Lomba Vlog Sleman Tahun 2019

Sleman Smart Regency tidak selalu berhubungan dengan penggunaan IT maupun aplikasi di dalam implementasinya. Implementasi smart regency terdiri dari 6 (enam) bidang (Smart Governace, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment).

Dalam
rangka mewujudkan suksesnya Sleman Smart Regency, kami memberikan kesempatan
yang sama kepada semua lapisan masyarakat, untuk ikut serta dalam mewujudkan
Sleman sebagai Kabupaten Cerdas. Masyarakat dapat membuat vlog yang berisi
implementasi Sleman Smart Regency di lingkungan masing-masing sesuai bidang
yang ada ataupun menunjukkan dukungannya kepada Kabupaten Sleman.

Tema
Lomba Vlog

  1. Menampilkan implementasi Sleman Smart Regency yang terdiri dari Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society, dan Smart Environment. Referensi mengenai Sleman Smart Regency dapat dilihat pada link paling bawah
  2. Menampilkan ciri khas Sleman (hanya ada di Sleman)
  3. Lokasi berada di Kabupaten Sleman
  4. Dapat menggabungkan nilai kearifan lokal/tradisi dengan implementasi Sleman Smart Regency
  5. Memberikan pesan positif

Tata
Cara Lomba

  1. Peserta lomba terbuka
    untuk umum.
  2. Peserta wajib follow akun Instagram @mcsleman, @kominfosleman
    dan @kabarsleman dan subscribe akun Youtube SlemanTV
  3. Setting tempat dalam
    video harus berlokasi di wilayah Kabupaten Sleman.
  4. Video berisi pesan
    positif dengan tema utama
    Sleman Smart Regency, dengan tema pilihan Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart
    Society
    , dan Smart Environment
    atau dapat menggabungkan nilai
    kearifan lokal/tradisi dengan implementasi Sleman Smart Regency.
  5. Vlog dibuat dalam
    durasi maksimal 1
    menit, berisi gambaran kegiatan yang berhubungan,
    diakhiri dengan ucapan “Sleman Smart
    Regency, Go!”.
  6. Format caption video : Judul Video_Lokasi_Tema Pilihan dan wajib mencantumkan hastag: #pemkabsleman #slemansmartregency
  7. Video yang diunggah
    menggunakan format lanskap
  8. Video milik sendiri, original,
    belum pernah dipublikasikan sebelumnya, dan belum pernah diikutkan dalam lomba
    video apapun.
  9. Setiap peserta hanya
    dapat menggunakan satu akun Instagram dan bisa posting lebih dari 1 (satu)
    video yang diikutsertakan lomba,
    namun tiap peserta hanya berhak atas satu pemenang.
  10. Unggah/upload/posting video pada
    akun Instagram masing-masing dengan me-mention @mcsleman, mulai tanggal 13 Mei
    2019 pukul WIB sampai
    dengan 26 Mei 2019 pukul WIB
  11. Akan
    dipilih 3 video pemenang terbaik (terbaik I, II dan III) dan 3 video pemenang harapan (harapan I, II dan III). Pemenang terbaik dan pemenang harapan
    ditentukan oleh panitia.
  12. Pengumuman
    pemenang pada tanggal 29
    Mei 2019 melalui akun Instagram
    @mcsleman.
  13. Penerimaan
    hadiah pada tanggal 31
    Mei 2019.
  14. Keputusan
    Panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Panitia berhak
    menggugurkan pemenang secara sepihak apabila ditemukan indikasi kecurangan.
  15. Bagi
    pemenang wajib mengirimkan video dengan format MP4 HD atau 4K.
  16. Semua karya video yang
    dikirimkan oleh peserta menjadi
    Hak Milik Pemerintah Kabupaten Sleman. Pemerintah Kabupaten Sleman berhak menggunakan video tersebut untuk kepentingan
    publikasi dan lain-lain. 
  17. Semua proses yang diikuti peserta dalam lomba ini tidak dikenakan
    biaya.

