SD Negeri Rejondani Jadi Sekolah Siaga Bencana ke-58 di Sleman

Wakil Bupati Sleman kembali kukuhkan Tim Siaga Bencana Sekolah di Kabupaten Sleman, pada Rabu (13/2). Kali ini SD Negeri Rejodani, Jalan Palagan Tentara Pelajar km 11, Sariharjo, Ngaglik, Sleman resmi berpredikat menjadi Sekolah Siaga Bencana.

Sebelum pengukuhan tersebut, seluruh warga sekolah SD Negeri Rejodani melakukan simulasi bencana hujan desar dan angin puting beliung. Kemudian Wakil Bupati Sleman pun mengukuhkan sebanyak 30 anggota Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAD) yang terdiri dari pelajar (siswa), guru, dan wali murid.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan pembentukan SPAD tersebut merupakan salah satu wujud kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana, mengingat Kabupaten Sleman memiliki tujuh potensi bencana, salah satunya hujan dengan intensitas deras dan angin puting berliung yang biasa terjadi di daerah Rejodani.

“BPBD Sleman berusaha mengimplementasikan dengan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat, dan pengusaha agar bisa terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana,” katanya.

Sementara itu Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengatakan melalui pengukuhan dan gladi lapang tersebut diharapkan mampu memberikan edukasi tanda-tanda bencana sejak dini kepada anak–anak sehingga dapat meminimalisir dampak bencana dan mengetahui langkah mitigasinya.

“Pemberian bekal kesiapsiagaan melalui gladi lapang bencana hujan deras dan angin puting beliung ini, diharapkan dapat meminimalisir dampak jika terjadi bencana,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia berpesan kepada sekolah SD Negeri Rejodani untuk rutin melakukan simulasi penanganan bencana. Pun, berharap kepada sekolah lain yang ada di Kabupaten Sleman dapat segera membentuk Satuan Pendidikan Aman Bencana di Sekolah.

Dengan dikukuhkannya Satuan Pendidikan Aman Bencana di SD Negeri Rejodani sebagai sekolah siaga bencana, maka di Kabupaten Sleman hingga saat ini terdapat 58 sekolah dengan predikat sebagai Sekolah Siaga Bencana.

Adapun di tahun 2019, Kabupaten Sleman menargetkan akan ada tambahan sebanyak 8 Sekolah Siaga Bencana dan tambahan sebanyak 8 Desa Tanggung Bencana. Jadi, pada tahun 2019 nantinya di Sleman akan ada 63 Sekolah Siaga Bencana dan 53 Desa Tangguh Bencana. (deri)




Sleman Dukung Pemenuhan Sarana Prasarana Siswa Berkebutuhan Khusus

Sleman – Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun meresmikan dua Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) Tegar Harapan Kabupaten Sleman, Selasa (12/02/19). Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng serta pita oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun didampingi Ketua Yayasan Sendang Harapan serta Kepala Desa Sendangadi.

Kedua Gedung yang diresmikan oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun merupakan gedung yang diperuntukan menjadi ruang kelas belajar para siswa SLB Tegar Harapan Kabupaten Sleman.

Ketua Yayasan Sendang Harapan, Sudiman dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa SLB Tegar Harapan merupakan milik Desa Sendangadi yang dikelola oleh Yasayan Sendang Harapan bersama masyarakat. Sedangkan kedua Gedung baru yaitu dua ruang kelas yang baru saja diresmikan merupakan bantuan dari PT Pertamina dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY.

“SLB ini merupakan sekolah yang dikelola secara swadaya oleh yayasan kami. Saat ini, sekolah mendapatkan bantuan pembangunan dua gedung yang merupakan batuan PT Pertamina serta Dispora DIY yang saat ini telah resmi menjadi milik Desa Sendangadi dan yayasan,” paparnya.

Lebih lanjut, Sudiman menjelaskan bahwa seluruh siswa yang ada di SLB Tegar Harapan hampir 50% merupakan warga asli Desa Sendangadi. “Hampir 50% siswanya berasal dari Desa Sendangadi. Saat ini sudah banyak yang lulus serta mendapatkan pekerjaan,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap diresmikannya kedua gedung tersebut.

