Menanamkan Kepedulian Sosial Sejak Dini dengan Zakat

Ngaglik – Di tengah kondisi masyarakat yang terasa makin individualistik, anak hendaklah diberi pemahaman dan pendidikan agar memiliki sifat empati, mau berbagi , peduli sesama serta memiliki solidaritas yang tinggi. Salah satu cara mencapainya adalah dengan memberikan pengalaman berzakat secara langsung seperti yang dipraktikkan Raudatul Athfal (RA) Nabila.
“Anak anak dilibatkan secara langsung dalam pengelolaan
zakat mulai dari mengumpulkan, mengelola dan menyalurkan kepada yang berhak dan
berada di lingkungan sekitar sekolah,” ungkap Kepala Sekolah RA Nabila, Winarni
di RA Nabila, Padukuhan Sompilan, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten
Sleman, Selasa (28/5/2019).
Sebelumnya anak
diberikan sosialisasi tentang seluk beluk zakat yang meliputi pengertian, niat
membayar zakat, hukum membayar zakat, penerima, tujuan, dan tatacara membayar zakat.
Sosialisasi lengkap ini supaya siswa benar-benar memahami informasi seputar
zakat.
Selanjutnya anak dilibatkan secara langsung dalam
pengelolaan zakat mulai dari pengumpulan, pengelolaan dan menyalurkan kepada
yang berhak.
“Dengan praktek langsung diharapkan anak menjadi
trampil dan teringat tentang pengelolaan zakat bahkan sampai dewasa nanti,”
ujar Winarni lagi.
Winarni menambahkan bahwa zakat yang terkumpul berasal dari
siswa dan orang tua siswa, berupa zakat fitrah, zakat mal, dan shodakoh. Singkatnya kegiatan zakat ini merupakan amanah orang tua siswa yang
dipercayakan kepada pihak sekolah agar zakat benar benar tersampaikan kepada
pihak yang tepat.
Tahun ini RA Nabila berhasil mengumpulkan zakat fitrah sebanyak Rp925 ribu, zakat mal Rp60 ribu dan sedekah Rp120 ribu serta beras 10 kg. Zakat ini didistribusikan kepada kaum duafa yang berada di sekitar lingkungan sekolah yang meliputi warga padukuhan Balong, Sompilan dan Maron.
Winarni berharap agar zakat bisa bermanfaat bagi warga
sekitar, dengan demikian zakat bukan saja sebatas kewajiban seorang muslim
mentaati perintah Allah SWT tetapi juga mampu membangun kepekaan dan
solidaritas sosial. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)



