Lindungi Air Tanah dengan Konservasi DAS

Ngaglik – Salah satu upaya menjaga kelestarian air adalah
dengan konservasi dan menjaga kebersihan sungai terutama di daerah hulu.
Berbagai masalah kemudian muncul ketika di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai)
dijadikan tempat pemukiman padat penduduk yang setiap hari menghasilkan limbah
dan sampah baik yang berasal dari rumah tangga atau industri.  Air sungai 
tidak saja  tercemar tetapi juga
terhambat atau bahkan terpotong, akibatnya saat musim hujan terjadi banjir.

Demikian dipaparkan Endang Rohjiani, Ketua Forum Komunikasi
Winongo Asri saat membuka acara Prokasih (Program Kali Bersih) di Padukuhan
Jetis Suruh dan Suruh, Desa Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman,
Minggu (1/9/2019).

“Sebagai suatu kawasan penyangga air, DAS mempunyai peran
sangat penting dalam menjaga kualitas dan kuantitas air. DAS bukan sekedar
sebagai penerima, pengumpul atau penampung air hujan kemudian mengalirkannya
secara bertahap, tetapi juga berperan dalam menjaga kebersihanan kejernihan
air,” ujar Endang Rohjiani.

Kerjabakti Prokasih mengambil lokasi di Kali Gayam, dan
merupakan inisiasi panitia peringatan HUT ke 74 Kemerdekaan RI Padukuhan Jetis
Suruh yang bekerjasama dengan Forum Komunitas Sungai Sleman (FKSS) dibantu
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman.

Lebih lanjut Endang mengatakan bahwa Sungai di Sleman merupakan hulu atau sumber air dari sebagian besar aliran sungai yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk itu harus dijaga kebersihan dan kelestariannya.

“Terlebih sungai Gayam di wilayah Jetis Suruh dan Suruh
merupakan hulu kali Winongo yang membentang dan melewati 19 kecamatan di
wilayah DIY, jadi harus senantiasa digalakkan program konservasi dan selalu
diberikan edukasi dan kesadaran akan kebersihan lingkungan sungai. Apabila
bagian hulu rapi dan bersih diharapkan bagian tengah serta hilir akan demikian
juga,” ungkapnya.

Dijelaskan Endang, program konservasi bisa dilakukan dengan
penanaman pohon seperti serut, gayam, dan beringin yang berguna untuk menahan
air  agar pada saat hujan air  meresap ke dalam tanah dan tidak cepat
terbuang ke sungai. Hal ini dibuktikan dengan adanya sumur gravitasi yang telah
dimanfaatkan warga Suruh dan Jetis Suruh selama lebih dari satu dekade. Biarpun
kemarau panjang mayarakat tetap bisa mempergunakan air bersih untuk mencukupi
kebutuhan air sehari hari.

Sementara untuk mencegah banjir saat musim hujan, air yang
melimpah ditampung di embung Jetis Suruh yang juga terdapat di desa ini. Saat
musim kemarau datang, cadangan air bisa dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan
irigasi di lahan pertanian produktif, sekaligus menjadi tujuan wisata.

Prokasih di Padukuhan Jetis Suruh ini diikuti sekitar 300
orang meliputi unsur masyarakat setempat, Relado (Relawan Donoharjo), anggota Desatana
(Desa Tangguh Bencana), FKSS serta Forum Komunikasi Winongo Asri.  Kerjabakti dilakukan dengan turun langsung ke
sungai membersihkan aliran sungai dengan memangkas tanaman penghambat serta
memungut sampah terutama sampah plastik yang bertebaran di sekitar atau di
dalam sungai. Sampah ini kemudian dimasukkan ke karung untuk selanjutnya
diangkut oleh truk dari Dinas Lingkungan Hidup.

Endang berharap dengan turun langsung ke sungai masyarakat
akan lebih mengetahui kondisi sungai yang ada di lingkungan tempat tinggalnya. “Terutama
keberadaan sampah plastik dan pencemar lainnya sehingga tumbuh kesadaran untuk
menjaga kelestarian dan kebersihan, bukan saja pada saat digelar acara
kerjabakti Prokasih tetapi dilakukan terus menerus dan berkelanjutan,” harap
Endang (KIM Ngaglik/Upik Wahyuni).




