Bupati Sleman Berpesan Jaga Kerukunan Usai Pemilu

Ngaglik – Beragam tokoh-tokoh bersepakat bahwa selayaknya
proses pasca pemilu 17 April lalu dijalani dengan tertib dan masyarakat tinggal
menunggu dan mempercayakan hasilnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Bupati Sleman, Sri Purnomo, berpesan kepada masyarakat
Sleman agar tetap bersama menjaga suasana kondusif, aman, dan damai. “Pemilu
sudah selesai, sambil menunggu pengumuman akhir perlu kita mengendalikan diri,
jangan sampai kita berbuat yang tidak terpuji, hasil apapun kita menunggu
keputusan KPU,” tutur Sri Purnomo saat Safari Tarawih Keliling di Masjid
Usuludin, Dusun Gemutri , Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Rabu (8/5/2019).
Lebih lanjut Sri Purnomo menyatakan dalam suasana Ramadan, masyarakat harus menjaga kerukunan intern agama dan juga antar agama sehingga kehidupan menjadi damai dan aman serta nyaman dan hidup berdampingan. “Apalagi di Kecamatan Ngaglik ini sudah masuk kategori semi perkotaan, otomatis pola kehidupan pasti mengalami perubahan-perubahan, untuk pendatang baru mestinya bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan termasuk dalam hal perekonomian dan sosial budayanya,” lanjut Sri Purnomo.
Pernyataan Sri Purnomo ini selaras dengan tokoh agama di Ngaglik KH Darwis Syafei dalam kesempatan berbeda. “Kita tahu kemarin sebelum pemilu beda pilihan mungkin, tapi itu sudah selesai kita tinggal tunggu hasilnya, yang penting kita semua bersatu kembali membangun wilayah kita ini. Mari rajut kembali kebersamaan,” ungkap KH Darwis Syafei saat mengisi tausiyah buka puasa bersama di tempat dan hari yang sama sebelumnya.
Sementara itu Subagya selaku Camat Ngaglik dalam Safari Tarawih Keliling tersebut menyampaikan laporan hasil pemilu di kecamatan Ngaglik yang berjalan lancar aman dan damai, “Walaupun banyak kendala, semua bisa diatasi dengan baik dan aman, dan kami mengharapkan masyarakat kembali bekerja seperti biasa sesuai tugas dan pekerjaan masing masing, sehingga semua kembali normal, aman, dan damai,” ungkap Subagya.
Dalam kesempatan Safari Tarawih Keliling ini, Bupati Sleman sekaligus menyerahkan bantuan sebesar Rp17,5 juta yang merupakan dana gabungan dari pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa. Bantuan juga diserahkan Camat Ngaglik sebesar Rp7 juta yang merupakan dana gabungan yang dihimpun dari Desa Sukoharjo, Badan Permusyawaratan Desa, dan Bank Perkreditan Rakyat. Kedua bantuan ini diterima langsung oleh Suwarno sebagai Ketua Takmir Masjid Usuludin.
Suwarno menyampaikan bahwa masjid Usuludin dibangun pertama di Desa Sukoharjo pada tahun 1946 yang diprakarsai Mbah Kyai Haji Asyari. “Masjid ini sudah dipugar 4 kali sampai saat ini, dan
rencananya renovasi ke-5 akan menghabiskan
biaya Rp 102,5 juta, sementara modal awal saat ini sebesar Rp. 20,5 juta. Terima
kasih atas ditunjuknya Masjid Usuludin sebagai tempat safari tarawih keliling,
juga bantuan dari Bupati Sleman dan Camat Ngaglik untuk mendukung rencana
renovasi dan kegiatan Masjid Usuludin ini,” ungkap Suwarno.
Safari Tarawih Keliling di Masjid Usuludin ini dipadati masyarakat di sekitar Dusun Gemutri karena kehadiran Bupati Sleman Sri Purnomo didampingi para asisten, staf ahli bupati, kepala perangkat daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Camat Ngaglik, Forum Pimpinan Kecamatan Ngaglik dan jajaran kepala desa di wilayah Kecamatan Ngaglik. (KIM Ngaglik/Suripto)



