PIK R Fajar Melati Pelajari Program PIK R Lentera Merapi

Cangkringan
– Rabu (20/2/2019), Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau yang sering
disebut PIK R Lentera Merapi bertempat di Kompleks Lama Kecamatan Cangkringan, mendapat
kunjungan dari PIK R Fajar Melati Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Kegiatan
ini dilaksanakan dengan tujuan peningkatan pengetahuan khususnya di bidang konseling
remaja dan informasi program-program yang ada di lingkup PIK R, misalnya life skill (keterampilan), public speaking, motivasi, PS (Pendidik
Sebaya), KS (Konselor Sebaya), serta regenerasi atau perekrutan di lingkup
masyarakat.

Ketua
PIK R Fajar Melati, Ihda Nur Ihsani, mengatakan PIK R Lentera Merapi menjadi sasaran
kunjungan karena forum ini merupakan salah satu forum yang memiliki sejarah dan
aktivitas baik tingkat daerah maupun nasional sehingga dapat menjadi contoh
untuk mengembangkan PIK R Fajar Melati di Ponorogo. (Sumarno)




Kemendag Revitalisasi Pasar Rakyat untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jakarta – Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan dengan
melakukan program revitalisasi pasar rakyat. Program ini merupakan salah satu dari tiga mandat Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Perdagangan. Adapun target revitalisasi selama periode 20152019 yaitu sebanyak pasar rakyat. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti saat memberikan keterangan pers pada hari ini, Rabu (20/2/2019) di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

“Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan revitalisasi, eksistensi pasar rakyat akan tetap kuat dan daya saingnya terhadap toko-toko modern dapat meningkat sehingga dapat memajukan ekonomi kerakyatan,” jelas Tjahya.

Menurut Tjahya, hingga tahun 2018, Pemerintah telah membangun/merevitalisasi pasar rakyat sebanyak unit yang dianggarkan melalui dana alokasi khusus dan tugas pembantuan. Untuk memenuhi target, tahun ini direncanakan revitalisasi/pembangunan pasar rakyat sebanyak unit.

Tjahya menyampaikan, konsep pembangunan/revitalisasi pasar rakyat tidak hanya sekedar pembenahan bangunan fisik, tetapi juga nonfisik yang terkait dengan pengelolaan pasar dan integrasi dengan sektor-sektor lain. “Pembenahan secara fisik tentunya dapat meningkatkan citra dan kesan buruk terhadap pasar rakyat yang semula kumuh, becek, dan kotor menjadi bersih dan nyaman untuk dikunjungi, tetapi juga harus didukung dengan revitalisasi nonfisik yang meliputi revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi, dan revitalisasi sosial,” tandas Tjahya.

Revitalisasi manajemen yaitu pembenahan yang mencakup tata cara penempatan pedagang, pembiayaan/permodalan, dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pasar. Revitalisasi ekonomi yaitu pembenahan untuk meningkatkan pendapatan pedagang dan mengakomodasi kegiatan ekonomi formal dan informal di pasar rakayat. Sedangkan revitalisasi sosial budaya yaitu pembenahan dengan menciptakan lingkungan pasar yang menarik, berdampak positif, dan dapat meningkatkan dinamikan dan kehidupan sosial masyarakat/warga.

Untuk memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian suatu daerah, Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain itu, lanjut Tjahya, pasar rakyat saat ini sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menjadi rujukan bagi pengelola pasar dalam mengelola dan memberdayakan komunitas pasar secara optimal dan profesional.

“SNI pasar rakyat diharapkan dapat menjadi rujukan agar pasar rakyat dapat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal,” ungkap Tjahya.

Menurut Tjahya, Kemendag juga mempunyai program pemberdayaan pasar rakyat. Program-program yang dijalankan meliputi pemberian pelatihan pengelola pasar rakyat, focus group discussion (FGD) seputar SNI pasar rakyat dan SOP pengelolaan pasar rakyat, penyediaan sekolah pasar untuk para pedagang, aktivasi pasar rakyat, pendampingan dan sertifikasi SNI pasar rakyat, serta pemberian penghargaan kepada pengelola pasar rakyat yang berprestasi.

