Safari Subuh Berjemaah Perdana Bersama Camat

Ngaglik – Minggu (17/3/19) sejak pukul WIB, Masjid Al-Falaq diisi jemaah dari lingkungan masjid dan juga sekitar Dusun Nglempongsari, Desa Sariharjo untuk mengikuti salat subuh berjemaah.

Berbeda
dengan subuh biasanya, subuh kali ini juga dihadiri Subagya, Camat Ngaglik beserta
Forum Komunikasi Pimpinan Tingkat Kecamatan Ngaglik, pejabat pemerintah dari desa dan Kecamatan Ngaglik, para tokoh
agama baik dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Ngaglik maupun Pengurus
Anak Cabang (PAC) Muhammadiyah, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), dan Majelis
Ulama Indonesia (MUI), serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang ada
di Kecamatan Ngaglik.

Salat subuh berjemaah mengundang Ustaz Sukirman selaku Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Ngaglik sebagai imam salat. Acara yang diadakan di masjid yang berdiri atas wakaf dari warga yang bernama Margo Utomo ini dihadiri sekitar 300 jemaah laki-laki dan perempuan.

Mengingat dalam
waktu dekat ada pemilu yang disebut dengan pesta demokrasi, maka Camat Ngaglik
mengimbau untuk menjaga kedamaian dan keamanan pemilu dengan sebaik-baiknya. “Jaga toleransi dan juga gotong-royong antar warga jemaah di wilayah ini,” kata Subagya.

Subagya juga menyampaikan,
untuk kemakmuran masjid diharapkan para takmir masjid
bisa memanfaatkan dana infak dan sedekah. “Selain membangun fisik juga nonfisik dapat membantu yang kurang mampu atau miskin baik dalam membantu
usaha, sekolah, dan juga yang lainnya. Alasannya jelas pemerintah belum mampu untuk semuanya maka tokoh agama dan takmir harus sudah
memikirkan kebutuhan jemaahnya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan
tersebut, Sentot selaku Ketua Takmir Masjid Al-Falaq menyampaikan ucapan terima kasih
kepada jajaran Kecamatan Ngaglik yang telah menetapkan Al Falaq untuk menggelar
kegiatan safari salat subuh berjemaah perdana di tingkat Kecamatan Ngaglik. Acara ini dipungkasi dengan coffee morning bersama di serambi Masjid Al-Falaq. (Srp)




Semangat PPDI untuk Esok yang Lebih Baik

Ngaglik
– Minggu (17/3/2019) di Aula Balai Desa Donoharjo diselenggarakan pertemuan
rutin PPDI (Paguyuban Penyandang Disabilitas Indonesia) Ngaglik. Ini merupakan
pertemuan rutin yang diselenggarakan setiap Minggu Legi. Pertemuan rutin juga
diisi dengan kegiatan arisan, simpan pinjam KSP Bank Difabel Ngaglik, dan Posbindu
(Pos Pembinaan Terpadu).

Balai
Desa dipilih sebagai tempat pertemuan karena bangunannya relatif mudah diakses oleh
difabel. “Meski
kemiringan belum memenuhi standar, akses bagi pengguna kursi roda bisa
disiasati dengan memasang list karet dan perlu ditambah ram,” kata Kuni salah
satu anggota PPDI.

Sebagai
Ketua KSP, Jimin menyampaikan bahwa KSP Bank Difabel juga masih terbuka untuk
menerima keanggotaan baru. Saat ini selain Ngaglik, anggotanya juga berasal
dari wilayah Turi, Mlati, Pakem, Kalasan, Cangkringan, dan Sleman.

“KSP Bank Difabel masih terbuka untuk menerima anggota baru, agar lebih banyak yang mendapatkan manfaat dari keberadaan KSP. Syarat nya hanya membayar simpanan pokok 25 ribu rupiah dan simpanan wajib 5 ribu rupiah setiap bulan,” kata Jimin.

KSP
juga melayani konsultasi bagi anggota PPDI yang ingin memulai usaha. Untuk
pengajuan 5 juta rupiah ke atas dengan mengajukan proposal yang bisa didampingi
penyusunannya.

“Bila lancar pinjaman dapat dinaikkan dengan jaminan usaha atau jaminan tunjuk. Jaminan tunjuk itu dengan menunjukkan barang berharga yang dimiliki peminjam namun KSP tidak menyimpan barang atau suratnya. Dasar kerja kita adalah kepercayaan,” jelas Jimin lagi.

Menurut
Waluyo, Pengurus KSP, salah satu kendalanya adalah belum ada tempat yang bisa
digunakan sebagai kantor. Dia berharap akan ada pihak yang peduli akan hal ini.

Pada kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa bagi peserta yang sudah terdaftar sebagai peserta Jamkesus akan mendapat Kartu Jamkesta. Kartu dapat diambil Jumat (22/3/2019) di Kecamatan Ngaglik pukul pagi untuk Sukoharjo, Sariharjo, dan Sinduharjo dengan membawa fotokopi KTP dan KK. Kartu Jaminan Semesta ini bisa digunakan untuk akses berobat secara gratis.

Kurnia, Sekretaris PPDI menjelaskan, hari itu sebetulnya jadwal Posbindu namun dokternya tidak bisa hadir. Jadi pemeriksaan nonmedis berupa cek tensi, berat badan dan lingkar pinggang dilakukan oleh pengurus dan anggota PPDI yang sudah dilatih sebagai Kader Posbindu oleh Nurul, dosen pengabdian masyarakat dari UMY.

“Saya berharap, untuk selanjutnya setiap pertemuan ”lapanan’‘ yang diselenggarakan bisa selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk menantau kesehatan seluruh anggota PPDI,” jelasnya lagi. (End)




Warga Turi Terbiasa Hidup Bersih dan Sehat

Turi – Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan salut kepada warga Turi yang semangatnya tinggi sekali dalam mengatasi bencana. Ini disampaikan Sri Purnomo saat Tim Penilai Lomba Lingkungan Bersih Sehat (LBS) tingkat Nasional melakukan penilaiannya di Dusun Donoasih, Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Jumat (15/3/2019).

“Warga masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan bukan
hanya dalam rangka lomba tetapi ini sudah diterapkan tiap harinya, sehingga
usia hidup di Sleman dapat mencapai rata-rata 76 tahun dan indeks pembangunan
manusia mencapai 82 persen dan nomor 3 tingkat nasional,” imbuh Sri Purnomo.

Kepala Desa Donokerto Waluyo Jati menyampaikan kabar bahwa warga
Donokerto telah terbiasa hidup bersih agar kesehatan dapat terjamin. Dusun Donoasih
yang menjadi lokasi lomba ini baru saja terdampak bencana angin kencang dan
hujan deras,sehingga menyebabkan banyak kerusakan. Akan tetapi warga tidak
pesimis dan dengan gotong royong kondisi lokasi untuk lomba ini dapat disajikan.

Lomba terdiri dari penilaian admimistrasi, meninjau lokasi, wawancara,
serta pengamatan tentang pelaksanaan pemantauan jentik. Tim Penilai Lomba
Lingkungan Bersih Sehat tingkat Nasional ini dipimpin oleh Endang Budi Martini.
Selain dari tim, penilaian ini juga dihadiri Gusti Bendara Adipati Raden Ayu
Paku Alam, Bupati Sleman Sri Purnomo, Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Kustini Sri
Purnomo, dinas terkait tingkat Propinsi dan Kabupaten, Camat Turi dan Muspika, Kades
dan perangkatnya, tokoh masyarakat, dan warga masyarakat. (KIM Kertomandiri/Suharno)