PPK dan PPS Pemilu Serentak 2019 Kabupaten Sleman Resmi Dibubarkan

Gamping – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman, Trapsi Haryadi secara resmi membubarkan badan adhoc pemilihan umum tahun 2019 di Imperial Ballroom The Rich Jogja Hotel, Jalan Magelang, Kabupaten Sleman, Sabtu (29/6/2019). Mereka adalah 85 personil Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan 258 personil Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang tersebar di 17 Kecamatan dan 86 Desa di wilayah Kabupaten Sleman.

Turut hadir Komisioner KPU Kabupaten Sleman, Indah Sri
Wulandari, Aswino Wardhana, Ahmad Baehaqi, dan Noor Aan Muhlishoh bersama
Sekretaris KPU Kabupaten Sleman, Joko Marhaendarto, 17 Ketua PPK se-Kabupaten
Sleman, termasuk Ketua PPK Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo yang didampingi
anggota PPK Gamping, Layung pertiwi dan Budy Afandi.

Dalam sambutannya, Ketua Divisi Data KPU Kabupaten Sleman,
Indah Sri Wulandari menyampaikan bahwa dengan berakhirnya pemilu serentak 2019
maka berakhir juga ketugasan badan adhoc di tingkat kecamatan dan tingkat desa.
Indah juga berharap kepada seluruh PPK maupun PPS, walaupun sudah resmi dibubarkan
masih dibutuhkan bantuannya berkaitan dengan penyusunan daftar pemilih khusus
yang dokumennya ada di dalam kotak suara hasil pemilu 2019 lalu.

Selanjutnya, Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Sleman,
Noor Aan Muhlishon memaparkan tentang evaluasi tahapan pemilu  yaitu pelaksanaan pemutakhiran data,
pembentukan Pergantian Antar Waktu dan tata kerja badan adhoc, bimbingan
teknis, rekapitulasi di tingkat PPK, sosialisasi, dan penyusunan laporan akhir
tahapan pemilu 2019.

Masing-masing perwakilan PPK dan PPS mengutarakan kendala
yang dialami saat pelaksanaan tahapan pemilihan umum berlangsung dan
menyampaikan solusi serta rekomendasinya guna perbaikan proses pemilihan umum
selanjutnya. “Saya berharap kepada KPU Sleman untuk perbaikan pelaksanaan
pemilu menjadi lebih baik untuk selanjutnya,” ujar Adnan.

Untuk memeriahkan kegiatan ini, KPU Sleman membagikan hadiah
dan pemberian penghargaan kepada PPK dan PPS berprestasi dengan berbagai
kategori di antaranya tingkat partisipasi masyarakat tertinggi untuk pemilihan
calon Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota, penyaji data terbaik, dan
sosialisasi terbaik. “Puji syukur saya saya panjatkan kepada sang pencipta
karena PPK Gamping mendapat penghargaan di bidang data terbaik,” ucap Layung
Pertiwi sebagai anggota PPK Gamping. (KIM Kec. Gamping/Adnan Nurtjahjo)




1400 Jamaah Calon Haji Nahdlatul Ulama Sleman Siap Berangkat Ke Tanah Suci

Gamping – Jamaah calon haji dari kalangan Nahdlatul Ulama
(NU) se-Kabupaten Sleman menggelar acara pamitan haji kepada Pemerintah
Kabupaten Sleman yang dilakukan di Masjid As Salam, Padukuhan Gabahan, Desa
Sumberadi, Kecamatan Mlati. Sebelum menunaikan ibadah haji ke tanah suci,
sebanyak orang jamaah berpamitan dan meminta doa restu agar selama
menjalankan rukun Islam kelima ini diberi kesehatan, kekuatan dan kelancaran.

Dalam kesempatan ini hadir Wakil Bupati Sleman, Sri
Muslimatun menyampaikan kata sambutan di hadapan para jamaah calon haji. Turut
hadir dalam giat pamit haji ini Muspika Mlati, Kepala Desa Sumberadi, Pengurus
Wilayah NU DIY, KH. Masduki, Pengurus Cabang NU Kabupaten Sleman, KH. Abdul
Majid dan KH. Sami’an Muharam, Pengurus Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan
Gamping, Adnan Iman Nurtjahjo, serta seluruh komponen NU dari unsur Fatayat,
Banser, Muslimat, GP Anshor dan ortom NU.