Peningkatan Omzet dan Digitalisasi Pasar Rakyat
Salah satu indikator keberhasilan program revitalisasi pasar rakyat adalah peningkatan omzet pasar. Berdasarkan hasil pantauan, omzet dari pasar yang telah direvitalisasi naik sebesar 20 persen. “Kenaikan omzet mengindikasikan adanya peningkatan pengunjung di pasar tersebut. Hal ini karena pasar rakyat yang sudah direvitalisasi memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung untuk berbelanja di pasar tersebut,” ungkap Tjahya.
Tjahya menyampaikan, untuk mempermudah pemantauan omzet pasar rakyat, maka Kemendag mendukung pengembangan aplikasi daring yang memanfaatkan teknologi digital, yaitu E-Retribusi dan E-Payment. “Pengembangan aplikasi daring ini merupakan transformasi digital pasar rakyat. Dengan melakukan pemantauan omzet secara daring diharapkan dapat membuat sistem kerja pasar rakyat menjadi lebih mudah, tepat, dan efisien,” pungkas Tjahya.

Penganugerahan Pasar Rakyat Award
Untuk memberikan apresiasi kepada pasar rakyat dan pengelola pasar rakyat, Kementerian Perdagangan akan menggelar penganugerahan Pasar Rakyat Award. Pemberian penghargaan dijadwalkan berlangsung pada kegiatan peresmian pasar rakyat yang rencananya dibuka Presiden RI Joko Widodo di International Convention and Exhibition, Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, pada bulan Maret 2019.

“Pasar Rakyat Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengelola pasar yang telah mengelola dan mengembangkan pasar rakyat dengan baik serta menyediakan barang kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau,” jelas Tjahya.

Menurut Tjahya, pemberian penghargaan ini bertujuan menumbuhkan kemandirian pasar rakyat untuk melakukan penataan dan pengelolaan pasar secara aktif dan meningkatkan motivasi pengelola, pedagang, dan instansi pembina untuk melakukan berbagai usaha dalam rangka mewujudkan pasar yang aman, bersih, nyaman, dan berkeadilan. Selain itu, juga meningkatkan peran serta segenap pelaku pasar untuk saling bersinergi mempertahankan eksistensi pasar rakyat dan meningkatkan daya saing pasar rakyat agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian di daerah sekitarnya.

Adapun kategori Pasar Rakyat Award dibagi menjadi tiga, yaitu Pasar Revitalisasi Terbaik, Pasar Ramah Lingkungan, serta Pasar Ramah Difabel. Dari masing-masing kategori, akan dipilih tiga pasar untuk mendapatkan penghargaan. Sementara itu, bagi para pengelola pasar juga akan diberikan penghargaan untuk satu kategori, yaitu Pengelola Pasar Rakyat Terbaik.

Selain peresmian pasar dan pemberian penghargaan, akan dilakukan juga pemberian sertifikat kepada lima pasar yang telah mendapatkan SNI pasar rakyat 8152:2015 tahun 2018.

“Dengan pengelolaan pasar rakyat yang semakin baik, maka pasar rakyat akan semakin kompetitif dan menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,” pungkas Tjahya. (Siaran Pers Kementerian Perdagangan RI).




SAR dan Destana Penyampai Informasi Kebencanaan yang Tepat dan Akurat

Turi
– Pemerintah Kecamatan Turi bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sleman melakukan
kegiatan gladi lapangan dan juga pemberdayaan relawan bencana bertempat di Ruang
Rapat Kecamatan Turi, Rabu (20/2/19) mulai pukul WIB hingga selesai.

Kegiatan
diikuti oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari anggota SAR Kecamatan Turi dan
anggota Destana (Desa Tanggap Bencana) se-Kecamatan Turi di mana setiap desa
diwakili oleh 10 orang.

Hadir
juga dalam acara tersebut Sekcam Turi, Suwadi, Camat Turi, Abdul Haris Sunarya,
dan narasumber dari SAR DIY, Agus Riyanto.

Dalam
sambutannya Camat Turi mengatakan kegiatan ini untuk mempersiapkan kemungkinan
yang bisa terjadi mengingat Kecamatan Turi merupakan termasuk KRB (Kawasan Rawan
Bencana) erupsi Gunung Merapi sehingga sangat dibutuhkan kesiapsiagaan para
relawan jika terjadi erupsi. Pun, relawan dapat tahu apa yang harus dilakukan
sehingga semua masyarakat bisa terkondisikan dengan baik.

