Semangat Jaga Kebersihan Lingkungan

Cangkringan
– Prihatin dengan masalah sampah, anggota DPR Provinsi DIY mengadakan public
hearing dengan warga Wukirsari Cangkringan, Selasa (12/3/2019) pukul
hingga WIB bertempat di Balai Desa Wukirsari Cangkringan.

Kegiatan tersebut menggandeng dua narasumber, yakni dari BLH Provinsi DIY, Bledug Bernanti Dwisiwi, dan PPA Cangkringan, Ani Martanti.

Kedua narasumber mengajak masyarakat mengenali jenis-jenis sampah, seperti sampah organik, anorganik, serta sampah B3 atau berbahaya. Ini agar masyarakat ke depan mampu dan mau memilah dan memilih jenis sampah.

Narasumber
juga memberikan alternatif solusi dalam penanganan sampah di Desa Wukirsari,
yakni mengimbau warga untuk berperan aktif, memahami 3R (reduce, reuse, recycle), membuat bank sampah, dan mengedukasi anak-
anak agar terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

Kepala
Desa Wukirsari pun di akhir acara berharap agar masyarakat terus bersemangat
dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menjadikan itu kebiasaan baik yang
terus dijalankan masyarakat Desa Wukirsari. (Marman)




Hayati Perempuan Sebagai Aset Penting Bangsa

Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret 2019 dirayakan oleh kaum perempuan di berbagai belahan dunia dengan menyuarakan kesetaraan gender.

Para perempuan di berbagai penjuru dunia
menyuarakan kesetaraan gender pada peringatan Hari Perempuan Internasional atau
International Women’s Day dengan
berbagai aksi yang dilakukan. Media masa maupun
elektronik pun turut memberitakan perayaan tersebut.

Berkenaan dengan peringatan tersebut 3 perempuan Sleman, Yogyakarta, menceritakan serta memberi tanggapan
tentang peradaban perempuan di masanya. Tiga wanita tersebut, yaitu Damarsih, Djati Prasetyani Hadi, dan Natalia Indra
Wahyuni.

Damarsih wanita kelahiran 1936 yang kini berusia 83
tahun ini menceritakan pengalaman hidupnya menjadi seorang kasir dan bergerak
di bidang perbendaharaan. Runtutan perjalanan hidupnya
tergambar sebagai perempuan yang pantang menyerah.

Ia menempuh jenjang karir yang cukup baik sehingga
tak jarang perusahaan tempatnya bekerja mempertahankannya untuk tidak resign berkat kinerjanya yang selalu
memuaskan. Damarsih percaya setiap perjuangan dan niat yang tulus akan
membuahkan hasil yang tak akan mengkhianati empunya.

Ia mengingat bahwa
kehidupan perempuan dahulu tak seperti sekarang yang mudah untuk
mengekspresikan diri di berbagai bidang. Ia berkisah bahwa tak semua wanita
dahulu diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan dengan baik hingga tingkat
pendidikan yang diinginkan. “Sia-sia saja jika
kesempatan itu tidak digunakannya dengan baik,” ucap Darmasih saat
ditemui Selasa (12/3/2018) di kediamannya.

Di kesempatan yang sama, Djati
Prasetyani Hadi perempuan asli Sleman yang juga merupakan dosen komunikasi di
salah satu kampus komunikasi di Sleman, menyampaikan sudut pandangnya tentang perempuan dalam dunia bisnis. Djati membahas dunia bisnis yang saat
ini sudah memasuki industri 4.0 yang mana pembahasan ini muncul dari data yang
sempat ia baca dan telaah dari beberapa sumber.

Disampaikannya bahwa ada jarak pengguna
internet berdasarkan gender yang mana faktanya
perempuan lebih rendah 12 persen dibandingkan laki-laki. Hal ini menjadikan
masalah baru bagi pelaku komunikasi khususnya yang bergender perempuan. Mereka
harus melakukan beberapa treatment
terhadap dirinya khususnya untuk berusaha menemukan penyelesaian mengurangi perbedaan
yang bukan hanya akses digital namun perbedaan keterampilan digital di era
digital.