“Menunaikan ibadah haji adalah ibadah yang dinanti-nanti
oleh jutaan umat muslim di dunia, walaupun masa tunggu keberangkatannya puluhan
tahun (Sleman 23 tahun-red.) Dan sejatinya seorang muslim dan muslimah cukup
menjalankan ibadah haji satu kali dalam hidupnya, namun dikarenakan rindu
menginjakkan kakinya di tanah suci banyak juga masyarakat yang melaksanakan
berkali-kali, semoga kelak menjadi haji yang mabrur dan mabruroh,” tutur Hj.
Sri Muslimatun saat menyampaikan sambutannya di hadapan jamaah calon haji, Sabtu
(29/6/2019)

Selanjutnya orang nomor dua di Kabupaten Sleman ini juga
menyarankan kepada calon jamaah haji untuk menjaga kesehatannya dengan sering
meminum air dan membasuh muka menggunakan air zamzam yang bisa didapatkan
secara cuma-Cuma disana guna mempertahankan kandungan air dalam tubuh agar
tubuh tetap sehat. “Air sangat diperlukan tubuh manusia lantaran dapat membantu
meningkatkan dan mempelancar sistem peredaran darah manusia, dengan
mengkonsumsi air akan membantu dalam proses transportasi dalam tubuh manusia,”
tambah Sri Muslimatun yang juga seorang bidan ini.

Adapun tauziyah pamit haji disampaikan oleh KH. Ali Qoishor
yang akrab disebut Gus Ali dari Pondok Pesantren Watucongol, Muntilan, Kabupaten
Magelang. (KIM Kec. Gamping/Adnan Nurtjahjo)




Sinergi antar Ormas Islam untuk Kemaslahatan Umat

Ngaglik – Ormas umat Islam yang ada banyak sekali harus
saling bersinergi demi kemasalahatan umat Islam. Perbedaan cara pandang antar
ormas harus dipertemukan dengan cara komunikasi yang baik.

“Karena ada banyak ulama dan tokoh berbagai paham aliran maka harus sangat hati-hati dalam menyampaikan dakwah. Harus banyak pengetahuan dan informasi yang cukup,” ujar KH Waryono Abdul Gofur saat menyampaikan tausiyahnya dalam acara halalbihalal Forum Komunikasi Umat Islam dan Ormas Islam se-Kecamatan Ngaglik di Dusun Tambakan, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (29/6/2019).

KH Waryono Abdul Gofur menambahkan apabila seluruh umat Islam bersinergi nantinya akan menjadi kekuatan yang luar biasa. “Dalam sinergi ini harus menghasilkan manfaat yang luar biasa untuk membangun umat Islam secara total. Dari Forum Komunikasi Umat Islam inilah harapan Islam menjadi kuat, tidak hanya jumlah tetapi kualitas umat Islam harus terus ditingkatkan kompetensinya,” pungkasnya.

Halalbihalal Forum Komunikasi Umat Islam dan Ormas Islam se-Kecamatan
Ngaglik ini diprakarsai Pemerintah Kecamatan Ngaglik, Kantor Urusan Agama
Kecamatan Ngaglik dan Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Ngaglik yang didukung oleh
BMT Mitra Usaha Umat Sleman. 102 peserta hadir perwakilan dari MUI, Nahdlatul Ulama,
Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Majelis Tafsir Alquran, Ikatan
Persaudaraan Haji Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional,
dan Badan Koordinasi TPA.

Ketua MUI Kecamatan Ngaglik, KH Muslimin Hamid menyampaikan
kegembiraannya karena bisa menghadirkan seluruh umat Islam di Kecamatan Ngaglik
untuk bersilaturahmi ini. “Tujuan acara ini adalah untuk silaturahmi saling
mengenal dan nantinya bersinergi dan saling mengisi sehingga umat Islam saling
memberi manfaat kepada sesama,” kata KH Muslimin Hamid.

