Forum KIM Sembada Kabupaten Sleman Dikukuhkan

Ngaglik – Salah satu upaya untuk mendorong diseminasi
informasi pemerintah kepada masyarakat adalah dengan mengoptimalkan peran Kelompok
Informasi Masyarakat (KIM). KIM berperan strategis dan penting untuk
menjembatani komunikasi dan informasi antara pemerintah dengan masyarakat
maupun sebaliknya.

“Diharapkan KIM Kabupaten Sleman bisa memanfaatkan teknologi
komunikasi dan informasi dengan bijak. Informasi hoaks menjadi tantangan. Harus
punya etika untuk tidak ikut larut, namun hendaknya justru berperan untuk
menangkal informasi hoaks yang sampai di masyarakat,” ujar Wakil Bupati Sleman,
Sri Muslimatun saat mengukuhkan Pengurus Forum KIM Sembada Periode 2019-2024 di
Puri Mataram, Desa Tridadi, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Kamis
(18/07/2019).

Terkait usia beberapa pengurus KIM yang tergolong sepuh, Sri
Muslimatun menyampaikan apresiasinya. “Usia tua bukan penghambat, justru bagi
yang  tua hendaknya menjadikan sadar
sepenuhnya bahwa waktu kita tidak banyak, sehingga kita tidak bisa bermain-main
dengan waktu. Segera laksanakan apa yang bisa kita lakukan hari ini karena orang
muda sekarang adalah generasi milenial yang bergerak cepat secepat informasi
yang bergerak sedemikian cepatnya sebagai dampak modernisasi. Tua muda sama,
harus buat keputusan yang cepat dan tepat,” tandasnya lagi.

Sebanyak 33 pengurus Forum KIM Sembada dikukuhkan oleh Wakil
Bupati Sleman. Forum KIM adalah kelembagaan KIM di tingkat kabupaten dan pengurusnya
merupakan gabungan dari semua KIM tingkat desa dan kecamatan yang ada di
Kabupaten Sleman.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris Dinas Komunikasi dan
Informatika, Purwati, menyatakan bahwa upaya pengembangan masyarakat kabupaten
Sleman merupakan upaya mewujudkan masyarakat cerdas (smart society). “KIM adalah partner untuk mewujudkan smart society
tersebut, maka Dinas Kominfo terus mendorong terbentuknya KIM di semua lini
baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun di tingkat desa,” ujar Purwati.

Fungsi mewujudkan masyarkat cerdas ini dijabarkan dalam
tugas KIM untuk mewujudkan kemandirian, meningkatkan wawasan, pengembangan dan
pemerataan informasi, mewujudkan jaringan informasi, sebagai mediator,
fasilitator dan katalisator antara masyarakat dengan masyarakat, dan antara
masyarakat dengan pemerintah untuk mengatasi kesenjangan informasi. (KIM
Ngaglik/Endarwati)




Jaga Kesehatan, Lansia Wajib Hindari Depresi Akibat Kesepian

Depok – Lansia umumnya akan mengalami gangguan fisik maupun mental. Beragam kondisi di usia lanjut adalah rambut yang memutih, jalan yang sudah tidak bisa tegak, kurangnya daya ingat, tubuh semakin lemah dan memiliki gangguan kesehatan.

Meskipun umumnya lansia memiliki lebih dari 2 jenis penyakit, Ahli Geriatri atau ahli kesehatan usia lanjut dari UGM, Probosuseno mengatakan ada satu penyakit yang menjadi perhatian yaitu depresi akibat kesepian.

“Hal ini sangat berbahaya karena depresi akibat kesepian tersebut menyebabkan daya tahan tubuh menurun, mudah gampang sakit, selalu diikuti infeksi paru dan infeksi saluran kencing,” kata Probo saat menjadi narasumber acara Gebyar Lansia dalam rangka Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) di Pendopo Puspadenta Kantor Desa Caturtunggal, Rabu (17/7/2019).

Mengangkat tema “Menjadi Lansia Sehat, Mandiri dan Produktif”, HALUN 2019 menggelar berbagai kegiatan seperti senam lansia, pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, gula darah, dan kolesterol), konsultasi kesehatan (konsultasi dokter, psikologi, dan gizi), penyuluhan dari Rumah Sakit Condong Catur dan talkshow oleh Dokter Probo Suseno.

Toto Suharto selaku Kepala Puskesmas Depok III mengatakan peringatan HALUN merupakan salah satu penghargaan bagi para lansia. Selain itu dapat menjadi wadah kepedulian sosial terhadap lansia agar lansia lebih produktif dan sehat.

