Linmas Berperan Aktif Tak Hanya Jelang Pemilu

Ngaglik –Menjadi
Perlindungan Masyarakat (Linmas) itu tidak harus kondang yang penting temandang
(bergerak-red). Pernyataan ini disampaikan Bara Hernowo Natali,
Kasi Trantib Kecamatan Ngaglik dalam momen pembentukan pengurus Linmas Desa
Sardonoharjo yang baru pada Jumat (16/8/2019) di Mrisen, Sardonoharjo.

Disampaikannya,
Linmas diharapkan selalu dapat berbuat kebaikan dan membantu masyarakat sesuai
tugas pokok dan fungsinya yang tercantum dalam Permendagri nomor 84 tahun 2014.
“Ada lima yaitu dalam kebencanaan, deteksi dini, keamanan, evakuasi korban
kebakaran, serta menjadi koordinator dapur umum jika terjadi bencana,” jabar
Bara.

Cahyo Wening, selaku
Kasatlinmas menambahkan dengan regenerasi Linmas ini diharapkan dapat membuat
berbagai program kegiatan, tidak hanya menjelang Pemilu tetapi dapat berperan
aktif di setiap kegiatan yang ada di Desa Sardonoharjo.

“Ada
beberapa kegiatan yg bisa dilaksanakan sebagai contoh setiap satu bulan sekali
diadakan patroli bersama Polsek, Koramil dan SatPol PP ke berbagai pos ronda di
wilayah desa,”tambah Wening. (KIM Ngaglik/ESK)




109 Siswa Ikuti Simulasi Manasik Haji

Ngaglik
– Anak-anak perlu dibekali rukun Islam kelima, yakni haji. Hal ini disampaikan Kepala
Desa Sukoharjo Hadi Subronto saat membuka Simulasi Manasik Haji yang diikuti oleh
109 siswa PAUD/KB, TPA, TK dan SPS se-Desa Sukoharjo, Rabu (14/8/2019).

Hadi
yang menyambut baik acara ini berharap dengan diajarkannya sejak dini, anak-anak
dapat mengingat amalan rukun Islam kelima ini dan kelak bisa melaksanakannya.

Acara
yang digelar di Gedung IPHI Komplek Masjid Besar Baiturrahman Klidon Desa
Sukoharjo ini dipandu oleh Ketua IPHI Ranting Desa Sukoharjo yaitu H.  Jasman M Abror, yang secara detail menjelaskan
urutan manasik haji dan umrah secara rinci kepada seluruh peserta. Selain itu,
para peserta juga didampingi oleh pengurus IPHI Ranting Desa Sukoharjo dalam
proses pemakaian kain ikhram. (KIM Ngaglik/Srp)




Tata Rapi Arsip Agar Mudah Ditemukan Saat Diperlukan

Sleman
– Memahami arsip dan tata cara penataannya adalah hal yang penting bagi
masyarakat. Kampanye bertajuk Genta Siaga atau Gerakan Cinta Arsip Keluarga
digalakkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sleman guna mendukung penyadaran
kepada masyarakat terkait arti penting arsip dan tata cara penataannya tersebut.

Mulai
tahun 2006, program ini sudah menyasar 700 warga di Desa Banyuraden Kecamatan
Gamping dan 400 warga di Desa Sendangadi Kecamatan Mlati. Sementara di tahun
2019 ini ada dua desa yang menjadi desa binaan Genta Siaga, yaitu Desa Wukirsari
Kecamatan Cangkringan dan Desa Tridadi Kecamatan Sleman. Sebanyak 250 kepala
keluarga yang tergolong kurang mampu di dua desa tersebut menjadi sasaran
program ini.

Di
Desa Tridadi, Genta Siaga dilaksanakan selama dua hari, yakni Selasa (13/8/2019)
dan Rabu (14/8/2019). Acara dihadiri oleh berbagai pihak, mulai dari Dinas PMD
Sleman, Camat Sleman, Kepala Desa Sendangadi, Kepala Desa Widodomartani, Kepala
Desa Pakembinangun, Babinsa Tridadi, Babinkamtibmas, Ketua LPMD, Ketua PKK, Kepala
Desa Tridadi dan perangkatnya, beserta 10 koordinator dan 15 Kader.

