6 KIM di Kabupaten Sleman Ramaikan Lomba Pertunra 2019

Gamping – Untuk kedua kalinya Lomba Pertunjukan Rakyat
(Pertunra) antar Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kabupaten Sleman
diselenggarakan. Kali ini bertempat di Lapangan Denggung, kegiatan yang
diprakarsai oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sleman
ini terselenggara berkat kerjasama dengan KIM Kecamatan Sleman, Minggu
(25/8/2019).

Kompetisi seni Pertunra tahun 2019 diikuti oleh KIM Pararta
Guna Kecamatan Gamping, KIM Kerto Mandiri Kecamatan Turi, KIM Senyum Kecamatan
Tempel, KIM Manggolo Purnomo Kecamatan Sleman, serta KIM Kecamatan Ngaglik
dengan mengusung tema ‘Santun Bermedia Sosial Menuju Sleman Maju’.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfo Sleman, Eka Suryo
Prihantoro menyampaikan bahwa tugas pengurus dan anggota KIM antara lain
mewujudkan masyarakat yang aktif dan memahami informasi, memberdayakan
masyarakat melalui diskusi antar anggota sehingga dapat memilah informasi yang dibutuhkan
bagi kepentingan pribadi, kelompok, masyarakat dan bangsa, serta mewujudkan
jaringan informasi dan media komunikasi dua arah antar kelompok masyarakat
maupun dengan pihak pemerintah.

“Dengan demikian akan tercipta kerjasama, sinergitas,
kebersamaan dan persatuan bangsa,” tutur Eka Suryo.

Turut hadir dalam giat ini Sekretaris Dinas Kominfo
Kabupaten Sleman, Purwati didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi
Publik, Noor Hidayati, serta Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Publik,
Yudiarto Setiawan sebagai penanggung jawab kegiatan ini.

Hasil penilaian dari dewan juri yang berjumlah tiga orang, Juara
I direbut oleh KIM Kecamatan Ngaglik (675), KIM Pararta Guna dari Kecamatan
Gamping yang mengangkat judul pertunjukan ‘Jarimu Harimaumu’ memperoleh nilai
670 sehingga mampu menyabet Juara II, disusul KIM Kecamatan Seyegan mendapat
nilai 665 sebagai Juara III. Sedangkan Juara Harapan I (630) disandang KIM
Senyum Kecamatan Tempel disusul KIM Kerto Mandiri kecamatan Turi sebagai Juara
Harapan II (620), dan KIM Manggolo Purnomo Kecamatan Sleman sebagai Juara
Harapan III (585).

Sekretaris Diskominfo Sleman, Purwati ditemui usai acara berharap
kepada seluruh pengurus dan anggota KIM se-Kabupaten Sleman agar Lomba Pertunra
tahun selanjutnya meningkat jumlah pesertanya dengan kreativitas yang baru
lagi.

Selain penampilan para peserta Lomba Pertunra, penonton juga
dihibur dengan penampilan Tari Bangau dari Kecamatan Tempel dan Langen Carito
‘Ojo Lali’ persembahan dari KIM Kecamatan Sleman. Acara diakhiri dengan
penyerahan trofi kejuaraan bagi pemenang lomba. (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan
Nurtjahjo)




Sukoharjo Kerahkan Upaya Capai 95% Bebas Sarang Nyamuk

Ngaglik
– Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subronto mengambil langkah strategis dalam pemberantas
sarang nyamuk di wilayahnya. Hal ini dikatakannya saat program Jumat Bersih Tingkat
Kecamatan Ngaglik berlangsung, Jumat (23/8/2019) di Dusun Klidon, Sukoharjo,
Ngaglik.

Program
Jumat Bersih ini dikatakannya terkait dengan program pencegahan DB yang
memiliki kegiatan memberantas sarang nyamuk oleh para jumantik.

Hadi
mengatakan, pihaknya akan membuat pos anggaran untuk kegiatan pemberantasan sarang
nyamuk di tahun 2020. Hal ini dilatarbelakangi oleh hasil kunjungan lapangan
dari para jumantik yang menyatakan baru 84,4% rumah di Desa Sukoharjo yang
bebas dari sarang nyamuk sementara target awal adalah 95%.

“Untuk
itu desa ini masih harus kerja keras untuk menaikkan mencapai 95% sehingga pola
hidup bersih dan sehat di Desa Sukoharjo bisa dicapai dengan baik,” katanya.

Hadi
juga mengatakan agar hal tersebut bisa dicapai kepedulian dan partisipasi
masyarakat perlu ditingkatkan.

Ditambahkan
Kepala Puskesmas Ngaglik II, dr. Trisni Nur Andayani, program seperti ini harus
terus-menerus dilakukan baik oleh pemerintah, masyarakat, maupun keluarga.

“Harus
sinergi dilakukan, bersama dan utamanya adalah keluarga dan dibantu kader-kader
jumantik yang telah terlatih,” imbau dr Trisni.

dr
Trisni bangga bahwa kini sudah ada kader jumantik cilik di Desa Sukoharjo.