Djati yang juga berprofesi sebagai dosen wirausaha, menyebutkan bahwa jumlah
wirausaha Indonesia belum sampai 2% dari total penduduk Indonesia, tapi 60% dari pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) adalah perempuan. Kemudian
tantangan kewirausahan itu muncul terkait dalam
keberlanjutan kewirausahaan. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki perencanaan bisnis yang cukup
matang, pemasaran belum menyentuh pada media-media yang lebih efektif dan lebih
murah, serta pemasaran.

“Dalam konteks pemasaran itu, ketika kita berbicara
tentang mayoritas pelaku UMKM adalah perempuan dan kemudian dikaitkan dengan data
pertama tadi yang mengatakan lebih sedikit perempuan pelaku digital dalam dunia
pemasaran, maka ini menjadi tantangan penting ya. Kalau kita ingin bicara
masalah mengurangi atau meminimalisir masalah atau tantangan keberlanjutan dari
wirausaha itu ya kan, maka mereka harus berpikir untuk
meningkatkan skill pemasaran online
mereka. Salah satunya kemudian meningkatkan skill digitalisasi mereka,” jelas Djati.

Sisi lain, gadis
cantik yang akrab disapa Natalia, seorang mahasiswi bidik misi kampus komunikasi
swasta di Sleman punya pandangan lebih luas tentang peran
perempuan. Perempuan yang sembari bekerja sebagai vocal coach di agensi musik ini, menilai saat
ini pekerjan apapun dalam bidang apapun, pasti ada perempuan di dalamnya.
Ungkapan Natalia  tersebut juga
dibenarkan dengan pribadi nya yang terkenal cukup komplit dengan talenta yang
dimilikinya. Selain pembawaan diri yang terbilang supel, di anak seusianya
Natalia adalah anak yang memiliki prinsip kuat dalam mewujudkan sebuah visi.

“Saat ini sudah banyak perempuan yang aware terhadap pendidikan ya. Bahkan
mereka berjuang keras buat dapat beasiswa, enggak
cuma S1 bahkan sampai doktor maupun tingkat
pendidikan yang lebih tinggi lainnya. Enggak
cuma di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Karena memang
persaingan kan semakin ketat ya. Apalagi di era 4.0 ini, jadi kalau kita
terutama perempuan nih kalau enggak
memperlengkap diri, bisa ketinggalan banget
loh,” ungkap Natalia
tentang perempuan di era sekarang. (Rep Rara)




Presiden RI Resmikan Pasar Rakyat Hasil Revitalisasi Kemendag

Tangerang – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan berkomitmen mencapai hasil terbaik dalam pengimplementasian seluruh mandat Presiden Joko Widodo. Pada implementasi mandat membangun dan merevitalisasi Pasar Rakyat dalam periode 2015 – 2019, Kemendag kembali membuktikan komitmennya dengan peresmian secara simbolis diwakili Pasar Rakyat Serikat C Batusangkar – Kabupaten Tanah Datar, Pasar Rakyat Pekalongan  – Kabupaten Lampung Timur dan Pasar Rakyat Sagalaherang – Kabupaten Subang oleh Presiden Joko Widodo.

Peresmian pasar yang juga diikuti dengan pemberian penghargaan pasar rakyat tersebut berlangsung dalam rangkaian acara pembukaan Raker Kemendag di ICE BSD Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019).

“Peresmian pasar dan pemberian penghargaan pasar rakyat bertujuan meningkatkan motivasi instansi Pembina, pengelola
dan pedagang
untuk saling bersinergi mewujudkan
eksistensi pasar
yang aman, bersih, nyaman, dan berkeadilan. Selain itu
juga bersinergi dalam
memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian,” ujar Mendag.

Mendag menjelaskan, penghargaan pasar
rakyat dianugerahkan kepada 14 pasar dengan kategori Pasar Revitalisasi Terbaik yang diberikan kepada pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur untuk Pasar Rakyat Pekalongan, Kabupaten Subang untuk Pasar
Rakyat Sagalaherang, dan Kabupaten Sukoharjo untuk Pasar Rakyat Telukan. Untuk kategori Pasar Ramah Lingkungan penghargaan diberikan
kepada pemerintah daerah Kota Tangerang Selatan untuk Pasar Rakyat Bintaro sektor 2 , Kabupaten Tanah Datar untuk Pasar Rakyat Serikat C Batusangkar, dan Kabupaten Pasuruan untuk Pasar Rakyat Gempol. Sedangkan untuk kategori Pasar Ramah Difabel, penghargaan diberikan kepada pemerintah
daerah Kota Surakarta untuk Pasar Rakyat Tanggul , Kota Magelang untuk Pasar Rakyat Rejowinangun, dan Kabupaten Kudus 
untuk Pasar Rakyat Kliwon.  

