Turi Pamerkan Potensi Wisata Lewat Televisi Lokal

Turi
– Pemerintah Kecamatan Turi mendapat undangan wawancara dari televisi lokal Adi
TV, Rabu (20/2/2019).

Wawancara
yang dilaksanakan pada pukul WIB ini, mengundang sebanyak 20 orang, antara
lain Camat Turi Abdul Haris Sunarya, beserta stafnya dan juga pengurus TPID (Tim
Pelaksana Inovasi Desa) Kecamatan Turi yang diketuai oleh Suharman.

Acara
bertajuk Dialog Sembada Adi TV tersebut membahas segala potensi di Kecamatan
Turi beserta inovasi yang dilakukan oleh desa-desa di Kecamatan Turi. Adapun program
unggulan yang ada adalah pariwisata yang mana dalam tahun belakangan ini pariwisata
di Kecamatan Turi berkembang sangat pesat.

Camat
Turi menjelaskan tentang keunggulan 16 desa wisata yang ada di Turi, yakni setiap
desa wisata memiliki keunikan yang berbeda-beda dengan keadaan alamnya yang
sejuk, indah, dan nyaman sehingga sangat mendukung untuk dijadikan tujuan
wisata.

Sedangkan
dari Ketua TPID Kecamatan Turi, Suharman, menjelaskan bahwa kinerja tim TPID
adalah mencari potensi yang diprioritaskan di setiap desa dalam membangun
desanya.

Potensi
tersebut nantinya oleh tim TPID akan dijadikan program inovasi di Kecamatan
Turi dengan harapan inovasi di Kecamatan Turi bisa ditiru oleh kecamatan lainnya
di Sleman maupun provinsi bahkan mungkin dapat dijadikan contoh seluruh
Indonesia. (Harman)




Miniatur Potensi Desa Unggulan di Embung Jetis Donoharjo

Ngaglik
– Tarian Angguk dan pengalungan bunga menyambut kedatangan Tim Evaluator Desa Unggulan
tahun 2019 yang dipimpin oleh Ketua TP PKK kabupaten Sleman, Kustini Sri
Purnomo pada Rabu (20/2/2019) pukul WIB.

Dalam sambutannya Kustini menyampaikan bahwa dalam rombongannya sebagai tim penilai, selain TP PKK Kabupaten Sleman turut hadir pula dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan.

“Desa
Donoharjo adalah desa ketiga dari 6 desa di Kecamatan Ngaglik yang didatangi
oleh tim penilai dan evaluator. Kami semua, hari ini sengaja datang kesini
untuk menyaksikan secara langsung potensi-potensi unggulan yang ada di Desa
Donoharjo,” imbuhnya.

Pada
kesempatan selanjutnya, Hadi Rintoko selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa
Donoharjo sekaligus sebagai koordinator acara yang berlangsung mengucapkan
selamat datang dan mempersilakan kepada tim evaluator untuk menilai dan
mengevaluasi potensi yang ada secara menyeluruh tanpa harus disertai rasa
sungkan.

“Demi
efektivitas penilaian dan mengingat beragamnya potensi yang harus dievaluasi,
penyelenggara membagi kegiatan gelar potensi desa di 6 titik, dengan kegiatan
terpusat di Embung Jetis ini,” ungkapnya.

Dalam rangka penilaian sebagai desa unggulan ini, di pintu masuk embung berdiri 20 stan kegiatan ekonomi produktif berbasis olahan makanan dan non makanan.

Halaman
embung digunakan sebagai stan yang menampilkan kegiatan-kegiatan sosial budaya
kemasyarakatan, sedangkan di sekeliling embung digunakan sebagai stan potensi
binaan TP PKK dari seluruh dusun di Desa Donoharjo. (DHI)




Gamping Fokus Tanggulangi Penyakit DBD dan Leptospirosis

Gamping – Rabu (20/2/2019) pukul WIB, Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpim) Tingkat Kecamatan Gamping.

Rakor yang diselenggarakan di RM. Kandang Ingkung, Jitengan, Desa Balecatur dihadiri oleh Camat Gamping Arif Marwoto, Sekretaris Camat Gamping Trisno Sunardi, Kapolsek Gamping Kompol Hendri Multi, Wakil Komandan Koramil (Wadanramil) 17/Gamping Kapten (Inf) Nugroho Agung, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Gamping Adnan Iman Nurtjahjo, Panwascam Gamping Djoko Purwono, Kepala Desa dan Sekretaris Desa se-Kecamatan Gamping, seluruh Kepala Seksi Pemerintah Kecamatan Gamping, serta Segenap Pimpinan Instansi tingkat Kecamatan Gamping.

Dalam sambutannya, Camat Gamping menyampaikan kondisi keamanan di wilayah Gamping aman terkendali. Selanjutnya berkaitan dengan kesehatan, Arif menekankan kepada peserta rakor untuk tetap waspada dalam penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan penyakit Leptospirosis karena serangan penyakit DBD masih tinggi di wilayah yang dipimpin.

