Pengembangan Sepakbola Usia Dini melalui Turnamen Mini Morangan

Ngaglik – Kamis (07/03/2019), SSB Satrio Utomo yang berhomebase di Morangan Sleman menggelar pertandingan segitiga untuk level U-12 antara tuan rumah, SSB Satria Pandawa, Pandowoharjo dan SSB Gelora Muda, Ngaglik.

Gelar
tim terbaik diraih oleh SSB Satria Pandawa yang memetik kemenangan 2-1 atas SSB
Gelora Muda dan 1-0 atas SSB Satrio Utomo. Pada pertandingan lain, SSB Gelora
Muda meraih kemenangan 2-1 atas SSB Satrio Utomo sehingga menempatkannya di
peringkat kedua.

Mengungguli
pemain-pemain lain, gelar top skorer pada trofeo (turnamen mini) kali ini,
diraih oleh Ibra Hafiidh Waluku dari SSB Gelora Muda dengan torehan 3 gol.

“Saya merasa senang menjadi pencetak gol terbanyak, apalagi panitia memberikan hadiah berupa kaos kaki, skin decker, dan tas untuk top skorer,” ungkap Ibra seusai acara penerimaan hadiah.

Yanuar, pelatih U-12 SSB Gelora Muda mengungkapkan bahwa dalam kerangka pembinaan usia dini, event seperti ini tidak otomatis menjadi tolok ukur keberhasilan.

“Sparing
dan turnamen menjadi semacam ujian bagi setiap anak didik setelah proses
belajar di masing- masing SSB. Yang paling penting adalah menanamkan sikap
profesional, disiplin, sportif, dan semangat bekerja keras kepada anak didik.
Tugas pelatih seperti kami adalah mempersiapkan mental anak-anak sebaik mungkin
agar mereka terbiasa, tidak gagap ketika berkarier sebagai pesepakbola
nantinya. Perkembangan kemampuan masing-masing anak menjadi tolok ukur yang
sebenarnya, gelar juara hanya menjadi bonus,” imbuh Yanuar. (DHI)




Simulasi Pemungutan Suara Upaya Sukseskan Pesta Demokrasi 2019

Ngaglik
– Dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK)
Ngaglik bersama Pemdes Donoharjo, Rabu (6/3/2019) menggelar acara Simulasi
Sosialisasi Pemilu di Aula Foodcourt Embung Jetis Suruh. Acara dihadiri oleh PPK
Ngaglik, Kades dan Perangkat Desa Donoharjo, PPD (Panitia Pemilihan Desa), para
ketua KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) se-Desa Donoharjo, serta
tamu undangan.

Dalam
sambutannya Hadi Rintoko selaku Kepala Desa Donoharjo mengingatkan kepada
panitia pemilu untuk menjaga netralitas dalam bertugas sekalipun sudah
mempunyai pilihan yang sesuai dengan hati nurani. Di samping itu pamong dan
panitia berkewajiban menjaga suhu politik agar tetap kondusif dan tidak mudah
terprovokasi.

“Apabila
terjadi kerawanan yang berpotensi menimbulkan kekacauan segera berkoordinasi
dengan Panwas, Pemdes atau lembaga terkait,” ujar Hadi.

Lebih
lanjut, Kades Donohajo ini mengharapkan Pemilu 2019 ini dapat berjalan dengan
lancar, jujur, dan adil.

Sementara
itu, Dimas Permanahadi atau Cak Dimas selaku Divisi Teknis PPK Ngaglik pada
kesempatan tersebut mengatakan bahwa Pemilu 2019 merupakan sejarah baru bagi
bangsa Indonesia karena di dalam satu waktu memilih presiden dan wapres, DPD,
DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten.

“Ini
menjadi tantangan dan pengalaman tersendiri bagi bangsa Indonesia, untuk itu
diperlukan simulasi yang menggambarkan secara akurat segala hal teknis pada
saat pemungutan, penghitungan, rekapitulasi suara agar nantinya berjalan lancar,”
kata Cak Dimas.

Dalam
paparannya Cak Dimas mengatakan pada saat hari H pemilihan yaitu tanggal 17
April 2019, pemilih yang namanya sudah terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap)
diberikan waktu mencoblos antara jam sampai WIB dengan menunjukkan
formulir C6 yang sudah diberikan beberapa hari sebelumnya.

“Bila
tidak ada formulir C6 bisa memakai identitas yang lain seperti KTP elektronik,
SIM, paspor, kartu keluarga atau surat keterangan dari Dukcapil,” tambah
cak Dimas.

Di
TPS petugas akan memverifikasi data pemilih di DPT dengan yang tercantum di C6
atau identitas lain. Setelah itu petugas mengisi formulir C7, pemilih ada di
urutan berapa sekaligus dicek ada tidaknya bekas tinta di jari tangannya.

