Pemerintah Fokus Pendidikan Kejuruan, Revitalisasi SMK Tunjukkan Dampak Positif

Depok – Presiden
Republik Indonesia Joko Widodo menegaskan, fokus dunia pendidikan saat ini
adalah untuk memberikan keterampilan kerja bagi generasi muda. Hal ini dalam
rangka menyambut bonus demografi dan persaingan antarnegara yang semakin ketat.
Pendidikan dan pelatihan vokasi/kejuruan akan semakin diperkuat seiring
bergesernya strategi pembangunan dari pembangunan infrastruktur fisik, menjadi
pembangunan manusia.

“Kita ingin pendidikan yang fokus pada keterampilan bekerja. Ini sangat penting,” pesan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada pembukaan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2019 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/2/2019).

Kunci bagi Indonesia
untuk mempersiapkan diri dalam memenangkan persaingan terletak pada kualitas
sumber daya manusianya. Selain infrastruktur yang telah dibangun dalam empat
tahun terakhir, peningkatan kualitas manusia menjadi prasyarat agar Indonesia
tidak terjebak dalam perangkap pendapatan menengah (middle income trap). “Apabila kita bisa meng-upgrade secepat-cepatnya sehingga
levelnya melebihi negara-negara di kanan-kiri kita, itulah namanya kemenangan
kita dalam bersaing,” kata Presiden.

Memasuki tahun
ketiga pelaksanaan revitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK), sesuai dengan
amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK,
beberapa capaian positif mulai terlihat. Seiring dengan meningkatnya angka
partisipasi kerja lulusan SMK pada tahun 2018, angka tingkat pengangguran
terbuka (TPT) dari lulusan SMK setiap tahunnya semakin menurun.

“Memang ini datanya
dari sakernas (survei angkatan kerja nasional), yaitu (di bulan Februari) 2016
sebesar 9,84 persen dan pada tahun 2017 sebesar 9,27 persen. Sedangkan pada
tahun 2018 sebesar 8,92 persen. Jadi sebenarnya trennya menurun,”
disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy.

Jumlah lulusan SMK yang
bekerja mengalami tren kenaikan. Pada bulan Februari tahun 2016 tercatat
sebanyak 12,37 juta, kemudian meningkat menjadi 13,53 juta pada 2017, dan
sebanyak 14,54 juta orang pada tahun 2018. Mendikbud menyatakan optimismenya
terhadap program Revitalisasi SMK yang secara efektif dimulai pada tahun
2017. 

Penyesuaian
Kurikulum dan Kerja Sama Industri

Untuk mengembangkan
pendidikan kejuruan yang selaras dengan kompetensi kebutuhan pengguna lulusan (link and match), maka Kemendikbud telah
melakukan penyesuaian dan pengembangan kurikulum pendidikan kejuruan. Jika
sebelumnya menggunakan pendekatan dari supply-driven,
maka saat ini kurikulum telah disesuaikan menjadi demand-driven agar dunia usaha dan dunia industri (DUDI) semakin
aktif terlibat dalam proses pendidikan kejuruan di SMK.

“Jika selama
ini SMK berjalan dengan berdasarkan persepsi dari sisi pendidikan saja, seakan
nantinya akan dibutuhkan di dunia kerja. Sekarang SMK berjalan sesuai dengan
permintaan dunia usaha dan industri. Yaitu dengan cara menyusun kurikulum
dengan bekerja sama dengan DUDI. Bahkan DUDI diberi porsi untuk menentukan
kurikulum sebesar 70 persen,” jelas Mendikbud.

Komitmen jangka
panjang yang saling menguntungkan antara SMK dengan dunia usaha dan dunia
industri juga terus diperkuat. “Sejak dilakukannya revitalisasi SMK itu,
sudah ada 2700-an industri yang menjalin kerja sama dengan SMK. Dan itu kerja
sama yang riil,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
(Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad.

Dalam rangka
meningkatkan kompetensi dan kebekerjaan lulusan SMK, Kemendikbud mendorong
peningkatan kapasitas SMK menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama
(LSP-P1). Dirjen Dikdasmen menyampaikan bahwa berdasarkan data Direktorat
Pembinaan SMK, saat ini terdapat 64 skema sertifikasi level 2 dan 3 yang
digunakan oleh LSP-P1 SMK.

