Pemuda adalah Tiang Negara

Sleman – Pemuda adalah tiang negara, sejak dari mempersiapkan kemerdekaan, memproklamirkan, hingga mengisi kemerdekaan. Bung Karno pernah berkata, “Siapkan saya 10 pemuda, maka akan saya guncangkan dunia”.

Hal tersebut disampaikan oleh GKR Gusti Condro selaku Ketua Karang Taruna (KT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Syawalan KT se Kabupaten Sleman di Halaman Pendopo Sekretariat KT Parikesit, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Jumat (28/6/2019).

Gusti Condro mengatakan sekarang zamannya generasi millenial, KT harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tanpa harus meninggalkan tradisi. Hal ini ditunjukkan dengan penampilan tari gambyong dan tari guyup rukun saat acara syawalan dari KT Ngemplak, tambah Gusti Condro.

Sedangkan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengajak KT untuk bersama-sama membangun Sleman. Dari desa kita bangun Sleman, dari Sleman kita bangun Indonesia, tambah Sri.

Mengusung tema “Seje Wadah, Dadi Siji” yang berarti walaupun kita dari berbagai wilayah yg berbeda, tapi kita menyatu dalam KT, kata Gusti Condro.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan website KT Kabupaten Sleman, dan bisa langsung diakses oleh pengunjung.

“Penduduk Kabupten Sleman 60% usia 14-60th, sementara usia KT antara 13-45 tahun, maka maju mundurnya Sleman tergantung pada para pemuda, kita bangun Sleman dari hulu ke hilir,” kata Sri.

Selain itu syawalan KT se Kabupaten Sleman ini dihadiri oleh Ketua KT Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Condro Kirono, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Camat Ngemplak, Kepala Desa se-Sleman, Dinas Sosial Sleman, dan anggota dari 86 KT desa se Sleman. (Bibit ‘babe’ widayoko /)




Halalbihalal Paguyuban Penerima Pensiun Desa Donokerto

Turi – Masa tua setelah pensiun tidak berarti berhenti bersosialisasi
dan berkegiatan. Seperti yang dilakukan lansia di Desa Donokerto yang
mendirikan organisasi Paguyuban Penerima Pensiun Donokerto (P3D) Turi.

Sekretaris Camat Turi, Suwadi mengapresiasi kegiatan P3D dan
berharap paguyuban serupa juga dapat berdiri di tingkat Kecamatan. “Semoga P3D
dapat berkembang dan jangan sampai kendur dalam membina persatuan dan kesatuan,”
harap Suwadi. Saat menghadiri halalbihalal P3D di di Balai Desa Donokerto,
Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Sabtu (29/6/2019).

P3D berawal dari rintisan Budimulyono dan berdiri pada 10
Februari 2006 dengan jumlah anggota saat itu mencapai mencapai 200 orang. Saat
ini anggotanya tinggal 125 orang karena sudah banyak yang meninggal dunia. Di
paguyuban ini setiap anggota yang meninggal dunia akan mendapatkan uang duka.

Selain Sekretaris Camat Turi, halbihalal P3D juga dihadiri 100 orang anggota paguyuban, Kepala Desa Donokerto, perangkat Desa Donokerto, dan Polsek Turi.(KIM Kertomandiri/Suharno)