Desa Sukoharjo Bina Kader PKK dengan Outbond

Ngaglik – Pemerintah Desa Sukoharjo melakukan pembinaan
kader PKK Pedukuhan se-Desa Sukoharjo, Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman. Pembinaan ini diselenggarakan melalui kegiatan outbound di Taman Wisata
Tahura Bunder, Kabupaten
Gunung Kidul , Sabtu (21/9/2019) .

Kegiatan outbound yang diikuti 100 orang pengurus TP PKK
Desa dan Pedukuhan itu bertujuan untuk membangkitkan rasa kebersamaan,
komunikasi, kekompakan dan komitmen pada seluruh kader PKK Desa. Setelah selesai rangkaian
semua kegiatan pembinaan diharapkan
kerjasama kader PKK di Desa Sukoharjo semakin mantap.

Memberikan sambutan saat kegiatan, Kepala Desa Sukoharjo, Hadi Subroto menyampaikan
harapannya agar dengan diadakan pelatihan PKK Desa ini dapat menguatkan kekompakan dan kerjasama
dalam mencapai tujuan. Kegiatan
outbound diharapkannya dapat mengikat tali persaudaraan, kebersamaan,
kekompakan, kerjasama,
serta memberikan semangat baru bagi para kader PKK dalam menjalankan tugas
membangun desa dari keluarga.

“Melalui pembinaan yang kita dapatkan, tentu tidak ada lagi
sekat dan penghalang di antara
kita. Kita anggota PKK bagaikan saudara harus saling bahu membahu, dalam
mencapai tujuan mensejahterakan keluarga di Desa Sukoharjo,” tutur Hadi Subroto.

Ditambahkan Hadi Subronto, suksesnya PKK Desa juga adalah suksesnya PKK Pedukuhan. Maksudnya, PKK tingkat desa merupakan kepanjangan tangan dari PKK Pedukuhan yang merupakan ujung tombak sebagai mitra kerja pemerintah. “Berbagai macam kegiatan yang dilaksanakan baik itu sekolah jumat, pengajian, dan lain-lain berjalan sesuai yang diharapkan sehingga membuat orang lain bertanya apa rahasia bisa mengumpulkan kader yang selalu aktif,” ujar Hadi Subroto.

Sementara
Sri Lestari dari Kecamatan Ngaglik memberikan masukan bahwa 10 Peran PKK desa
juga untuk menguatkan kewenangan desa dalam menuju desa yang mandiri dan
sejahtera, salah satunya
melalui peningkatan sumber daya manusia.

Sri Lestari menekankan, gerakan PKK adalah sebuah gerakan
untuk mendukung program pemerintah, dengan sasaran keluarga sebagai unit
terkecil dalam masyarakat. Gerakan PKK bertujuan memberdayakan keluarga untuk
meningkatkan kesejahteraan, menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertakwa,
berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri,
kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan.

Acara
pembinaan ini dilanjutkan dengan makan siang di Pantai Krakal yang diselingi dengan pembagian
doorprize untuk kader PKK, tanya
jawab berkaitan dengan kegiatan kader PKK, Posyandu, maupun kegiatan di wilayah
masing-masing Padukuhan. (KIM
Sukoharjo/Siti).




Kesbangpol Sleman Mulai Sosialisasikan Pilkada 2020

Ngaglik – Dinas
Kesbangpol Kabupaten Sleman mencoba sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman lebih
awal, karena pengalaman pemilu yang lalu agak terlambat sosialisasinya karena
banyak kendala di lapangan, sehingga dinilai masih kurang maksimal.

“Harapannya
dengan sosialisasi lebih awal ini semua pranata kegiatan bisa disiapkan lebih
awal sehingga tahapan pilkada bisa ditepati, dan hasilnya bisa efektif dan efisien,” ujar Ratih dari Badan Kesbangpol saat
melakukan Sosialisasi Tahapan Pilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman
periode 2020-2025 di Aula Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Jumat
(20/9/2019).

Sementara itu Sekcam Ngaglik, Sumariyah menyampaikan bahwa di Ngaglik Pemilu kemarin cukup lancar. “Walaupun kendala masih
banyak, tetapi secara umum bisa
dibilang sukses dan lancar, kecuali dalam pelayanan A5 yang umumnya
kekurangan kartu yang untuk dicoblos
kehabisan stok. Hal ini
menjadi catatan untuk pilkada semoga tidak terjadi karena semua orang punya hak untuk itu,” papar Sumariyah.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sleman, Indah Sri Wulandari yang juga hadir dalam acara ini mengatakan bahwa sosialisasi ini mengawali tahapan-tahapan
menuju Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sleman periode 2020-2024 yang sudah dijadwalkan
23 September 2020, yang
artinya setahun lagi Kabupaten Sleman mengadakan pesta demokrasi lagi memilih bupati dan wakil bupati
Sleman. Menurut Indah, untuk
pemilu yang lalu warga Sleman
patut berbangga karena jumlah pemilih partisipasi mencapai 86,7 persen, lebih besar dari nasional yang hanya 77,53 persen.