Sampai dengan awal
tahun 2019, Kemendikbud bersama BNSP telah menyiapkan skema sertifikasi
kualifikasi level II dan III untuk digunakan di LSP-P1 SMK dan diharapkan dapat
meningkatkan akses sertifikasi kepada para siswa SMK. Dan sejak tahun 2016,
tercatat siswa SMK telah memperoleh sertifikasi dari Badan Nasional
Sertifikasi Profesi (BNSP). Sampai dengan awal tahun 2019, Kemendikbud bersama
BNSP telah menyesuaikan 146 kompetensi keahlian pendidikan kejuruan di SMK. Dan
sebanyak 1650 SMK telah melaksanakan sinkronisasi kurikulum.

Pemenuhan
Guru Produktif

Presiden berharap
semakin banyak guru sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terampil dalam
membimbing siswanya agar memiliki keterampilan dan kompetensi kerja yang baik.
“Guru yang terampil harus lebih banyak dari guru normatif,” pesannya.

Saat ini Kemendikbud
terus memperkuat guru-guru SMK melalui berbagai program pelatihan, kursus
singkat, dan magang industri baik di dalam maupun luar negeri, serta program
sertifikasi keahlian ganda. Hal ini untuk mendorong revitalisasi vokasi secara
keseluruhan dan dapat menghasilkan lulusan yang bisa bersaing di dunia kerja.
“Target guru berkeahlian ganda pada 2019 ini mencapai 40 ribu guru,”
ujar Mendikbud.

Hingga akhir 2018,
program Peningkatan Jumlah dan Kompetensi Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
SMK yang telah terlaksana yaitu Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan.
Capaiannya adalah 1) Penyiapan Sistem Pendataan Calon Peserta Uji Kompetensi
Keahlian (UKK); 2) Identifikasi/Pemetaan calon Guru Sasaran Uji Kompetensi
Keahlian di 219 SMK revitalisasi; 3) Diklat Guru Produktif, pada 104 guru
produktif Bidang Teknologi dan Rekayasa, Energi dan Pertambangan, Teknologi
Informasi dan Komunikasi, Bisnis dan Manajemen, serta Seni dan Industri
Kreatif.

Penumbuhan
Minat Kewirausahaan

Pengembangan
pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa di era
industri 4.0 menjadi salah satu fokus Kemendikbud. Materi Pengembangan muatan
Revolusi Industri 4.0 menjadi muatan wajib bagi SMK penerima bantuan
revitalisasi. Sembilan jenis muatan industri 4.0 tersebut di antaranya Augmented Reality/Virtual Reality (AR/VR),
3D Printing, Tourism Promotion, Game Development, Smart School, Internet of
Things, E-Commerce
, dan Kewirausahaan.  

Selain bekerja di
industri atau melanjutkan studi di jenjang pendidikan tinggi, lulusan SMK juga
didorong menjadi wirausaha kreatif. “Salah satu alternatif yang bagus ya
mendorong anak-anak untuk menjadi wirausaha. Terutama anak-anak yang memiliki
imajinasi yang kuat, punya mimpi besar, sebaiknya disiapkan untuk menjadi
wirausaha,” kata Mendikbud.

Program SMK Pencetak
Wirausaha mendorong pembelajaran tentang etika, nilai (value), kemampuan (ability) dan
perilaku (attitude) dalam menghadapi
tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai risiko yang dihadapi.
Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan di SMK telah diimplementasikan dalam
berbagai bentuk pembelajaran berbasis produksi dan bisnis melalui beberapa
pendekatan, di antaranya teaching factory,
techno park, business center di sekolah.

Direktorat Pembinaan
SMK dan The Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO)
Secretariat sudah menghasilkan siswa wirausaha melalui program Sekolah
Pencetak Wirausaha (SPW) Batch 1 sampai dengan Batch III. Program ini telah
diikuti 175 SMK di 34 Provinsi. Sebanyak 206 sertifikat telah dibagikan kepada
para siswa yang mampu menghasilkan omzet Rp5 juta sampai dengan >Rp25 juta
dalam 3 bulan.

