Jalan Sehat Songsong Ramadhan

Turi – Memasuki bulan Ramadhan 1440 H, PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Kecamatan Turi menggelar Jalan Sehat Songsong Ramadhan 1440 H yang ramai diikuti warga di Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Minggu (28/4/2019).

Menurut Bambang Rahmanto Ketua PCM Turi kegiatan ini adalah ungkapan kegembiraaan dalam menyongsong bulan penuh kemuliaan bagi umat Islam. “Juga sebagai ajang untuk hiburan bagi warga setelah melalui tahapan pemilu yang cukup menyita pikiran dan emosi,” terang Bambang Rahmanto.

Jalan sehat ini mengambil rute di seputaran Desa Bangunkerto menempuh jarak lebih kurang 5 Km dengan start dan finish di Lapangan Bangunkerto. Selain pembagian ratusan hadiah untuk peserta dan pemberian santunan untuk lanjut usia, jalan sehat ini juga dimeriahkan atraksi kesenian dan drumband dari berbagai amal usaha yang ada di Turi. Selain itu juga ada pemeriksaan kesehatan gratis dari SMKM 2 Turi serta aneka bazar yang menampilkan aneka potensi ekonomi dari warga Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah.

PCM Turi berharap rangkaian kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin tahunan sebagai bentuk dakwah dan syiar Muhammadiyah yang nantinya dilaksanakan secara bergiliran di desa-desa dalam wilayah Turi.

Camat Turi Abdul Haris Sunaryo dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya kepada organisasi Muhammadiyah. “Muhammadiyah selama ini telah banyak berkiprah dalam kegiatan keagamaan, sosial, dan pendidikan di Turi. Di masa depan semoga Muhammadiyah masih akan senantiasa memberikan darma baktinya kepada masyarakat, bangsa, dan agama. Semangat ini harus dikobarkan dalam kerangka amar maruf nahi munkar”, kata Abdul Haris Sunaryo.

Rangkaian kegiatan menyambut bulan Ramadhan ini masih akan berlanjut dengan Pengajian Akbar Sambut Ramadhan pada 5 Mei 2019 mendatang di Masjid Al Iman Desa Bangunkerto dengan menghadirkan pembicara Ustadz Harjaka , yang juga merupakan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sleman. (Arief Hartanto )




Realisasi Investasi PMDN dan PMA Periode Triwulan I 2019


[metaslider id=”13277″]

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Triwulan I (periode Januari – Maret) Tahun 2019, dengan total investasi mencapai Rp 195,1 triliun, naik 5,3% dibanding periode yang sama tahun 2018, yaitu sebesar Rp 185,3 triliun.

Kepala BKPM, Thomas Lembong menyampaikan bahwa nilai realisasi investasi triwulan pertama tersebut sudah mencapai 24,6% dari target investasi tahun 2019 sebesar Rp 792,0 triliun. Capaian realisasi investasi ini sangat penting untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada tahun 2019 dapat terealisasi.




Investasi Triwulan I Tahun 2019 Naik 5,3%, Mencapai Rp 195,1 Triliun

Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi Triwulan I (periode Januari – Maret) Tahun 2019, dengan total investasi mencapai Rp 195,1 triliun, naik 5,3% dibanding periode yang sama tahun 2018 , yaitu sebesar Rp 185,3 triliun. Nilai investasi selama Triwulan I Tahun 2019 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 87,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 107,9 triliun. Selama periode Triwulan I Tahun 2019, tenaga kerja yang terserap adalah sebanyak tenaga kerja Indonesia.

Kepala BKPM, Thomas Lembong menyampaikan bahwa nilai realisasi investasi triwulan pertama tersebut sudah mencapai 24,6% dari target investasi tahun 2019 sebesar Rp 792,0 triliun. Capaian realisasi investasi ini sangat penting untuk menjaga agar pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% pada tahun 2019 dapat terealisasi.

Dibandingkan tahun 2018, pertumbuhan investasi PMDN pada Triwulan I Tahun 2019 meningkat sebesar 14,1%, dari Rp 76,4 triliun di Triwulan I Tahun 2018 ke Rp 87,2 triliun. Sedangkan investasi PMA pada Triwulan I Tahun 2019 tersebut turun 0,9% dibanding Triwulan I Tahun 2018 yang sebesar Rp 108,9 triliun menjadi Rp. 107,9 triliun.