Ada pula
penghargaan yang diberikan kepada lima Pengelola Pasar Terbaik, yaitu:  Pasar Rakyat Manis Purwokerto – Kab. Banyumas , Pasar Rakyat Agung – Kota
Denpasar, Pasar Rakyat Gunung Sari – Kota Cirebon, Pasar
Pinangsungkulan – Kota Manado dan Pasar Rakyat Kelapa Dua –
Kabupaten Tangerang.

 “Apresiasi kepada pengelola pasar pantas diberikan atas upaya mereka
mengelola dan mengembangkan pasar rakyat dengan baik, serta menyediakan barang
kebutuhan masyarakat dengan harga yang terjangkau,”
lanjut Mendag.

Secara
spesifik, Mendag menjelaskan, kriteria penilaian pasar revitalisasi terbaik
yaitu merupakan pasar yang dibangun melalui program revitalisasi pasar rakyat
dan jangka waktu pembangunan fisik sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan.
Kriteria lainnya yaitu penyampaian laporan perkembangan pembangunan tepat
waktu, persentase penyerapan realisasi keuangan tertinggi, pembangunan sesuai
dengan prototipe, serta pasar telah termanfaatkan dengan baik  dan dapat memberikan kontribusi peningkatan
perekonomian di daerahnya.

Adapun
kriteria penilaian pasar ramah lingkungan yaitu pasar bersih dan tertata rapi,
memiliki program pengelolaan sampah di pasar (reduce, reuse, recycle), serta memiliki fasilitas kebersihan,
pengelolaan limbah, dan area penghijauan yang memadai. Sementara, kriteria
penilaian pasar ramah difabel yaitu memiliki infrastruktur dan fasilitas yang
ramah untuk kaum difabel.

Sedangkan,
pengelola pasar rakyat terbaik diberikan kepada mereka yang memenuhi kriteria penilaian
yang ditentukan, yaitu memiliki visi dan misi yang jelas dalam pengembangan
pasar, memiliki manajemen dan prosedur standar operasional pengelolaan pasar
rakyat, dan memiliki program pengembangan/pemberdayaan, baik untuk pedagang
maupun masyarakat sekitar.   

“Pengelola pasar rakyat terbaik juga harus
memenuhi kriteria memiliki inovasi dalam pengelolaan dan promosi pasar rakyat,
serta sukses menjadi acuan dan contoh untuk pasar rakyat lainnya,”
tambah Mendag.

Momentum
Penghargaan Pasar Rakyat ini, lanjut Mendag, sekaligus menjadi ajang promosi
nomenklatur ‘Pasar Rakyat’ ke semua kalangan masyarakat, mengingat perubahan
penyebutan pasar tradisional menjadi pasar rakyat masih belum cukup dikenal
masyarakat luas.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri
Kemendag Tjahya Widayanti megungkapkan, selama 2015—2018, pemerintah telah
membangun/merevitalisasi unit pasar rakyat yang diikuti dengan melakukan
pelatihan manajemen bagi pengelola pasar.

“Kemendag
akan terus bekerja keras untuk menuntaskan sisa unit hingga 2019,”
tegas Tjahya.

Adapun
kesempatan peresmian pasar dan penganugerahan penghargaan pasar rakyat tersebut
dihadiri lebih dari peserta yang terdiri Bupati/Walikota dan Kepala Dinas yang membidangi Perdagangan Kabupaten/Kota sebagai
instansi yang melakukan pembinaan pasar, serta pengelola pasar dari pasar-pasar
di seluruh Indonesia khususnya pasar yang telah direvitalisasi.




