Tumpangsari Cabai dan Melon, Irit dan Menguntungkan

Cangkringan –
Miskad, petani asal Padukuhan Kebur Kidul, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan
mencoba teknik budidaya tumpangsari cabai dan melon. Langkah ini terinspirasi
dari ketidakpastian harga saat panen cabai yang kadang bisa melejit harganya
sangat mahal, kadang juga tersungkur sampai dianggap tidak laku dijual.

Miskad
mengkombinasikan tanaman cabai sekitar 2000 batang yang di sela-selanya ditanami
tanaman melon sebanyak 1000 batang. Cabai yang diupayakan ialah cabai keriting
dan tanaman melon jenis rock melon
yang dagingnya berwarna oranye.

Dari hasil
pengamatannya, tanaman cabai tumbuh dengan baik dan tidak ada hambatan. Di sisi
lain tanaman melon pun juga tumbuh dengan baik, bahkan setiap batang tanaman
melon bisa dirata- rata menghasilkan 1 buah dengan kisaran berat 2,5 kg.

Bila
dikalkulasi, dengan teknik ini biaya untuk tanaman cabai dan melon itu lebih
irit di dalam olah tanah dan pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).
“Pengiritan ini timbul dikarenakan kedua jenis tanaman tersebut dalam satu
lahan bedengan dan OPT juga hampir sama sehingga dalam sekali pencegahan maupun
pengendalian OPT bisa dilakukan dalam sekali penyemprotan,” ungkap Miskad, Minggu
(19/5/2019).

Miskad
mengungkapkan dipilihnya tanaman melon bukan tanpa alasan, ini dikarenakan
harga jual buah melon daging orange lebih stabil kisaran dari
tingkat petani, dan umur tanaman melon hanya kisaran 60-70 Hari Setelah Tanam (HST).
Penanaman bibit melon dilakukan setelah tanaman cabai umur 21 HST, jadi
pemanenan cabai akan bersamaan dengan waktu panen buah melon. Setelah  buah melon dipanen, tanaman melon akan segera
dicabut sehingga sinar matahari akan lebih maksimal menyinari buah cabainya.

Kendala yang
sering muncul adalah pada musim kemarau tanaman cabai dan melon akan lebih
cenderung mudah terserang virus gemini. “Oleh karena itu sekarang harus teliti
juga dalam memilih bibit atau benih. Cari informasi bibit dan benih cabai dan
melon yang juga tahan virus gemini,” pungkas Miskad.(KIM Cangkringan/Marmansyah)