Buka Bersama RT Dan RW Desa Sinduharjo

Ngaglik – Dalam rangka menjalin keakraban antar RT dan RW di
Desa Sinduharjo mengadakan buka bersama di aula Desa Sinduharjo, Selasa (28/5/2019).

“Kegiatan buka bersama ini sekaligus penerimaan
insentif RT/RW tahun 2019, mudah-mudahan bermanfaat biarpun hanya
sedikit,” kata Prih Diyan Tono, Kasi Pemerintahan Desa Sinduharjo.

Sudarja selaku kepala Desa Sinduharjo sekaligus narasumber
mengatakan ucapan terimakasih pada semua yang hadir, “Di Sinduharjo tahun 2019
adalah tahun politik, diawali tanggal 17 April pemilu serentak pilpres dan
pileg, bulan Agustus pemilihan Badan Keswadayaan Masyarakat, Oktober pemilihan
kepala desa, dan Desember pemilihan Badan Perwakilan Desa, mohon doanya agar
semua kegiatan dapat berjalan lancar,” ujar Sudarja. (KIM Sinduharjo/SPN)




SLO di Genggaman, Rumah Aman dan Hati Tenang

Jakarta – Merasa aman dan terlindung dari bahaya
kebakaran, itulah yang dirasakan Henry Silaban (43) saat mengetahui instalasi
listrik di rumahnya sudah mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO). Ia tak
perlu risau lagi terjadi korsleting listrik di rumahnya. Sebelum mendapatkan
SLO, jalaran percikan api akibat hubungan arus listrik beberapa kali mengganggu
pemukiman di sekitar tempat tinggalnya di Kayumas, Pulogadung, Jakarta Timur.

Semenjak membangun rumah,
Henry telah menaruh perhatian besar terhadap pengamanan listrik. Saat pertama
kali menempati tempat tinggalnya tiga tahun lalu, ia sudah memikirkan faktor
keamanan, tak mau ada masalah yang timbul di kemudian hari. “Sebagai kepala
keluarga, saya punya kewajiban untuk memastikan keluarga saya aman dari bahaya
apapun, tak terkecuali bahaya kebakaran,” ujar pria dengan dua orang anak ini.

Apa yang dikhawatirkan Henry
cukup beralasan. Pasalnya, pemukiman di kota-kota besar Indonesia masih
dihantui bahaya kebakaran. Misalnya data yang disajikan oleh Data Dinas
Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta menyebut
rata-rata kebakaran listrik adalah 718 kejadian per tahun selama 2013-2018,
bahkan 72% kebakaran di 2017 terjadi karena penggunaan energi listrik yang
tidak mengikuti standar dan kaidah-kaidah semestinya.

“Ketika membangun rumah,
saya pastikan orang-orang yang membangun rumah saya memang kompeten. Termasuk
saat pemasangan instalasi listrik, saya suruh instalatir yang memang punya
kompetensi. Kan PLN tidak layani pemasangan listrik kalau tidak ada SLO,”
ungkap Henry.

SLO merupakan sertifikat
yang menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah memenuhi persyaratan
untuk beroperasi atau sudah layak diberi tegangan listrik. Henry pun
mempercayakan Lembaga Inspeksi Teknik (LIT) yang ditunjuk Pemerintah guna
melakukan inspeksi kelaikan operasi listrik rumahnya. Mereka menerapkan ketetapan
standar pemasangan listrik yang sudah ditentukan.

Ia juga tidak mengalami
kerepotan saat mengurus penerbitan SLO. Butuh waktu paling lama tiga hari untuk
tegangan rendah dengan ketentuan biaya mengikuti Peraturan Menteri ESDM Nomor
38 Tahun 2018 tentang Tata Cara Akreditasi dan Sertifikat Ketenagalistrikan.

Direktur Jenderal
Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana di Jakarta, Rabu (29/5)
menyampaikan bahwa masyarakat maupun industri tak boleh abai terhadap standar
dan kaidah sebagai penentu utama dalam pemasangan listrik. “Keseharian
kita dekat dengan listrik, keselamatan itu tidak boleh ada jeda. Semua kaidah
yang menyangkut keselamatan ketenagalistrikan harus dijalankan,” pesan
Rida.

Rida meyakini kejadian
kebarakan yang kerap menimpa akan terminimalisir bila tingkat kepatuhan
terhadap kaidah terbilang tinggi. “Minimal kalau kaidah-kaidah ini diikuti,
tingkat keselamatan kita lebih tinggi dan tingkat kebakaran jadi menurun,” ujar
Rida.

Di samping itu, setiap
kegiatan usaha ketenagalistrikan juga wajib memenuhi ketentuan yang disyaratkan
dalam peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.

Selain kewajiban memiliki SLO untuk instalasi
tenaga listrik, ada beberapa kaidah yang harus diterapkan untuk keselamatan
ketenagalistrikan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk peralatan
listrik, Sertifikat Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan (SKTTK) bagi
tenaga teknik ketenagalistrikan, dan Sertifikat Badan Usaha (SBU) bagi badan
usaha penunjang tenaga listrik.




BUMDes Tridadi Makmur Mulai Hasilkan Laba

Sleman – BUMDes Tridadi Makmur yang salah satu unit usahanya
adalah wahana wisata Puri Mataram di tahun 2019 ini telah mampu memberikan laba
keuntungan (dividen) kepada Pemerintah Desa Tridadi sebesar Rp140 juta. BUMDes
ini juga mampu memberikan dividen sebesar Rp320 ribu kepada warga yang menanam
saham sebasar Rp4 juta. Puri Mataram sendiri merupakan tempat wisata baru yang
berdiri tahun 2017.