“Anak-anak
menjadi kader jumantik ini artinya menjadi agen perubahan maka harus kontinu
dimotivasi untuk terus aktif memantau sarang nyamuk di wilayah kerjanya. Program
satu rumah satu jumantik harus terus disosialisasikan kepada masyarakat,” paparnya. 

Dr
Trisni membeberkan Desa Sukoharjo menjadi desa nomor dua usai Desa Sariharjo di
Kecamatan Ngaglik yang saat ini memiliki jumlah penduduk terbanyak yang
terjangkit penyakit DB. Oleh karena itu, lingkungan dan pola hidup bersih harus
terus disosialisasikan kepada masyarakat termasuk di sekolah-sekolah. (KIM
Ngaglik/Srp)




Jalan Sehat, Jaga Kerukunan Warga Gamping

Gamping
– Pengibaran bendera start jalan sehat dalam rangka Gamping Gegayengan ‘Rukun
Anggayuh Karaharjan’ dilakukan oleh Wakil Bupati Sleman, Hj. Sri Muslimatun di
depan Kantor Kecamatan Gamping, Minggu (25/8/2019). Ribuan peserta jalan sehat
begitu antusias mengikuti acara tahunan yang digelar Pemerintah Kecamatan
Gamping ini. Turut hadir mendampingi Wakil Bupati Sleman yaitu Camat Gamping,
Arif Marwoto bersama Kapolsek Gamping, Kompol Sudaryo beserta Wadanramil 17/GP,
Kapten (Inf) Kusno.

Setelah
melepas peserta jalan sehat, Hj. Sri Muslimatun menyambangi bazar UMKM pelaku
usaha industri rumah tangga yang berasal dari wilayah Gamping. Saat berbincang
dengan pengrajin batik asal Desa Nogotirto, orang nomor dua di Sleman ini
menyampaikan bahwa motif batik khas kabupaten Sleman ‘Sinom Parijotho Salak’
tidak boleh diproduksi secara printing. Alasannya, batik kebanggaan Sleman
merupakan motif batik kekayaan intelektual yang harus dihargai dan dilindungi
dari pengusaha nakal.

“Dikawatirkan
jika hal itu (printing-red) dibiarkan justru menyebabkan
persaingan tidak sehat dan merugikan pelaku usaha batik kecil. Terutama jika
banyak pemain bermodal besar dari luar daerah yang bermain pasar batik Sleman,”
ungkap Hj. Muslimatun

Dalam kesempatan kali ini, Pemerintah Kecamatan Gamping menyediakan puluhan hadiah undian berupa kambing, sepeda gunung, ayam jago, dispenser, kipas angin, setrika, serta alat-alat rumah tangga guna menarik masyarakat mengikuti kegiatan jalan sehat. “Manfaat jalan sehat yang utama adalah supaya badan kita sehat. Apabila badan kita sehat maka jiwa kita juga menjadi sehat. Selain itu, jalan sehat juga sebagai wadah silaturahmi antar warga di kecamatan Gamping untuk menjaga kerukunan,” kata Arif Marwoto.

Di
sela-sela pembagian hadiah undian, peserta jalan sehat dan pengunjung disuguhi
penampilan seni musik dari grup Hadrah Eling Pati dari Desa Banyuraden
penyandang juara III festival Hadrah Putra Gamping Gegayengan 2019 yang
melantunkan lagu-lagu islami sebagai penyejuk iman. (KIM Pararta Guna
Gamping/Adnan Nurtjahjo)




Kirab Bregodo Jadi Hiburan Alternatif Masyarakat Gamping

Gamping – Puncak acara gelar seni budaya Gamping Gegayengan
2019 ditutup dengan kirab bregodo yang diberangkatkan oleh Camat Gamping, Arif
Marwoto dari lapangan Desa Ambarketawang menuju halaman kantor Kecamatan Gamping,
Sabtu (24/8/2019).

Kirab diikuti oleh Bregodo Pesanggrahan Banyuraden
beranggotakan 60 orang, Bregodo Kyai Sureng Pati Trihanggo beranggotakan 58
orang, Bregodo Suroijoyo Trihanggo beranggotakan 50 orang, Bregodo Selo Aji
Ambarketawang beranggotakan 50 orang, Bregodo Wirotomo Trihanggo beranggotakan
56 orang, Bregodo Balecatur beranggotakan 50 orang, serta Bregodo Singo Dahono
Ambarketawang beranggotakan 50 orang.

Selain bregodo dari tiga desa di wilayah Kecamatan Gamping
ini, kirab budaya juga diikuti oleh grup Hadrah Mar’atus Sholihah dari
Padukuhan Pasekan Desa Balecatur, Majelis Sholawat Eling Pati dari Padukuhan
Sukunan Desa Banyuraden, serta grup marching band Pondok Pesantren Assalafiyyah
dari Mlangi Desa Nogotirto sebagai ‘Cucuk Lampah’.