Kepala Dinas
Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, AA Ayu Laksmi Dewi Tri Astika Putri, dalam kesempatan
tersebut mengajak masyarakat untuk mendukung dan berperan aktif dalam berbagai
kegiatan Genta Siaga ini.

“Sebab dengan gerakan
ini dapat menciptakan arsip yang tertata rapi sehingga arsip terawat dan cepat
dalam penemuannya apabila diperlukan,” ucap wanita yang akrab disapa Ayu ini
saat pembukaan Sosialisasi Genta Siaga tahun 2019 di Desa Tridadi Kecamatan Sleman,
Selasa (13/8/2019).

Selama
2 hari berlangsung, berbagai kegiatan digelar di Desa Tridadi. Pada hari
pertama berlangsung sosialisasi dan pelatihan penataan arsip, ditandai dengan
pemakaian tanda peserta dan penyerahan document keeper secara simbolis oleh
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman kepada koordinator yang
diwakili oleh Sri Hartati dan Kader Parjianta.

Kegiatan
dilanjutkan dengan praktik langsung penataan arsip oleh kader dan koordinator.
Salah satu koordinator, Sudiman, mengatakan bahwa masyarakat menyambut antusias
dengan program ini. “Bahkan ada satu padukuhan yang sudah 90% menerapkan
penataan arsip seperti yang disosialisasikan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Sleman ini,” ujarnya.

Di
hari kedua pelaksanaannya, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman melakukan
pendampingan penataan arsip kepada 250 kepala keluarga sasaran. Pendampingan tersebar
di tiga titik, yaitu tiga kelompok di Balai Desa Tridadi, satu kelompok Padukuhan
Jaban, dan satu kelompok di Gudeg Bu Kies. (KIM Sleman/Tatik)




Penen Berseri, Cara Warga Penen Jaga Kebersihan Lingkungan

Ngaglik – Dengan semboyan “Penen Berseri” atau
Bersih Elok Ramah Sehat Edukatif Rapi Indah, kiprah warga Padukuhan Penen dalam
menjaga kebersihan dan penghijauan lingkungan ditunjukkan dengan banyak cara.
Di antaranya dengan membentuk beberapa kelompok kegiatan di antaranya
Penghijauan Sedyo Tuwuh yang menyediakan bibit tanaman, vertikal garden, tanaman
obat keluarga, dan pemanfaatan pekarangan baik untuk budidaya tanamam,
aquaponik, hidroponik, budidaya ikan, peternakan, tanaman hias maupun budidaya
jamur.

Di Penen telah tumbuh kesadaran masyarakat untuk memilah
sampah menjadi sampah anorganik dan sampah organik. “Sampah organik
melalui proses pengomposan  menggunakan keranjang
Takakura diolah oleh kelompok Kompos Sedyo Subur menjadi pupuk organik yang
berguna untuk nutrisi tanaman,” papar Endarwati, koordinator Padukuhan
Penen saat memandu tim juri Lomba Green and Clean Tingkat Kecamatan Ngaglik di
Padukuhan Penen, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Rabu (14/8/2019).

Sedangkan sampah anorganik, lanjut Endarwati, dikelola oleh
Bank Sampah Sedyo Makmur kemudian dijual atau diolah menjadi produk daur ulang
untuk menambah penghasilan warga.

Kondisi rumah sehat di Penen juga selalu diupayakan untuk terjaga
kebersihannya baik kamar tidur, kamar mandi, ketersediaan air bersih,
keberadaan toilet keluarga, drainase untuk membuang limbah cair rumah tangga
maupun pengetahuan anggota rumah tangga dalam menjaga keseimbangan gizi keluarga.