“Pemberantasan sarang nyamuk dan pemantauan jentik berkala yang sudah berjalan di masing-masing padukuhan agar tetap dilaksanakan secara berkala, serta selalu berkoordinasi dengan petugas Puskesmas, aparat desa, tokoh masyarakat juga kader kesehatan setempat,” tutur Arif.

Selanjutnya Kapolsek Gamping mengungkapkan bahwa wilayahnya dalam keadaan aman kondusif dalam hal kriminalitas, hanya saja peran serta dari warga yang tergabung dalam satuan tugas keamanan tetap diperlukan.

“Perlu perhatian kepada orangtua untuk pengawasan anak-anaknya jangan sampai terganggu sekolahnya karena pergaulan yang tidak baik, perlu pembinaan dari orangtua,” pesan Kompol Hendri.

Wadanramil 17/Gamping juga menyampaikan pesan kepada warga gamping untuk tetap waspada dan tetap melaksanakan cegah dini kemungkinan terjadinya tindak kriminal terutama dalam tahun politik ini dan berkomitmen untuk tetap menjaga wilayah Gamping tetap kondusif khususnya menghadapi pemilu serentak dalam waktu dekat ini.

Dalam kesempatan ini Ketua PPK Gamping juga menginformasikan tentang pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) masa kerja 10/4/2019 hingga 9/5/2019, pendaftaran akan dibuka pada 28/2/2019 hingga 27/2/2019 mendatang. Setelah Panitia Pemungutan Suara (PPS) menetapkan dan mengumumkan hasil seleksi calon anggota, selanjutnya menyampaikan hasil seleksi kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman melalui PPK paling lambat 7 hari sebelum hari pemungutan suara. Mantan Panwascam ini menambahkan pengucapan sumpah/janji anggota KPPS dilaksanakan paling lambat 10/4/2019 pada kesempatan pertama pertemuan PPS dengan KPPS dalam rangka pelaksanaan tahapan pemilu. (Adnan Nurtjahjo)




PIK R Fajar Melati Pelajari Program PIK R Lentera Merapi

Cangkringan
– Rabu (20/2/2019), Pusat Informasi dan Konseling Remaja atau yang sering
disebut PIK R Lentera Merapi bertempat di Kompleks Lama Kecamatan Cangkringan, mendapat
kunjungan dari PIK R Fajar Melati Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Kegiatan
ini dilaksanakan dengan tujuan peningkatan pengetahuan khususnya di bidang konseling
remaja dan informasi program-program yang ada di lingkup PIK R, misalnya life skill (keterampilan), public speaking, motivasi, PS (Pendidik
Sebaya), KS (Konselor Sebaya), serta regenerasi atau perekrutan di lingkup
masyarakat.

Ketua
PIK R Fajar Melati, Ihda Nur Ihsani, mengatakan PIK R Lentera Merapi menjadi sasaran
kunjungan karena forum ini merupakan salah satu forum yang memiliki sejarah dan
aktivitas baik tingkat daerah maupun nasional sehingga dapat menjadi contoh
untuk mengembangkan PIK R Fajar Melati di Ponorogo. (Sumarno)




Kemendag Revitalisasi Pasar Rakyat untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Jakarta – Kementerian Perdagangan berkomitmen memperkuat ekonomi kerakyatan dengan
melakukan program revitalisasi pasar rakyat. Program ini merupakan salah satu dari tiga mandat Presiden Joko Widodo kepada Kementerian Perdagangan. Adapun target revitalisasi selama periode 20152019 yaitu sebanyak pasar rakyat. Hal ini disampaikan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti saat memberikan keterangan pers pada hari ini, Rabu (20/2/2019) di Kementerian Perdagangan, Jakarta.

“Pasar rakyat merupakan sektor penggerak ekonomi kerakyatan. Dengan revitalisasi, eksistensi pasar rakyat akan tetap kuat dan daya saingnya terhadap toko-toko modern dapat meningkat sehingga dapat memajukan ekonomi kerakyatan,” jelas Tjahya.

Menurut Tjahya, hingga tahun 2018, Pemerintah telah membangun/merevitalisasi pasar rakyat sebanyak unit yang dianggarkan melalui dana alokasi khusus dan tugas pembantuan. Untuk memenuhi target, tahun ini direncanakan revitalisasi/pembangunan pasar rakyat sebanyak unit.

Tjahya menyampaikan, konsep pembangunan/revitalisasi pasar rakyat tidak hanya sekedar pembenahan bangunan fisik, tetapi juga nonfisik yang terkait dengan pengelolaan pasar dan integrasi dengan sektor-sektor lain. “Pembenahan secara fisik tentunya dapat meningkatkan citra dan kesan buruk terhadap pasar rakyat yang semula kumuh, becek, dan kotor menjadi bersih dan nyaman untuk dikunjungi, tetapi juga harus didukung dengan revitalisasi nonfisik yang meliputi revitalisasi manajemen, revitalisasi ekonomi, dan revitalisasi sosial,” tandas Tjahya.