Begitu peserta kirab bregodo tiba di Pendopo Kecamatan
Gamping, pasukan berbaris rapi dilanjutkan laporan komandan bregodo kepada
Camat Gamping bahwa kirab telah selesai dilaksanakan dengan baik. Dalam
sambutannya, Arif menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah
berpartisipasi dengan mengirimkan perwakilan bregodonya guna menyemarakkan giat
Gamping Gegayengan yang berlangsung selama enam hari berturut-turut ini.

“Saya berharap pelaksanaan festival bregodo di tahun yang
akan datang dapat diikuti oleh bregodo yang lebih banyak lagi jumlahnya
dibandingkan dengan tahun 2019 ini agar lebih gayeng lagi kirabnya dan selamat
kepada bregodo yang sudah meraih kejuaraan,” tutur Arif mengakhiri pesannya.

Dalam kesempatan ini, diserahkan trofi dan uang pembinaan
hasil penilaian kejuaraan festival hadrah, festival kethoprak, serta festival
bregodo yang disampaikan langsung oleh Camat Gamping. Adapun hasil kejuaraan
Festival Hadrah Putri yaitu Juara I Asyqotul Musthofa Nogotirto (250), Juara II
Mar’aus sholihah Balecatur (235) dan Juara III Qurrota A’yun Balecatur (225).
Di bagian putra Juara I Nurani Insani Balecatur (245), Juara II Hidayatul
Mubtadin Trihanggo (240) serta Juara III Eling Pati Banyuraden (235).

Dilanjutkan Festival Kethoprak dengan hasil penilaian
kontingen Desa Banyuraden meraih Juara I (1485), kontingen Desa Balecatur
memperoleh Juara II (1365) dan kontingen Desa Trihanggo mendapat Juara III
(1350). Sedangkan hasil penilaian secara keseluruhan kirab bregodo oleh dewan
juri yakni Juara I Bregodo Selo Aji (880) dari Padukuhan Watulangkah Desa
Ambarketawang, Juara II Bregodo Singo Barono dari Padukuhan Kalimanjung Desa
Ambarketawang (830), Juara III Bregodo Wirotomo dari Padukuhan Mayangan Desa
Trihanggo (795), Juara Harapan I Bregodo Desa Balecatur (750), serta Juara
Harapan II Bregodo Sureng Pati (725) dari Padukuhan Salakan Desa Trihanggo.
(KIM Pararta Guna Gamping/Adnan Nurtjahjo)




Seni Hadrah Alternatif Baru Bermusik Bagi Generasi Milenial

Gamping – Pemerintah Kecamatan Gamping menggelar Festival
Hadrah dalam rangkaian gebyar seni dan budaya Gamping Gegayengan yang
dilaksanakan di panggung pertunjukan Kantor Kecamatan setempat, Kamis
(22/8/2019). Kompetisi seni islami ini diikuti 16 grup hadroh yang berada di
wilayah Gamping, Diantaranya Assholihah (Biru), Amanah (Mejing Wetan), Eling
Pati (Sukunan), Syifa Fuada (Ponowaren), Al-Iman (Sukunan), Al-Ihlash
(Perengdawe), Khoirunnusa (Ngaran), Mar’aussholihah (Pasekan Lor), Qurrata
a’yun (Nyamplung), Wardatus Sholihah (Baturan), Nurun Nisa (Pundung), Istiqomah
(Jatisawit), Al-Istiqomah (Somodaran), Hidayaul Mubadiin (Bedog), Asiqotul
Mustofa (Mlangi), serta Nurani Insani (Sumber Gamol).

Penanggung jawab kegiatan ini, Kyai Shofi menyampaikan bahwa
penampilan masing-masing grup hadrah dinilai oleh dewan juri yang berkompeten
di bidangnya. Mereka merupakan tokoh seni islami dari berbagai wilayah di
Kabupaten Sleman yaitu Hasbani (Ploso Kuning), Nurhuda (Minggir) dan Ahmad
(Sleman).

Kecintaan terhadap musik islami terus bertumbuh di kalangan
santri-santriwati Gamping. Apalagi potensi bermusik hadrah di lingkungan pondok
pesantren saat ini mulai berkembang.

“Festival ini untuk menumbuhkan animo masyarakat untuk
belajar bermain hadrah sekaligus untuk mewadahi kreativitas pelajar yang
bermusik dengan nuansa religi. Juga bisa dijadikan sarana silaturahmi antar
pelajar atau santri. Diharapkan kualitas penampilan masing-masing grup hadrah
yang berkompetisi bisa meningkat lebih baik dibandingkan penampilan mereka
tahun lalu,” ucap Kyai Shofi.

Di sela-sela penonton yang menyaksikan aksi peserta, hadir
Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi yang dengan sabar mendampingi
panitia dan dewan juri melihat suguhan lantunan lagu-lagu islami yang
menghentak dan bergairah, serta menyempatkan berswafoto Bersama peserta
festival hadrah sebelum menampilkan kreatifitasnya di atas panggung. (KIM
Pararta Guna Gamping/Adnan Nurtjahjo)