KIM Bisa Memberi Manfaat Ekonomi

Moyudan –Di era digital saat ini semua orang memanfaatkan ponsel
pintar untuk berkomunikasi serta berbagi informasi. Informasi yang hadir pun
sangat bermacam-macam baik konten maupun sumbernya. Fenomena peredaran arus
informasi yang deras ini perlu disaring dengan cermat.

Terkait hal ini, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten
Sleman bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Moyudan menggelar sosialisasi
pembentukan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) di Kantor Kecamatan Moyudan,
Rabu (19/06/2019). Sosialisasi ini dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat,
dan perwakilan dari Polsek Moyudan. Peserta ini nantinya diharapkan menjadi tokoh
penggerak KIM Moyudan.

Sekretaris Camat Moyudan, Wawan Widiyantoro menuturkan
pentingnya menguasai teknologi informasi. “Yang jelas yang namanya informasi
saat ini cepat kita peroleh, tentunya banyak aspek positif dan negatifnya,
siapa yang paling banyak menguasai informasi, sekarang dia yang paling bisa menguasai
ilmunya, jadi kalau kita tidak menguasai informasi pasti kita akan
ketertinggalan,”  ujar Wawan Widiyantoro
saat membuka sosialisasi.

Suharno, Sekretaris KIM Turi berbagi pengalaman atau kiat-kiat yang dilakukan oleh KIM Turi kepada KIM Moyudan yang baru saja dirintis. Menurut Suharno KIM juga bisa bisa menjadi organisasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi anggotanya. “Di tempat kami itu pertemuannya rutin setiap bulan tanggal 20, dengan total 35 orang kami menjalin hubungan antar anggota dengan melakukan arisan tiap bulannya, tempatnya bergiliran sesuai anggota yang mendaatkan giliran arisan, dan jika ada permasalahan yang tidak dapat ditangani kami menghubungi camat untuk memberikan jalan keluar, sehingga anggota kami enak menjalani,” tutur Suharno.

Suharno juga menuturkan bahwa dengan melakukan arisan tiap bulan serta kegiatan simpan pinjam maka tercetuslah koperasi simpan pinjam, dimana selain membantu warga setempat koperasi ini juga memberikan suntikan semangat bagi para anggota untuk terus aktif dalam KIM Turi. Di tahun 2016 KIM ini pernah mendapat kunjungan dari KIM Malaysia untuk belajar bagaimana contoh pengelolaan KIM di Indonesia.

Suharno menjelaskan bahwa usaha-usaha yang dilakukan seperti di KIM Turi dapat menjadi pembelajaran. “Jangan sungkan untuk mengajak bekerjasama usaha-usaha kecil menengah yang ada, agar selain sebagai wadah publikasi kegiatan masyarakat KIM juga bisa sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan eknomi warga,” pungkas Suharno.(Rep Bilqis)




Petani Cangkringan Disarankan Budidaya Mina Padi

Cangkringan – Budidaya tanaman organik saat ini sedang digalakkan
di Kabupaten Sleman, utamanya komoditas tanaman padi. Prospeknya pun cukup
menjanjikan dikarenakan harga beras organik di pasaran lebih mahal dibanding
beras biasa.

Hal ini disampaikan oleh Camat Cangkringan, Parmono saat
membuka Pelatihan Pengembangan Padi Organik di Padukuhan Jaranan, Desa Argomulyo,
Kecamatan Cangkringan, Selasa (18/6/2019). “Tentu hasil dari padi organik
tersebut tidak harus dijual semua, namun juga perlu dikomsumsi sendiri juga, karena
dari segi kesehatan tentu padi atau beras organik lebih baik dari beras yang
menggunakan pupuk kimia,” ujar Pramono di hadapan 25 warga anggota peserta
pelatihan yang tergabung dalam Kelompok Tani Ngudi Waluyo.

Lebih lanjut Pramono menyarankan budidaya tanaman padi
organik perlu juga dibarengi mina padi kolam dalam, karena untuk wilayah Kecamatan
Cangkringan terutama wilayah Desa Argomulyo airnya masih mencukupi untuk
pengembangan mina padi. “Karena pola mina padi kolam dalam punya keuntungan
ganda bagi petani. Di samping hasil pokoknya berupa padi beras juga berupa ikan,
yang saat ini untuk harga ikan masih cukup menjanjikan,” imbuh Pramono.