Tahun ini Padukuhan Penen dipilih mewakili desa Donoharjo dalam
Lomba Green and Clean dan maju ke tingkat kecamatan Ngaglik bersaing dengan 5
desa yang  lain. “Padukuhan
Penen  dengan 162 KK atau 496 orang
penduduk  dalam setiap kegiatan selalu
mengedepankan sikap kekeluargaan dan gotong royong termasuk untuk menghadapi
lomba kali ini,” aku Endarwati.

Subagya, Camat Ngaglik saat memberi sambutan dalam rangka penilaian
lomba ini menyampaikan bahwa penerapan pola hidup bersih sehat tidak terlepas
dari peran warga masyarakat sebagai ujung tombak pelaksanaannya dan juga
dukungan  pemerintah dan lembaga yang
ada.  Untuk menciptakan kondisi
lingkungan yang bersih dan sehat tersebut di Ngaglik dilakukan beberapa kegiatan
yang menitikberatkan pada penghijauan dan pengelolaan sampah rumah tangga.

“Berperilaku hidup sehat harus menjadi kebiasaan bukan
saja pada saat lomba, tetapi harus terus menerus sehingga akan tercipta
masyarakat yang sehat dengan lingkungan yang bersih dan hijau. Dengan kata lain
kalau masyarakat sehat, akan bekerja lebih produktif,” kata Subagya.

Sumariyah, Sekretaris Kecamatan Ngaglik selaku ketua tim
juri mengatakan terdapat beberapa indikator dalam penilaian lomba green and
clean ini di antaranya indikator pertama yaitu penghijauan yang penilaiannya
difokuskan pada optimalisasi lahan pekarangan di sekitar wilayah hunian,
penghijauan di lingkungan sekitar, optimalisasi pemanfaatan pekarangan untuk
ketersediaaan tanaman pangan maupun tanaman obat keluarga.

Indikator kedua adalah kebersihan sekitar hunian juga
pengelolaan sampah dan ketersediaan bank sampah. Indikator ketiga penilaian
menyasar pada kebersihan rumah tinggal termasuk drainase dan pengetahuan akan
pemenuhan gizi keluarga.

“Secara umum kondisi Padukuhan Penen telah memenuhi kriteria lomba green and Clean tetapi yang terpenting adalah dengan lomba ini perilaku hidup bersih sehat harus tetap dijaga keberlanjutannya agar tercipta lingkungan hijau, bersih dan sehat,” pungkas Sumariyah.

Dukungan dan kekompakan warga Penen ditunjukkan saat penyambutan tim juri dengan menampilakan Bregada Jengger Wilah, Gejog Lesung Sedyo Laras, Karawitan Sedyo Remen, tarian tradisional oleh sanggar Dinda dan yang menarik adalah Jatilan anak Turangga Pisang Raja menambah semarak acara yang berlangsung dari pagi hingga tengah hari tersebut. (KIM Ngaglik/ Upik Wahyuni).




Karnaval Kebangsaan Ramaikan Peringatan Hari Pramuka Ngaglik

Ngaglik – Dalam
rangka memperingati HUT ke-74 RI dan Hari Pramuka ke-58, Kecamatan Ngaglik
mengadakan acara Karnaval Nusantara yang diikuti pelajar dari tingkat SD, SMP,
dan SMA pada Rabu (14/8/2019). Acara ini dihadiri oleh Muspika Kecamatan
Ngaglik,  Kepala Desa se-Kecamatan
Ngaglik serta seluruh Pengurus Kwarran di Kecamatan Ngaglik.

Fajar selaku Ketua Panitia menjelaskan bahwa acara yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebangsaan generasi muda terhadap tanah air Indonesia ini diikuti oleh 23 peserta. Karnaval dimulai dari Lapangan Gadingan Sinduharjo dan berakhir di halaman Kantor Desa Sardonoharjo.

Acara ini
didukung penuh oleh Camat Ngaglik, Subagya, yang menginginkan acara ini dapat
terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

“Ini merupakan
wahana dalam rangka untuk menciptakan kreativitas anak dan menumbuhkan rasa
patriotisme dan nasionalisme,” ujar Subagya. (KIM Ngaglik/ESK)