“Saya secara pribadi maupun mewakili Pemerintah Kabupaten Sleman, mengapresiasi kepada Desa Sendangadi yang peduli kepada anak-anak yang luar biasa sehingga membentuk yayasan yang dinamakan Sendang Harapan dan hari ini diresmikan dua gedung bantuan dari dana alokasi khusus Dispora DIY dan bantuan dari PT Pertamina Jateng-DIY sehingga saya mengucapkan terimakasih kepada mereka yang peduli terhadap anak-anak luar biasa,” katanya.

Menurutnya, bentuan yang diberikan Pemerintah maupun pengusaha atau pihak swasta tersebut menjadi bukti adanya sinergi dari empat pilar yang di antaranya pemerintah, pengusaha (swasta), akademisi, dan masyarakat.

Sri Muslimatun juga menyampaikan bahwa pendidikan anak luar biasa juga merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan dan tidak kalah untuk diperhitungan. Dia mencontohkan, jika diberikan pendidikan dengan sepenuh hati, para siswa tersebut mampu menghasilkan karya seperti anak didik pada umumnya.

Dalam kesemptan tersebut juga Sri Muslimatun menyempatkan untuk meninjau kedua gedung baru serta, melihat sejumlah karya seni yang dibuat oleh siswa SLB Tegar Harapan yang terdiri dari beberapa mainan dan kain motif lukis. (rizal)




Kelaikan Makanan dan Jajanan Punya Peran bagi Kecerdasan Anak

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengajak ratusan guru perwakilan setiap sekolah se-Kecamatan Pakem untuk bersama-sama memperhatikan kelaikan makanan dan jajanan di lingkungan sekolah. Menurut Sri Muslimatun makanan mempunyai peran yang besar bagi kecerdasan dan kesehatan anak.

Ajakan ini disampaikan Sri Muslimatun dalam kegiatan sosialisasi gerakan Perlindungan Anak Terhadap Gizi Dan Keamanan Jajanan Anak Sekolah (Lantera Zimanja), Selasa (12/2/2019), di Kantor Kecamatan Pakem.

“Bagaimana mungkin bisa cerdas kalau tidak sehat dan bagaimana bisa sehat kalau makanannya tidak memenuhi standar gizi”, kata Sri Muslimatun.

Maka ia mengajak peserta yang hadir berkomitmen untuk mengkondisikan sekolahnya sebagai Sekolah Ramah Anak. Ia juga berharap komitmen tersebut dapat dipahami dan dijalankan seluruh warga sekolah sehingga inisiasi Sekolah Ramah Anak dapat tercapai secara efektif.

“Semua sekolah harus totalitas dan komitmen karena kuncinya keberhasilan itu ya komitmen,” tegas Sri Muslimatun.

Sementara Mafilinda Nuraini selaku Kepala Dinas P3AP2KB Kebupaten Sleman mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi Lantera Zimanja di seluruh sekolah se-Kabupaten Sleman. Namun hal tersebut menurutnya akan dilaksanakan secara bertahap.

“Di tahun 2019 ini kami targetkan 50% sekolah se-Kabupaten Sleman sudah mendapatkan sosialisasi terkait Lantera Zimanja ini”, ungkap Mafilinda.

Pada acara tersebut juga diadakan paparan dari beberapa narasumber terkait makanan yang aman dikonsumsi dan gizi yang dibutuhkan oleh anak. (Rep, Hafid)




20 SSB Ikuti Liga Dispora Sleman U-11

Sleman – Sebagai ajang pembibitan dan pembinaan bakat olahraga sepakbola usia dini, Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kabupaten Sleman gelar kejuaraan sepakbola usia dini U-11 antar SSB ‘Liga Dispora Kabupaten Sleman Tahun 2019’. Kejuaraan yang dilaksanakan Senin (11/2/19) hingga Rabu (13/2/19) di Stadion Tridadi, Sleman ini diikuti oleh 20 tim SSB dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo dalam pembukaan kejuaraan tersebut menyampaikan bahwa  penyelenggaraan liga Dispora ini sangat strategis untuk memberikan motivasi dan mencetak bibit-bibit atlet sepakbola di Kabupaten Sleman.  