Fitry Anita Rahman,
siswi SMK Negeri 1 Cikalongkulon Cianjur, menjadi salah satu penerima
sertifikat SPW dengan omzet Rp23 juta dalam 3 bulan. Siswi program Agribisnis
Ternak Unggas ini mengaku tidak kesulitan membagi waktu antara berwirausaha
dengan belajar. Sekolah memberikannya keleluasaan untuk bereksperimen melalui
kelas khusus wirausaha. “Di sekolah aku, khusus sekolah pencetak wirausaha
itu dikasih waktu bebas dua puluh jam seminggu. Kita bebas pakai untuk kegiatan
wirausaha. Jadi gak kesulitan (membagi waktu),” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Cikalongkulon
Cianjur, Sumariyah, mengungkapkan bahwa sekolah berkomitmen mendorong minat dan
bakat siswa dalam berwirausaha. Baginya, pembelajaran kewirausahaan siswa SMK
sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan diri, serta menumbuhkan karakter
positif siswa, seperti kreativitas, kemandirian, dan bekerja keras.




Menikmati Wisata Petik Buah di Sobo Kebon Agro

Ngaglik
– Berada di tengah bentang area persawahan antara Dusun Turen di sebelah utara
dan Dusun Kringinan Sardonoharjo di selatan, Sobo Kebon Agro (SKA) menjadi
lokasi yang tepat bagi wisatawan yang merindukan suasana damai, tenang, sunyi,
jauh dari keramaian, dan hiruk pikuk suara deru mesin.

Memasuki
area gerbang, di sebelah kanan disambut dengan gemericik suara air dari 2 kolam
pemancingan besar yang berisi aneka macam ikan.

Di
sebelah kiri kolam berdiri bangunan berbentuk limasan terbuka tanpa dinding
dengan konstruksi bambu dihiasi furniture kayu utuh dan hiasan caping petani di
setiap tiang penyangga memberi kesan suasana tradisional pedesaan yang sangat
kental. Limasan dengan ukuran 20mx20m sangat cocok untuk acara rapat, workshop,
reuni, atau hanya sekadar santai bersama keluarga.

Itulah
Sobo Kebon Agro, destinasi wisata yang menawarkan wisata kebon buah, koleksi
tanaman langka, dan pemancingan.

Menurut
Joelang Arwanto sang pemilik saat ditemui Minggu (14/4/2019), Sobo Kebon Agro
secara administratif berada di Dusun Jetis Baran, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman
berdiri tahun 2017 menempati lahan seluas 8000m2 dan merupakan
perluasan dari Endless Garden yang berlokasi di Dusun Mindi, Sukoharjo,
Ngaglik, Sleman.

“Endless
Garden sejak berdiri tahun 2005 menyediakan bibit tanaman buah karena
keterbatasan lahan maka untuk tanaman yang siap berbuah di pindah di lokasi ini,”
paparnya.

Sobo
Kebon Agro mempunyai koleksi ratusan batang pohon buah, di antaranya blimbing taiwan,
srikaya, dan berbagai jenis tanaman manga. Sedangkan tanaman yang sudah berbuah
dan siap petik di antaranya klengkeng king long, jambu madu deli, sawo
mentimun, jambu kristal, dan blimbing taiwan. Pengunjung bisa petik buah yang
sudah matang langsung dari pohon.

“Dengan
teknik tertentu buah-buahan yang berada di Sobo Kebon Agro tidak mengenal musim
seperti pohon buah pada umumnya jadi pengunjung bisa mendapatkan buah yang
diinginkan sepanjang waktu,” lanjut Joelang yang sering diundang sebagai
narasumber di berbagai pelatihan budidaya tanaman buah.

Lebih
lanjut Joelang menjelaskan bahwa Sobo Kebon Agro mempunyai koleksi tanaman
langka yang berasal dari berbagai belahan dunia seperti mame sapote atau sawo
raksasa dari Amerika yang memiliki 2 jenis yaitu Havana dan magana, plum aussie
dari Australia, Kenitu ungu atau sawo bludru ungu, grumichana atau cheri
Brazil, delima Spanyol, anggur pohon dari Brazil, black sapote dan putosan atau
rambutan hitam dari Malaysia.

