Mantren Kompak Bersatu Lakukan Jalan Santai 5 Kilometer

Ngaglik – Jalan santai mempertontonkan gotong-royong warga Mantren
dalam memperingati Hari Ulang Tahun RI ke-74. Dikatakan Ketua RT 06 Klidon
Mantren, Paridi, warga tampak kompak bersatu padu memeriahkan hari besar ini.

Warga Mantern menggelar jalan santai pada Minggu (18/8/2019).
Jalan santai ini merupakan puncak acara peringatan HUT RI ke-74. Sejauh 5
kilometer, warga mengitari Dusun Banjarsari, Perumahan Sukoharjo indah, Tegal
Mindi, kemudian kembali ke Klidon Mantren.

Tanggapan warga yang tidak mau disebut namanya, kegiatan
tahun ini sungguh lebih meriah dari tahun sebelumnya bahkan di pentas seni
banyak kreasi baru. Menurut mereka, yang menarik lagi adalah film pendek,
Mereka berpikir Mantren ke depan bisa membuat studio khusus memproduksi film
pembangunan sebagai dokumenter kegiatan dusun.

Jalan santai diakhiri dengan hiburan organ tunggal dan
pembagian hadiah pada undian yang disiapkan. (KIM Ngaglik/Srp)




Gamping, Tingkatkan Kualitas Hadapi Tantangan ke Depan

Gamping
– Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar upacara pengibaran bendera sang saka
merah putih dalam rangka peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74
yang dilaksanakan di lapangan Desa Banyuraden, Sabtu (17/8/2019).

Sebelum
upacara dimulai, hadirin disuguhi pertunjukan marching band SD Muhammadiyah
Banyuraden di bawah asuhan Mukhsin yang menyuguhkan lagu Jagalah Hati, Maulana,
dan Bungong Jeumpa.

Bertindak
selaku Inspektur Upacara, Camat Gamping Arif Marwoto dengan Komandan Upacara,
Ipda Karmija dari Polsek Gamping. Turut hadir Wadanramil 17/Gamping, Kapten
Kusno bersama Kapolsek Gamping, Kompol Sudaryo. Adapun anggota Pasukan Pengibar
Bendera Pusaka (Paskibraka) Kecamatan Gamping tahun ini yaitu Muvit siswa SMK
Putra Samodra sebagai Komandan, Ovit Mohammad siswa SMUN 1 Gamping sebagai
pembawa bendera merah putih, serta Arufi siswa SMK Putra Samodra, Elena siswi
SMUN 1 Gamping, Mutiara siswi SMUN 1 Gamping yang ketiganya sebagai pengibar
bendera.

Mereka
berlatih baris-berbaris dengan Instruktur Serma Tejo Supriyanto, Bati Bakti
Koramil 17/GP, Serka Acip Mulyana, Sabara Bahasa Desa Balecatur Koramil 17/GP,
Iptu Totok Subaryanto, Kanit Bimas Polsek Gamping, Aiptu Ifanudun, Babin
Kamtibmas Desa Banyuraden Polsek Gamping, Harley Benjamin Josua, Kasi Tramtib
Kecamatan Gamping, Sumarsono dan Teguh Guntur, staf Seksi Tramtib Kecamatan
gamping.

Peserta
upacara terdiri dari organisasi perangkat daerah yang berada di wilayah Kecamatan
Gamping yaitu UPT Pelayanan Pendidikan, Puskesmas Gamping I dan II, BMKG, KUA,
Kepala Desa beserta perangkatnya, Jajaran Koramil 17 Gamping, Jajaran Polsek
Gamping, jajaran pemerintah kecamatan, pelajar, organisasi masyarakat, tokoh agama,
tokoh masyarakat, termasuk KIM Pararta Guna.

Dalam
pesannya, Camat Gamping, Arif Marwoto mengajak seluruh hadirin untuk selalu
meningkatkan kualitasnya guna menghadapi tantangan ke depan yang lebih keras
agar dapat mewujudkan negara Indonesia yang maju dan mampu bersaing dengan
negara-negara lain di era digitalisasi ini. “Dengan sumber daya manusia yang
berkualitas, kita yakin bisa mencapai kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan,”
ucap Arif.

Di
hadapan seluruh peserta upacara juga dilakukan pemberian penghargaan kejuaraan
antar wilayah Kecamatan Gamping, antara lain juara I Padukuhan Gejawan Wetan
Balecatur, juara II Padukuhan Baturan Trihanggo, juara III Padukuhan Somodaran
Banyuraden, juara harapan I Padukuhan Gejawan Kulon Balecatur, dan juara harapan
II Padukuhan Tlogo Ambarketawang.  Masing-masing
juara menerima trofi, piagam, dan uang pembinaan.