”Mengacu data Triwulan I Tahun 2019 terjadi tren positif terhadap pertumbuhan PMA yang semula pada Triwulan IV Tahun 2018 adalah -11,6% menjadi -0,9% pada Triwulan I Tahun 2019. Kami melihat tren positif ini akan berlanjut pada masa mendatang, apalagi didukung dengan tekad kuat pemerintah yang akan melanjutkan reformasi di bidang ekonomi, pemanfaatan Online Single Submission (OSS) yang lebih baik, serta intensifikasi pengawalan investasi oleh berbagai instansi pemerintah terkait baik di pusat dan daerah.” demikian Tom Lembong menegaskan dalam konferensi pers di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (30/4/2019).

BKPM juga mencatat, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (Rp 37,3 triliun, 19,1%); DKI Jakarta (Rp 24,7 triliun, 12,7%); Jawa Tengah (Rp 21,4 triliun, 11,0%); Jawa Timur (Rp 12,6 triliun, 6,5%); dan Banten (Rp 12,5 triliun, 6,4%).

”Hal yang menggembirakan lainnya adalah terjadinya tren peningkatan investasi di luar Jawa, yang tumbuh sebesar 16,7% bila dibandingkan dengan Triwulan I Tahun 2018. Capaian ini disumbang oleh investasi di Indonesia bagian timur, khususnya di sektor pengolahan hasil tambang yang sangat penting untuk peningkatan ekspor. Selain sektor tersebut, sektor pariwisata di Indonesia bagian timur berpotensi untuk terus dikembangkan, terutama pariwisata bahari maupun wisata minat khusus, yang tentunya akan dapat mendiversifikasi destinasi wisata di Indonesia.” disampaikan Tom.

Pada periode Triwulan I Tahun 2019 realisasi investasi di luar Jawa sebesar Rp 85,8 triliun meningkat 16,7% dari periode yang sama pada tahun 2018 sebesar Rp 73,5 triliun.

Sedangkan, realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp 37,3 triliun, 19,1%); Listrik, Gas, dan Air (Rp 33,2 triliun, 17,0%); Konstruksi (Rp 19,5 triliun, 10,0%); Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 18,8 triliun, 9,7%), serta Pertambangan (Rp 15,1 triliun, 7,7%).

Lima besar negara asal PMA adalah: Singapura (US$ 1,7 miliar, 24,0%); R.R. Tiongkok (US$ 1,2 miliar, 16,1%); Jepang (US$ 1,1 miliar, 15,8%); Malaysia (US$ 0,7 miliar, 9,8%) dan Hongkong, RRT (US$ 0,6 miliar, 8,1%).

“Seiring dengan telah diluncurkannya KOPI MANTAP (Koordinasi Pengawalan Investasi Memanfaatkan Aplikasi) pada bulan lalu, BKPM bersama dengan Pemerintah Daerah dan Kementerian/Lembaga terkait akan terus melakukan pengawalan investasi dalam rangka fasilitasi kendala investasi dan upaya percepatan peningkatan realisasi investasi. Kami persilakan bagi investor yang mengalami permasalahan dalam merealisasikan investasinya, dapat berkomunikasi atau datang langsung ke kantor BKPM.” jelas Plt. Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal-BKPM, Farah Ratnadewi Indriani dalam acara tersebut.

Lampiran Data Realisasi Investasi PMDN-PMA Triwulan I Tahun 2019

Terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada periode Triwulan I Tahun 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 sebesar 14,1%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 76,4 triliun menjadi Rp 87,2 triliun.

Realisasi investasi PMA pada periode Triwulan I Tahun 2019 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 mengalami perlambatan sebesar 0,9%, yaitu dari nilai realisasi investasi Rp 108,9 triliun menjadi Rp 107,9 triliun.

