Omzet Meningkat Jelang Idul Adha, Swalayan Hewan Kurban Buka 24 Jam

Ngaglik – Menjelang Hari Raya Idul Adha, penjualan hewan
kurban seperti kambing, domba, dan sapi meningkat di berbagai tempat. Wajar
bila para pedagang pun berharap omset penjualannya pun ikut meningkat, salah
satunya di swalayan hewan kurban Mitra Amanah.
“Mendekati Hari Raya ini kami bisa menjual hingga 15-20 ekor per hari, sedangkan pada hari biasa 7-9 ekor untuk keperluan aqiqah atau untuk kulakan penjual sate,” ungkap Irawan Eko Sulistyo, pemilik tempat penjualan hewan Mitra Amanah saat ditemui di tempat usahanya di Padukuhan Gondang Lutung, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat (9/8/2019).
Pria asli Wonogiri ini mengaku semua hewan yang dijualnya berasal
langsung dari petani sehingga harganya lebih murah dibanding tempat lain. Satu
ekor kambing atau domba dijualnya berkisar antara Rp1,5 juta – 6 juta tergantung
ukuran dan jenisnya.
“Soal harga kami sangat berdamai, dengan harga Rp1 juta
pun akan dilayani karena prinsip kami membantu agar semua orang bisa berkurban
dan tidak mahal. Jadi orientasi kami tidak semata-mata mencari keuntungan tapi
persaudaraan kami utamakan. Tak heran banyak yang kembali datang membawa serta
teman dan saudara-saudaranya,” tutur Irawan.
Irawan menjamin domba
yamg dijual di Mitra Amanah telah
memenuhi syariat Islam untuk berkurban. Di antaranya umur minimal 1 tahun dan
telah memasuki tahun kedua, sehat dan terbebas dari penyakit hewan, serta tanpa
cacat seperti buta, pincang, atau sangat kurus.
Mitra Amanah ini menurut Irawan memiliki beberapa kelebihan
dibanding tempat lain di antaranya pemeliharaan yang intensif dan modern,
kandang yang ideal dan modern untuk menjamin kesehatan dan kualitas ternak,
banyak pilihan, dan selalu tersedia stok. Di lahan seluas 2000 meter persegi, pelanggan
bisa datang kapan saja karena buka 24 jam, dan seperti di swalayan, pelanggan bisa
memilih sendiri hewan yang dikehendaki sesuai bujet.
“Saat ini populasi mencapai 500 ekor yang terdiri
dari domba jenis merino, texel, kambing
peranakan etawa atau kambing Jawa serta sapi putih peranakan Ongole,”
ungkap Irawan.
Alumni Fakultas Peternakan UGM ini memperlakukan hewan yang
dijualnya dengan gaya profesional. Hewan bersih karena dimandikan setiap hari,
sistem penjualan dengan cara ditimbang menjamin jual beli yang adil, dan
melayani partai besar atau kecil dengan harga khusus untuk kegiatan sosial. (KIM
Ngaglik/ Upik Wahyuni)