Selain
itu, Camat Gamping ikut senang dan bersyukur sebab perpustakaan Sumber Ilmu,
Desa Balecatur meraih predikat juara I Lomba Perpustakaan Desa Tingkat Nasional
Kluster A yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di
Jakarta. “Alhamdulillah, Desa Balecatur sudah mengharumkan nama
Kecamatan Gamping dan Kabupaten Sleman,” ucapnya. (KIM Pararta Guna Gamping/Adnan
Nurtjahjo)




Kenduri Peringati HUT RI

Cangkringan – Warga Padukuhan Kebur Kidul, Desa Argomulyo,
Kecamatan Cangkringan melaksanakan syukuran atas kemerdekaan Republik Indonesia
dengan menggelar doa bersama dan kenduri, Jumat (16/8/2019). Kenduri ini selalu
dilaksanakan setiap tanggal 16 Agustus setiap tahunnya.

Sudarman selaku Rois Padukuhan menyampaikan bahwa
kemerdekaan adalah hal sangat mahal yang harus dibayar dengan harta, jiwa dan raga
dalam merebut dan mewujudkannya.

“Mari perbanyak rasa syukur karena kita hidup di Indonesia
sebagai bangsa yang merdeka, karena masih banyak negara di luar sana yang masih
ada konflik peperangan, sehingga nikmat sebagai bangsa yang merdeka adalah nikmat
yang harus terus disyukuri,” ujar Sudarman.

Sudarman juga mengajak warga untuk mendoakan seluruh pahlawan
yang sudah berjuang dan gugur dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Tak lupa
ajakan untuk mengisi kemerdekaan dengan terus menjaga kerukunan dan ikut
berperan dalam setiap pembangunan Indonesia.

“Mengisi kemerdekaan itu adalah perjuangan yang tidak kalah berat, oleh karena itu mari kita pupuk semangat kekeluargaan agar tercipta suasana yang kondusif,” pungkas Sudarman.(KIM Cangkringan/*)




Detik-detik Proklamasi di Ngaglik

Ngaglik – Pemerintah Kecamatan Ngaglik menggelar upacara
bendera peringatan hari ulang tahun ke 74 kemerdekaan RI di Lapangan Donoharjo,
Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Sabtu (17/8/2019).

Upacara bendera berlangsung khidmat dengan inspektur upacara Subagya selaku Camat Ngaglik dan dipimpin oleh Komandan Iptu Fachri Setyono, anggota Polsek Ngaglik.

Rasa nasionalisme dan patriotisme semakin kental saat
peringatan detik-detik proklamasi yang ditandai dengan bunyi sirine dan
dentuman meriam 17 kali kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi
oleh Kepala Desa Donoharjo, Hadi Rintoko.

Suasana semakin khidmat ketika Paskibra yang terbagi dalam
formasi yang membentuk angka 17, 8 dan 45 memasuki arena upacara. Inspektur
upacara kemudian menyerahkan bendera kepada 
Mienerve Chairunnisa Adhitya Putri siswi SMAN I Ngaglik sebagai anggota
formasi 8 yang dikawal oleh 4 orang Bregodo. Selanjutnya bendera merah putih diserahkan
dan dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh korps musik dari SD
Karitas, Nandan, Sariharjo, Ngaglik. Pengawal bendera adalah pasukan bregada
yang merupakan pasukan Kraton sebagai wujud keistimewaan DIY.

Ditemui seusai upacara bendera, Kasi Trantib Kecamatan
Ngaglik, Bara Hernowo Natali selaku koordinator pelaksanaan upacara mengatakan
bahwa pelaksanaan upacara adalah salah satu kegiatan dari rangkaian kemeriahan
gebyar HUT RI di Ngaglik, dan pelaksanaan upacara dilakukan secara bergilir di
tiap-tiap desa. Tahun ini Desa Donoharjo dipilih sebagai tempat pelaksanaan
upacara HUT ke 74 Kemerdekaan RI. “Hal tersebut dimaksudkan agar
masyarakat secara merata dapat merasakan kemeriahan dan kekhidmatan serta
memaknai kemerdekaan yang sesungguhnya jadi tidak terpusat hanya di satu titik
saja,” ungkapnya.

Lebih lanjut Bara Hernowo mengatakan bahwa tujuan upacara
bendera peringatan HUT RI antara lain untuk mengenang dan menghargai jasa jasa
para pahlawan bangsa yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Selain itu
adalah untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan rasa cinta
tanah air dan bangga sebagai bangsa Indonesia serta sebagai upaya refleksi diri
agar bisa melakukan sesuatu yang lebih baik bagi Indonesia dan menghargai jasa
pahlawan yang terdahulu membebaskan bangsa ini dari penjajahan.

Peserta upacara ini terdiri dari siswa siswi SD, SMP, SMA sederajat, Satlinmas, para relawan, KORPRI, guru TK dan PAUD, anggota Polsek, Koramil, FKPM, dan Pramuka. Hadir pula sebagai tamu undangan di kursi kehormatan Komandan Koramil,  Kapolsek, Kepala Desa Donoharjo, Sariharjo, Sinduharjo, Sardonoharjo, Sukoharjo, Minomartani, PKK, staf pemerintah kecamatan dan desa, anggota BPD, ketua KIM, LVRI, FKUB dan instansi terkait yang berada di wilayah Ngaglik, serta turut diundang pula orang tua dari anggota Paskibra. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni)