagai anggota PPK dalam menyelenggarakan Pemilu serentak 2019 mendatang di wilayah Kecamatan Gamping.

“Mari kita bekerjasama dan saling koordinasi guna mensukseskan Pemilu serentak 2019 di Kecamatan Gamping. Kami berharap, anggota PPK Kecamatan Gamping bisa menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku serta penyelenggaraan Pemilu 2019 berjalan sukses dan lancar tanpa halangan apapun,” ucap Camat yang ramah ini. (Adnan Nurtjahjo)