Gamping – Dalam rangka memperingati 74 tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia dan melestarikan seni budaya bangsa, Pemerintah Kecamatan Gamping bersama dengan semua pemangku kepentingan yang berada wilayah di Kecamatan Gamping menggelar acara gelar seni budaya bertajuk Gamping Gegayengan dengan mengusung tema Rukun Anggayuh Karaharjan, Selasa (20/8/2019).
Sejak dahulu kehidupan seni budaya di Kecamatan Gamping tumbuh dan berkembang. Tentu saja, dalam perjalanan waktu ada banyak tantangan dan hambatan yang menghadang perkembangan seni budaya di wilayah Kecamatan Gamping. Untuk itu diperlukan usaha membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kepemilikan atas seni dan budaya yang menjadi faktor utama dalam menjaga dan melestarikannya.
Malam pembukaan perhelatan seni budaya Gamping ini dihadiri Camat Gamping, Arif Marwoto, Kapolsek Gamping, Kompol Sudaryo, Wadanramil 17/Gamping, Kapten Kusno, serta Sekretaris Kecamatan Gamping, Trisno Sunardi bersama seluruh Kepala Seksi dan staf pemerintah Kecamatan Gamping.
“Kata Gegayengan berasal dari bahasa Jawa Gayeng yang berarti kemeriahan dan kegembiraan. Giat ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga eksistensi seni budaya daerah yang memberikan kegembiraan baik bagi pelaku seni maupun masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan kesenian, namun juga mencakup pengembangan ekonomi, pendidikan, dan nilai-nilai religius,” ujar Arif Marwoto dalam sambutannya.
Arif menambahkan, hajatan tahunan ini melibatkan partisipasi masyarakat dari segala usia. Partisipasi tersebut memiliki makna penting dalam usaha membangun kesadaran dan kepedulian atas arti pentingnya pelestarian seni dan budaya. Tentu saja dengan tidak meninggalkan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang merupakan cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat yang perlu dilestarikan dan dikembangkan.
Adapun Festival Gamping Gegayengan bertujuan untuk menjaga kelestarian budaya lokal, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang budaya lokal, menumbuhkan rasa peduli terhadap budaya lokal, mempererat tali persaudaraan antar warga, merupakan sarana hiburan alternatif yang sehat dan mendidik, serta menggali potensi budaya sebagai aset bangsa.
Salah satu pertunjukan seni yang ditampilkan yaitu Jathilan New kudho Manunggal di bawah pimpinan Praptowo yang dibina oleh Dukuh Mejing Wetan, Sudaryono. Grup jathilan yang berdiri pada 1990 ini memiliki anggota 60 orang putra dan putri.
“New Kudho Manunggal sore ini menampilkan dua babak jathilan putra dan putri yang menyuguhkan tarian panji dengan menunggangi Jaran Kepang diiringi lagu-lagu jawa musik khas jathilan. Semoga warga Gamping yang menyaksikan pertunjukan ini dapat bergembira dan terhibur dengan penampilan jathilan New Kudho manunggal kebanggaan warga Mejing Wetan, Desa Ambarketawang,” ucap Sudaryono di antara ratusan penonton. (KIM Pararta Guna Gamping/Adnan Nurtjahjo)