“Yang
menarik adalah perkiraan
calon, kalau tahun 2009 ada 7 pasang calon, untuk tahun 2020 nanti diperkirakan
5 pasang calon bupati dan wakil bupati Sleman. Sesuai aturan yang baru calon
bisa dari perseorangan dan dari kalangan partai. Untuk syarat perorangan harus
bisa mengumpulkan KTP dan pernyataan dukungan sebanyak orang atau 7,5 persen
dari pemilih tetap DPT sejumlah
pemilih,” papar
Indah. Angka ini masih bisa berkembang sampai batas waktu calon pemilih
yang ditetapkan.

Sedangkan untuk calon dari partai harus dapat dukungan 20
persen dari 50 anggota DPRD Sleman dan yang belum memenuhi harus membuat koalisi antar partai.
Menurut KPU yang sudah
bisa mengusung calon sendiri untuk Sleman yaitu dari PDIP karena kursinya sudah melebihi 20 persen.

Tak
ketinggalan perwakilan Bawaslu Kabupaten Sleman, Satoto Jadmiko
menyatakan bahwa Bawaslu
ke depan harus lebih jeli dengan
pengalaman pemilu kemarin. “Wajib
bersyukur walau kendala banyak bisa selesai dengan baik,  para pelanggar juga sudah mendapatkan putusan
yang adil sehingga tidak terjadi gejolak di masyarakat,” ujar Satoto.

Menurut Satoto, pilkada adalah pesta rakyat Sleman karena itu warga harus memanfaatkan
hak pilih sesuai pilihannya.
Penyelenggara pemilu dan pilkada dipercayakan pada KPU,  Bawaslu dan DKPP sehingga harapannya bisa
dilaksanakan pemilu pilkada yang jujur adil dan bebas sehingga pemimpin
terpilih adalah yang terbaik.

Bawaslu Sleman juga sudah menyiapkan
calon pengawas KPPS dan PPS sehingga semua kegiatan bisa dipantau dan
dilaporkan. Satoto menegaskan
kalau ada dugaan pelanggaran
supaya segera dikuatkan bukti-bukti pelanggaran sehingga Bawaslu bisa memberikan keputusan
yang benar dan tidak terjadi fitnah.(KIM Ngaglik/srp).




Pertemuan Rutin Jejaring Pengelola Sampah Mandiri di Sleman

Seyegan – Jejaring
Pengelola Sampah Mandiri  (JPSM)
Kabupaten Sleman mengadakan pertemuan rutin tiga bulanan di RM Muara Kapuas Pendowoharjo, Desa
Tridadi, Kecamatan Sleman, Jumat (20/9/2019). Kegiatan
yang difasilitasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman ini
dihadiri oleh pengurus JPSM dan perwakilan pengurus bank sampah, sedekah sampah dan TPS 3R berjumlah kurang lebih 40 orang.

Pertemuan dibuka oleh Kepala Seksi Persampahan DLH, Andri
Harsoyo. Dalam sambutannya Andri
menyampaikan tentang fasilitasi DLH dalam pengelolaan sampah yang dilakukan
oleh masyarakat termasuk kegiatan sosialisasi dan pelatihan. “Penting adanya data yang valid tentang
pengelola sampah di tempat masing masing,” ujar Andri.

Selain
Andri Harsoyo dari DLH, ada pula pemaparan dari Andri Pradana dari
Josari, Tridadi, Sleman yang memberi ulasan dengan judul Communication and
Public Speaking for Society. Dalam ulasannya Andri Pradana menyampaikan tentang konsep dasar komunikasi, cara
dan teknik dalam nenyampaikan pesan dan ide. Menurutnya ada tiga
kaidah dalam public speaking yaitu explain, entertain dan educate.

Materi yang disampaikan kepada peserta ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu dalam menyampaikan pesan ke masyarakat. Kegiatan ini ditutup dengan acara tanya jawab dan diskusi.(KIM Seyegan/)




Jambore Perdana FOPPSI Tingkatkan Profesionalisme dan Perkuat Jati Diri

Gamping – Dalam rangka meningkatkan kerjasama tim dalam sebuah komunitas dan menunjang semangat kebersamaan kerja yang lebih baik serta membuat suasana kerja yang kondusif guna menyajikan data tepat dan akurat maka pengurus Forum Operator Pendataan Pendidikan Seluruh Indonesia (FOPPSI) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Jambore bagi Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tingkat kecamatan yang tersebar di wilayah Kecamatan Gamping, Seyegan, Mlati, Sleman, Depok, Turi, Ngaglik, Kalasan dan Prambanan, Sabtu (21/9/19).