Di
tempat ini tedapat koleksi tanaman lokal yang sekarang jarang dijumpai seperti
duwet, kepel, sawo kecik, dan lain sebagainya. Selain kebun buah di Sobo Kebon
Agro terdapat 2 kolam pancing besar yang berisi ikan nila, bawal tombro, dan
patin.

“Pengunjung
bisa memancing ikan sepuasnya karena dibayar per kilogram  tergantung jenis ikan yang diperoleh. Alat
pancing disediakan di sini sekaligus menyediakan jasa masak langsung,”
ungkap Joelang.

Bambang,
pengunjung asal Godean Sleman mengatakan alasannya mengunjungi ke Sobo Kebon Agro.
“Sengaja saya datang ke sini bersama keluarga mencari suasana lain mengisi
liburan yang biasanya ke pantai, gunung atau ke mall di tempat ini bisa santai,
mancing ikan, petik buah langsung dan yang penting anak saya yang masih SD bisa
mengenal tanaman langka yang sekarang jarang dijumpai,” ujarnya. (Up W)




Kejaksaan Ri Siap Sukseskan Pemilu Serentak 2019

Semua pihak turut ambil bagian untuk menyukseskan penyelenggaraannya termasuk Kejaksaan RI sebagai salah satu aparat penegak hukum.

Kejaksaan RI telah membentuk tim pemetaan potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pemilu serentak 2019. Selain itu juga juga aktif memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional tentang Kewaspadaan Nasional bersama dengan @puspentni, @divisihumaspolri, @kemendagri, @kpu_ri, @bawasluri dan unsur pemerintahan lainnya.

Posko Pemilu digunakan dalam pengumpulan, menerima serta menganalisa berbagai kejadian ataupun laporan yang berhubungan dengan pelaksanaan Pemilu serentak. Pada pelaksanaan Pemilu nanti akan ada sedikitnya personel @ di seluruh Indonesia yg tersebar di kantor @kpu_ri, @bawasluri dan #PoskoPemilu Kejaksaan RI untuk melaporkan hasil sementara/kejadian menonjol dlm pemungutan & perhitungan suara.

Jadi, mari kita sukseskan Pemilu dengan datang ke TPS pada tanggal 17 April 2019. Jangan Golput ya. Pilihan boleh beda, persatuan dan kesatuan harus kita jaga!


[metaslider id=”13144″]




Lestari Projosuto, dari Biarawati Jadi Pahlawan Anak Jalanan

Berangkat dari kehidupan seorang biarawati yang mengabdi pada
agama, kini Lestari Projosuto menjadi pahlawan sosial. Lestari mengabdikan diri
dengan membangun yayasan sosial untuk menyelamatkan orang yang terpinggirkan
dan merasa terpinggirkan.

Lestari merasa dirinya tidak mampu melihat para
gelandangan, anak jalanan,
dan ibu dengan anak di luar nikah hidup tanpa diakui keberadaannya oleh orang
di sekitar. Itulah mengapa Lestari mengganti haluan dari seorang biarawati
menjadi pendiri yayasan sosial. Tujuan Lestari yaitu untuk mengabdi kepada
orang yang menurutnya lebih membutuhkan bantuan dan patut dimanusiakan.

Pandangan Lestari inilah yang
membuatnya merintis yayasan sosial pada tahun 1976. Awal didirikan, yayasan tersebut terletak di Jakarta.

Hanya dengan bermodal kontrakan, wanita kelahiran Klaten 11 Mei 1943 ini mampu mempertahankan
yayasannya hingga
12 tahun di Jakarta. Selanjutnya,
Lestari pindah ke Yogyakarta dan memberi nama yayasan tersebut Yayasan Sahabat Manusia Butuh Cinta
(Hamba). Pindahnya Lestari ke kota pelajar ini atas undangan ibu kandungnya
yang ingin membantu dengan membelikan rumah tinggal untuk orang-orang yang
diasuhnya.

Di Yogyakarta, Lestari kembali mendidik kepribadian
orang-orang yang diasuhnya. Berkat jiwa
sosialnya, orang-orang yang ia asuh sangat menyayanginya.