Camat Cangkringan ini mengingatkan untuk budidaya tanaman
organik yang perlu diperhatikan tidak hanya produksinya saja akan tetapi juga
pemasarannya, mengingat untuk pemasaran biasanya lebih sulit dibanding
meningkatkan produksinya.

Pelatihan Pengembangan Padi Organik ini akan berlangsung
selama 8 kali pertemuan dan satu bulan dengan dua kali pertemuan. Pelatihan juga
dilengkapi dengan lahan percontohan seluas satu hektar.

Sementara itu ketua Kelompok Tani Ngudi Mulyo Agung, Nugroho melaporkan bahwa kegiatan Kelompok Tani Ngudi Mulyo sebetulnya tidak hanya di bidang pertanian saja tapi juga perikanan dan rencananya juga di bidang pariwisata. Lebih lanjut disampaikan Nugroho bahwa anggota kelompoknya melakukan budidaya tanaman padi, sayuran dan perikanan. Ke depan direncanakan akan menggalakkan mina padi kolam dalam, seperti yang digalakkan Camat Cangkringan.(Suyanto)




Keselamatan Berkendara Harus Dimulai dari Tingkat Keluarga

Sleman – Selasa (18/6/2019), bertempat di pendopo The Cupu Manik Cafe Kebur Lor Desa Argomulyo Kecamatan Cangkringan. Padukuhan Kebur Lor bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman dan Ditlantas Polda DIY mengadakan kegiatan sosialisasi dengan warga tentang keselamatan berlalu – lintas .

Mujiyanta selaku dukuh Kebur Lor menyampaikan terima kasih atas kesediaan instansi terkait dalam sharing ilmu tentang keselamatan berlalu lintas. Dan diharapkan setelah sosialisasi warga semakin menyadari akan pentingnya ketertiban dalam berkendara agar keamanan dan keselamatan semakin terwujud, tambahnya.

Didit Suranto selaku Kepala Bidang keselamatan dan Teknologi Transportasi Dinas Perhubungan DIY menyampaikan sosialisasi ini adalah wujud rasa kemanusiaan atas tingginya angka kecelakaan. Berbagi ilmu dengan masyarakat merupakan upaya dini dalam pencegahan untuk menekan angka kecelakaan, tambah Didit.

Didit juga menyampaikan 3 permasalahan dalam bertransportasi (kemacetan, pelanggaran dan Kecelakaan) itu semua jika ditarik akar masalahnya adalah kurangnya pengetahuan dalam berlalu-lintas, dan kurangnya kesadaran dalam menaati peraturan serta kurangnya pengetahuan tentang tatacara berlalu-lintas

Slamet Subiyantoro dari Bagian Keamanan Keselamatan Ditlantas Polda DIY menyampaikan kesadaran keselamatan berkendara harus dimulai dari tingkat keluarga.

Slamet menambahkan, 7 pelanggaran dalam berlalu-lintas yaitu melawan arus, dibawah umur, bermain gadget , melewati batas kecepatan, tidak memakai helm saat bersepeda motor, tidak mengenakan sabuk pengaman saat berkendara mobil serta berkendara dalam kondisi mabok.

Selain itu, Jihan dari BNN Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa penyalahgunaan Narkoba cenderung ada peningkatan dilevel anak-anak bahkan sampai tingkatana orang tua. Peran keluarga adalah pondasi terbaik dalam mencegah peredaran maupun penyalahgunaan Narkoba.

Disampaikan juga bahwa betapa sangat berbahanya ketika orang berkendara dalam pengaruh Narkoba, akan sangat membahayakan diri sendiri dan orang lain, tambah Jihan

Sedangkan Sutarman selaku Kapolsek Cangkringan mengatakan semua warga harus sadar tentang Kendaraan berkeselamatan, pengendara berkesalamatan, dan jangan lupa memakai helm.

Acara tersebut diakhiri dengan pembagian helm keselamatan oleh Dinas Perhubungan DIY untuk beberapa peserta yang hadir. (Cangkringan/Marmasyah)




Latih Jiwa Pemberani dengan Lomba Orasi

Sleman –  Menyongsong Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli nanti, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana  (DP3AP2KB) Kabupaten Sleman bersama Forans (Forum Anak Sleman) mengadakan Lomba Orasi Akhiri Kekerasan Pada Anak dengan sasaran murid SD dan Lomba Jingle Three Ends untuk murid SMP di halaman Kantor DP3AP2KB Kabupaten Sleman.

