Tumbuhkan Minat Baca dan Menulis, Perpustakaan GSC Desa Sukoharjo Berikan Donasi Buku di SDN Sukosari

Ngaglik – Guna menumbuhkan minat membaca dan menulis pada siswa sekolah dasar, Perpustakaan Generasi Sukoharjo Cerdas (Perpus GSC) Desa Sukoharjo memberikan donasi buku cerita ke SDN Sukosari, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.

Pembagian donasi buku cerita untuk bacaan siswa SD ini bekerjasama dengan Perpustakaan GSC Sukoharjo dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Mata Aksara Jogja. Kegiatan pembagian buku ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca dan menulis siswa di tingkat sekolah dasar dan upaya untuk mengajak anak-anak tingkat Sekolah Dasar gemar membaca sejak dini. Di tingkat dasar ini para siswa diharapkan dapat terbiasa dengan membaca dan menulis, sehingga dapat memperluas pengetahuan siswa dan imajinasi siswa di kehidupan sehari-hari.

“Sekolah diharapakan dapat mendukung para siswa agar dapat lebih giat dalam kegiatan menulis sehingga siswa dapat lebih bersemangat dalam belajarnya,” ujar Kepala Desa Sukoharjo Hadi Subronto selaku penanggungjawab jawab Perpustakaan Desa Sukoharjo dalam sambutannya di Sekolah Dasar Negeri Sukosari, Sukoharjo Ngaglik, Sabtu (16/02/2019).

Kegiatan setelah donasi buku adalah pembacaan buku cerita anak-anak oleh Eni Puspitasari dan Rosalia Haryati dari pengelola Perpus GSC yang kemudian dilanjutkan membimbing siswa untuk dapat menulis tentang permainan tradisional yang telah dimainkan di rumah maupun di sekolah.

Pengalaman ini kemudian ditulis di selembar kertas. Maksud dari siswa menulis tersebut adalah siswa dapat berpikir secara mandiri tentang hal yang telah dilakukan atau dimainkan yang kemudian dapat ditulis. Dengan siswa mengingat hal-hal yang telah dimainkan ataupun yang telah dilakukan menjadikan siswa dapat belajar bagaimana mengungkapkan pikiran pada selembar kertas kosong. Pada saat menulis, imajinasi siswa akan terbentuk dan siswa dapat terlatih dalam menulis.

Dalam sambutannya Kepala Sekolah SDN Sukosari Hariyana memberikan ucapan terimakasih kepada Perpustakaan GSC Sukoharjo atas dukungan dalam bidang pendidikan melalui bantuan donasi buku serta melalui penulisan bagi siswa sehingga anak-anak mendapatkan suatu bekal menulis.

Selain di SDN Sukosari, Perpustakaan GSC Sukoharjo bekerjasama dengan TBM Mata Aksara juga akan melakukan penyaluran donasi buku di kesempatan berikutnya pada setiap SD yang ada di Desa Sukoharjo. Pengelola berharap gerakan membaca buku dan menulis ini yang telah dilaksanakan dapat berkontribusi menumbuhkan minat baca sejak dini, terutama pada generasi penerus bangsa ini yang kelak akan menjadi garda terdepan dalam membangun negeri Indonesia di masa depan yang akan datang.

Program Donasi Buku yang dilakukan oleh Perpustakaan GSC Sukoharjo di SDN Sukosari pada mulanya adalah program nasional bernama Provisi Education. Provisi Education adalah suatu program peningkatan mutu pendidikan yang ada di Indonesia yang kemudian memberikan kepercayaan kepada TBM Mata Aksara Jogja yang kemudian bekerjasama dengan mitra Perpustakaan GSC Sukoharjo.

Untuk memastikan tindak lanjut pemanfaatan bantuan buku bagi siswa, dibentuk grup whatshapp Kepala Sekolah SD se-Desa Sukoharjo yang berisikan nomor kontak kepala sekolah dan pengelola perpustakaan Desa Sukoharjo. Adanya grup ini, sebagai sarana memudahkan berbagi informasi dan komunikasi dalam pemanfaatan bantuan buku-buku tersebut.

Dengan adanya inisiatif yang dilakukan Perpustakaan GSC Sukoharjo, para siswa dapat menerima buku yang telah diterima sehingga dapat merefleksikan dan praktek menulis yang akan berdampak positif dalam mengasah kemampuan menulis siswa. Antusiasme siswa terhadap program donasi buku dan pendampingan penulisan, tercermin dari kesan pesan siwa setelah mengikuti kegiatan. (KIM Desa Sukoharjo/Nur)




Perencanaan BUMDes Harus Sistematis

Ngaglik – Dr Aris Slamet Widodo,SP, MSc dari Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mengarahkan pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk membuat perencanaan BUMDes secara sistematis. Di Desa Donoharjo ini diawali dengan membuat peta potensi Tanah Kas Desa, serta UMKM, dilanjutkan pendataan potensi desa dan Embung Jetis Suruh.

Menurut Aris, pengembangan embung merupakan perencanaan jangka panjang. “Untuk menutup biaya operasional, BUMDes membutuhkan usaha riil yang bersifat jangka pendek seperti usaha perdagangan,” jelas Aris di Desa Donoharjo, Jumat (15/2/2019).

Dilanjutkan dengan analisa potensi embung dilihat dari segi dana, secara kelayakan usaha diketahui bahwa usaha kuliner dan wisata malam memiliki skor yang paling tinggi, diikuti wisata air dan camping camp.
“Hasil analisa ini bukan harga mati sebagai program yang harus dilaksanakan, tapi bisa sebagai gambaran dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan,”jelasnya.

BUMDes “Sri Taman Rejeki” Desa Donoharjo melakukan diskusi sekaligus rapat kerja dengan mengundang narasumber dari dunia akademis.
Diskusi yang dilaksanakan dengan metode focus group discussion tersebut mendorong para peserta yang terlibat mulai dari pemerintah Desa Donoharjo maupun para pengelola BUMDes untuk berperan aktif dalam setiap tahapan diskusi.(KIM Ngaglik/End)