Keuntungan BUMDes ini dipaparkan oleh Kepala Desa Tridadi, Kabul
Mudji Basuki di depan juri lomba perkembangan desa dan kelurahan (Epdeskel)
tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Bappeda DIY, Kota Yogyakarta,
Selasa (29/5/2019). Kabul Mudji Basuki memaparkan tentang penyelenggaraan pemerintah
Desa Tridadi yang terletak di Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman dan segala
inovasinya.

Pemaparan ini merupakan lanjutan dari rangkaian kegiatan
setelah sebelumnya Desa Tridadi sudah diverifikasi lapangan oleh tim juri dari DIY
pada Kamis, 23 Mei lalu. Verifikasi ini mencakup administrasi pemerintahan dan
mencocokannya dengan kenyataan di lapangan, dengan titik sampel di Padukuhan
Jaban dan wahana wisata Puri Mataram yang merupakan Badan Usaha Milik Desa
(BUMDes) milik Pemerintah Desa Tridadi.

Andalan Desa Tridadi dalam Lomba Epdeskel tahun 2019 ini
adalah adanya inovasi rekayasa lingkungan 
yang diwujudkan dalam bentuk BUMDes Tridadi Makmur. “BUMDes ini sekarang
memiliki dua unit usaha,  yaitu
pembibitan dan rental tanaman hias, khususnya Aglonema dan satu unit wisata
yakni Puri Mataram,” imbuh Kepala Desa Tridadi, Kabul Mudji Basuki.

Selain itu Desa Tridadi juga memaparkan adanya rintisan
dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam pelayanan umum dengan memanfaatkan aplikasi
berbasis android.

Pemaparan
dinilai berdasarkan penguasaan materi kepala desa 60%, ketepatan waktu
pemaparan yg dibatasi maksimal 15 menit dengan bobot 15% dan kemampuan dalam
menanggapi tanya jawab dewan juri sebesar 25%. (KIM Manggolo Purnomo/Sri
Hartati)




Sedekah Wujud Syukur Seorang Muslim

Gamping – Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama
(MWCNU) Kecamatan Gamping, KH. Ahmad Mabarrun menyampaikan bahwa bulan Ramadan
adalah bulan yang penuh keistimewaan bagi umat Islam.

“Setiap muslim hendaknya bersungguh-sungguh untuk melakukan
amalan saleh di bulan Ramadan sehingga bisa mengumpulkan berbagai keutamaan.
Pahala di bulan Ramadan adalah berkah yang paling dicari saat bulan suci ini
tiba, karena memiliki keistimewaan tersendiri dibanding dengan pahala di bulan
lainnya. Bulan penuh berkah ini memang selalu dimaknai dengan sejuta kemuliaan
di dalamnya,” tutur KH. Ahmad Mabarrun usai shalat tarawih di Masjid Nurul
Hidayah, Dusun Perengdawe, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman,
Minggu (26/5/2019).

Rois Syuriah Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan
Gamping ini menambahkan, di bulan Ramadan seluruh amal ibadah dilipat gandakan
pahalanya. Guna menambah pahala saat bulan Ramadan, umat perlu memperbanyak
amal dan ibadahnya.

Tak hanya puasa, pahala bulan Ramadan bisa didapatkan dari
amalan lain seperti sedekah, membaca Alquran, salat malam, berzakat, iktikaf
dan amalan lainnya. “Waktu terbaik untuk bersedekah adalah di bulan Ramadan karena
seseorang dapat merasakan bahwa tidak semua orang mendapat kemudahan seperti
yang dimiliki. Sedekah membuat orang lebih dapat bersyukur atas apa yang telah
dimilikinya,” tambah pria yang akrab dipanggil Gus Barrun ini.

Dalam safari salat tarawih keliling ini, Gus Barrun didampingi Ketua Tanfidziyah Saliman, Wakil Ketua Tanfidziyah Iswanjono dan Yatin Ngadiyono, serta Sekretaris MWCNU Gamping, Silahudin Djamil. Selain bersilaturahmi dengan umat nahdliyin sekaligus memperkenalkan susunan kepengurusan MWCNU Kecamatan Gamping masa khidmat 2018 – 2023, pengurus juga memberikan tali asih kepada takmir masjid Nurul Hidayah yang disampaikan oleh Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama, Adnan Iman Nurtjahjo kepada ketua takmir. (KIM Kec. Gamping/Adnan Nurtjahjo)




Temu Para Pegiat Sungai Bersih

Ngaglik – Forum Komunitas Sungai Sleman mengadakan pertemuan rutin sekaligus silaturahmi yang dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Komunitas Sungai,  Karang Taruna Desa Sardonoharjo, dan pemuda pemudi Pedukuhan Turen di Garden Village, Dusun Turen, Desa Sardonoharjo, Kecamatan Ngaglik, Minggu (26/5/2019).

Margono Sumatera selaku Kepala Urusan Perencanaan mewakili
Kepala Desa Sardonoharjo mengatakan sangat mendukung kegiatan ini sebagai
langkah penyelamatan sungai serta menjaga sungai agar ekosistem yang ada di
sungai tetap baik sebagai warisan anak cucu kelak.

Sebagai narasumber tunggal Irawan yang merupakan pengiat
sungai memaparkan berbagai program yang akan dilaksanakan yaitu Program Kali
Bersih dan Jambore Sungai tingkat Nasional yang akan diadakan di Daerah
Istimewa Yogyakarta,  sekaligus
menyampaikan pentingnya peran masyarakat sekitar sungai untuk merawat sungai.

Acara ditutup dengan acara ramah tamah dan buka
bersama.  (KIM Sardonoharjo/ESK)