Peserta tingkat SD akan saling mengorasikan penolakan kekerasan terhadap anak.  Hal ini guna mengajarkan kepada mereka berlatih sejak dini untuk menjaga diri mereka sendiri serta berani mengungkapkan penolakan terhadap beragam tindak kekerasan.

“Harapan ke depannya dengan diadakan perlombaan-perlombaan seperti ini agar semua anak-anak Indonesia berani mengungkapkan pendapat serta aspirasinya, dan semoga pemerintah juga mendengarkan aspirasi mereka, jadi tidak ada lagi kekerasan, Undang-Undang dapat ditegaskan, anak-anak tidak menderita dan mendapatkan pelayanan yang lebih sejahtera,” ujar Tari, salah seorang panitia lomba saat ditemui di sela-sela lomba, Selasa (18/6/2019).

Tari juga menambahkan kegiatan ini menjadi pra-even dari peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli, pada puncak acara kelak para pemenang lomba ini akan diminta untuk tampil kembali. Berlangsung selama dua hari 18-19 Juni 2019, perlombaan ini terbagi menjadi dua. Hari pertama adalah lomba mengkreasikan kembali jingle Three Ends yang dibawakan oleh peserta tingkat SMP. Jingle Three Ends adalah lagu dari 3 program unggulan Dinas P3AP2KB berupa menolak kekerasan terhadap anak dan perempuan, mengakhiri perdagangan manusia dan menolak kesenjangan ekonomi perempuan serta ketertinggalannya dalam dunia politik.(Rep Bilqis)




Nasi Berwarna Biru di Lereng Merapi

Sleman – Makanan khas Jogja yang paling terkenal tentulah
gudeg, meskipun sebenarnya masih ada banyak sekali sajian kuliner lain yang tak
kalah istimewanya. Salah satunya adalah paket makanan dan minuman yang warnanya
serba biru.

Makanan dan minuman serba biru ini dapat ditemukan di rumah
makan bernama Griyo Dhahar Erista Garden, Jalan Kaliurang Km 17, Kabupaten
Sleman. Warna biru pada makanan dan minuman tersebut diambil dari warna khas bunga
telang, sebuah bunga yang sejatinya sangat mudah ditemukan sebab tergolong
tumbuhan yang dapat hidup dimana saja, aman untuk dikonsumsi, dan memiliki
khasiat untuk mata serta antioksidan yang baik bagi tubuh.  

“Aman mbak, bunga telang itu sebenarnya umum, banyak ditemukan, tapi setelah
dibikin makanan dan minuman ternyata itu enak. Pasti kita nyoba-nyoba dulu awalnya,”
tutur Rima, staf marketing Griyo Dhahar Erista Garden, Minggu (16/6/2019).

Untuk
minuman, bunga telang ini bisa divariasikan ke dalam banyak jenis
minuman di antaranya es
kembang telang lemon, es kembang telang rosela, es kembang telang timun
selasih, es kembang telang susu, es kembang telang degan, dan es kembang telang
stroberi. Kemudian untuk makanan ada nasi megono, makanan tradisional
Jawa yang bedanya disini adalah nasinya berwarna biru dilengkapi dengan lauk
pauk yang disajikan di atas nampan bambu.

Hadirnya makanan minuman serba biru ini bermula dari kegemaran sang pemilik Griyo
Dhahar Erista Garden mengoleksi
tanaman hingga akhirnya memiliki ide untuk membuat taman, sekaligus menjualnya.
Kemudian konsep tersebut berkembang menjadi taman dengan resto yang menjual
makanan serta minuman dengan mengedepankan kekhasan bunga telang yang berwarna
biru.

Warnanya yang berwarna biru barangkali akan memberikan sensasi aneh secara visual sebelum mencobanya. “Rasanya enak, pewarna dari bunga telang ini unik jadi pewarna alami,” tutur Rizky, salah salah satu pembeli.

Kawasan Jalan Kaliurang Km. 17 ini berada tidak jauh dari tempat wisata Kaliurang yang sudah terkenal sebagai wisata lereng Gunungapi Merapi. Ciri khas disini adalah udaranya segar, sejuk, banyak persawahan asri dan kebun bunga. Apabila berkunjung pada pagi hari, maka mata akan dimanjakan dengan penampakan gunung Merapi yang sangat gagah. Jika melancong ke Sleman, tidak ada salahnya untuk mencicipi hidangan unik berwarna biru olahan bunga telang ini. (Rep Bilqis)