Bersatu Padu Lindungi Anak dan Perempuan

Ngaglik – Desa Sardonoharjo disebut sebagai salah satu desa
di kabupaten Sleman yang memiliki banyak hal yang positif maupun negatif. “Sumber
daya alamnya luar biasa dan sumber daya manusia yang juga luar biasa. Sebaliknya
kenakalan remaja, KDRT, bullying, dan sebagainya pasti juga ada,” ujar Bayu
Kristanto, Kasi Pelayanan Desa Sardonoharjo saat kegiatan Replikasi tentang
Perlindungan Anak Terpadu Berbagi Masyarakat di Desa Sardonoharjo, Kecamatan
Ngaglik, Kabupaten Sleman, Kamis (4/7/2019).

Karena itu kepedulian masyarakat terhadap keluarga dan
lingkungan sekitar harus dipupuk dari sekarang. Masa depan Sardonoharjo ada di tangan
anak-anak, dan perempuan sebagai penopang keharmonisan keluarga harus diperhatikan
benar.

Agus Riyanto sebagai narasumber dalam kegiatan ini berharap masyarakat
bersama-sama bersatu padu melakukan gerakan untuk perlindungan anak dan
perempuan. “Dengan dukungan dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, ulama, RT,
RW, dan komunitas peduli lainnya diharapkan nantinya dapat mewujudkan
lingkungan yang nyaman dan aman bagi warganya, utamanya anak dan perempuan,”
kata Agus Riyanto.

Menurut Agus, menyelamatkan generasi muda berarti juga menabung
lansia yang berkualitas.(KIM Ngaglik/ESK)




Giatkan Gaya Hidup Sehat, Pemkab Sleman Gelar Program Yoga Bersama

Sleman – Gencarkan gaya hidup dan bahagia, Pemerintah Kabupaten Sleman bekerjasama dengan Anand Krishna Center – Joglosemar selenggarakan program yoga bersama di Lapangan Pemda Kabupaten Sleman pada hari Jum’at (5/7/2019).

Kegiatan yoga bersama ini setidaknya diikuti oleh 500 peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman serta masyarakat umum. Dalam kesempatan tersebut juga turut hadir Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan apresiasianya atas penyelenggaraan yoga bersama. Menurutnya dengan melakukan yoga secara teratur, tubuh akan memperoleh kondisi yang sehat serta pikiran dan perasaan yang tenang.

“Tidak mengherankan apabila yoga akhir-akhir ini menjadi salah satu olahraga yang cukup diminati masyarakat. Jika sebelumnya yoga sering dikenal olahraga meditasi, kini yoga juga dipercaya dapat membakar kalori,” katanya.

Lebih lanjut, Sri Muslimatun juga mengungkapkan bawa saat ini, kesadara masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui aktivitas berolahraga semakin meningkat. Hal tersebut dapat terlihat dari semakin banyaknya masyarakat  yang aktif berolahraga, terlebih saat hari libur dan akhir pekan.

“Bangkitnya kesadaran masyarakat berolahraga, salah satunya dikarenakan pada sat ini telah terjadi perubahan pola penyakit yang menyerang masyarakat kita. Jika dulunya yang banyak menyerang masyarakat adalah penyakit infeksi yang pengobatannya dengan jangka pendek, kini berubah menjadi penyakit degeneratif yang pengobatannya membutuhkan jangka waktu yang lama dan biaya yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Menurutnya, perubahan tersebut terjadi akibat pola hidup masyarakat yang kurang sehat seperti, mengkonsumsi makanan yang kurang sehat, mengandung kolestrol ataupun lemak yang tinggi. “Oleh karena itu melalui kegiatan yoga ini kita ajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Sementara itu, Pengawas Anand Krishna Center Joglosemar, Wayan Suriastini dalam kegiatan yoga bersama ini, dilakukan Yoga Ananda, atau Ananda’s Integral Medititive (AIM) Yoga yang diracik oleh Anand Krishna.

“Yoga dengan afirmasi ini akan mentransformasikan fisik, perasaan, pikiran dan membangunkan semangat Yogi sejati dalam diri untuk hidup berdasarkan prinsip Yoga,” jelasnya.