Gencarkan Sosialisasi untuk Sukseskan Pemilu Serentak 2019

Ngaglik
– Demi memantapkan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu
serentak 2019. Bertempat di Aula Balai Desa Sukoharjo, Jumat (08/03/2019)
sekitar jam WIB Panitia Pemungutan Suara Desa Sukoharjo menggelar
sosialiasi pelaksanaan pemilu.

Kegiatan
sosialisasi kali ini menyasar warga dan tokoh masyarakat dari 14 padukuhan se-Desa
Sukoharjo. Dari daftar hadir yang ada di meja penyambutan, sebanyak 60 orang
tamu undangan bergabung dalam pertemuan kali ini.

“Selain
sebagai sarana menyampaikan pokok-pokok informasi mengenai pelaksanaan pemilu,
kegiatan ini kami maksudkan untuk menjaring calon KPPS yang akan bertugas saat
hari Pemungutan Suara nanti,” ungkap Sri Puji Astuti, Ketua PPS Desa
Sukoharjo.

Hadi
Subronto selaku Kepala Desa Sukoharjo menyampaikan harapan kepada semua
pemangku kepentingan agar dapat berpartisipasi maksimal mensukseskan pemilu
sesuai dengan fungsi, tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

“Netralitas
menjadi asas yang penting bagi saya, staf Pemerintah Desa, Kepolisian, TNI, dan
utamanya bagi penyelenggara pemilu, termasuk bapak-ibu semua jika nanti
terpilih dan terlibat sebagai anggota KPPS di wilayah tempat tinggalnya masing-masing.
Merupakan harapan kita bersama, pemilu serentak di Desa Sukoharjo dapat
berlangsung dengan lancar, aman, dan damai,” ujarnya.

Selain
pemaparan informasi mengenai tahapan, syarat pemilih, pendataan, gambaran umum
pemungutan suara, dan proses rekruitmen calon KPPS, sosialisasi juga diisi
dengan pengenalan spesimen surat suara sesuai ukuran asli serta pemutaran film
produksi PPK Ngaglik dan PPS se-Kecamatan Ngaglik berjudul Pemilih Berdaulat
Negara Kuat.

Pada
sesi diskusi, Ngadimin warga Wonosalam menanyakan mengenai pendampingan pemilih
buta huruf atau lansia. Sementara itu Azun Munandar, warga Gemutri menanyakan
tentang rentang waktu penghitungan suara bagi KPPS yang dalam kalkulasinya akan
menghitung dan merekap 5 surat suara dikalikan jumlah pemilih yang menggunakan
hak pilihnya.

Menanggapi
pertanyaan pertama, Marjonet, Ketua PPK Ngaglik menyatakan bahwa semua pemilih
yang memang membutuhkan pendamping saat pemungutan suara nanti dapat menunjuk
seorang yang dipercaya dari keluarganya, kemudian mengisi dan menanda tangani
formulir yang disediakan oleh KPPS mengenai kegiatan pendampingan tersebut.

Menanggapi
pertanyaan kedua, Dita Hendri Irawan, Divisi Hukum PPK Ngaglik mengatakan bahwa
dasar hukum yang digunakan dalam tahap pemungutan dan penghitungan suara adalah
UU no. 7 tahun 2017 tentang Pemilu dan PKPU no.3 tahun 2019 tentang Pemungutan
dan Penghitungan Suara.

“Berdasar
ketentuan perundang- undangan yang berlaku, pemungutan suara dilakukan mulai
pukul – waktu setempat. Untuk proses rekapitulasi disebutkan bahwa
urutan proses rekap dimulai dari penghitungan surat suara Presiden dan Wakil
Presiden diikuti surat suara DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan terakhir surat
suara DPRD Kabupaten/Kota. Yang menjadi catatan penting selanjutnya adalah
proses rekapitulasi dilaksanakan pada hari yang sama dengan pemungutan suara,
jadi proses rekap ini sendiri tidak boleh lebih dari jam waktu
setempat,” ungkap Dita Hendri. (DHI)




Sekar Dono Budoyo Pentaskan Seni Ketoprak Tobong

Ngaglik
– Jumat (8/3/2019), Paguyuban Ketoprak Sekar Dono Budoyo Donoharjo melakukan
pentas di Tobong Kelana Bhakti Budaya Brayut Cangkringan Sleman dengan
mengambil lakon Darpo Kayun.