Lebih
lanjut ia menambahkan pemilih kemudian diberi 5 kartu suara yaitu warna abu-abu
untuk presiden, merah untuk DPD, kuning DPR RI, biru DPRD Provinsi, dan hijau
utk DPRD Kabupaten.

Selanjutnya
pemilih menuju ke bilik suara untuk mencoblos nama atau partai yang sesuai
dengan pilihannya.

Surat
suara yang sudah dicoblos lalu dimasukkan ke kotak suara yang sudah disediakan
oleh petugas. Terakhir, pemilih mencelupkan jari tangan dengan tinta sebagai
tanda bahwa pemilih sudah menunaikan haknya sebagai warga negara, yakni ikut
serta dalam pesta demokrasi 2019. (Up W)




Rekrut Generasi Muda Untuk Lestarikan Budaya Wayang Orang

Ngaglik
– Kelompok Sanggar Seni Marsudi Beksa Budaya merupakan kelompok pelaku seni
budaya khususnya wayang orang yang beralamat di Ngabean kulon Sinduharjo
Ngaglik Sleman. Kelompok ini mempunyai 32 anggota dari golongan seniman.

“Kelompok
kami dipercaya oleh Dinas Kebudayaan DIY untuk pentas di Padukuhan Sengkan Condongcatur
Depok Sleman dengan cerita Gatotkaca Sungging,” kata Farida Susanti selaku
Sekretaris Kelompok Sanggar Seni Marsudi Beksa Budaya saat ditemui di sela-sela
pentas, Rabu (6/3/2019) malam.

Farida
mengatakan Kelompok Sanggar Seni Marsudi Beksa Budaya sudah mempunyai Nomor
Induk Kesenian yang dikeluarkan oleh Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman sejak
tahun 2015 dan sekarang sudah perbarui, serta sudah beberapa kali pentas.

Selaku
Pengasuh Sanggar, Marsudi Beksa Budaya Supriyono mengatakan untuk menjaga
kelestarian seni budaya wayang orang ini, pihaknya merekrut anggota dari pemuda
dan pemudi untuk regenerasi.

“Kita
mengucapkan terimakasih pada Dinas Kebudayaan DIY yang telah memfasilitasi
kegiatan malam ini,” imbuhnya.

Marsudi menggarisbawahi antusiasme penonton yang meski dalam cuaca hujan, 50 penonton tetap setia menonton hingga pertunjukan usai sekitar pukul WIB. (SPN)




Menghafal Alquran dengan Metode Tikrar

Sleman, InfoPublik – Bupati Sleman, Sri Purnomo membuka Kegiatan Training Akbar Menghafal Alquran dengan metode Tikrar bertempat di Mesjid Agung Dr. Wahidin Sleman, pada Kamis (7/3). Acara yang diinisiasi oleh Yayasan Sahabat Alquran Nusantara Kabupaten Sleman tersebut diikuti oleh 200 orang lebih.

Dalam sambutannya Bupati Sleman Sri Purnomo memberikan apresiasi kepada Yayasan Sahabat Alquran Nusantara Kabupaten Sleman selaku penyelenggara Training akbar karena telah ikut menyebarluaskan pendidikan Alquran di Kabupaten Sleman.

Menurutnya menghafal Alquran di era sekarang sudah sangat terbantu dan mudah dengan berbagai metode yang ditawarkan salah satunya dengan metode Tikrar yang membantu mempermudah menghafal Alquran. Sehingga, Dengan metode yang mudah dan dalam kurun waktu yang cepat akan mendapatkan hafalan yang lebih banyak.

Ia juga berharap melalui kegiatan tersebut juga dapat menjadi benteng ditengah-tengah degradasi moral, yakni dengan mempelajari Alquran kemudian mengajarkannya. Seluruh peserta yang datang pada kegiatan tersebut diharapkan fokus mempelajari metode dan menyerap ilmu sehingga nantinya dapat mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang didapat, tambahnya.

Pembina Yayasan Sahabat Alquran Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Nur Umam mengatakan untuk mempermudah proses menghafal dengan metode Tikrar difasilitasi dengan buku Alquran khusus Tikrar.

“Dibandingkan dengan metode menghafal lainnya, metode ini lebih baik praktek dibandingkan teori,” katanya.

Ia berharap dengan metode ini masyarakat akan semakin tertarik untuk mengahafal Quran. Karena menurutnya metode tersebut tidak menuntut penghafal untuk menghafal secara langsung, namun dengan membaca Alquran dengan pengulangan sehingga secara tidak langsung akan mengingat bacaan tersebut.

“Pada dasarnya metode Tikrar dengan metode pengulangan bacaan berkali – kali, sehingga tanpa sadar bacaan alquran tersebut melekat di otak kita,” jelasnya.

Dalam prakteknya menghafal dengan metode Tikrar dapat dilakukan secara berkelompok yang tediri dari 5-10 orang atau perorangan. Dengan metode berkelompok setiap anggotanya bergantian  membaca ayat Alquran dan anggota lainnya mendengarkan. Humas Sleman