Abu Bakar, Camat Depok mengapresiasi pemerintah Desa Caturtunggal dan Puskesmas Depok III yang telah meneyelenggarakan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional.

“Acara semacam ini dapat di pertahankan dan rutin dilaksanakan setiap tahunnya agar lansia di wilayah Desa Caturtunggal tetap sehat, mandiri, dan produktif,” kata Abu.

Agus Santoso selaku Kepala Desa Caturtunggal mengatakan Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional merupakan peringatan yang dapat membuat para lansia lebih produktif dalam kesehariannya. Agus berharap setelah kegiatan ini lansia di Desa Caturtunggal dapat termotivasi dan lebih sehat.

Dalam acara tersebut juga diberikan penghargaan kepada posyandu lansia yang teraktif yaitu Posyandu Seturan, Tempel, dan Gowok. Hal ini diharapkan posyandu tetap aktif dan menjadi motivasi posyandu lainnya. (Rep Ardhitya Sejati)




Padukuhan Samberembe Siap Menjadi Desa Wisata Pertanian

Ngaglik – Desa wisata disebut sebagai konsep jitu untuk mengurangi
laju urbanisasi. Pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di bidang
wisata pertanian menjadi hal penting untuk mencegah mereka meninggalkan desa
untuk bekerja di kota.

“Selama ini petani di sini adalah generasi sepuh, sedangkan
yang muda lebih suka bekerja di kota menjadi pegawai atau karyawan karena
mereka beranggapan menjadi petani secara finansial tidak menjanjikan. Dengan
dikemas menjadi wisata diharapkan generasi muda menjadi tertarik kembali
menggeluti bidang yang sebelumnya dianggap tidak bergengsi tersebut,”
ungkap Ricky Wachid Syam, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Minapadi saat
ditemui di Padukuhan Samberembe, Desa Candibinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten
Sleman, Rabu (17/07/2019).

Memiliki sumber air yang melimpah dari Kali Boyong, Widoro
dan Trasi di sebelah barat dusun, warga Padukuhan Samberembe mengupayakan lahan
seluas 3 hektar menjadi kawasan pertanian sekaligus wisata. Dengan mengandalkan
budidaya mina padi, ugandi (udang galah bersama padi), kolam ikan air tawar,
budidaya berbagai macam hortikultura, dan pasar ikan, padukuhan ini pun siap
menjadi desa wisata berbasis pertanian.

Beberapa program sudah disiapkan untuk mendukung di desa
wisata ini, antara lain acara budaya seperti wiwit, kenduren, jathilan.
Kemudian ada wisata kuliner dengan menu makanan desa dan untuk itu ada kursus
singkat membuat kudapan khas seperti klepon, cucur, apem, meniran, aneka olahan
nila, dan srabi.

Selain itu, Ricky dan kawan-kawan menyiapkan berbagai macam
kerajinan janur, batik, kertas, penginapan, penjualan hasil pertanian dan joglo
tempat pertemuan yang bisa menampung 100 orang serta wahana rekreasi dan
edukasi.

Khusus untuk pertanian minapadi, ada budidaya ikan nila
merah yang dipadu dengan padi menthik wangi, ciherang, padi sembada merah, dan silabu
sembada hitam. Selain itu juga diperkenalkan sistem budidaya ikan nila dengan
sentuhan kincir air. Kemudian masih ada budidaya ikan dengan cabai dan ketimun
dan budidaya udang galah dengan padi yang diharapkan menarik keingintahuan
pengunjung.

Untuk produk yang bisa dibawa pulang pengunjung, ada pasar
ikan di sini buka setiap hari dan menampung hasil ikan dari berbagai wilayah. Berbagai
budidaya hortikultura seperti aneka cabai, semangka, melon, timun, buncis,
kacang panjang, terong, tomat, gambas, pare, labu air, labu botol, labu golden
mama dan jagung  pun bisa dijumpai di
tempat ini.

Disebut Ricky, konsep desa wisata pertanian seperti di Samberembe ini menekankan pada kerjasama antara petani, pokdarwis, dan pemerintah. “Kami berharap pemerintah berperan mendorong program agar berjalan lancar, memberikan modal, dan penyuluhan pertanian dan perikanan yang memberikan pengarahan cara meningkatkan produktifitas produk pertanian,” ungkap pria yang perpengalaman sebagai penyelenggara acara ini.

Setelah dijadikan sebagai lahan percontohan pada acara Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan beberapa waktu lalu, kini Samberembe siap menjadi destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sleman. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)