Tangerang – Kementerian
Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan
dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk produktivitas masyarakat
desa. Kehadiran AMMDes sejalan dengan fokus pemerintah
dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Kami mendorong upaya membangun
Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa yang diwujudkan
melalui pendekatan untuk mengatasi ketimpangan dan mengembangkan potensi yang
ada di pedesaan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Tangerang,
Banten, Senin (15/4/2019).
AMMDes
secara resmi telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menperin
pada event Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018. “AMMDes merupakan salah satu produk
modernisasi yang masuk dalam program kerja Jokowi-JK. Karena itu, diharapkan
alat multifungsi ini dapat meningkatkan produktivitas sehingga dapat juga
membawa kesejahteraan masyarakat,” papar Airlangga.
Menurut Menperin, alat untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat di pedesaan tersebut telah melalui berbagai
tahapan pengembangan dan uji coba. Saat ini,
AMMDes diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) mempunyai model dasar yang dilengkapi
dengan flat deck dan fitur power take off (PTO).
“Mesin diesel yang digunakan pada model ini telah mengalami penyesuaian untuk mendapatkan performa yang lebih baik di medan off road dan berbukit,” ujarnya. Model ini juga mengaplikasikan sistem penggerak tunggal yang dirancang dengan kecepatan maksimal 30 km per jam dan kapasitas silinder sebesar 650 cc atau setara dengan 14 HP.
Selain
itu, model ini dilengkapi dengan differential
lock sebagai fitur pengunci roda belakang sehingga dapat bergerak secara
bersamaan untuk menambah traksi saat melintasi jalan yang buruk. “Saat ini, AMMDes telah diproduksi massal
dengan pengembangan aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan,
dan tanggap darurat bencana,” imbuhnya.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika
(ILMATE) Kemenperin Harjanto mencontohkan, AMMDes telah dikembangkan dengan
dilengkapi alat pengolah air jernih. Fungsi AMMDes ini sudah dimanfaatkan di
tiga wilayah yang terkena dampak gempa di Provinsi Sulawesi Tengah, beberapa
waktu lalu, yakni di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala melalui
bantuan lima unit dari Kemenperin.
Bagi masyarakat desa atau dalam kondisi darurat bencana, kebutuhan
air bersih sangat penting untuk mendukung berbagai aktivitas. “Kebutuhan air bersih memang sangat penting, karena selain untuk minum, juga
misalnya digunakan untuk memasak dan lainnya,” ungkap Harjanto.
“Bahkan, saat ini telah dikembangkan AMMDes yang dilengkapi dengan unit ice flake atau pembuat es serpihan yang
cocok untuk nelayan,” tuturnya. Menariknya
lagi, kini AMMDes mampu dikembangkan sebagai feeder ambulans di wilayah-wilayah yang bermedan berat dan juga
minim infrastruktur jalan. Fungsi ini diyakini akan mengurangi jumlah kematian
ibu melahirkan di Indonesia.
Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong pengembangan AMMDes sebagai
salah satu karya anak bangsa yang perlu diapresiasi karena wujud kemandirian
industri nasional.
“Komponen
lokal AMMDes sudah lebih dari 70 persen. Untuk muatan penuhnya bisa mencapai
700 kg dan variasi kemiringan 20 hingga 30 derajat. AMMDes dilahirkan karena
melihat infrastruktur atau jalan desa, sehingga dapat dimanfaatkan di jalan
yang sangat ekstrim,” paparnya.
Terkait
produksi, saat ini KMWI memiliki kapasitas produksi sebanyak unit per
tahun. Rencananya perusahaan akan meningkatkan kapasitas terpasangnya menjadi
12 ribu unit per tahun di 2020.
AMMDes Summit
Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan
Kemenperin Putu Juli Andika menambahkan, dalam upaya perluasan pemanfaatan AMMDes yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan
perekonomian pedesaan, Kemenperin dan PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) menggelar “The 2nd
AMMDes Summit and Exhibition” yang dilaksanakan pada tanggal 15 –
16 April 2019 di Nusantara Hall – ICE BSD City.
Kegiatan tersebut mengusung
tema “AMMDes Untuk Produktivitas dan
Kesejahteraan Masyarakat Desa”. “Jadi, acara ini merupakan kelanjutan dari
kegiatan tahun 2018 yang bertujuan untuk mendorong peningkatan pemanfaatan
AMMDes untuk memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan,” jelasnya.
Perhelatan tersebut, terdiri atas seminar dengan
tema “Peningkatan Peran AMMDes Dalam Mendorong Percepatan Pembangunan Ekonomi
Pedesaan” dan Focus Group Discussion
(FGD) dengan topik yaitu “Pengembangan Bisnis Model AMMDes dan Perluasan
Kerjasama Pengembangannya” serta “Pengembangan R&D&D AMMDes dan
Komponen Pendukung Dalam Rangka Meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri”.
Lebih lanjut, event
ini bertujuan membahas pemanfaatan aplikasi AMMDes untuk meningkatkan
produktivitas dan memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat pedesaan serta
membahas penguatan Research, Design and
Development (R&D&D) AMMDes dan komponen pendukungnya.
Tujuannya untuk
meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN), serta exhibition yang akan menampilkan
beberapa unit AMMDes dengan aplikasi perontok padi, penjernih air, Ice Flake Maker, pengolah kopi, pemoles
beras, generator listrik, pascapanen pisang, dan ambulance feeder.
Selain
itu, juga dilakukan penandatangan Letter of Intent antara PT. Kreasi Mandiri Wintor Distributor sebagai perusahaan
distribusi AMMDes-KMW dengan PT. Repindo Jagad Raya tentang rencana ekspor AMMDes ke Timor Leste dan Papua Nugini serta serah terima AMMDes Ambulance
Feeder sebanyak dua unit dari PT. KMWI
kepada United States Agency for International Development (USAID).
“Kegiatan ini
merupakan langkah awal membangun komitmen untuk mendukung pemanfaatan dan kerja sama pengembangan
AMMDes-KMW melalui pilot project,
serta membangun kerja sama dalam hal R&D&D komponen pendukung untuk
peningkatan TKDN,”
papar Putu.
Ke depannya, diharapkan AMMDes dapat memberikan kontribusi lebih besar
dalam upaya meningkatkan laju
perekonomian masyarakat di pedesaan.