Puskesmas Depok Adakan Kemah SBH

Depok – Puskesmas Depok 1, 2, dan 3 dan bekerja sama dengan Kwartir Ranting Depok menginisiasi kegiatan Saka Bakti Husada (SBH) pada Sabtu (31/8/2019) dan Minggu (1/9/2019) di Bumi Perkemahan Tunas Wiguna, Babarsari. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk calon anggota SBH dan mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

Wakhid Busroni, ., MM, Sekretaris Camat Depok dalam amanatnya, memberikan apresiasi kepada Puskesmas Depok 1, 2, dan 3 yang telah mengadakan kemah SBH. “Kegiatan ini sangat bagus untuk anggota pramuka karena dapat membangun karakter para anggota SBH,” imbuhnya.

Wakhid
mengatakan bahwa kegiatan seperti ini jangan sampai disia-siakan karena para
anggota pramuka dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat.

“Dan
nantinya anggota pramuka dapat membantu memecahkan permasalahan di Kecamatan
Depok,” ujarnya.

Dalam
kesempatan tersebut, 11 anggota pramuka telah dilantik menjadi anggota SBH dan
disematkan bedge SBH.

MM.
Suyatini dari Kwaran Depok yang hadir dalam penutupan kegiatan ini tak lupa
menyampaikan apresiasinya kepada Puskesmas Depok yang telah peduli tentang
pramuka khususnya SBH. Suyatini berharap agar para peserta kemah dapat membawa
bekal dari materi yang telah didapatkan serta dapat ikut serta mewujudkannya
dalam masyarakat.

Acara
kemah SBH diisi dengan materi sesuai dengan permasalahan di Kecamatan Depok,
yaitu surveilans pencegahan TBC dan stunting, serta materi dasar Saka Bakti
Husada. Pun, seluruh peserta diberikan kegiatan fun game. Fun game ini berisi
pengenalan krida-krida di SBH yang terdiri dari krida bina obat, krida
pengendalian penyakit, krida PHBS, krida bina kesehatan lingkungan, dan krida
bina gizi. (Arditya Sejati)




Deklarasi Peduli TB Kenalkan Program Inovasi Tuntaskan Penyakit TBC

Depok – Dinas Kesehatan
Kabupaten Sleman punya program inovasi guna menuntaskan permasalahan penyakit
TBC. Hal ini dibeberkan Dulzaini, , Ners, Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman dalam kegiatan Deklarasi Peduli
TB (Tuberculosis)
pada Sabtu (31/08/2019) di Gedung Sasana Anglocitatama Komplek Kantor Kecamatan
Depok.

Dulzaini
melanjutkan program inisiasi tersebut bernama yaitu PERJAKA 2M yang artinya Perangi
Gejala Batuk Kurang Lebih 2 Minggu.

“Harapannya
dengan adanya program inovasi ini, dapat menjaring suspek TBC saat
pertemuan-pertemuan maupun di masyarakat,” ujar Dulzaini. 

Toto Suharto, .,
, Kepala Puskesmas 3 Depok menambahkan, selain program dari Dinas
Kesehatan Sleman, Puskesmas Depok 1, 2 dan 3 juga telah memiliki program untuk
mengurangi kasus TBC di Kecamatan Depok. 

“Siring Tabis
Semu Desma (ST2 DESMA) untuk Desa Maguwoharjo, TOEL 3 CC untuk Desa
Condongcatur, dan TOP 4 T untuk Desa Caturtunggal,” ucap Toto.

Toto mengatakan
program-program ini rutin dijalankan Puskemas Depok 1,2, dan 3 sebab Kecamatan
Depok merupakan kecamatan dengan penduduk yang padat sehingga masih banyak
ditemukan kasus TBC.

“Hal ini perlu
adanya dukungan dari berbagai pihak seperti lintas sektoral, kader, dukuh,
tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat lainnya,” ungkap Toto.

