Tekan Angka Kecelakaan, Sleman Giat Sosialisasikan Tertib Lalu Lintas

Sleman – Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian tertinggi ke-2 di dunia. Angka kecelakaan lalu lintas sendiri di DIY terbilang tinggi. Menurut data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman mencatat sebanyak 1,556 kecelakaan lalu lintas selama tahun 2018 dan yang memprihatikan 20% korban kecelakaan merupakan pelajar.

Untuk menekan angka kecelakaan di kalangan pelajar tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman giat melakukan sosialisasi dan edukasi. Mengangkat tema “Sayangi Nyawa Kurangi Kecepatan”, sosialisasi tertib lalu lintas kali ini menyasar 20 sekolah dari tingkat TK, SD, SMP, sampai jenjang SMA/SMK baik sekolah negeri ataupun swasta yang ada di Kabupaten Sleman.

“Untuk tahun 2019 ini, Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman menyasar sekolah–sekolah di wilayah Sleman,” kata Kepala Seksi Keselamatan Transportasi, Rosalyna Setia Wardhani saat ditemui dalam acara sosialisasi tertib lalu lintas di SMA N 1 Sleman, Rabu (7/8/2019).

Rosa memaparkan korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar berusia antara 16-24 tahun.

“Generasi milenial, khususnya pelajar yang belum berusia mencapai 17 tahun sebaiknya tidak diberikan kendaraan sendiri karena belum memiliki SIM,” tambah Rosa.

Dengan sosialisasi ini diharapkan mampu menciptakan generasi tertib berlalu lintas khususnya di kalangan pelajar.




Ramaikan Gelar Potensi Museum 2019, Sleman Arak “Elang Jawa”

Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman mengarak “Elang Jawa” dari Lapangan Pemda Sleman menuju Lapangan Denggung, Rabu (7/8/2019) mulai pukul WIB. Kegiatan tersebut merupakan partisipasi aktif Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman dalam acara Gelar Potensi Museum 2019 yang dilaksanakan dalam rangka 6 windu Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY. Selain miniatur “Elang Jawa” yang merupakan ikon kebanggaan bagi Kabupaten Sleman, Dinas Kebudayaan Sleman juga menampilkan tarian “Elang Jawa” yang di dukung oleh 13 seniman.

Demikian
dinyatakan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Edy Winarya, Rabu
(7/8/2019) di kantornya Jalan KRT Pringgodiningrat Beran Tridadi Sleman.

“Karnaval
yang diikuti 37 museum se-DIY ini akan memberikan hiburan bagi warga DIY dan
sekitarnya juga sekaligus menumbuhkan apresiasi untuk mencintai koleksi museum
sebagai wahana edukasi bagi masyarakat,” kata Edy.

Kegiatan
ini merupakan rangkaian dari Gelar Potensi Museum 2019 yang dilaksanakan dalam
rangka 6 windu Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY. Kegiatan yang bersumber
dari Dana Keistimewaan DIY tahun 2019 ini akan digelar selama empat hari
berturut-turut mulai tanggal 7-10 Agustus 2019 di Atrium Rama Sleman City Hall
Jalan Magelang Sleman, Yogyakarta yang diawali dengan Pawai Potensi Museum se-DIY
yang diikuti oleh 37 museum se DIY.

37
museum tersebut adalah Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Kraton Yogyakarta,
Museum Puro Pakualaman, Museum Sonobudoyo, Museum Sejarah Purbakala Pleret,
Museum Wayang Kekayon, Museum Affandi, Museum Tembi Rumah Budaya, Museum Ullen
Sentalu, Museum Batik Yogyakarta, Museum Diponegoro, Museum Vredeberg, Museum
Perjuangan, Museum Jenderal Sudirman, Museum Monumen Jogja Kembali (Monjali),
Museum Sandi, Museum Dewantara Kirti Griya Tamansiswa, Museum Pergerakan Wanita
Indonesia, Museum Monumen Pahlawan Pancasila, Museum Tani Jawa Indonesia,
Museum Pendidikan Indonesia (MPI), Museum HM Soeharto, Museum Bahari, Museum
UGM, Museum Biologi, Museum Gumuk Pasir, Museum Kayu Wanagama, Museum
Geoteknologi Mineral, Museum Gembira Loka, Museum Dr YAP, Museum Gempa Prof Dr
Sarwidi, Museum Taman Tino Siddin, Museum Lab Sejarah Universitas PGRI, Museum
Taman Pintar Yogyakarta, dan Museum Wayang Beber Sekartaji. (Dinas Kebudayaan)




37 Museum Ikuti Gelar Potensi Museum 2019

Gelar
Potensi Museum 2019 bertema “Dengan Naungan Merah Putih Merangkai Artefak dalam
ke-Indonesiaan” dilaksanakan dalam rangka 6 windu Badan Musyawarah Musea
(Barahmus) DIY. Kegiatan yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY tahun 2019
ini akan digelar selama 4 hari berturut-turut mulai tanggal 7-10 Agustus 2019
di Atrium Rama Sleman City Hall Jalan Magelang Sleman, Yogyakarta.

Gelar
Potensi Museum 2019 diawali dengan Pawai Potensi Museum se-DIY yang diikuti
oleh 37 museum se-DIY. Event ini juga mengundang museum di luar DIY untuk menjadi
tamu yaitu Museum Sekolah Slawi.

Yogyakarta
sendiri tercatat memiliki museum dengan jumlah terbesar kedua di Indonesia
dalam skala provinsi. Museum di DIY tidak hanya besar dalam jumlah namun juga
beragam terkait dengan visi-misi dan tema yang diusung.

Menyambut
event ini, antusiasme pemilik, pengelola, dan pemerhati terbilang tinggi. Hal
ini disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan DIY, Erlina Hidayati saat
membuka acara Gelar Potensi Museum 2019 di Parkir Utara Lapangan Denggung,
Sleman, Rabu (7/8/2019).

“Gelar
Potensi Museum 2019 ini merupakan satu dari kegiatan Dinas Kebudayaan DIY
sebagai ajang mengenalkan museum-musem yang terdapat di DIY kepada masyarakat,”
ujar Erlina. Selain itu, event ini disampaikn Erlina memiliki visi mulia. “Kami
juga ingin meningkatkan jumlah pengunjung museum peserta pameran maupun museum–museum
lainnya,” sambungnya.

Adapun
jenis acara selain Pawai Potensi Museum dalam event Gelar Potensi Museum 2019 meliputi
Pentas Seni Sekolah, Pameran Reguler, Lomba Swafoto, dan Lomba Mewarnai. (Rep
Dias)