Imunisasi Sebagai Bekal Kesehatan Masa Depan

Ngaglik – Infeksi Human Papilloma Virus (HPV) diketahui
menjadi penyebab kanker seviks yang merupakan jenis kanker berbahaya dan banyak
menimbulkan kematian pada wanita. Infeksi yang mudah menular melalui hubungan
seksual ini dapat dicegah melalui pemberian vaksin.

Demikian dikatakan Felisiana Sri Astuti dari Puskesmas Pakem
di hadapan para wali murid saat sosialisasi di SDIT Ibnu Abbas II, Padukuhan Karang
Geneng, Desa Purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Kamis (25/7/2019).

“Vaksin HPV sangat efektif mencegah infeksi HPV jika
diberikan sebelum seseorang terpapar virus, ini berarti sebelum aktif secara
seksual. Untuk itu vaksin HPV akan diberikan pada anak perempuan kelas 5 atau
anak umur 9-11 tahun. Di usia ini kekebalan tubuh lagi baik-baiknya sehingga
vaksin HPV akan memberikan kekebalan yang sangat efektif,” terang
Felisiana.

Imunisasi HPV di SDIT Ibnu Abbas II akan dilaksanakan pada
bulan Agustus dan diberikan dalam 2 dosis dengan metode suntikan di lengan.
Dosis kedua diberikan satu tahun kemudian atau saat anak kelas 6. Vaksin HPV yang
diberikan adalah jenis Quadrivalent yang mampu mencegah dan melindungi anak
dari penyakit yang disebabkan oleh virus HPV seperti kanker serviks, kanker
anus, serta kutil kelamin selama 26 tahun ke depan.

Felisiana menyatakan vaksin HPV yang diberikan pemerintah baik dalam komposisi dan pembuatannya sama sekali tidak bersinggungan dengan zat non halal. Selain itu vaksin HPV yang digunakan memiliki sertifikasi halal dari IFANCA (Islamic Food and Nutrition Council of America) dan diakui oleh Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) sejak tahun 2006.

Imunisasi HPV dahulu merupakan imunisasi pilihan yang tidak
disubsidi pemerintah tetapi sekarang merupakan imunisasi program yang wajib
diberikan di sekolah tanpa dipungut biaya.

Estri Jumiyati, Kepala Sekolah SDIT Ibnu Abbas II menyambut
positif dengan diadakan program vaksinasi lanjutan di sekolah dan menyatakan
siap mensukseskan BIAS ( Bulan Imunisasi Anak Sekolah) 2019 yang akan
dilaksanakan bulan Agustus dan November mendatang. “Sekolah berkewajiban
memberikan bekal bukan saja bekal ilmu tetapi juga bekal kesehatan untuk kehidupan
yang lebih baik di masa depan,” ujar Estri Jumiyati.

Selain HPV, di bulan Agustus nanti juga akan diadakan
vaksinasi MR (Measles Rubella) yang ditujukan pada anak anak kelas 1 dengan
metode suntik lengan. Imunisasi ini sangat penting untuk memberikan antibodi
dan proteksi serta memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella
secara cepat.

Felisiana menjelaskan kalau kena Rubella mungkin tidak
meninggal tapi cacatnya luar biasa meliputi kelainan pada jantung dan mata,
tuli, serta keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit
campak dan Rubella namun penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi.

Campak alias measles adalah penyakit yang disebabkan oleh
virus dan dapat ditularkan melalui batuk dan bersin. Sangat mudah menular
terutama pada anak anak. Gejala campak adalah deman tinggi, bercak kemerahan
pada kulit disertai dengan batuk dan atau konjungtivitis yang dapat berujung pada
komplikasi berupa pnemonia (radang paru paru), meningitis, bahkan dapat
menyebabkan kematian.(KIM Ngaglik/Upik Wahyuni)