Unik, Seni Religi dengan Iringan Gerabah

Turi – Ada yang unik dalam pentas seni religi yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Jumat (30/8/2019). Di antara kelompok seni yang tampil, ada penampilan menarik dari kelompok Dusun Tepan, di mana mereka mementaskan selawat barzanji yang diiringi perkusi terbuat dari gerabah. Masyarakat Jawa akrab menyebutnya sebagai musik  klenting.

Perkusi yang digunakan menyerupai gentong terbuat dari tanah
liat, dan di atasnya ditutup dengan karet ban sebagai membran yang dipukul.
Gentong yang dipakai ini ada berbagai macam ukuran, setiap ukuran menghasilkan
bunyi yang berbeda.

Ketua kelompok selawat barzanji Dusun Tepan, Budi menuturkan
bahwa kesenian ini sudah berdiri sejak tahun 1990-an. Perkusi dari gerabah ini
disebutnya sebagai gamelan. “Dari dulu sampai sekarang gamelannya masih
dilestarikan memakai gerabah, karena sebagai ciri khas. Selain itu suara yang
dihasilkan tidak kalah dengan alat musik lainnya,” aku Budi.

Gerabah-gerabah dibeli dari Kasongan, Kabupaten Bantul yang
dikenal sebagai daerah penghasil kerajinan tanah liat yang sudah mendunia.
Sementara untuk membran, mereka memasang sendiri karet ban yang digunakan.
Pemasangan karet ban ini menyesuaikan dengan bunyi yang diinginkan, semakin
kencang dipasang maka bunyi yang dihasilkan akan semakin nyaring.

Kelompok selawat barzanji Dusun Tepan membawakan syair-syair
lagu religi berbahasa Jawa yang menurut Budi adalah peninggalan para wali yang
sangat penuh dengan makna tentang kehidupan manusia sebagai umat Islam.

Pentas seni religi ini diikuti oleh beberapa kelompok seni di
wilayah Desa Bangunkerto, diantaranya kelompok hadrah dari Dusun Plosokuning, Dusun
Selobonggo, dan Dusun Bayeman serta kelompok selawat barzanji dari Dusun Tepan.

Pentas seni religi diadakan untuk menyambut datangnya tahun
baru Jawa dengan harapan semoga di tahun depan masyarakat Desa Bangunkerto diberi
kemudahan, kemakmuran, keselamatan, dan ketentraman. (KIM Bangunkerto/Harman)




Saatnya Desa Miliki Rumah Data

Turi – Selama ini sudah banyak desa yang mempunyai website
tapi belum optimal dalam mengelolanya. Terkadang jika masyarakat ingin melihat
ternyata isinya sudah kadaluarsa.

Hal ini menjadi keprihatinan Medi Trilaksono, dosen dari UPN
Veteran Yogyakarta. “Betapa pentingnya di era globalisasi ini yang serba cepat,
pemerintah desa untuk memiliki rumah data berbasis internet. Sehingga masyarakat
jika ingin mencari data-data tinggal buka di websitenya desa tersebut,” papar Medi
Trilaksono saat menjadi narasumber Replikasi Tim Pelaksana Inovasi Desa
Kecamatan Turi di Desa Wisata Pulesari, Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten
Sleman, Kamis (29/8/2019).

Ditambahkan Medi, dalam rumah data tersebut nantinya akan
tersimpan segala macam data seperti data kependudukan, data aset desa, APBDes dan
lain sebagainya.

Selain mengenai rumah data, acara ini juga membahas pengembangan
barak pengungsian menjadi sarana olahraga. Diikuti oleh empat desa yang ada di
kecamatan Turi yakni Desa Donokerto, Wonokerto, Girikerto, dan Bangunkerto, Rachmad
Widaryanto sebagai Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kecamatan
Turi yang mengikuti kegiatan ini berharap dengan adanya kegiatan replikasi ini
nantinya bisa bermanfaat bagi desa-desa yang ada di kecamatan Turi sehingga
akan cepat lebih maju.

Ayon Setiadi, salah seorang peserta replikasi mengungkapkan pentingnya
aturan mengenai website desa. “Jika pemerintah desa benar-benar ingin
mengoptimalkan websitenya seharusnya dari pemerintah kabupaten juga harus
membuatkan payung hukumnya yang jelas, sehingga dari desa tidak takut untuk
menganggarkan pengelolaan website melalui APBDes,” harap Ayon.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua BPD Bangunkerto ini
berpendapat jika tidak ada yang ditunjuk untuk bertanggung jawab mengelola
website, maka semua materi bagus dalam pembahasan ini akan sia-sia.

Para perwakilan desa yang hadir dalam kegiatan replikasi ini berasal dari unsur BPD, PKK, Karang Taruna, Kepala Desa dan tokoh masyarakat.(KIM Bangunkerto/Harman)




Jumat Bersih, Jalin Silaturahmi Aparat Kepolisian dengan Jemaah Masjid

Turi – 15 personel Satuan Sabhara Polres Sleman melaksanakan  Jumat Bersih di masjid At-Taqwa Sidoharjo
Bangunkerto, Turi, Sleman pada Jumat (30/8/2019).

Kegiatan bersih-bersih masjid ini dipimpin langsung oleh Kepala
Satuan Sabhara Polres Sleman AKP M. Taufik Anwar. Disampaikan Taufik, kegiatan
ini dilakukan sebagai upaya untuk menjalin silaturahmi dan sinergitas dengan
masyarakat Desa Sidoharjo Bangunkerto, Turi, Sleman.

“Program Jumat Bersih ini bertujuan untuk mendukung
terciptanya suasana kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari, serta
menciptakan lingkungan bersih rapi dan sehat guna mendukung terciptanya
kamtibmas yang kondusif dan meningkatkan sinergitas dengan masyarakat,”
tandasnya.

M Hanafi selaku Ketua Takmir Masjid At-Taqwa yang didampingi
Ketua RT Muh Suharjo mengucapkan terima kasih kepada tim Jumat Bersih dari
Polres Sleman karena kegiatan ini mampu membangun keakraban antara aparat dan
masyarakat dan menjadi sarana silahturahmi yang baik antara pihak kepolisian
dengan masyarakat terkhusus para jemaah Masjid At-Taqwa.

“Di samping itu kebersihan adalah menjadi sebagian dari iman,”
tambah Hanafi.

Kegiatan ini juga diharapkan Hanafi menjadi momentum
menyambut spirit Tahun Baru Muharram 1441H.

“Karena dengan masjid yang bersih maka jemaah juga semakin
nyaman dan bersemangat untuk berjemaah di masjid sebagai wujud manifestasi mensyukuri
nikmat dan karunia yang telah diberikan dalam hidupnya selama ini oleh Allah
SWT,” ujarnya. (Arief Hartanto)