Berikut hal penting dari capaian realisasi investasi PMDN dan PMA pada Triwulan I Tahun 2019:

  1. Realisasi Investasi PMDN
    Lima besar realisasi investasi PMDN berdasarkan sektor usaha adalah: Konstruksi (Rp. 19,2 triliun), Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi (Rp. 12,7 triliun), Listrik Gas, dan Air (Rp. 10,3 triliun), Industri Makanan (Rp. 8,9 triliun), dan Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Peternakan (Rp. 8,8 triliun). Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat sektor industri memberikan kontribusi sebesar Rp 16,1 triliun atau 18,5% dari total PMDN.
    Sedangkan, lima realisasi investasi PMDN berdasarkan lokasi proyek adalah: Jawa Barat (Rp 11,6 triliun); DKI Jakarta (Rp. 10,4 triliun); Jawa Timur (Rp 10,0 triliun), Jawa Tengah (Rp 9,8 triliun); dan Riau (Rp. 8,2 triliun).
  2. Realisasi Investasi PMA
    Realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha (5 besar) adalah: Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi (US$ 1,6 miliar); Listrik, Gas dan Air (US$ 1,5 miliar); Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (US$ 1,0 miliar); Pertambangan (US$ 0,6 miliar); dan Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (US$ 0,6 miliar). Apabila seluruh sektor industri digabung, maka terlihat sektor industri memberikan kontribusi terbesar sebesar US$ 1,9 miliar atau 26,0% dari total PMA.
    Realisasi investasi PMA berdasarkan lokasi proyek (5 besar) adalah: Jawa Barat (US$ 1,7 miliar); DKI Jakarta (US$ 1,0 miliar); Jawa Tengah (US$ 0,8 miliar); Banten (US$ 0,5 miliar); dan Kepulauan Riau (US$ 0,5 miliar);
    Realisasi investasi PMA berdasarkan asal negara (5 besar) adalah: Singapura (US$ 1,7 miliar); R.R. Tiongkok (US$ 1,2 miliar); Jepang (US$ 1,1 miliar); Malaysia (US$ 0,7 miliar) dan Hongkong, RRT (US$ 0,6 miliar).
  3. Sebaran Lokasi Proyek
    Pada Triwulan I Tahun 2019, realisasi investasi di Pulau Jawa sebesar Rp 109,3 triliun dan realisasi investasi di luar Pulau Jawa sebesar Rp 85,8 triliun.
  4. Penyerapan Tenaga Kerja Indonesia
    Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada Triwulan I Tahun 2019 mencapai orang.
  5. Realisasi investasi berdasarkan Wilayah pada periode Januari sampai dengan Maret tahun 2019 adalah:

a. Wilayah Sumatera dengan realisasi investasi sebesar Rp 35,7 triliun (18,3%), terdiri dari PMDN sebesar Rp. 21,1 triliun dan PMA sebesar US$ 1,0 miliar.

b. Wilayah Jawa dengan realisasi investasi sebesar Rp 109,3 triliun (56,0%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 46,8 triliun dan PMA sebesar US$ 4,2 miliar.

c. Wilayah Kalimantan dengan realisasi investasi sebesar Rp 21,4 triliun (11,0%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 12,9 triliun dan PMA sebesar US$ 0,6 miliar

d. Wilayah Sulawesi dengan realisasi investasi sebesar Rp 14,0 triliun (7,2%) terdiri dari PMDN sebesar Rp 3,5 triliun dan PMA sebesar US$ 0,7 miliar.

e. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara dengan realisasi investasi sebesar Rp 5,2 triliun (2,6%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 2,2 triliun dan PMA sebesar US$ 0,2 miliar.

f. Wilayah Maluku dan Papua dengan realisasi investasi sebesar Rp 9,5 triliun (4,9%), terdiri dari PMDN sebesar Rp 0,7 triliun dan PMA sebesar US$ 0,6 miliar.




Widodomartani, Desa Kawasan Tanpa Rokok Pertama di Sleman

Sleman – Desa Widodonartani Kecamatan Ngemplak dideklarasikan sebagai Desa Kawasan Tanpa Rokok (KTR) untuk pertama kalinya di Kabupaten Sleman. Pendeklarasian tersebut ditandai dengan pemukulan gong dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun bertempat di Balai Desa Widodomartani, Senin (29/4/2019). Pada kesempatan tersebut juga dikukuhkannya Satgas KTR yang terdiri dari 40 orang dari 19 padukuhan yang ada di Desa Widodomartani.

Pendeklarasian tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sleman Nomor 19.4/ tentang Desa Widodomartani Kecamatan Ngemplak Sebagai Desa Kawasan Tanpa Rokok yang di tetapkan pada 1 April 2019.

Adapun komitemen yang disepakati, yakni tidak merokok disetiap pertemuan, tidak merokok didalam rumah, tidak merokok didekat ibu hamil dan anak, tidak merokok ditempat ibadah, memasang stiker disetiap rumah, dan merokok di tempat khusus merokok.

Dalam sambutannya, Sri Muslimatun mengatakan pencanangan tersebut merupakan respon positif dan langkah nyata dalam komitmen meningkatkan kesehatan di Kabupaten Sleman khususnya di Desa Widodomartani. 

Sri Muslimatun menambahkan  bahwa komitmen tersebut tentu tidak mudah untuk dicapai, maka daripada itu ia mengajak desa – desa lain untuk mencontoh dan membudayakan KTR.

“Untuk mewujudkan komitmen ini saya yakin tentu tidak mudah, awalnya dimulai dengan terpaksa hingga terbiasa dan kemudian berbudaya,” katanya.

Sri Muslimatun berharap deklarasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Namun untuk terus menggalakkan dan menyadarkan masyarakat tentang bahaya asap rokok. Tentu tujuan akhirnya adalah peningkatan kualitas hidup masyarakat dan peningkatan kualitas udara di ruangan.

“Demi tercapainya tujuan tersebut tentu perlu komitmen dan konsistensi seluruh pihak,” kata Sri Muslimatun.

Sementara itu, Camat Ngemplak, Sri Wahyu Purwaningsih mengakui sulitnya untuk mangajak warga untuk berkomitmen KTR. Namun setelah melakukan pendekatan dan memberikan pemahaman, akhirnya masyarakat bersepakat.

“Awalnya mendapat pertentangan dari masyarakat, namun akhirnya, setelah sosialisasi dan pemahaman dari Dukuh, Dinkes dan Puskesmas seluruh masyarakat Desa Widodomartani berhasil berkomitmen mendeklarasikan Gerakan tersebut,” katanya.

Senada anak hal tersebut Kepala Desa Widodomartani Heruyono mengatakan komitmen tersebut tercapai berkat kemauan kuat warganya dan padukuhan setelah mendapatkan sosialisasi bahaya merokok, terlebih untuk generasi penerus. Lanjutnya, Desa Widodomartani menjadi satu – satunya Desa di Kabupaten Sleman sebagai Desa Kawasan Tanpa Rokok.***




Kartini dan Kartono Desa Donoharjo

Ngaglik – Menggali potensi remaja bisa dilakukan melalui
banyak hal, diantaranya dengan penyelenggaraan lomba. Demikian pula yang
dilakukan Fornadon (Forum Anak Donoharjo), dalam rangka memperingati  hari lahir RA Kartini mereka menyelenggarakan
lomba Kartini Kartono tingkat Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Minggu (28/4/2019).

Lomba diikuti oleh 18 peserta se-Desa Donoharjo, dengan
batasan peserta dari SD hingga kelas 2 SMA. Di babak penyisihan, setiap peserta
melakukan fashion show serta menyampaikan tentang visi misinya bagi kemajuan desa,
kemudian dipilih sepuluh finalis Kartini Kartono. Untuk menentukan pemenangnya,
digali kemampuan peserta diantaranya dalam penguasaan  visi misi, 
serta bakat kemampuan dan prestasi yang dimiliki.

Syarif, Ketua Fornadon menuturkan alasannya mengadakan lomba seperti ini. “Selain untuk menggali potensi remaja Desa Donoharjo, juga untuk mempersiapkan regenerasi Fornadon yang muaranya nanti menuju Desa Donoharjo yang lebih baik,” terang Syarif.

Tampil sebagai juara kategori keserasian adalah Muhamad Ridwan Taufik serta Dewi Latifah Sari dari Padukuhan Penen. Adapun pemenang lomba Kartini adalah Zulfa Rahmania dari Padukuhan Balong dan pemenang lomba Kartono Abiyu Mahfud Raihan juga dari Padukuhan Balong. (KIM Ngaglik/Sih Endarwati)