Sleman
– Memahami arsip dan tata cara penataannya adalah hal yang penting bagi
masyarakat. Kampanye bertajuk Genta Siaga atau Gerakan Cinta Arsip Keluarga
digalakkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman guna mendukung penyadaran
kepada masyarakat terkait arti penting arsip dan tata cara penataannya tersebut.
Mulai
tahun 2006, program ini sudah menyasar 700 warga di Desa Banyuraden Kecamatan
Gamping dan 400 warga di Desa Sendangadi Kecamatan Mlati. Sementara di tahun
2019 ini ada dua desa yang menjadi desa binaan Genta Siaga, yaitu Desa Wukirsari
Kecamatan Cangkringan dan Desa Tridadi Kecamatan Sleman. Sebanyak 250 kepala
keluarga yang tergolong kurang mampu di dua desa tersebut menjadi sasaran
program ini.
Di
Desa Tridadi, Genta Siaga dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa (13/8/2019)
dan Rabu (14/8/2019). Acara dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Dinas PMD
Sleman, Camat Sleman, Kepala Desa Sendangadi, Kepala Desa Widodomartani, Kepala
Desa Pakembinangun, Babinsa Tridadi, Babinkamtibmas, Ketua LPMD, Ketua PKK, Kepala
Desa Tridadi dan perangkatnya, beserta 10 koordinator dan 15 Kader.
Kepala Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, dalam kesempatan
tersebut mengajak masyarakat untuk mendukung dan berperan aktif dalam berbagai
kegiatan Genta Siaga ini.
“Sebab dengan gerakan
ini dapat menciptakan arsip yang tertata rapi sehingga arsip terawat dan cepat
dalam penemuannya apabila diperlukan,” ucap wanita yang akrab disapa Ayu ini
saat pembukaan Sosialisasi Genta Siaga tahun 2019 di Desa Tridadi Kecamatan Sleman,
Selasa (13/8/2019).
Selama
2 hari berlangsung, berbagai kegiatan digelar di Desa Tridadi. Pada hari
pertama berlangsung sosialisasi dan pelatihan penataan arsip, ditandai dengan
pemakaian tanda peserta dan penyerahan document keeper secara simbolis oleh
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman kepada koordinator yang
diwakili oleh Sri Hartati dan Kader Parjianta.
Kegiatan
dilanjutkan dengan praktik langsung penataan arsip oleh kader dan koordinator.
Salah satu koordinator, Sudiman, mengatakan bahwa masyarakat menyambut antusias
dengan program ini. “Bahkan ada satu padukuhan yang sudah 90% menerapkan
penataan arsip seperti yang disosialisasikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Sleman ini,” ujarnya.
Di
hari kedua pelaksanaannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman melakukan
pendampingan penataan arsip kepada 250 kepala keluarga sasaran. Pendampingan tersebar
di tiga titik, yaitu tiga kelompok di Balai Desa Tridadi, satu kelompok Padukuhan
Jaban, dan satu kelompok di Gudeg Bu Kies. (KIM Sleman/Tatik)