Abdul
Haris juga mengucapkan terima kasih kepada semua relawan bencana yang selalu
siaga setiap saat sehingga bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sementara
itu, narasumber SAR DIY, Agus, menyampaikan bahwa relawan bencana harus selalu
siaga menghadapi gejolak Gunung Merapi saat ini.

“Diharapkan
anggota Destana harus bisa mengkondisikan dan menenangkan masyarakat di tempat
masing-masing dengan cara penyampaian informasi yang benar dan akurat sehingga
masyarakat tidak panik dan anggota Destana harus menjadi orang yang paling
tidak panik jika terjadi bencana sehingga bisa mengambil keputusan yang tepat,”
kata Agus.

Dalam
kesempatan itu juga dilakukan simulasi identifikasi bencana yang terjadi di masing-masing
desa dan cara pelaporan ke BPBD Sleman. Hal ini agar jika terjadi sesuatu
bencana bisa dilaporkan dengan benar dan cepat.

Salah
satu peserta yang merupakan anggota Destana Bangunkerto, Elin, merasa sangat
bangga menjadi bagian dari anggota relawan di Kecamatan Turi. Ini karena bisa
membantu masyarakat apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. (Harman)




Camat Ngaglik Kukuhkan Pengurus MUI Kecamatan Ngaglik Periode 2019-2024

Ngaglik
– Selasa (19/2/2019) bertempat di Aula Balai Desa Sardonoharjo, Ngaglik,
diadakan Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan Ngaglik periode 2019-2024.

Camat
Ngaglik, Subagya, yang dalam kesempatan tersebut mengukuhkan para pengurus berharap
agar MUI Kecamatan Ngaglik segera dapat berkiprah di bidangnya serta rencana
program MUI Kecamatan Ngaglik bisa terlaksana dengan sebaik-baiknya.

“Amar ma’ruf nahi mungkar artinya MUI
Kecamatan Ngaglik harus arif dan bijaksana dan mungkin bisa melaksanakan fatwa
MUI yang sudah ada dan mungkin masih ada fatwa yang sesuai kondisi wilayah
kita.  Untuk Kecamatan Ngaglik sepertinya
sampai saat ini kondisi sangat damai dan kondusif namun kita harus terus waspada
karena masyarakat kita terus berubah dan berkembang,” jabar Subagya.

Senada
dengan Subagya, Ketua Umum MUI Kabupaten Sleman, Syakir Ali, berpesan setelah pengukuhan
ini para pengurus segera bergerak untuk melaksanakan fungsi dan tugas sesuai AD/ART
MUI khususnya di Kecamatan Ngaglik.

“Hari
ini sekaligus diadakan musyawarah kerja untuk merancang kegiatan tahun 2019
diharapkan dukungan Camat Ngaglik dan berbagai pihak sehingga MUI Kecamatan
Ngaglik bisa berkiprah, Di samping itu juga sudah banyak fatwa MUI yang perlu
dipedomani dalam melaksanakan tugas MUI,” katanya.

Sementara
itu, menurut Syakir ada program di Kecamatan
Ngaglik yang perlu didukung oleh MUI Kecamatan Ngaglik, antara lain Tarawih
Keliling rutin setiap tahun, Safari Jumat keliling sebanyak 6 kali, Kajian Jumat
pagi direncanakan setiap Jumat jam WIB di Aula Kecamatan Ngaglik, pengajian
rutin atau JAM (Jumat Ayo Mengaji) untuk umum dikoordinasikan oleh MUI
Kecamatan Ngaglik dan akan diawali pada Jumat (22/2/2019), sekaligus penyerahan
Kartu KIS sebanyak 300 KK.

Di
samping itu, melalui peran dan aktivitas masjidnya, MUI Kecamatan Ngaglik juga diharapkan
mampu membantu pengentasan kemiskinan di sekitar masjid wilayah Kecamatan Ngaglik.

Acara
dilanjutkan dengan musyawarah kerja MUI Kecamatan Ngaglik tahun 2019. Ada 4 hal
yang dilaksanakan oleh komisi, antara lain komisi fatwa dan hukum, komisi
ukhuwah dan kerukunan, komisi pemuda dan pemberdayaan, serta komisi dakwah dan pendidikan.
(Srp)