Revitalisasi manajemen yaitu pembenahan yang mencakup tata cara penempatan pedagang, pembiayaan/permodalan, dan standar operasional prosedur (SOP) pelayanan pasar. Revitalisasi ekonomi yaitu pembenahan untuk meningkatkan pendapatan pedagang dan mengakomodasi kegiatan ekonomi formal dan informal di pasar rakayat. Sedangkan revitalisasi sosial budaya yaitu pembenahan dengan menciptakan lingkungan pasar yang menarik, berdampak positif, dan dapat meningkatkan dinamikan dan kehidupan sosial masyarakat/warga.

Untuk memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian suatu daerah, Pemerintah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan, pemberdayaan, dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat. Hal ini diatur dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Selain itu, lanjut Tjahya, pasar rakyat saat ini sudah memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) yang menjadi rujukan bagi pengelola pasar dalam mengelola dan memberdayakan komunitas pasar secara optimal dan profesional.

“SNI pasar rakyat diharapkan dapat menjadi rujukan agar pasar rakyat dapat menjadi rumah ekonomi dan rumah budaya Indonesia yang mempunyai daya saing dengan tetap mempertahankan kearifan lokal,” ungkap Tjahya.

Menurut Tjahya, Kemendag juga mempunyai program pemberdayaan pasar rakyat. Program-program yang dijalankan meliputi pemberian pelatihan pengelola pasar rakyat, focus group discussion (FGD) seputar SNI pasar rakyat dan SOP pengelolaan pasar rakyat, penyediaan sekolah pasar untuk para pedagang, aktivasi pasar rakyat, pendampingan dan sertifikasi SNI pasar rakyat, serta pemberian penghargaan kepada pengelola pasar rakyat yang berprestasi.

Peningkatan Omzet dan Digitalisasi Pasar Rakyat
Salah satu indikator keberhasilan program revitalisasi pasar rakyat adalah peningkatan omzet pasar. Berdasarkan hasil pantauan, omzet dari pasar yang telah direvitalisasi naik sebesar 20 persen. “Kenaikan omzet mengindikasikan adanya peningkatan pengunjung di pasar tersebut. Hal ini karena pasar rakyat yang sudah direvitalisasi memberikan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung untuk berbelanja di pasar tersebut,” ungkap Tjahya.
Tjahya menyampaikan, untuk mempermudah pemantauan omzet pasar rakyat, maka Kemendag mendukung pengembangan aplikasi daring yang memanfaatkan teknologi digital, yaitu E-Retribusi dan E-Payment. “Pengembangan aplikasi daring ini merupakan transformasi digital pasar rakyat. Dengan melakukan pemantauan omzet secara daring diharapkan dapat membuat sistem kerja pasar rakyat menjadi lebih mudah, tepat, dan efisien,” pungkas Tjahya.

Penganugerahan Pasar Rakyat Award
Untuk memberikan apresiasi kepada pasar rakyat dan pengelola pasar rakyat, Kementerian Perdagangan akan menggelar penganugerahan Pasar Rakyat Award. Pemberian penghargaan dijadwalkan berlangsung pada kegiatan peresmian pasar rakyat yang rencananya dibuka Presiden RI Joko Widodo di International Convention and Exhibition, Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, pada bulan Maret 2019.

“Pasar Rakyat Award diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada pengelola pasar yang telah mengelola dan mengembangkan pasar rakyat dengan baik serta menyediakan barang kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau,” jelas Tjahya.

Menurut Tjahya, pemberian penghargaan ini bertujuan menumbuhkan kemandirian pasar rakyat untuk melakukan penataan dan pengelolaan pasar secara aktif dan meningkatkan motivasi pengelola, pedagang, dan instansi pembina untuk melakukan berbagai usaha dalam rangka mewujudkan pasar yang aman, bersih, nyaman, dan berkeadilan. Selain itu, juga meningkatkan peran serta segenap pelaku pasar untuk saling bersinergi mempertahankan eksistensi pasar rakyat dan meningkatkan daya saing pasar rakyat agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian di daerah sekitarnya.

Adapun kategori Pasar Rakyat Award dibagi menjadi tiga, yaitu Pasar Revitalisasi Terbaik, Pasar Ramah Lingkungan, serta Pasar Ramah Difabel. Dari masing-masing kategori, akan dipilih tiga pasar untuk mendapatkan penghargaan. Sementara itu, bagi para pengelola pasar juga akan diberikan penghargaan untuk satu kategori, yaitu Pengelola Pasar Rakyat Terbaik.

Selain peresmian pasar dan pemberian penghargaan, akan dilakukan juga pemberian sertifikat kepada lima pasar yang telah mendapatkan SNI pasar rakyat 8152:2015 tahun 2018.

“Dengan pengelolaan pasar rakyat yang semakin baik, maka pasar rakyat akan semakin kompetitif dan menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari,” pungkas Tjahya. (Siaran Pers Kementerian Perdagangan RI).