Dinas Kesehatan
Sleman tengah gencar menggalakkan Deklarasi Peduli TB di sejumlah wilayah. Hal
ini mengingat banyaknya kasus TBC di Kabupaten Sleman. Untuk Kecamatan Depok
sendiri, Deklarasi Peduli TB ini terselenggara berkat kerjasama Puskesmas Depok
1, 2, dan 3 dengan Pemerintah Kecamatan Depok. Tujuan diadakan Deklarasi Peduli
TB ini adalah untuk memberikan kepedulian terhadap penderita TBC dan mendukung
eliminasi TB 2030. (Arditya Sejati)




Iman dan Akidah Kunci Diterimanya Amal

Tahun
baru Hijriah merupakan momen yang tepat untuk menebar kemaslahatan dan
persaudaraan. Ajakan Ustaz Arif Munajat ini disampaikannya dalam acara Pengajian
Akbar 1 Muharram 1441 H di Masjid Ar-Ridwan Komplek SMA Muhammadiyah 1 Sleman
DIY, Minggu (1/9/2019).

Pengajian
ini tak hanya diisi oleh pesan-pesan dari Ustaz Arif, Ustazah Eni Harjanti
dalam tausiahnya pun mengajak jemaah pengajian untuk terus dan tetap menjaga iman
dan akidah hingga masalah yang paling kecil sekalipun. Sebab, menurutnya iman dan
akidah menjadi kunci utama diterimanya amal seseorang.

“Maka
tidak berlebihan kalau dalam Alquran banyak ayat iman digandengkan dengan amal
saleh, seorang Haji sekalipun tidak menjamin bahwa iman dan akidahnya akan kuat
kalau tidak dipupuk setiap harinya,” ujarnya.

Acara
rutin gelaran Majelis Taklim Al-Ikhwah ini dihadiri setidaknya 63 majelis taklim
dengan kurang lebih 7ribu jemaah yang berasal tak hanya dari DIY namun juga
Jawa Tengah.

Selain diisi dengan tausiah, pengajian akbar juga menampilkan berbagai atraksi seni dari gerak lagu hingga tapak suci dari SD Muhammadiyah Domban 4, SD Muhammadiyah Sleman, SMP dan SMA Muhammadiyah Sleman, serta TPA Ar-Ridwan. (Arif Hartanto)




Pemuda Kebur Kidul Gotong-Royong Benahi Peti Jenazah

Cangkringan
– Guna mengisi hari libur yang bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1441 M, organisasi
pemuda-pemudi Padukuhan Kebur Kidul, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan yang
bernama Sandya Mudha melaksanakan kegiatan kerja bakti dengan sasaran perawatan
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Padukuhan Kebur kidul, Minggu (1/9/2019). Adapun
yang dilakukan adalah pembenahan pengecatan banduso atau peti jenazah
dan pembenahan lampu penerangan di makam.

Andi
Ariyanto selaku Sie Perlengkapan Sandya Mudha menyebutkan bahwa selama ini banduso
adalah aset padukuhan yang terkadang luput dari perhatian bahkan seringkali
ketika warga ada yang akan menggunakan baru terasa bahwa kondisi banduso
kurang kuat. Oleh karena itu, sasaran kerjabakti kali ini adalah perawatan
makam dengan pembenahan banduso dan pegecatan.

Pembenahan
yang dilakukan adalah dengan menambahkan penguat agar banduso tidak kendur
dan lebih kuat. Sedangkan pengecatan dimaksudkan agar tampilan banduso
terlihat bersih dan tidak lusuh karena memang banduso tersebut sudah berusia
tua.

Andi
juga menyebutkan bahwa rekan-rekannya mengerjakan dengan penuh semangat dan
merasa bahwa kegiatan ini juga sebagai pengingat bahwa setiap manusia pasti
akan merasakan yang namanya mati.

“Karena
mati tidak menunggu harus sakit dan tua,” ujarnya.

Kegiatan
selanjutnya adalah pembenahan lampu makam dengan penggantian lampu yang mati
serta pengecekan kabel-kabel jaringan. ”Ini dimaksudkan agar kesan seram makam
bisa dikurangi,” pungkas Andi. (KIM Cangkringan/Marmansyah)