Referensi Mengenai Sleman Smart Regency

Gambaran Umum Sleman Smart Regency

Video Mengenai Sleman Smart Regency




Tips Dinas Kesehatan Sleman Agar Tidak Lemas Saat Berpuasa

Sleman – Ramadhan merupakan bulan suci umat islam yang
sangat dinantikan. Di bulan ini wajib bagi setiap muslim untuk berpuasa selama
sebulan. Oleh karenanya agar tubuh tetap fit beraktivitas, ada beberapa hal
yang diperhatikan.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Wisnu Muti Yani saat
ditemui di kantor Dinas Kesehatan Sleman, Kamis (09/05/2019) mengatakan bahwa
agar puasa yang dilaksanakan berjalan lancar dan tidak merasa lemas, ada
beberapa poin yang dicermati. Pertama niat, sebab dengan niat berpuasa untuk
tidak makan dan minum akan sangat berpengaruh terhadap metabolisme tubuh.

“Menurut ilmu kedokteran medis, semua metabolisme dan
jalannya kinerja organ tubuh manusia dikendalikan oleh pikiran atau otak. Otak
menjadi pusat kendali agar tubuh dapat menerima keadaan saat berpuasa”
jelasnya.

dr. Wisnu mencontohkan bahwa orang yang telah mempersiapkan diri
berpuasa tidak makan dan minum, maka tubuh tidak akan terlalu banyak
mengeluarkan asam lambung saat memasuki jam makan siang. Sebab pikiran kita
telah menyetel tubuh agar tidak mencerna makanan selama berpuasa.

Kedua, perlu untuk melakukan makan sahur meskipun secara
agama itu hukumnya sunnah. Karena orang yang makan sahur akan memiliki tenaga
lebih dibandingkan dengan yang tidak. Tentunya dengan memperhatikan 5 unsur
asupan makan yakni karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Sehubungan
dengan pemenuhan unsur-unsur makanan tersebut, Dinas Kesehatan telah
menjalankan program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang merupakan
gerakan untuk mendorong masyarakat agar rajin beraktivitas fisik, makan buah
dan sayur, serta periksa kesehatan secara teratur.

Ketiga menjaga asupan air minum baik pada saat sahur maupun
berbuka. Hal tersebut untuk menghindari dehidrasi selama berpuasa. Terkait
dengan hal ini, Wisnu menyarankan agar sahur dilakukan lebih awal sehingga
asupan air putih dapat masuk ke tubuh lebih banyak 1 hingga 2 gelas. Begitupun
dengan berbuka.

Lalu yang terakhir ialah menyegerakan berbuka puasa. “Hal
ini dikarenakan otak telah memberikan perintah kepada tubuh untuk tidak makan
dan minum, sehingga tubuh akan menahan lapar sampai jam 6 sore. Dan pada saat
itu, telah ada mindset di otak untuk
menyiapkan lambung kita terisi makanan dan minuman. Oleh karenanya jika tidak
menyegerakan minuman, akan terasa sakit,” ungkap dr. Wisnu.

Penjelasan lebih lanjut, bahwa saat berpuasa ada yang
disebut dengan titik terendah kadar gula yang berada pada 10-12 jam setelah
berpuasa.  Di mana pada jam-jam itulah
tubuh akan merasa lapar, lemas, kurang konsentrasi, dan sebagainya. Ketika
kadar gula dalam tubuh telah mencapai titik terendah yakni pada jam 12 siang,
maka tubuh akan menyemprotkan tabungan gula yang disebut glikogen untuk
menambah gula darah di tubuh. Glikogen yang awalnya berada dalam hati, lalu
dilepaskan kedalam darah dan naik sesuai kebutuhan kita.

“Jadi tuh Tuhan sudah memikirkan banyak. Kita tuh
punya cadangan, gak akan mati kita berpuasa, asal kita siap dan niat ya,” pungkas
dr. Wisnu.(Rep Bilqis)