Ketua Panitia Jambore, Budy Afandi mengatakan bahwa kegiatan Jambore yang berlokasi di Karang Pramuka Kaliurang ini baru pertama kalinya diadakan dan diikuti sebanyak 320 orang dengan biaya swadaya hasil patungan peserta.

“Saya tidak menyangka jika antusiasme peserta sangat tinggi yang ditunjukkan dengan tingginya tingkat kehadiran peserta. Semoga ini sebagai pertanda baik bagi kemajuan organisasi ini dan menjadikan para operator Dapodik meningkat kesejahteraannya,” ujar Budy.

Dalam laporannya Budy mengungkapkan sebelum dilaksanakan jambore yang berisi permainan-permainan menggembirakan, dilakukan prosesi pelantikan Pengurus FOPPSI tingkat Provinsi terpilih hasil musyawarah tingkat provinsi yang dilakukan di Hotel Muria Kaliurang sehari sebelum dilaksanakan jambore.

Adapun pelantikan pengurus FOPPSI Daerah Istimewa Yogyakarta dilakukan oleh Muhammad Ridwan dari FOPPSI Pusat di hadapan ratusan peserta jambore yang disaksikan oleh Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman, Priyo Santoso dan beberapa perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Pendidikan.

Usai prosesi pelantikan pengurus Muhammad Ridwan berpesan kepada pengurus yang baru agar selalu meningkatkan profesionalisme dan bersama-sama terus menerus memperkuat jati diri, identitas dan karakter sebagai bangsa Indonesia guna peningkatan kesejahteraan para pelaku data (operator-red) di dunia pendidikan dilanjutkan penguatan organisasi yang diberikan oleh Bayu Sapto Nugroho.

“Para operator Dapodik saya harap jangan malu untuk menunjukkan identitas organisasi kepada masyarakat karena FOPPSI sebagai organisasi profesi sudah diakui oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” tutur Bayu menyemangati peserta jambore.

Bayu menambahkan meskipun upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa telah banyak menampakkan kemajuan namun masih banyak kekurangan dan tantangan yang harus dihadapi para pendekar data ini.

“Semoga kegiatan ini merupakan momentum untuk memasuki tahun operator Dapodik yang sejahtera. Melalui kesempatan ini saya berharap pemerintah akan berupaya memajukan pendidikan melalui program Bantuan Operasional Sekolah yang berpihak kepada operator Dapodik, beasiswa peningkatan kesejahteraan, dan mutu Pendidikan serta peningkatan sarana prasarana pendidikan,” harap Bayu. (KIM Pararta Guna Gamping|Adnan Nurtjahjo)




PDGI Sleman Upayakan Optimalisasi Keselamatan Pasien

PDGI
(Persatuan Dokter Gigi Indonesia) Cabang Sleman mengadakan helatan seminar
mengangkat tema Sembada Dentistry 5 “Dentist and Patient Safety”, Sabtu
(21/9/19) di Ballroom Kasultanan Hotel Royal Ambarukmo.

Tema
ini mencoba mencari jawaban atas tantangan zaman sekarang di mana dokter gigi
dituntut untuk selalu update ilmu pengetahuan dan mengikuti perkembangan
teknologi. Semua itu bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pasien.

drg.
Ratih Indriasari selaku Ketua Panitia mengatakan bahwa aspek keselamatan juga
harus menjadi perhatian karena merupakan hal yang vital dalam sebuah praktik
kedokteran gigi, baik itu keselamatan pasien maupun keselamatan sebagai dokter
gigi.

Dikatakan Ratih, beberapa hal yang menjadi sasaran keselamatan pasien menjadi yang diangkat dalam seminar kali ini, antara lain bagaimana cara pencegahan dan pengendalian infeksi di ruang praktik dokter gigi sehingga pasien maupun dokter gigi tidak tertular penyakit maupun terkena infeksi nosocomial, menjalin komunikasi yang efektif dengan pasien agar perawatan kita berhasil dengan baik, penanganan perdarahan yang benar, dan cara memperoleh beautiful smile dengan bedah sederhana.

“Bagaimana
menjaga kebugaran agar kita tetap bisa bekerja dengan baik untuk mendapatkan
keamanan dan kenyamanan buat pasien maupun buat dokter giginya,” tambahnya.

Kegiatan
ini dihadiri oleh sekitar 310 peserta dari kalangan dokter gigi. Acara ini disemarakkan
pula dengan pameran kesehatan dan juga senam pilates untuk menjaga kesehatan
dari para peserta. (Arif Hartanto)