“Kadang suka sedih kalau simbah (nenek-red) lagi nangis kaya lagi ada masalah gitu, mau menghibur tapi nggak tahu gimana (bagaimana-red) cara menghiburnya,” ungkap Putri Madona, anak asuh Lestari asal Jakarta, Sabtu (13/4/2019) .

Elishabeth Cindy Amelia, anak asuh Lestari asal Yogyakarta
mengakui Lestari tulus dalam mendidik orang-orang yang diasuhnya. Seringkali Lestari menanamkan
tata krama
pada anak asuhnya dan membentuk kepribadian mereka agar tidak membeda-bedakan satu anak
dengan yang lainnya.

Hal ini dibenarkan oleh Konaah Anisasri Melani, yang menjabat
sebagai Ketua
Yayasan Hamba.

“Ibu Lestari itu kalau mau bantu ya bantu saja, dia enggak mau kalau pakai prosedur ini itu
yang memperlambatnya dalam membantu orang,” jelasnya.

Yayasan Hamba, begitu nama yayasan sosial yang didirikannya
adalah salah satu dari sekian banyak yayasan sosial yang didirikan keluarga
Lestari. Orang tua Lestari serta adik orang tuanya memiliki darah sosial yang tinggi sehingga hampir di setiap kepala
keluarga di keluarga besarnya memiliki yayasan sosial. Ini juga yang
menyebabkan di hati
Lestari tumbuh rasa
peduli terhadap manusia yang menurutnya merupakan sebuah anugerah Tuhan yang
harus diterapkan pada kehidupannya. (Rep Rara)




Indonesia Industrial Summit 2019, Tonggak Perjalanan Satu Tahun Making Indonesia 4.0

Tangerang – Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar ekonomi dunia pada 2030. Sejak peluncurannya oleh Presiden RI tepat satu tahun lalu, Kementerian Perindustrian melakukan berbagai langkah untuk mempercepat penerapan Making Indonesia 4.0 sebagai game changer pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan penerapan Making Indonesia 4.0, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah terhadap PDB nasional sebesar USD150 Miliar pada 2025. Selain itu, meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 1-2 persen,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Indonesia Industrial Summit (IIS) 2019 di Tangerang, Senin (15/4/2019).

Pelaksanaan IIS 2019 mengambil tema “Implementasi
Making Indonesia 4.0 Menuju Indonesia Menjadi Negara 10 Besar Ekonomi Dunia” memberikan
gambaran mengenai perjalanan penerapan peta jalan tersebut. Dalam periode tersebut,
pemerintah telah menjalankan langkah-langkah strategis untuk mendukung
percepatan adopsi industri 4.0. Pertama, peluncuran Indonesia Industri 4.0
Readiness Index (INDI 4.0), atau indikator penilaian tingkat kesiapan industri
di Indonesia dalam menerapkan teknologi era industri 4.0. Tahap awal assessment INDI 4.0 telah diikuti oleh
326 perusahaan industri dari sektor industri makanan dan minuman, tekstil,
kimia, otomotif, elektronika, logam, aneka, dan sektor engineering, procurement, and construction (EPC).

INDI 4.0 diluncurkan dalam IIS 2019 dengan
menampilkan memberikan penghargaan untuk lighthouse
industry
dan perusahaan pemenang INDI 4.0. Penilaian INDI 4.0 menggunakan
mekanisme self-assessment oleh perusahaan
dengan mengukur lima pilar, yaitu manajemen dan organisasi, manusia dan budaya,
produk dan layanan, teknologi, serta operasional pabrik. Rentang skor penilaian
INDI 4.0 adalah dari level 0 (belum siap) yang artinya “belum siap”
bertransformasi ke industri 4.0, kemudian level 1: industri masih pada tahap
“kesiapan awal”, level 2: industri pada tahap “kesiapan sedang”, level 3: industri
sudah pada tahap “kesiapan matang” bertransformasi ke industri 4.0, dan level
4: industri “sudah menerapkan” sebagian besar konsep industri 4.0 di sistem
produksinya. “Secara umum, industri manufaktur Indonesia berada dalam posisi
cukup siap menerapkan industri 4.0,” ujar Menperin.

Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah menjadikan
Indonesia sebagai official country
partner
pada Hannover Messe 2020 yang merupakan pameran teknologi industri
terbesar di dunia. Pameran yang rutin diselenggarakan di Hannover, Jerman
setiap tahun tersebut merupakan platform strategis untuk mengkampanyekan secara
global Making Indonesia 4.0 sebagai inisiatif strategis Indonesia dalam
menjawab tantangan Industri 4.0. “Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada Hannover Messe
dapat dimanfaatkan untuk mendorong kerja sama di bidang teknologi industri,
meningkatkan ekspor produk dan jasa industri, serta menarik investasi pada
sektor industri manufaktur,” papar Menperin.

Upaya lainnya adalah melaksanakan program Making
Indonesia 4.0 Start-Up yang bertujuan menggali ide-ide inovasi dari
perusahaan-perusahaan start-up berbasis teknologi. Dari 84 peserta yang lolos
seleksi, terpilih lima start-up terbaik dengan inovasi teknologi yang siap
dikomersialkan. “Kami mengharapkan start-up
di tanah air semakin menyadari pentingnya infrastruktur digital yang menjadi
ciri penerapan Industri 4.0 seperti cloud
computing
untuk mendukung bisnisnya,” kata Menperin.

Salah satu agenda IIS 2019 adalah sosialisasi
rencana Indonesia dalam Hannover Messe 2020 tersebut. Kemenperin menghadirkan Pavilion
Hannover Messe dalam IIS 2019 sebagai pusat informasi bagi perusahaan industri yang
berminat berpartisipasi mengharumkan nama Indonesia di dalam pameran tersebut. Duta
Besar Jerman untuk Indonesia juga akan menyampaikan mengenai langkah-langkah
persiapan yang harus dilakukan oleh Indonesia sebagai OCP pada event besar tersebut dalam sesi diskusi
strategis.

Era revolusi industri 4.0 menuntut kesiapan
sumber daya manusia (SDM) dalam penguasaan teknologi. Era ini akan memberikan
peluang lapangan kerja baru di Indonesia hingga 18 juta orang, dengan 4,5
tenaga kerja baru diserap sektor industri dan 12,5 juta lainnya oleh sektor jasa
penunjang industri. “Pengembangan SDM industri merupakan suatu bentuk komitmen
Pemerintah dalam mempersiapkan SDM menghadapi era industri 4.0,” ujar Menperin.

Indonesia Industrial Summit 2019 diselenggarakan
pada 15-16 April 2019 di Indonesia Convention Exhibition BSD Tangerang.
Kegiatan ini merupakan forum konsolidasi para pemangku kepentingan untuk
membangun rumusan bersama mengenai langkah-langkah strategis yang perlu
dilakukan dalam mengakselerasi transformasi digital sektor industri manufaktur.

IIS 2019 dihadiri oleh hingga
peserta yang terdiri dari para pelaku industri, pengelola
kawasan industri, asosiasi industri, pelaku IKM dan start-up sektor industri, para
Duta Besar negara sahabat, Pejabat Kementerian/Lembaga terkait, Gubernur, Bupati/Walikota,
Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi dan Kabupaten/Kota, serta
akademisi dan praktisi.

Pertemuan ini juga diisi dengan Forum Strategis yang
menghadirkan Para Menteri terkait untuk membahas transformasi kebijakan pemerintah
dalam menghadapi era industri 4.0 seperti misalnya kebijakan insentif fiskal
untuk mendorong perusahaan industri melakukan inovasi teknologi dan investasi
pada peningkatan kompetensi SDM, strategi peningkatan penetrasi pasar untuk
mendorong ekspor industri manufaktur, kebijakan upskilling dan reskilling kompetensi tenaga kerja untuk beradaptasi
dengan era industri 4.0.

Selain itu, Wakil Gubernur Jawa Timur yang
mewakili generasi muda juga akan menyampaikan mengenai Pemberdayaan Generasi Millennial
dalam mendukung agenda Making Indonesia 4.0. Forum strategis juga akan
menghadirkan pembicara dari dunia usaha untuk berbagi pengalaman mengenai
langkah-langkah strategis yang perlu dilakukan oleh suatu perusahaan dalam
bertransformasi menuju industri 4.0.