Di kesempatan yang sama Camat Ngaglik, Subagya mengapresiasi
KUA, MUI dan MUU yang telah berusaha menghadirkan semua peserta silaturahmi sehingga
yang hadir cukup banyak dan mewakili berbagai organisasi masyarakat Islam di
Ngaglik. “Saya selaku Camat Ngaglik sangat menyambut baik acara perdana ini,
untuk itu perlu terus diupayakan sering silaturahmi sehingga mengurangi salah
paham di antara umat Islam, dengan seringnya ketemu diharapkan menjadi cair
sehingga bisa saling asah,  asih dan asuh
di antara sesama muslim di Ngaglik ini,” harap Subagya. 

Sementara Kepala BMT MUU Sleman, Agus Sulistyono yang juga
menghadiri acara ini menyatakan pihaknya siap membantu dan memfasilitasi
kegiatan untuk kepentingan umat Islam sesuai yang diharapkan dalam pertemuanini.
Agus berharap seluruh umat Islam bisa membesarkan BMT MUU Sleman dengan menjadi
nasabah yang aktif. (KIM Ngaglik/Suripto).




Pemuda adalah Tiang Negara

Sleman – Pemuda adalah tiang negara, sejak dari mempersiapkan kemerdekaan, memproklamirkan, hingga mengisi kemerdekaan. Bung Karno pernah berkata, “Siapkan saya 10 pemuda, maka akan saya guncangkan dunia”.

Hal tersebut disampaikan oleh GKR Gusti Condro selaku Ketua Karang Taruna (KT) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Syawalan KT se Kabupaten Sleman di Halaman Pendopo Sekretariat KT Parikesit, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, Jumat (28/6/2019).

Gusti Condro mengatakan sekarang zamannya generasi millenial, KT harus bisa mengikuti perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tanpa harus meninggalkan tradisi. Hal ini ditunjukkan dengan penampilan tari gambyong dan tari guyup rukun saat acara syawalan dari KT Ngemplak, tambah Gusti Condro.

Sedangkan Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun mengajak KT untuk bersama-sama membangun Sleman. Dari desa kita bangun Sleman, dari Sleman kita bangun Indonesia, tambah Sri.

Mengusung tema “Seje Wadah, Dadi Siji” yang berarti walaupun kita dari berbagai wilayah yg berbeda, tapi kita menyatu dalam KT, kata Gusti Condro.

Dalam kesempatan tersebut juga diluncurkan website KT Kabupaten Sleman, dan bisa langsung diakses oleh pengunjung.

“Penduduk Kabupten Sleman 60% usia 14-60th, sementara usia KT antara 13-45 tahun, maka maju mundurnya Sleman tergantung pada para pemuda, kita bangun Sleman dari hulu ke hilir,” kata Sri.

Selain itu syawalan KT se Kabupaten Sleman ini dihadiri oleh Ketua KT Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), GKR Condro Kirono, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, Camat Ngemplak, Kepala Desa se-Sleman, Dinas Sosial Sleman, dan anggota dari 86 KT desa se Sleman. (Bibit ‘babe’ widayoko /)




Halalbihalal Paguyuban Penerima Pensiun Desa Donokerto

Turi – Masa tua setelah pensiun tidak berarti berhenti bersosialisasi
dan berkegiatan. Seperti yang dilakukan lansia di Desa Donokerto yang
mendirikan organisasi Paguyuban Penerima Pensiun Donokerto (P3D) Turi.

Sekretaris Camat Turi, Suwadi mengapresiasi kegiatan P3D dan
berharap paguyuban serupa juga dapat berdiri di tingkat Kecamatan. “Semoga P3D
dapat berkembang dan jangan sampai kendur dalam membina persatuan dan kesatuan,”
harap Suwadi. Saat menghadiri halalbihalal P3D di di Balai Desa Donokerto,
Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Sabtu (29/6/2019).

P3D berawal dari rintisan Budimulyono dan berdiri pada 10
Februari 2006 dengan jumlah anggota saat itu mencapai mencapai 200 orang. Saat
ini anggotanya tinggal 125 orang karena sudah banyak yang meninggal dunia. Di
paguyuban ini setiap anggota yang meninggal dunia akan mendapatkan uang duka.

Selain Sekretaris Camat Turi, halbihalal P3D juga dihadiri 100 orang anggota paguyuban, Kepala Desa Donokerto, perangkat Desa Donokerto, dan Polsek Turi.(KIM Kertomandiri/Suharno)