Saling Belajar, Saling Adopsi Nilai Positif

Ngaglik
– Selasa (26/2/2019), Formadon (Forum Anak Donoharjo) mendapat kunjungan dari Fanta
(Forum Anak Kabupaten Batang, Jawa Tengah) dengan jumlah 20 peserta. Rombongan
diterima di Aula Balai Desa oleh Pemerintah Desa Donoharjo, dilanjutkan sarasehan
di Aula Foodcourt Embung Jetis Suruh.
Dalam
sambutannya, Muchlasin, Kepala Dinas P3PAKB (Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) Kabupaten
Batang menyampaikan maksud kunjungannya untuk belajar tentang forum anak dan
bagaimana mewujudkan Kabupaten Layak Anak dengan anggaran yang sangat minim serta
belum ada desa yang menganggarkan secara khusus.
Hadi
Rintoko, Kepala Desa Donoharjo pun menjelaskan bahwa tahun 2018 Desa Donoharjo
mendapatkan dana desa sebesar Rp 800 juta dan akan naik menjadi Rp
pada tahun 2019. Sebagian dari dana desa tersebut, yaitu Rp 23,7
juta pada tahun 2018 dan Rp 24,7 juta di tahun 2019 dialokasikan untuk
mewujudkan Desa Ramah Anak. Kepala Desa berharap, anak- anak dapat tumbuh dan
berkembang dengan baik, dan berharap mereka bisa menjadi anak saleh dan kelak
menjadi pemimpin bangsa.
Sementara itu, Sumarni, Kepala Seksi Pemenuhan Hak Anak Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman ditemui di sela acara sarasehan menjelaskan bahwa dengan kegiatan studi banding ini diharapkan anak-anak bisa saling belajar dan saling mengadopsi kebaikan yang ada di antara mereka. Pun, diharapkan ada komunikasi yang terjalin untuk mengembangkan jaringan dan wawasan anak.
Lebih
Lanjut Sumarni menjelaskan bahwa forum anak adalah wadah bagi anak untuk mengeluarkan
pendapat dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
“Diharapkan
forum anak juga dilibatkan dalam penyusunan perencanaan seperti dalam murenbang
baik tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten,” katanya.
Adapun
tugas dan fungsi forum anak dikatakan Sumarni ada dua, yaitu sebagai pelopor
dan pelapor. “Pelopor dalam kegiatan positif, kebaikan, tidak merokok, tidak
menikah dini dan anti kekerasan. Pelapor untuk melaporkan hal hal yang tidak
sesuai dengan pemenuhan hak anak ke P3AP2KB,” jabarnya.
Kegiatan
sarasehan berjalan dengan akrab, ada pertanyaan dari Fanta tentang bagaimana
Formadon bisa berjalan.
Syarif,
Ketua Formadon menjawab bahwa usai dibentuk pada bulan November 2018, Formadon langsung
menyelenggarakan malam keakraban di bulan Desember.
Kegiatan Formadon disampaikan Syarif setiap bulan dibagi dua, yaitu temu dan polah. Temu atau pertemuan di minggu pertama dan polah berupa aktivitas di minggu ketiga. Aktivitas yang dilakukan seperti menyelenggarakan dolanan anak dari dusun ke dusun, menata perpustakaan, atau membantu kesibukan pemerintah desa.
Selain
melakukan studi banding ke Kemadang Gunung Kidul, Formadon sudah
menyelenggarakan lomba futsal dan menjadi pelaksana dalam lomba melukis, lomba
mewarnai, juga lomba akustik. “Bukan dengan fasilitas yang berlebih karena
anak-anak Formadon berkegiatan dibagi snack
seharga dua ribu rupiah pun sudah merasa senang,” kelakar Syarif menjawab
pertanyaan dari Fanta. (End)



