BUMDes Banyu Gotro Banyuraden Kembangkan Tanaman Hortikultura

Gamping – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Banyu Gotro Desa Banyuraden, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman tidak hanya bergerak dalam bidang perdagangan saja, melainkan juga mempunyai usaha di bidang pertanian, peternakan, wisata dan kepedulian terhadap lingkungan hidup seperti yang diungkapkan oleh Kepala Seksi Pengembangan Pertanian Bumdes Banyu Gotro, Tawarudin kepada Sekretaris Forum Kelompok Informasi masyarakat Kabupaten Sleman, Adnan Iman Nurtjahjo di Pendopo Kekandhangan Desa Banyuraden, Jumat (13/9/2019) .
Lebih lanjut Tawarudin menyampaikan bahwa lahan pertanian seluas 700 meter persegi yang dikelola BUMDes Banyu Gotro ditanami komoditas hortikultura, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat tradisional. Komoditas yang masih dalam masa pemeliharaan saat ini adalah terong ungu. Tanaman yang tumbuh di daerah iklim tropis ini, selain dapat diolah menjadi sayur ternyata terong ungu bisa dijadikan obat-obatan.
“Alhamdulillah, walaupun mengalami kendala pengairan namun hingga saat ini saya sudah melakukan pemanenan terong ungu sebanyak sebelas kali dengan jumlah 200 kg. Hasil panen dipasarkan di pasar tradisional Tlogorejo Banyuraden dengan kisaran harga Rp ,00 sampai Rp ,00 per kilogramnya,” beber Tawarudin.
Di akhir perbincangan, Tawarudin berharap adanya irigasi permanen guna mendukung usaha pertaniannya sehingga mendapatkan hasil panen yang optimal. Dengan adanya air irigasi yang kontinyu untuk menyirami tumbuhan, maka tersedia air di dalam tanah yang dapat diserap tumbuhan dan digunakan untuk mempertahankan kadar air di dalam tanaman.
“Selain itu, tanaman seperti juga makhluk hidup lainnya, membutuhkan makanan untuk bertahan hidup, tumbuh dan berkembang. Makanan tumbuhan adalah zat-zat sederhana yang disebut unsur hara yang terdapat di dalam tanah. Agar unsur hara yang ada di dalam tanah ini dapat diserap dan digunakan oleh tumbuhan, maka unsur hara tersebut harus terlarut di dalam air. Dengan menyirami tumbuhan, berarti menambahkan air ke dalam tanah guna melarutkan unsur hara yang akan diserap dan digunakan oleh tumbuhan,” ucap Tawarudin mengakhiri perbincangannya. (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)