Menurutnya keberhasilan pembinaan atlet tidak hanya dipengaruhi faktor latihan dan sarana-prasarana. Namun juga kesempatan untuk bertanding untuk menambah pengalaman dan mematangkan tekhnik strategi.

“Oleh karena itu saya berharap melalui kejuaraan ini masing-masing tim dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Sri Purnomo.

Sri Purnomo menjelaskan bahwa penyelenggaraan liga ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya sukses diselenggarakan pada tahun 2018.

“Liga Dispora U-11  berkesinambungan dengan penyelenggaraan U-15 bagi pelajar SMP sehingga peserta liga ini juga saya harapakan terus berlatih dan bekerja keras untuk dapat berlanjut hingga ke level berikutnya,” tambah Sri Purnomo.

Kepala Dispora Kabupaten Sleman, Agung Armawanta menuturkan bahwa selain untuk pembibitan, gelaran liga ini juga sebagai ajang penanaman karakter.  Melalui sepakbola dapat menanamkan nilai-nilai karakter keolahragaan pada generasi muda, seperti sportivitas, kerjasama, kejujuran tanggungjawab, dan sebagainya,” tutur Agung.

Menurutnya penyelenggaraan liga ini merupakan kerjasama Pemkab Sleman dengan Askab PSSi dan Paguyuban SSB. Adapun 20 SSB yang mengikuti liga Dispora U-11 ini adalah  TMS, AMS Seyegan, BSA Tma, Pesat, KKK, Gelora Muda, Badi, Seyegan United, Abba Yr, RMF UNY, Matra, BPJ, BPM, Satrio Utomo, Minomartani, Kalasan, Bangunkerto, AM3, Nokid dan Satria Pandawa. (Doni Kardika)




Wabin P2WKSS Desa Sinduharjo Timba Ilmu ke Padukuhan Sebaran

Ngaglik – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan, anggota Warga Binaan Peningkatan Peran Wanita Keluarga Sehat Sejahtera atau yang disingkat Wabin P2WKSS Desa Sinduharjo melaksanakan kunjungan ke Padukuhan Sebaran, Desa Sidoarum, Godean, Sleman, Minggu (10/2/2019).

Dipimpin oleh Sudarja selaku Kepala Desa Sinduharjo, rombongan Wabin serta pendamping diterima oleh Kepala Desa Sidoarum, Ganefo Sugiantoro di rumah Kepala Dukuh Sebaran, Iwan Daru.

“Kami rombongan Wabin P2WKSS Desa Sinduharjo ingin menimba ilmu dari Wabin Padukuhan Sebaran yang telah menjadi wabin unggulan dan menjadikan juara di tingkat kabupaten,” kata Sudarja.

Kegiatan unggulan dari Wabin Padukuhan Sebaran adalah adanya Pasar Kethip, yaitu suatu pasar untuk semua transaksi menggunakan uang kethip yang bisa ditukar dengan uang rupiah. Adapun yang dijual adalah hasil karya wabin setempat.

Menurut Iwan Daru, Kepala Dukuh Sebaran, kegiatan Pasar Kethip dilaksanakan 35hari sekali atau selapan, tiap Minggu Legi, juga dibarengi dengan kegiatan lainya, misal lomba melukis atau senam massal.

“Dulu tempat ini lahan kosong yang penuh dengan rumput dan angker, oleh warga disulap menjadi pasar kethip dan tempat bermain anak, target omset saat ini 15 juta rupiah dalam satu kegiatan pasar kethip,” imbuhnya.

Di samping mendapatkan materi, Wabin juga diperlihatkan administrasi penunjang kegiatan Wabin, PKK desa, maupun padukuhan.

“Hanya dengan niat ikhlas dan semangat kerja, dukungan semua pihak sehingga kegiatan Wabin Padukuhan Sebaran bisa berhasil,” pungkas Iwan Daru menutup acara kunjungan Wabin dari Desa Sinduharjo. (SPN)