Tren Investasi 2015-2018 Tumbuh Positif, Presiden RI Luncurkan KOPI MANTAP

Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal mencatat tren pertumbuhan realisasi investasi selama empat tahun terakhir menunjukkan tren yang cukup positif. Tercatat selama kurun waktu 2015-2018, realisasi investasi mencapai Rp ,30 triliun melampaui target dalam rencana strategis BKPM sebesar Rp ,10 triliun. Meskipun positif, pemerintah mencatat perlunya pengawalan investasi yang lebih intensif untuk semakin meningkatkan arus investasi baik dari dalam maupun luar negeri.

Hal ini menjadi salah satu
poin utama Rakornas Investasi tahun ini. Dengan
tema “Investasi bagi peningkatan lapangan
kerja dan pendapatan masyarakat” yang difokuskan
pada pengembangan kegiatan investasi yang berkualitas sehingga diharapkan
membawa multiplier effect yang dapat
memperluas peluang usaha, mendorong produksi barang dan jasa di dalam negeri,
meningkatkan penyediaan lapangan kerja, menurunkan angka ketimpangan ekonomi,
serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Presiden Joko Widodo juga
dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan arahan langsung kepada
kurang lebih 850 pemangku kepentingan
yang terdiri dari Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia, DPMPTSP
Provinsi seluruh Indonesia, Administrator KEK/KPBPB, serta dari
Kementerian/Lembaga.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong menyampaikan bahwa perkembangan realisasi investasi dari tahun 2015 hingga tahun 2018 terus menunjukkan tren yang positif. “Tahun lalu terjadi perlambatan investasi, namun ini tidak lepas dari perkembangan investasi global yang juga menurun,” ujarnya dalam acara Rakornas Investasi 2019 di Tangerang Selatan, Selasa (12/3/2019).

Dari data BKPM, realisasi investasi untuk periode tahun 2018 mencapai
Rp 721,3 triliun, meningkat sebesar 4,1% dibandingkan tahun 2017. Dibandingkan
dengan target realisasi investasi RPJMN sebesar Rp 765 trilliun, investasi
tahun 2018 tercapai sebesar 94,3%. Total realisasi investasi PMDN tahun 2018
mencapai Rp 328,6 triliun menunjukkan peningkatan sebesar 25,3%, dibandingkan
tahun 2017 sebesar Rp 262,3 triliun. Sedangkan total realisasi investasi PMA
tahun 2018 adalah sebesar Rp 392,7 triliun, turun 8,8% dibandingkan realisasi
investasi PMA tahun 2017 sebesar Rp 430,5 triliun.

Pada periode sebelumnya, realisasi investasi tahun
2017 menembus angka Rp 692,8 triliun, melampaui target realisasi investasi PMDN
dan PMA tahun 2017 sebesar Rp 678,8 triliun. Realisasi investasi tahun 2016
tercatat sebesar Rp 612,8 triliun, atau meningkat 12,4% dibandingkan periode
tahun 2015, sebesar Rp 545,4 triliun.

Dalam rakornas tersebut,
Presiden juga meluncurkan Koordinasi
Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi (KOPI MANTAP) yang ditujukan untuk memudahkan koordinasi lintas satgas
(Satgas Nasional, Satgas Provinsi, dan Satgas Kabupaten/Kota) dalam upaya
fasilitasi pemenuhan komitmen dan penyelesaian masalah investasi. KOPI MANTAP memungkinkan efektivitas dan efisiensi
koordinasi dengan menggunakan platform berbasis teknologi informasi yang
didukung fitur kolaborasi, knowledge
sharing
, serta pertemuan jarak jauh melalui video/audio conference.

Plt. Deputi Bidang
Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Farah Ratnadewi Indriani
menjelaskan bahwa dengan peluncuran KOPI MANTAP pada Rakornas Investasi 2019
diharapkan selanjutnya ada percepatan yang signifikan dalam hal fasilitasi dan
penyelesaian masalah investasi sehingga seluruh rencana investasi yang sudah
mendapatkan perizinan berusaha melalui Online
Single Submission
(OSS) dapat direalisasikan seluruhnya dengan lancar.

Turut hadir
dalam kegiatan Rakornas Investasi tersebut Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Menteri
Dalam Negeri, Meneg PPN/Kepala Bappenas, Menteri Perindustrian, dan Menteri
Komunikasi dan Informatika.