Menurut
Sudarmin, Ketua Paguyuban Ketoprak Sekar Dono Budoyo Desa Donoharjo, secara
khusus pentas di Tobong Brayut Cangkringan ini bertujuan untuk memperkenalkan pelaku
seni ketoprak masa kini dengan seni Ketoprak Tobong yang berbeda jauh dengan pentas
di panggung terbuka.

Pada
Ketoprak Tobong, properti pentas dibuat seindah dan senyaman mungkin sehingga
diharapkan penonton merasa terkesan dan ketagihan menonton kembali. Selain itu
menurut Sudarmin, pelaku seni ketoprak akan diperkenalkan bahwa Ketoprak Tobong
pernah mengalami era kejayaan di tahun 1970 sampai dengan 1980, bahkan ketika
itu bisa untuk menjadi ladang kehidupan.

“Adapun
moto pentas kali ini, yen wis duwe jeneng
iso dinggo golek jenang
(Kalau sudah punya nama bisa untuk cari makan-red),”
demikian Sudarmin menjelaskan.

Beliau
juga berharap, dengan pentas di Tobong maka khususnya generasi penerus seni dan
budaya ketoprak juga tahu bahwa Ketoprak Tobong ada dalam perjalanan seni
budaya ketoprak, bukan hanya pentas di tempat yang enak dengan semua fasilitas
tersedia seperti yang biasa dilakukan sekarang. (End)




Semangat Warga Dukung Produksi Film Sosialisasi Pemilu 2019

Ngaglik
– Kurang dari 40 hari ke depan, warga masyarakat di seluruh penjuru tanah air
akan melaksanakan pemungutan suara serentak untuk pemilihan presiden dan
pemilihan legislatif.

Dimas
Permanahadi, Divisi Teknis Penyelenggaraan PPK Ngaglik mengungkapkan bahwa hari
pemungutan suara menjadi batu uji selanjutnya bagi para pihak terkait terutama
penyelenggara Pemilu.

“Meskipun
sejak 1955 rakyat Indonesia telah memiliki pengalaman dalam gelaran pemilu
namun pemungutan suara kali ini memiliki kekhasan dan tingkat kerumitan
tersendiri karena untuk pertama kalinya pemilihan presiden bebarengan dengan
pemilihan legislatif,” ungkapnya ketika ditemui di Kantor PPK, Jumat (08/03/2019).

Di
tempat yang sama, Dita Hendri Irawan, Divisi Hukum PPK Ngaglik menambahkan
bahwa pada saat ini sosialisasi dan simulasi menjadi agenda penting untuk
menyampaikan norma-norma baru terkait pelaksananaan pemungutan suara nanti.
Selain sosialisasi dengan metode tatap muka melalui beberapa pertemuan, PPK
Ngaglik juga memproduksi film sosialisasi Pemilu 2019.

“Film
sosialisasi pertama yang diproduksi berdurasi 2,2 menit berjudul Pemilih Berdaulat
Negara Kuat, konten utama dari film berisi tentang waktu pelaksanaan pemungutan
suara, jenis pemilih, jumlah surat suara dan TPS yang aksesibel. Pada bagian
akhir kami selipkan pesan untuk tidak golput dan mewujudkan pemilih yang
berdaulat,” ungkap Dita Hendri.

Karena
melihat respon dan antusiasme masyarakat ketika film diputar saat sosialisasi
tatap muka maka mulai akhir Februari lalu PPK mulai memproduksi film kembali
dengan mengangkat tema yang lebih spesifik mengenai pelaksanaan pemungutan dan
penghitungan suara.

“Film kedua kali ini melibatkan 20 orang anggota tim produksi dari PPK, PPS, Panwasdes, Staf Pemdes, dan KIM Ngaglik. Total pemeran dan pendukung film berjumlah 70 orang terdiri dari unsur Pemerintah Kecamatan Ngaglik, Pemerintah Desa Donoharjo, PPS, Calon KPPS se-Desa Donoharjo dan warga masyarakat. Properti yang digunakan kami upayakan semirip mungkin dengan yang akan digunakan saat pemungutan suara nanti dan patut dicatat, semua yang terlibat dalam pembuatan film pertama dan kedua bersedia tampil tanpa dibayar, semua bekerja ikhlas demi suksesnya Pemilu Serentak 2019,” imbuh Dita Hendri.

Saat ini produksi sudah memasuki tahap editing dan direncanakan selesai pada pertengahan Maret namun preview film sebagai kisi-kisi konten sudah selesai dibuat. Baik film pertama maupun preview film kedua sudah dapat ditonton dan didownload melalui chanel youtube ‘Bara Waluku’. (DHI)